
Hari sudah pagi dimansion black rose. Namun Alena sama sekali belum membuka matanya sejak semalam. Kenzo sedikit risau melihat nya, tapi dokter Richard berkata jika itu memang pengaruh serum yang disuntikkan ketubuh Alena. Hingga dia tertidur begitu lama, dan itu juga untuk pemulihan tubuhnya yang kelelahan karena perjalanan jauh semalam.
Professor Brian berkata jika pagi ini Alena akan bangun. Tapi sampai detik ini, Alena belum juga membuka matanya.
Kenzo yang tidur disamping nya sejak tadi masih terus memandangi Alena. Sudah tidak ada lagi alat bantu pernapasannya, dokter Richard sudah membuka nya subuh tadi karena nafas Alena sudah stabil kembali.
Kenzo mengusap wajah Alena dengan lembut, dia seakan tidak pernah bosan memandang wajah cantik itu sejak tadi. Kenzo hanya tidur sebentar, dan beberapa menit sekali dia pasti terbangun untuk melihat keadaan Alena.
Kenzo tersenyum tipis melihat wajah Alena yang terlihat sangat tenang, meski masih pucat. Mungkin karena sakitnya.
Gadis muda yang berhasil mencuri hatinya. Dan sekarang, dia sudah begitu mencintai gadis ini. Wajahnya yang cantik, senyum nya yang indah, sifat nya yang ceria, dan juga kecerewetan nya membuat Kenzo tidak bisa berpaling.
Dia sangat takut jika Alena pergi, dia takut hatinya pasti akan mengalami luka yang lebih parah lagi dari rasa sakit sebelum nya.
Alis Kenzo tergerak, saat melihat mata Alena yang mulai bergerak. Bahkan tangan nya juga mulai menunjukkan pergerakan.
Kenzo kembali mengusap wajah Alena, dan tidak lama kemudian, Alena mulai membuka matanya. Perlahan lahan, hingga manik biru itu terbuka dengan sempurna
"Sudah bangun?" tanya Kenzo yang kini merengkuh tubuh Alena
"En..." panggil Alena dengan suara yang masih begitu pelan dan serak
"Iya, aku disini" jawab Kenzo. Dia langsung mencium bibir Alena sejenak
Alena tersenyum dan menggerakkan tangan nya, mengusap wajah Kenzo dengan lembut, hingga Kenzo bisa merasakan rasa hangat nan lembut menyapu rahang tegas nya
"Kenapa tidur disini?" tanya Alena yang kini menghadap kearah Kenzo.
Kenzo tersenyum dan meraih tangan Alena, menggenggam nya dengan lembut dan mencium nya penuh sayang
"Tidak ada yang melarang disini. Aku tidak suka tidur sendiri" jawab Kenzo
Alena tersenyum dan langsung memeluk Kenzo, menyelusupkan kepala nya kedalam dekapan Kenzo. Mencium aroma maskulin yang begitu menenangkan.
"Aku merasa tidur begitu lama, apa sekarang sudah malam?" tanya Alena
Kenzo langsung mendengus senyum mendengar itu. Apa Alena kira dia tertidur hanya tiga jam saja???
"Apa mimpi mu begitu indah hingga kau tidak menyadari jika hari sudah pagi lagi?" tanya Kenzo
Alena terkesiap, dan dia segera menjauhkan tubuh nya dari Kenzo. Dia sedikit mendongak dan memandang kearah jendela, dimana matahari memang sudah nampak bersinar diluar sana. Selama itukah dia tertidur???
"Aku tidur selama itu?" tanya Alena dengan wajah tidak percaya nya
Kenzo tersenyum dan mengangguk, dia kembali menarik Alena kedalam pelukan nya
"Hemm... apa kau sudah puas?" tanya Kenzo yang masih menikmati kehangatan tubuh Alena. Rasanya dia benar benar ingin memakan Alena sekarang.
"Pantas saja aku merasa pegal dan kebas" gumam Alena yang kembali memeluk Kenzo
Kenzo terkekeh dan menciumi pucuk kepala nya
"Kita dikamar mansion nona Angel?" tanya Alena
"Ya" jawab Kenzo
"Apa kamarnya sudah dikunci?" tanya Alena
Kenzo mengernyit, namun sedetik kemudian dia langsung mendengus senyum dan tertawa.
"Sudah, tenang saja, tidak akan ada yang berani masuk dan mengganggu kita" jawab Kenzo
Alena mendongak dan memandang wajah tampan Kenzo yang begitu indah pagi ini, atau memang dia adalah sebuah keindahan Dimata Alena?
"Dimansion mu saja tuan Cris bisa masuk, apalagi ini dimansion nya" ucap Alena dengan bibir yang mengerucut kesal
Kenzo kembali tertawa dan menggeleng
"Tidak, tenang saja. Aku sudah mengunci pintunya. Kali ini dia tidak akan memergoki kita lagi" ucap Kenzo
"Benarkah?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk. Namun dia segera mencium lembut bibir Alena membuat Alena langsung melebarkan matanya.
"Kenapa? terkejut?" tanya Kenzo seraya mengusap wajah Alena
"Suka sekali mencium tidak bilang bilang" dengus Alena
"Lupa" jawab Kenzo sekena nya
"Seharus nya bilang dulu,.seperti ini. En... aku mau mencium mu" ujar Alena. Namun setelah itu dia yang malah langsung mencium Kenzo, membuat Kenzo yang gantian melebarkan matanya.
Lama mereka saling bertukar Saliva, merasakan manis nya bibir masing masing, hingga tiba tiba Alena langsung terkesiap dan mendorong kuat tubuh Kenzo
"En...." seru Alena dengan nafas yang tersengal
"Ada apa?" tanya Kenzo yang tak kalah bergemuruh, bahkan wajahnya sudah memerah menahan kabut gairah yang mulai membakar darah nya
"Itu....."
"Itu kenapa bergerak gerak?" tanya Alena melirik kepangkal paha Kenzo
Kenzo mendengus senyum mendengar itu, dia melirik kebawah dan memang junior nya kini sudah memberontak ingin keluar. Bagaimana tidak, dipagi hari yang dingin seperti ini, Alena malah memancing nya, tentu semua pasti akan bergairah naik.
"Kenapa memang nya?" tanya Kenzo yang kembali menarik tangan Alena hingga Alena kembali membentur dada bidang itu
"Dia hidup?" tanya Alena begitu polos. Kenzo mengernyit, bukan kah seharusnya Alena sudah pernah merasakan benda ini? Kenapa dia masih terkejut?
"Tentu saja dia hidup, kau yang membangunkan nya" jawab Kenzo
Alena langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah, namun Kenzo kembali menarik bahunya.
"Kau harus tanggung jawab" pinta Kenzo
"Tanggung jawab apa" seru Alena
"Tanggung jawab karena sudah menghidupkan nya" jawab Kenzo dengan senyum yang begitu berbeda. Alena jadi takut sekarang.
"Ti....tidak mau" jawab Alena yang segera ingin beranjak namun Kenzo kembali menarik nya membuat Alena kini berada diatas tubuh Kenzo.
Wajah Kenzo memerah, bahkan matanya sudah berkabut gairah. Alena benar benar takut sekarang
"En, kau tidak berniat ingin....". perkataan Alena langsung terhenti, dia begitu malu untuk mengatakan itu. Lagi pula dia masih begitu takut jika terkenang apa yang pernah dilakukan oleh Mike dulunya
Kenzo tersenyum, dia mengusap wajah Alena dan menarik kepala Alena untuk dia dekap
"Aku hanya ingin memeluk, tidak ada yang lain" jawab Kenzo seraya memejamkan matanya.
Dia tahu Alena pasti masih begitu trauma dengan kejadian dimasa lalu nya. Melihat wajah nya yang memucat dan bergetar membuat gairah Kenzo semakin lama memudar dengan sendirinya. Meski Mike sudah tidak ada, tapi trauma Alena masih tertinggal hingga sekarang.
Detak jantung Kenzo yang bergemuruh bahkan dapat Alena rasakan karena kini dia berada ditubuh pria ini. Namun lama kelamaan, semua nya mulai terkendali, Alena yang tadinya takut. Kini mulai tenang, dan kembali menikmati usapan tangan Kenzo dipunggung nya
"Aku mencintaimu Alena" ucap Kenzo
Alena tersenyum dan memandang wajah Kenzo
"Aku juga mencintaimu En.." jawab Alena
Dia mengecup singkat bibir Kenzo membuat Kenzo langsung mendengus senyum
"Kau mulai nakal" ucap Kenzo
"Kau yang mengajari ku bukan?" tanya Alena yang beranjak turun dari atas tubuh Kenzo, karena sungguh, dia merasa risih dengan sesuatu yang bergerak ditubuh pria itu.
Alena duduk diatas ranjang seraya meraba dadanya yang berdetak kencang. Melihat itu, Kenzo juga ikut beranjak duduk.
"Ada apa? apa sakit lagi?" tanya Kenzo mulai khawatir
Alena menggeleng dan tersenyum tipis
"Ale..." panggil Kenzo
Alena meraih tangan Kenzo dan meletakan didadanya
"Kau merasakan bukan" tanya Alena,.namun Kenzo mengernyit bingung tidak mengerti apa maksud Alena. Yang dia rasakan hanya detak jantung Alena yang bergemuruh, apa dia sakit lagi???
"Tidak tahu kenapa, setiap mendengar kau mengatakan kata kata cinta, dia berdetak dengan cepat, seakan ikut bergemuruh karena kebahagiaan yang tiada terkira" jawab Alena
Dan sungguh, ucapan Alena membuat Kenzo mendengus senyum dan langsung mencubit gemas hidung bangir itu. Alena tertawa melihat wajah kesal Kenzo yang terlihat begitu lucu
"Kau ini, aku sudah takut tadi" dengus Kenzo dengan senyum nya
"Aku kan berkata jujur tuan Amerika " ucap Alena yang kini bergelayut manja didada Kenzo
Kenzo kembali tersenyum dan memejamkan matanya.
Tuhan, tolong untuk sekali ini saja. Biarkan dia bahagia dengan gadis yang dia cintai ..