ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Konferensi Pers



Siang ini Barrent's Agency sudah dipenuhi oleh ratusan orang dari berbagai stasiun televisi yang akan meliput kenferensi pers yang akan diadakan oleh Kenzo Barrent. Pemilik Barrent's Agency yang sudah lama menghilang dari mata dunia. Tentu saja siang ini sudah dinantikan oleh seluruh warga kota Newyork, terutama orang orang di Agensi.


Clara dan Rebecca cukup sibuk mempersiapkan semua nya. Meski saling kesal dan saling menggerutu mereka berdua terlihat kompak untuk mempersiapkan acara yang akan diadakan sebentar lagi.


Clara terduduk diatas sofa diruang kerja Kenzo, dia baru saja mengurus semua data wartawan yang datang meliput. Edward tidak ada membuat dia benar benar repot. Ya meskipun dia hanya cukup menandatangani berkas persetujuan dan beberapa hal lain nya.


Pintu yang diketuk membuat Clara langsung menoleh, dan Rebecca masuk dengan senyum nya yang begitu lebar. Sekretaris Kenzo itu hari ini terlihat begitu cerah dengan dress ketat bewarna merah yang menampilkan liuk tubuhnya yang seksi, meski dipadukan dengan cardigan hitam, namun tetap saja dia memang sudah berdandan habis habisan. Clara benar benar tidak habis fikir. Rebecca mempersiapkan dirinya hingga seperti ini.


"Nona, semua orang sudah menunggu. Dan lima menit lagi acara akan dimulai. Dimana Presdir?" tanya Rebecca langsung


"Mana aku tahu" jawab Clara begitu ketus. Rebecca mendengus gerah seraya memperhatikan kembali penampilan nya yang sudah rapi dan modis khas sekretaris pada umumnya


"Kau ini ingin bekerja atau menjadi model ha??? Dari tadi hanya tubuhmu saja yang kau perhatikan" tanya Clara dengan mata yang memicing, namun Rebecca hanya tersenyum dengan gaya sombong nya seperti biasa.


"Saya bekerja untuk model model disini. Dan memang penampilan adalah yang nomor satu. Bukankah begitu motto di Agensi" jawab Rebecca


"Bukan nya motto agensi, itu adalah moto hidupmu." dengus Clara. Namun lagi lagi Rebecca hanya mengendikkan bahunya dengan acuh. Sesekali dia memperhatikan meja Kenzo yang sudah rapi. Yah, dia begitu tidak sabar untuk melihat lagi rupa pria tampan dan seksi itu


"Kenapa kau masih ada disini?" tanya Clara mengejutkan khayalan Rebecca


"Tidak ada, saya hanya menunggu presdir untuk mendampingi nya kedepan nanti" jawab Rebecca


"Itu nanti. Lagi pula kau bisa menunggu nya didepan. Sana pergi" usir Clara


"Nona, anda memang kejam" dengus Rebecca yang langsung berlalu dan membalikkan tubuhnya. Namun tiba tiba dia langsung mematung saat pintu terbuka dan menampilkan sosok gagah yang selama ini dia nantikan.


"Presdir" gumam Rebecca dengan mata yang melebar dan begitu berbinar


Bahkan dia sampai terperangah melihat Kenzo yang setelah dua bulan tidak dia temui kini bertambah tampan, gagah, dan tentu nya sangat seksi.


Rasanya Rebecca benar benar ingin memeluk nya sekarang


"Apa yang kau lihat?" tanya Kenzo dengan suara beratnya


Dan tentu saja, suara ini adalah suara yang juga sangat dia rindukan


Clara yang masih duduk diatas sofa langsung beranjak sambil tertawa lucu melihat Rebecca yang terperangah dengan wajah penuh kekaguman melihat kakak nya. Apa dia fikir Kenzo adalah dewa Yunani yang ketampanan nya sampai membuat orang melupakan sekelilingnya.


Rebecca tanpa sadar menjulurkan tangan nya dan ingin menyentuh wajah Kenzo, namun Kenzo segera menjauh dan berseru


"Rebecca"


Rebecca langsung terkesiap kaget dan mengerjapkan matanya beberapa kali


"Ah maafkan saya presdir. Maaf, saya benar benar merindukan anda. Saya kira anda su,....."


"Jam berapa acara dimulai?" tanya Kenzo yang langsung menghentikan ungkapan Rebecca


Rebecca menghela nafasnya sejenak dan kembali menguasai keadaan. Sungguh pesona Kenzo selalu membuat nya lupa diri.


Dia langsung menoleh pada jam dipergelangan tangan nya dan kembali memandang Kenzo


"Sekarang presdir" jawab Rebecca


Kenzo hanya mengangguk dan langsung membalikkan tubuhnya kembali meninggalkan Rebecca yang masih terperangah dan mengusap dada nya yang bergemuruh. Namun tepukan dibahunya kembali membuat dia sedikit terkesiap


"Jangan terlalu berharap. Kau tahu siapa dia bukan" bisik Clara yang juga pergi meninggalkan Rebecca


Rebecca menggeleng pelan dan segera menyusul Kenzo untuk mendampingi nya diacara konferensi pers menggantikan Edward. Meski sudah diperingatkan, bukan Rebecca namanya, dia tetap akan mengejar Kenzo sampai kapanpun. Apalagi dia tahu Kenzo tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain dia. Yah, itu sebelum Alena datang, tapi setelah Alena sehat nanti, maka dia akan menangis darah.


....


Acara konferensi pers berjalan cukup lancar, meski ratusan orang yang memenuhi gedung itu benar benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ternyata Presdir Barrent's Agency memang masih hidup, dan kini duduk dengan tegak kembali dihadapan mereka semua.


Kilauan cahaya yang tanpa henti mengambil gambar nya membuat Kenzo benar benar risih dan jenuh. Namun apa mau dikata, ini adalah kehidupan yang sesungguhnya. Dan dia harus menjalani nya, dan ini adalah hal yang diharapkan oleh Alenanya, Kenzo yang hidup sebagai orang biasa dan bukan menjadi kepala mafia.


Acara dimulai, dan setelah salah satu petinggi perusahaan membuka acara itu, kini giliran Kenzo yang berdiri dan menyuarakan suara nya untuk menjawab rasa penasaran seluruh orang orang yang bertanya kemana dia menghilang selama dua bulan ini.


"Selama siang semuanya" sapa Kenzo dengan suara nya yang berat namun penuh wibawa, hingga semua orang yang ada disana langsung terdiam dan menanti apa yang akan dia sampaikan selanjutnya.


Pesona dan wibawa seorang Kenzo Barrent benar benar tidak bisa dibantahkan. Dia memang lah tuan Amerika yang sesungguhnya. Dan memang ikon kota Newyork adalah dirinya, maka dari itu ketika dia menghilang, negara itu benar benar gempar dan kebingungan. Entah siapa yang bisa merebut hati tuan Amerika ini. Yang jelas, gadis yang akan menjadi pendamping nya nanti, adalah gadis yang paling beruntung didunia. begitu lah fikiran mereka sekarang.


"Saya meminta maaf atas kehebohan yang pernah terjadi dikota ini karena saya. Saya berterima kasih kepada pihak yang bertanggung jawab yang telah menghabiskan seluruh waktu dan tenaga untuk mencari keberadaan saya selama dua bulan ini tanpa henti, Terutama untuk para agen negara" ucap Kenzo begitu tegas. Ya, dia harus memperbaiki nama para agen terlebih dahulu, apalagi kepala agen itu adalah calon mertua nya.


"Kalian sudah bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Namun saya benar benar minta maaf, karena selama dua bulan ini saya terdampar disebuah desa yang cukup jauh dari kota ini. Saya ada disebuah desa terpencil yang ada diujung kota Newyork. Disana saya dirawat oleh seorang wanita tua. Saya terluka parah waktu itu akibat tenggelam dilaut. Dan karena keadaan saya yang tidak memungkinkan, jadi saya memutuskan untuk memulihkan diri disana. Saya harap kalian tidak lagi menyalahkan para agen. Karena sekarang, saya sudah kembali dan baik baik saja" ungkap Kenzo panjang lebar


Semua orang yang ada disana menanggapi bagus apa yang disampaikan oleh Kenzo. Dan meskipun hanya kata kata seperti itu yang keluar dari mulut nya, namun sudah cukup mampu menjawab rasa penasaran semua orang yang ada disana dan diseluruh kota newyork.


....


Alena yang menonton dirumah begitu terharu mendengar nya. Bukan hanya terharu, dia malah begitu terpesona melihat penampilan Kenzo yang sangat tampan dan berwibawa. Gagah dan tentu nya sangat keren. Alena jadi semakin bertambah cinta dengan tuan Amerika itu


"Hei, tutup sedikit mulut mu" ucap Reymond yang mengejutkan Alena


Bibir Alena mengerucut kesal dan memandang sinis kakak nya


"Kakak, kau menganggu kebahagiaan ku saja. Lihat, dia tampan sekali kan" ungkap Alena dengan wajah berbinar nya. Mereka sedang berada diruang keluarga sekarang. Reymond baru pulang dari luar kota, jadi dia libur keperusahaan hari ini. Asisten nya yang mengurus masalah perusahaan.


"Yah tampan, tapi orang tampan biasanya banyak yang suka" goda Reymond


"Aku tahu. Dia tuan Amerika jelas saja seluruh makhluk dibumi menyukai nya. Tapi aku tidak takut" jawab Alena dengan senyum nya


"Oh ya?" tanya Reymond seraya mengusap kepala Alena dengan gemas


Alena tersenyum dan mengangguk. Dia langsung merebahkan tubuhnya dipangkuan Reymond, karena Kenzo sudah masuk kembali dan kini hanya tinggal berita nya saja ditv


"Aku tidak takut dengan seribu orang yang menyukai nya, yang aku takutkan adalah dengan satu orang yang pernah dia cintai" ungkap Alena seraya memandang langit langit ruang keluarga itu


Reymond tersenyum dan mencubit gemas hidung bangir itu


"Kau masih cemburu dengan istri tuan Cris?" tanya Reymond


Alena berdecak sekilas dan memandang kakaknya yang kini mengusap kepala nya


"Cemburu tidak juga. Hanya saja terkadang ada rasa takut" ungkap Alena


"Takut kenapa?" tanya Reymond


"Takut jika aku tidak bisa mengimbangi nya dan dia merasa jenuh. Dan dia malah mengingat masa lalunya" jawab Alena


Reymond kembali tersenyum dan menggeleng


"Jangan berfikiran yang tidak tidak. Siapapun tahu, jika Kenzo sangat mencintaimu Alena. Bahkan tuan Amerika yang angkuh itu bisa menangis untukmu karena dia begitu takut kehilangan kau. Jangan ragukan cintanya. Itu hanya akan memperburuk suasana hatimu" ungkap Reymond


"Aku tahu. Aku hanya takut. Apalagi dengan keadaan ku yang sekarang" ungkap Alena begitu sendu


"Kau pasti akan sembuh. Tuan Amerika itu pasti akan mencarikan donor jantung untukmu, atau sepaling tidak pengobatan yang membuat jantung mu sehat kembali. Jaman sudah canggih, tidak ada yang tidak mungkin" jawab Reymond


"Sekarang, kau hanya perlu sehat. Bukankah kau ingin menikah dengan nya?" tanya Reymond dan Alena langsung mengangguk


"Iya, tentu saja" jawab Alena


"Ayo senyum dulu" ujar Reymond seraya menarik sudut bibir Alena dengan gemas


"Aaahhh itu jelek tahu" seru Alena dengan kesal