
Saat ini Alena dan Clara sedang berada dipinggir pantai tempat nya dulu pernah datang bersama Kenzo.
Mata kedua gadis itu menatap jauh hamparan laut yang terbentang luas diujung mata.
Desiran angin menerpa wajah dan tubuh mereka, membuat rambut dan dress yang dikenakan Alena tampak berkibar dengan lembut.
Alena berjalan menuju bibir pantai, dia menunduk dan menatap kaki telanjang nya yang dihempas ombak kecil sore itu.
Rasa dingin dan segar begitu terasa, namun hati nya begitu sedih saat ini.
Mata nya kembali berkaca kaca dan menatap kembali kedepan.
'Apa kau terlalu nyaman disana En. Apa kehangatan ku tidak bisa membuat mu kembali padaku? Kau bilang kau adalah obat dari segala rasaku, tapi kenapa sekarang kau yang menjadi penyebab sakit nya hatiku'
Batin Alena menatap lirih lautan dihadapan nya
'Cepatlah kembali, aku merindukanmu. Kenzo Barrent ' gumam nya lagi.
Alena tertunduk dan terpejam sejenak membuat bulir air mata nya kembali menetes.
"Alena" panggil Clara yang sejak tadi hanya diam menikmati kesejukan angin pantai disore itu
Alena langsung mengusap air mata nya dan menoleh kearah Clara
"Ayo ikut aku ke agensi" ajak Clara
"Untuk apa?" Tanya Alena
"Tidak ada, aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang" jawab Clara
"Aku sedang malas Cla. Disana hanya akan mengingatkan ku pada dia" ucap Alena yang kembali menoleh kearah lautan.
Clara menarik nafas nya sejenak, dia berjalan dan mendekat kearah Alena dan berdiri tepat disamping gadis itu.
"Aku tahu, tapi tidak bisakah kau menganggap nya hanya pergi untuk kembali? Bukan seperti ini Ale" kata Clara menatap Alena yang menghela nafas nya, mata nya masih berkaca kaca saat ini.
"Setiap hari setelah dia menghilang, aku masih menunggu nya kembali Cla. Tapi bagaimana pun rasa nya tetap saja sakit" jawab Alena tertunduk
"Sudah lah. Aku juga merasakan apa yang kau rasa. Sekarang jika hanya meratapi kesedihan juga tidak ada guna nya. Kau harus fokus pada impian mu Ale" ucap Clara lagi
Alena menoleh pada Clara dan mengangguk pelan. Dia tersenyum tipis menatap wajah sahabat nya itu
"Aku hanya belum terbiasa. Tapi aku berjanji untuk bisa meraih impian ku. Terimakasih karena kau tidak menyalahkan aku dengan kejadian ini" ucap Alena
"Dasar bodoh. Aku sudah bilang berapa kali padamu. Jika kakak ku sudah mencintai, maka dia akan mencintai dengan nyawa nya, sehingga apapun akan dia lakukan untuk gadis nya. Sekarang tinggal giliran mu yang harus kuat, kau tidak boleh menyia nyiakan apa yang dia lakukan" sahut Clara
"Ya, aku tidak akan mengecewakan dia dan juga dirimu" jawab Alena.
Clara langsung tersenyum dan memeluk Alena.
"Kita harus kuat oke. Aku tahu tidak mudah, tapi kita harus yakin, jika suatu saat dia pasti akan kembali" kata Clara
"Tentu" jawab Alena.
Setelah bisa menetralkan perasaan masing masing. Akhir nya mau tidak mau Alena ikut Clara ke agensi. Mereka diantar oleh Jack yang sejak tadi menunggu disamping mobil nya. Jack hanya memperhatikan kedua gadis cantik itu dengan tatapan iba, namun juga tidak bisa berbuat apa apa.
Setelah Alena dan Clara masuk kedalam mobil, Jack langsung melajukan mobil nya menuju Agensi milik Kenzo.
Hampir satu jam kemudian mobil itu sudah tiba didepan lobi perusahaan. Dengan sigap security disana langsung membukakan pintu untuk nona muda mereka.
Lagi lagi wartawan pencari berita masih berada disana. Dan dengan sigap Jack kembali mengamankan Clara dan Alena dengan bantuan penjaga dan security.
Clara menarik tangan Alena dan sedikit berlari masuk kedalam gedung, mengabaikan teriakan wartawan yang ingin meliput gambar mereka.
Bahkan lagi lagi Clara mengabaikan sapaan seluruh karyawan dan para model disana. Dia baru melepaskan tangan Alena saat mereka sudah tiba didalam lift.
Nafas mereka terlihat memburu karena berlari masuk kedalam lift dengan jarak yang lumayan jauh.
"Astaga, ada apa dengan mereka?" Gumam Alena memegang dada nya yang masih bergemuruh
"Itulah jika kau hanya mengurung diri didalam kandang. Kau jadi tidak tahu jika Amerika sedang heboh karena hilang nya kakakku" jawab Clara yang terlihat mengusap keringat didahi nya.
"Separah itukah. Padahal sudah dua minggu lebih" gumam Alena
"Apa sampai saat ini kau belum tahu siapa Kenzo Barrent sebenar nya" dengus Clara membuat Alena langsung bersandar didinding lift yang bergerak naik kelantai atas
"Aku hanya tahu dia Enzo ku, pria robot yang datar dan dingin. Aku tidak kenal siapa Kenzo Barrent yang sesungguh nya" ungkap Alena
"Sudah selama ini dan kau masih menutup mata" gumam Clara dan Alena hanya diam dan tertunduk memainkan kaki nya dengan jengah. Untuk apa mengetahui nya, Kenzo begitu misterius dan sampai kapanpun Alena tetap tidak akan sanggup memikirkan nya. Yang dia tahu, dia hanya mencintai lelaki itu, dia hanya ingin Enzo nya kembali. Tidak perduli siapa Kenzo, entah dia Presdir atau mafia. Alena tidak melihat kekuasaan nya.
Ting
Pintu lift terbuka, mereka berdua langsung keluar dan berjalan menuju ruangan Edward berada. Sekretaris Edward langsung berdiri dan menyapa Clara dengan hormat.
"Selamat siang nona Clara" sapa nya sembari membungkukan sedikit tubuh nya
"Siang, apa Edward ada?" Tanya Clara dan sekretaris itu langsung mengangguk
"Ada nona. Tuan Ed sudah menunggu anda sejak tadi. Mari saya antar" ucap sekretaris itu, dia hanya melirik Alena sekilas lalu berjalan mengantar Clara menuju ruangan Edward.
Sekretaris itu terlihat mengetuk pintu dan dari dalam suara seseorang mempersilahkan mereka masuk.
Alena cukup kagum dengan desain interior dilantai paling atas gedung ini. Sangat mewah dan begitu elegan.
Dia menoleh saat Clara menarik tangan nya dan membawa nya masuk kedalam. Dimana dapat dia lihat Edward duduk disofa bersama dua tamu nya yang belum dia lihat seperti apa wajah mereka.
Kedua pria yang merupakan tamu Edward itu langsung menoleh kearah mereka. Mata Alena seketika memicing melihat pria tampan itu, seperti nya dia kenal.
"Kak Cris!! kak Ken" adu Clara yang menangis lagi dalam pelukan pria itu, pria yang tidak lain adalah Cristian.
"Tenang lah, dia pasti akan kembali" kata Cristian sembari mengusap lembut pundak Clara yang terlihat menangis tersedu.
Alena menatap mereka dengan heran, seperti nya Clara dan pria itu sudah begitu dekat. Tapi dia memang seperti nya pernah bertemu pria ini. Mata Alena masih memperhatikan wajah pria itu dengan lekat. Dan tidak lama kemudian dia terkesiap karena sudah mengingat siapa pria ini.
"Tuan Cristian" ucap Alena membuat Cristian yang sedang menenangkan Clara langsung menoleh kearah Alena.
Dia melihat Alena dengan bingung, Clara langsung melepaskan pelukan nya dari Cristian. Dia mengusap air mata nya dan menoleh pada Alena.
"Tuan, tuan Cristian bukan?" Tanya Alena yang berjalan mendekat kearah Cristian yang terlihat mengernyit bingung
"Ya, kau mengenalku?" Tanya Cristian
"Tuan, suami nona Angel?" Tanya Alena lagi dan Cristian langsung mengangguk. Sementara Clara menatap mereka dengan heran, begitu pula dengan Edward
"Kau mengenal kak Cris Ale?" Tanya Clara dengan suara serak nya, Alena langsung mengangguk dan tersenyum melihat Cristian yang masih bingung
"Tuan, saya Alena. Tuan dan nona Angel pernah menolong saya sekitar lebih dari satu tahun yang lalu ketika diHawai" ungkap Alena pada Cristian yang tampak berfikir, namun beberapa detik kemudian dia langsung tersenyum melihat Alena
"Ah iya, aku baru ingat. Kau gadis yang mengganggu bulan maduku saat itu. Kau yang kami beri tiket untuk terbang ke NewYork" sahut Cristian dan Alena langsung mengangguk dengan senyum tipis nya
"Untuk itu saya minta maaf tuan. Tapi sungguh saya sangat berterimakasih pada anda dan nona Angel" ungkap Alena
"Tidak masalah" jawab Cristian
Edward langsung menghela nafas nya perlahan , dia mengerti sekarang kenapa Alena bisa dengan mudah lepas dari Mike dan kabur Kekota ini. Semua adalah karena bantuan dari mantan ratu mafia itu. Pantas saja Mike tidak mengetahui kepergian Alena jika ada campur tangan Angel saat itu.
"Wait!" Ucap Clara tiba tiba membuat Cristian dan Alena langsung menoleh kearah nya
"Kak Cris dan kak Rose yang menolong mu Ale?" Tanya Clara tidak percaya
"Ya, aku pernah bilang padamu bukan, jika aku bisa ke NewYork adalah karena bantuan seseorang, dan orang itu adalah tuan Cris dan nona Angel" jawab Alena
"Tunggu tunggu." Kata Cristian pula, membuat mata mereka kini menoleh pada Cristian yang menatap Alena dengan lekat namun menoleh lagi pada Clara
"Apa dia wanita nya Kenzo?" Tanya Cristian membuat Alena dan Clara langsung terkesiap kaget
"Hei, bagaimana kakak tahu?" Tanya Clara
Cristian langsung tersenyum dan menatap Alena dengan gelengan kepala nya
"Ternyata dia, aku tidak menyangka" gumam Cristian membuat Alena langsung mengernyitkan dahi nya
"Ya, dia Alena, gadis baik hati dan polos yang dipilih kak Ken menjadi wanita nya" jawab Clara, namun Alena langsung tertunduk sedih
"Kau pasti gadis yang hebat nona" ucap Cristian pada Alena yang kembali menatap nya
"Hanya gadis yang hebat yang bisa meluluhkan hati seorang Kenzo Barrent" kata Cristian lagi, namun Alena langsung menggeleng pelan
"Kau salah tuan" sahut Alena
"Aku hanya gadis lemah yang hanya bisa menyusahkan nya, aku tidak bisa menjaga diriku sendiri sehingga menyebabkan nya menghilang seperti ini" ungkap Alena begitu sedih, kepala nya langsung tertunduk dengan mata yang kembali berkaca kaca
"Ale, sudah berapa kali aku bilang, jangan terus merasa bersalah" kata Clara yang merangkul lengan Alena yang terlihat mengusap air mata nya.
Cristian tersenyum dan menepuk pundak nya sekilas
"Bukan salah mu. Aku bilang kau hebat karena kau bisa merebut hati nya. Kau pasti sudah tahu siapa istriku bukan" tanya Cristian pada Alena yang langsung mengangguk pelan
"Aku tahu bagaimana Kenzo. Jika dia mencintai seseorang, dia pasti akan melakukan apapun untuk wanita itu. Kau beruntung bisa mendapatkan cinta nya. Percayalah, Kenzo tidak akan mati dengan mudah, dia pasti akan kembali dan menemui mu. " Ucap Cristian begitu yakin membuat Alena menatap nya dengan sendu
"Tuan, terimakasih" kata Alena
"Karena anda, saya bisa bertemu dan merasakan cinta serta pengorbanan nya" ucap Alena dengan begitu terharu
Cristian kembali tersenyum dan mengangguk
"Semua memang sudah ditakdirkan" jawab Cristian.
Clara tersenyum dan mengusap bahu Alena. Rasa nya benar benar kebetulan yang tidak disangka sangka. Dunia memang begitu sempit. Andai saja kakak nya ada disini, dia pasti akan sangat bahagia mengetahui hal ini, batin Clara. Padahal yang sesungguh nya, Kenzo memang sudah mengetahui nya lebih dulu.
Mereka kini duduk berkumpul disofa milik Edward. Pria batu itu dan sekretaris Erick lebih banyak diam dan mendengarkan obrolan antara Cristian, Clara dan Alena. Meski wajah mereka masih menyiratkan kesedihan yang mendalam, namun Edward bersyukur dengan kehadiran Cristian membuat dia bisa melihat lagi senyum diwajah Clara.
"Kenapa nona Angel tidak pergi?" Tanya Alena pada Cristian, Clara duduk disebelah pria itu dan merebahkan kepala nya dibahu Cristian, dia terlihat begitu manja pada pria itu. Mereka memang sudah terlihat begitu dekat, batin Alena.
"Aku hanya sebentar disini. Malam nanti aku sudah harus kembali ke Argentina. Aku singgah di agensi untuk mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi" jawab Cristian dan Alena langsung mengangguk mengerti
"Tujuan mu memang kemari kak" tanya Clara
"Sekaligus mengadakan pertemuan bisnis dengan salah satu kolega ku" jawab Cristian
"Siapa?" Tanya Clara lagi
"Tuan Reymond, pemilik R.E group" jawab Cristian membuat Alena dan Clara langsung terkesiap. Bahkan Clara langsung mengangkat kepala nya dan menatap Cristian
"Kenapa?" Tanya Cristian lagi
"Itu perusahaan milik kakak Alena" jawab Clara. Cristian langsung mendengus senyum dan menatap Alena yang menggeleng pelan
"Dunia memang benar benar sempit bukan" kata Cristian dan mereka semua langsung mengangguk setuju.
Lama mereka berbincang sore itu, hampir dua jam mereka saling bercerita. Alena sedikit bisa menenangkan hati nya melihat Cristian dan Clara yang terlihat begitu akrab. Mereka memang sudah seperti kakak adik sesungguh nya. Ternyata kak Cris yang dimaksud Clara adalah Cristian. lelaki yang mampu merebut cinta Kenzo dulu nya.
Ah Kenzo, Kapan kau kembali. Alena begitu merindukanmu