ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Ungkapan Cinta Kenzo



Alena tertawa begitu lepas melihat Kenzo yang terlihat kesal karena ulah nya. Lelaki itu mengejar Alena yang berlari menjauh menyusuri bibir pantai dengan kaki telanjang nya. Sungguh sore itu hari benar benar terasa begitu indah untuk Alena. Dia sungguh berharap bisa menikmati waktu yang penuh dengan canda tawa seperti ini bersama dengan Kenzo. Tanpa rasa takut, rasa sakit dan tanpa keraguan dihati. Ya, semoga saja suatu saat hari itu akan bisa dia raih bersama Enzonya.


"Kena kau" kata Kenzo yang langsung memeluk erat tubuh Alena dari belakang, bahkan sedikit mengangkat tubuh ramping Alena dan memutar nya dengan gemas


"Aaahhh curang" teriak Alena dengan tawa lepas nya yang sangat indah untuk Kenzo nikmati.


"Kau yang curang, bisa bisa nya menipuku" sahut Kenzo. Dia melepaskan Alena dan membalikkan tubuh Alena menghadap kearah nya. Tangan Kenzo masih ada dipinggang Alena, sedangkan tangan Alena berada didada nya. Mata mereka saling tatap penuh perasaan, ada rasa yang tidak bisa terjabarkan bagaimana besarnya perasaan dihati mereka masing masing


"Aku tidak pernah menipumu, aku berkata jujur" ucap Alena


"Apa yang ingin kau katakan dengan jujur" tanya Kenzo


Alena tersenyum dan merangkul leher Kenzo dengan begitu manja dan menggoda


"Aku jujur, jika aku sangat mencintaimu. Hanya kau dan cuma kau. Kenzo Barrent" ungkap Alena menatap wajah tampan dibalik topeng itu


Kenzo tersenyum, bibir seksi nya benar benar terlihat indah jika tersenyum seperti itu. Dan Alena sangat menyukai nya


"Benarkah?" tanya Kenzo, suara nya sedikit berbisik namun terdengar berat, apalagi tatapan mata itu kini sudah fokus pada bibir merah Alena


"Kau masih belum menyadarinya?" tanya Alena dengan mengerucutkan sedikit bibir nya. Dan tentu saja Kenzo tidak tahan untuk tidak mencicipinya lagi. Apalagi Alena hari ini benar benar berbeda, dia sangat cerah dan begitu segar dengan dres merah ketatnya, sangat seksi. Dan itu membuat darah Kenzo terasa berdesir hangat sejak tadi.


"Aku tahu, dan aku sangat bisa merasakannya" bisik Kenzo. Dia langsung memiringkan sedikit wajahnya dan mulai mengecup bibir Alena membuat Alena langsung memejamkan matanya menikmati sentuhan Kenzo yang selalu bisa membuat nya terbuai. Dia tidak takut lagi sekarang. Dia sudah terbiasa, dan bahkan dia sudah sangat menikmati nya, dan terkadang juga merindukan sentuhan hangat Kenzo.


Alena mulai bisa mengimbangi ciuman Kenzo, meskipun dia belum semahir Kenzo. Kenzo memang sudah sangat lihai dan begitu bergairah, membuat Alena tidak bisa mengimbanginya terlalu lama. Dia mengenal cinta dari Kenzo, tentu mengenal hal yang semacam ini juga dari Enzonya. Maka bukan salahnya jika dia memang baru bisa memahaminya sekarang.


Kenzo melepaskan ciuman nya disaat dia merasa Alena sudah mulai kehabisan nafas. Kenzo tersenyum dan mengusap bibir Alena yang sedikit membengkak


"Kau sudah mulai mahir sekarang" ucap Kenzo


"Kau yang mengajariku" jawab Alena


Kenzo tertawa kecil dan masih mengusap bibir Alena, bahkan satu tangannya masih ada dipinggang Alena


"Aku akan mengajarimu yang lainnya nanti, dan kau harus bisa" kata Kenzo


"Aku sudah tidak sabar" jawab Alena pula.


Kenzo tersenyum dan kembali menikmati bibir itu. Sungguh dia benar benar terbuai dengan bibir Alena. Sudah seperti candu untuknya. Mungkin jika mereka sedang berada diruangan tertutup, dia bisa khilaf sekarang.


....


Sementara diujung pantai bagian lain, Clara tertawa lucu melihat Edward yang berwajah kesal karena harus menuruti setiap keinginannya. Sungguh hari yang melelahkan bagi Edward ketika harus selalu meladeni Clara. Tidak diperusahaan dan tidak diluar. Tidak sejak dia remaja bahkan sudah dewasa seperti sekarang, Clara memang suka sekali menyusahkan dia.


"Nona, bisakah anda tidak membuatnya terluka. Apa anda tidak kasihan?" tanya Edward menatap Clara yang sedang mengumpulkan beberapa bintang laut dilubang yang sama dengan bulu babi


Saat ini mereka sedang berjongkok didepan sebuah lubang yang dibuat Edward atas perintah Clara. Clara mengumpulkan beberapa bulu babi yang dicari nya dan menyatukan nya dengan bintang laut yang juga ada disana. Dia tertawa lucu saat melihat bintang laut bergerak gerak terkena duri bulu babi itu. Dan tentu saja itu yang membuat Edward tidak habis fikir sedari tadi. Mereka sudah seperti anak anak sekarang.


"Ini lucu Ed. Lagi pula sejak kapan kau jadi mengasihani sesuatu. Padahal membunuh orang sudah biasa kau lakukan" sahut Clara masih asik bermain dengan bintang laut nya


"Saya membunuh orang yang bersalah, bukan menyiksa binatang yang lemah seperti ini" jawab Edward


"Aaauuuh" Clara langsung berteriak saat tangannya tertusuk duri bulu babi membuat Edward langsung reflek meraihnya dan mengeluarkan darah nya dengan cepat


"Sakit Ed" teriak Clara ingin menarik tangan nya lagi, namun Edward tetap menahan nya


"Tahan sebentar, duri ini berbisa" kata Edward begitu serius. Clara meringis menahan sakit namun dia juga masih memperhatikan wajah Edward yang begitu serius mengeluarkan darah dari jarinya. Bahkan dia memasukkan jari Clara kedalam mulutnya untuk menghisap seluruh darah yang masih bisa dikeluarkan


"Ed" Clara langsung terbelalak melihat itu, namun Edward tidak bergeming dia terus saja mengisap jari Clara. Raut wajah nya sedikit tegang, karena jika tidak segera ditangani Clara bisa demam nanti


"Ayo kita kesana" ajak Edward yang menarik Clara berdiri dan membawa nya kesebuah batu besar yang berada tidak jauh dari sana. Clara mengikutinya, namun pandangan matanya malah tertuju pada tangan Edward yang tidak melepaskan tangan nya sama sekali. Apa pria batu ini lupa???


Edward mendudukan Clara diatas batu itu. Dia kembali memeriksa jari Clara yang sudah memerah dan sedikit membiru.


"Tunggu disini sebentar nona" ucap Edward yang melepaskan tangan Clara dan pergi kearah laut lagi. Dia mengambil satu bulu babi dan memecahkan nya. Mengambil pecahan itu dan membawanya kembali pada Clara.


Tanpa berkata apapun Edward meraih tangan Clara dan mengoleskan lendir bulu babi itu pada luka Clara. Dia melakukan nya begitu lembut dan hati hati.


Clara memandang wajah Edward yang begitu serius mengobati nya. Dia tersenyum tipis melihat pria batu ini. Ya, sejak dulu, sejak dia masih menjadi remaja yang polos, Edward lah yang selalu melindungi nya. Selalu Edward yang mengobatinya jika dia terluka, dan sampai sekarang pun Edwrad masih begitu sigap melindungi dan menjaga nya. Terkadang Clara merasa jika sebenarnya Edward lebih perduli dari pada Kenzo. Meski dia kaku dan datar sekali, tapi tidak ada yang lebih mengerti Clara selain Edward.


Clara sedikit terkesiap saat Edward memandang wajahnya


"Apa masih sakit?" tanya Edward. Clara langsung menggeleng cepat. Dia sedikit canggung karena ketahuan memperhatikan wajah pria batu ini.


....


"Jadi kau tahu jika kakakku menyukai Clara?" tanya Alena pada Kenzo.


"hmm" gumam Kenzo


Saat ini mereka sedang berjalan menyusuri pantai yang sudah hampir senja. Bahkan tidak lama lagi matahari akan tenggelam dibalik lautan luas itu. Mereka berjalan bergandengan tangan, menikmati senja hari yang terasa begitu hangat


"Lalu bagaimana?" tanya Alena lagi, dia sedikit mendongak dan memandang wajah Kenzo yang juga menatapnya


"Bagaimana apa nya?" tanya Kenzo


"Bagaimana tentang mereka. Mereka saling mencintai. Apa kau tega melihat Clara bersedih?" tanya Alena. Bahkan dia langsung menghentikan langkah kaki nya karena Kenzo yang berhenti.


Kenzo menghela nafas nya sejenak, menatap Alena yang menunggu jawaban darinya


"Meskipun mereka saling mencintai, tapi mereka tetap tidak akan bisa bersatu Ale" jawab Kenzo


Kenzo terdiam, memandang kearah lautan lepas yang mulai bewarna jingga, dia masih menggenggam erat tangan Alena yang berdiri disamping nya.


"Kakakmu sudah dijodohkan dengan orang lain, dan begitu pula dengan Clara" ungkap Kenzo. Alena sedikit terkesiap dan langsung memandang Kenzo dengan lekat


"Clara juga dijodohkan?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk pelan


"Aku sudah berjanji pada seseorang sejak dulu" ucap Kenzo


Alena mengernyit, dia masih belum mengerti.


"Apa maksudmu? Kau yang menjodohkan nya? Dengan siapa?" tanya Alena begitu ingin tahu. Kenzo tersenyum dan mengusap sekilas wajah bingung itu.


"Nanti kau akan tahu. Yang jelas, kakakmu dan Clara memang tidak mungkin bersatu, jalan mereka berbeda. Bukan aku tidak menyukai kakakmu, tapi kau tahu kehidupan kami yang merupakan seseorang yang cukup berpengaruh pasti selalu berada didalam bahaya setiap waktu. Dan aku juga ingin Clara memiliki seseorang yang bisa melindungi nya dengan baik. Aku rasa, kapten Stone menjodohkan kakakmu dengan agen wanita itu juga karena hal itu" ungkap Kenzo. Dia menatap wajah Alena dengan pandangan lembut.


Alena menghela nafasnya perlahan, dan mengangguk pelan. Ya, dia mengerti sekarang, ayah nya ingin Reymond mendapatkan seseorang yang terbaik untuk nya, begitu pula dengan Kenzo. Dia pasti ingin Clara mendapatkan suami yang bisa melindungi nya nanti. Apalagi kehidupan mereka yang seperti ini. Dan Reymond, tentu bukan orang yang cocok untuk Clara.


"Apa orang itu Edward?" tanya Alena


Kenzo tersenyum dan mengangguk


Alena langsung mendengus senyum mendengar nya. Dia mengerti sekarang


"Pantas saja Edward begitu tidak menyukai kakakku" kata Alena dengan tawa kecilnya. Dia duduk diatas pasir dan diikuti oleh Kenzo yang juga duduk disebelahnya. Matahari mulai tebenam, dan pemandangan disana sangat indah. Ditambah dengan angin yang begitu menyejukkan lagi menenangkan.


Mereka terdiam beberapa saat sembari memandang pemandangan didepan mata


"En" panggil Alena, membuat fokus Kenzo kembali padanya


"Apa kau mencintaiku?" tanya Alena tiba tiba


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya kenzo


Alena tersenyum tipis dan kembali memandang kedepan


"Apa aku salah jika bertanya seperti itu?" tanya Alena pula


"Tidak" jawab Kenzo


"Lalu apa terlalu berat untuk menjawabnya?" tanya Alena lagi


Kenzo terdiam beberapa saat, membuat Alena kembali menoleh kearahnya. tersenyum begitu sendu melihat Kenzo yang tidak bisa menjawab pertanyaan nya. Apa begitu sulit untuk mengungkapkan nya? Atau karena memang Kenzo yang belum bisa mencintai dia?


"Apa ucapan itu begitu penting untukmu?" tanya Kenzo tiba tiba memandang Alena yang berwajah sendu dan sedikit pucat.


"Apapun yang kau ucapkan semua nya aku anggap penting. Semua yang kau lakukan untukku, semua nya juga aku anggap sesuatu yang serius dan begitu berharga. Dan tentu saja ungkapan cintamu juga adalah impian dan harapan yang selalu aku gantungkan sejak dulu. Tapi jika kau merasa itu tidak penting, tidak apa apa, aku beranggapan jika kau memang tidak mencintaiku, seperti aku yang setiap hari semakin mencintaimu" ungkap Alena. Bahkan mata nya berkaca kaca sekarang.


Kenzo tersenyum menarik Alena kedalam pelukan nya, memeluk nya dengan penuh perasaan.


"Apa sampai sekarang kau tidak bisa mengartikan semua yang ku lakukan untukmu karena apa Alena?" tanya Kenzo


Alena kembali melepaskan pelukan Kenzo dan menatap wajah tampan dibalik topeng


"Maksudmu?" tanya Alena bingung


"Apa seseorang rela mati hanya untuk hal yang sia sia jika tidak karena untuk wanita yang dia cintai?" tanya Kenzo lagi


Alena mengerjap perlahan, mencoba mengartikan setiap perkataan Kenzo, melihat Kenzo yang tersenyum dan mengusap wajahnya, Alena jadi meneteskan airmata seraya memandang mata dibalik topeng itu


"Enn.." lirih Alena


"Tentu aku mencintaimu Alena"


"Sangat mencintaimu"


Alena langsung menangis dan memeluk Kenzo dengan erat. Sungguh untuk yang pertama kali nya dia mendengar ini. Untuk yang pertama kalinya dia mendengar Kenzo mengucapkan kata cinta untuk nya.


"Aku mencintaimu my sunshine" bisik Kenzo membuat Alena semakin mengeratkan pelukan nya


"Enn.. terimakasih" kata Alena mendongak dan menatap wajah tampak Kenzo yang tersenyum. Kenzo mengusap air mata diwajah Alena dan mengecup kedua mata nya. Namun tiba tiba saja Alena terkesiap dan sedikitĀ  menjauh dari Kenzo


"Ada apa?" tanya Kenzo. Alena meringis, meremas baju dibagian dada nya dengan kuat. Rasa sesak itu datang lagi, bahkan terasa lebih sakit membuat nya tidak bisa berkata Apapun, selain menekan dadanya dengan kuat, dia bahkan tertunduk dan menggeram kesakitan.


"Alena ada apa?" tanya Kenzo yang panik melihat Alena kesakitan, dia segera menarik bahu Alena dan menatap wajah gadis itu yang begitu pucat dan berkeringat dingin, bahkan tubuhnya bergetar kesakitan


"Alena" panggil Kenzo panik


"Eugh,,, sa....kiit" gumam Alena sekuat tenaga nya. Nafas nya terasa terputus, dia merasa jantung nya seperti berhenti berdetak sehingga dia tidak bisa bernafas dengan baik. Jantung nya juga seperti diremas dengan begitu kuat hingga dia merasakan sakit yang begitu luar biasa


"Enn,,, Sa..kit" kata Alena memandang Kenzo dengan begitu tidak berdaya. Dia sangat kesakitan saat ini


Kenzo langsung membawa Alena untuk berdiri, namun Alena malah langsung terkulai lemah membuat Kenzo kembali berlutut dan menangkap tubuh Alena yang sudah tidak berdaya. Bahkan tubuh nya pucat dan nyaris membiru


"Alena, bangun, hei" Kenzo benar benar panik dan cemas melihat Alena yang kesakitan dia menggenggam tangan Alena yang sedari tadi menekan dadanya


"Sakit" gumam Alena begitu pelan hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri didalam dekapan Kenzo


"Alena" panggil Kenzo dengan wajah yang sudah tidak dapat diartikan lagi. Panik, cemas dan tentu nya takut.