ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Alena Diculik ?



Riuh suara tepuk tangan yang begitu bergemuruh didalam aula gedung menambah kemeriahan malam puncak penobatan desainer terbaik tahun itu. Senyum Alena tidak pernah pudar saat puluhan tangkai bunga mawar diserahkan pada nya oleh beberapa orang yang mengagumi hasil rancangan nya malam itu.


Dia begitu sibuk melayani beberapa sesi wawancara dari berbagai stasiun televisi yang ingin meliput berita kemenangan nya. Melayani ucapan selamat dari peserta yang lain dan juga para juri. Hingga beberapa saat kemudian barulah dia bisa turun dari panggung dan menemui kakak dan ayah nya yang sudah menunggu nya sejak tadi.


"Daddy" seru Alena yang langsung masuk kedalam pelukan kapten Stone


"Kau hebat sayang, kau benar benar luar biasa" ucap kapten Stone


"Ini juga berkat dukungan dari daddy" jawab Alena.


Kapten Stone tersenyum dengan bangga dan mencium pucuk kepala Alena dengan lembut, mengusap wajah putri nya dan menepuk bahu nya sekilas. Dia benar benar bangga Alena bisa meraih predikat desainer terbaik tahun ini. Suatu pencapaian yang luar biasa


Kini Alena beralih pada Reymond dan langsung memeluk kakak nya itu


"Selamat Alena, kau benar benar hebat, aku bangga padamu" ucap Reymond


"Terimakasih kakak" jawab Alena


Lian datang dengan sedikit tergopoh membuat Alena langsung melepaskan pelukan nya dari Reymond dan beralih pada Lian yang langsung memeluk nya dengan erat


"Lian,kita berhasil" seru Alena memeluk Lian dengan erat


"Selamat nona, kerja keras nona tidak sia sia, dan saya begitu bangga melihat penghasilan ini" ucap Lian penuh haru


"No, ini kerja keras kita. Tanpamu aku tidak bisa meraih ini semua" jawab Alena dan Lian langsung mengangguk. Ya, tentu saja ini kerja keras mereka, jika tidak ada Lian, entah bagaimana nasib butik nya, karena Alena yang benar benar jarang masuk dan mengontrol kerja karyawan. Semua karena ulah Mike, mereka bekerja dalam bayang bayang pria gila itu, dan ternyata hasil yang didapatkan sungguh tidak terbayangkan sebelum nya. Mereka menang, dan mereka berhasil


"Alena" panggil nyonya Monica yang datang menemui Alena disana membuat Alena dan semua yang ada disana langsung mengangguk dengan hormat pada nyonya besar itu


"Nyonya Monica" sapa Alena


"Selamat Alena, kau benar benar hebat"ucap nyonya Monic yang langsung memeluk Alena membuat gadis itu seketika langsung terkejut begitu pula dengan yang lain, seorang nyonya besar yang terkenal angkuh dan begitu elegan dengan mudah nya dekat dan memeluk Alena.


"Terimakasih nyonya, ini juga berkat Clara" jawab Alena


"Aku hanya membawakan nya Ale, kau yang sudah berusaha membuat gaun indah itu" sahut Clara yang baru tiba disana, dia tampak sudah mengganti pakaian nya dengan gaun biasa dan terkesan simpel sekarang. Reymond beberapa kali terlihat melirik nya, karena dia masih begitu terkesima dengan penampilan Clara tadi


"Kenzo pasti bangga padamu" kata nyonya Monic lagi, membuat suasana disana langsung terdiam dan terasa canggung. Sebab nya seseorang yang sedang disebutkan tidak ada bersama mereka sekarang, dan tentu mereka semua tahu jika Kenzo entah bisa kembali atau tidak, setelah sebulan dia menghilang bagai ditelan bumi


"Mom" Clara langsung mengusap lengan ibu nya yang tampak begitu sedih, bagaimana pun dia seorang ibu, dan dia pasti begitu kehilangan


"Dimana pun tuan Kenzo berada dia pasti tahu Alena sudah melakukan yang terbaik dan meraih hasil yang baik" sahut Reymond pula


"Ya, bagaimana jika kita duduk dan minum sedikit nyonya, untuk merayakan keberhasilan Alena dan nona muda" ujar kapten Stone pula, dia sungguh tidak ingin dihari bahagia ini Alena akan bersedih lagi, apalagi wajah Alena yang memang sudah terlihat bersedih sekarang, kapten Stone dan beberapa orang lain berfikir jika Alena memang sedih karena Kenzo tidak ada disini, dan kecil kemungkinan pria itu bisa kembali. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Alena sedih melihat nyonya Monica dan Clara yang merasa begitu kehilangan Kenzo, ya meskipun dia juga sedih karena Kenzo tidak ada disini.


Akhirnya, setelah mengobrol sebentar, mereka semua duduk disebuah meja bulat yang cukup besar yang tersedia disana. Hanya tuan Wesley dan Edward yang tidak ada, karena mereka harus mengurus tamu tamu penting yang datang malam itu.


Lian dan Joice juga ikut bergabung bersama mereka dalam satu meja, setelah sebelum nya mereka tampak enggan, namun Alena memaksa nya.


"Tuan Wesley terlihat begitu sibuk" ucap kapten Stone memandang tuan Wesley yang tengah berbicara dengan beberapa orang


"Ya, baru hari ini dia mau tampil didepan media sebanyak ini" jawab nyonya Monica pula


"Aku benar benar berterimakasih padamu Alena, jika tidak ada kau, entah bagaimana nasib perusahaan" sahut Clara


"Aku, memang nya apa yang sudah aku lakukan Clara" tanya Alena bingung, namun Clara langsung mendengus gerah dan meminum sedikit jus nya


"Bukan karena aku, tapi itu karena tuan besar yang menginginkan nya sendiri, benar kan nyonya?" kini pandangan Alena langsung menoleh pada nyonya Monic yang mengangguk dan tersenyum


"Ya, jika bukan karena aku bilang ini karena untuk melihat calon menantu, dia juga tidak akan mau membantu" jawab nyonya Monic membuat Clara dan Reymond tampak menahan senyum mereka


"Apa tuan besar tahu jika Alena dekat dengan tuan Ken?" tanya kapten Stone pula. Dia sedikit khawatir mengenai ini, ya meskipun dia tahu Kenzo entah masih hidup atau tidak, tapi tuan besar itu pasti memiliki kriteria yang tinggi untuk dijadikan menantu dikeluarga besar mereka.


"Ya suamiku tahu, dan dia begitu bangga, ternyata gadis yang dekat dengan putra kami adalah gadis yang cukup hebat" jawab Nyonya Monica membuat Alena langsung tertunduk canggung


"Anda terlalu berlebihan nyonya" kata Alena tidak enak. Dia tidak sehebat itu, jika tidak ada bantuan dari Lian, Kenzo dan juga dukungan orang lain, dia juga tidak akan bisa sampai ditahap ini


"Kau memang hebat Alena, jangan selalu merasa rendah diri" sahut Clara


"Clara benar, kau hebat sudah bisa merancang gaun itu. Dan Clara juga hebat karena telah membawakan gaun itu dengan begitu bagus" puji Reymond pula. Dan dapat Alena lihat Clara langsung tersenyum simpul dan sedikit merona mendengar pujian Reymond


"Tentu saja, kami memang paket komplit" jawab Clara membuat Reymond dan Alena langsung mendengus tawa kecil


"Ah, Reymond, saya juga tidak menyangka jika kau dan Alena adalah anak kapten Stone, kenapa anda tidak pernah mempekenalkan mereka kapten?" tanya nyonya Monica.


Clara dan Alena hanya saling pandang dan menikmati minuman mereka, sedangkan Joice dan Lian hanya diam dan tidak berani ikut masuk dalam pembicaraan ini


"Tidak ada alasan untuk memperkenalkan mereka pada dunia nyonya, dan mungkin hari ini barulah waktu yang tepat" jawab kapten Stone dan nyonya Monica langsung mengangguk


"Dia siapa, apa kerabat kalian juga?" kini pandangan nyonya Monica langsung tertuju pada Joice yang berwajah datar itu


"Dia calon istri Reymond"


uhuk uhuk


Clara langsung tersedak minuman nya saat mendnegar perkataan kapten Stone. Mata nya langsung memandang Reymond dan Joice bergantian sembari tangan nya menerima tisu dari Alena


"Calon istri Reymond?" gumam Clara masih menatap Joice dengan lekat, agen wanita itu tidak berekspresi sama sekali, namun Reymond yang terlihat canggung sekarang, Alena tahu jika kakak nya itu ingin membantah namun dia harus menghormati kapten Stone didepan nyonya Monica


"Calon istri Reymond, wah cantik juga, kau terlihat gadis yang penuh daya tarik, siapa namamu nak, seperti nya aku pernah melihat mu" ucap nyonya Monica pada Joice yang terlihat melirik kearah kapten Stone yang menjawab nya


"Dia Joice, salah satu agen kepercayaan saya, dia juga yang membantu saya mengungkap kasus tuan Kenzo nyonya" jawab kapten Stone


"Waah hebat sekali, kau memang pintar mencari calon istri Rey" kata nyonya Monica yang kini menoleh pada Reymond yang tersenyum getir, dia masih melirik Clara yang tampak berubah dingin sekarang


Alena juga memandang Clara yang terlihat menghela nafas dalam dalam, tidak tahu apa yang terjadi, tapi setelah mendengar jika Reymond telah memiliki calon istri, wajah nya jadi tidak bersemangat lagi, bahkan terlihat sendu. Alena jadi merasa ada sesuatu yang aneh saat ini, apa jangan jangan?


"Aku permisi kebelakang sebentar" ucap Clara tiba tiba membuat semua orang yang ada disana memandang nya dengan heran, karena dia langsung beranjak dan pergi dari tempat duduk nya. Apalagi Reymond yang menghela nafas pelan, dan tertunduk dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


Nyonya Monic dan kapten Stone terus melanjutkan pembicaraan mereka, tanpa perduli ada yang aneh dengan Clara dan Reymond. Alena melirik Joice yang juga kedapatan melirik nya, membuatĀ  mereka saling melempar tatapan canggung sekarang.


clap


Teriakan suara menggema langsung terdengar didalam ruangan itu saat tiba tiba lampu aula mati membuat semua orang begitu panik. Alena juga menjadi bingung kenapa lampu bisa mati, apa ada yang salah?


Dia ingin meraih ponsel nya dari dalam tas, namun dia mendengar suara kursi menderit tiba tiba dari arah Joice, seperti nya gadis itu beranjak secara tiba tiba dari tempat nya, begitu pula dari arah kursi Reymond, pria itu juga beranjak dengan cepat, membuat Alena bertambah bingung dan sedikit panik. Dia meraih ponsel nya, namun belum sempat menghidupkan cahaya ponsel, tangan nya tiba tiba dicekal oleh seseorang dan mulut nya langsung dibekap oleh sebuah tangan besar, membuat Alena tidak bisa berbicara apapun saat ini.


Tubuh nya dibawa paksa oleh seseorang entah kemana, ditengah hiruk pikuk orang orang yang semua nya terlihat panik!