ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Pembalasan Alena dan Cristian



Keringat sudah mulai mengucur membasahi wajah dan juga tubuh Angel dan Kenzo. Mereka tampak begitu bersemangat bermain pedang hingga rasanya mereka telah melupakan waktu.


Nafas yang menderu serta wajah yang memerah membuat Kenzo dan Angel sama sama tertawa ketika mereka saling menebaskan pedang masing masing.


"Oh my God. Sepertinya setelah memiliki dua anak aku merasa pinggang ku sudah mulai tua" ucap Angel seraya menjauh dari Kenzo dan duduk dikursi yang ada disana.


Kenzo tertawa, dan dia juga ikut duduk disamping Angel seraya membuka jaketnya. Rasanya gerah karena keringat.


"Yah, kau memang sudah harus sadar diri Rose. Lebih baik diam dirumah dan mengurus tiga bayimu itu" ujar Kenzo.


"Kau benar. Mungkin ini karena aku yang sudah terlalu dimanjakan oleh Cristian" gumam Angel seraya membenarkan ikat rambutnya.


Kenzo kembali tertawa dan memandang ke sekelilingnya.


"Hei, ngomong ngomong dimana mereka berdua?" tanya Kenzo yang baru sadar jika dia lagi lagi kehilangan Alena.


Angel menoleh kearah pilar dimana Cristian berdiri bersama Alena tadi.


Tapi sudah tidak ada siapapun disana.


"Aku yakin Alena mu pasti marah En. Aku rasa kita sudah bermain cukup lama" ucap Angel


"Yah, ku rasa suami mu pun juga".balas Kenzo


"Sudahlah, mungkin mereka kembali kekamar" kata Angel.


"Yah, sebaiknya kita susul, jika tidak suami mu itu pasti akan memaksamu pulang sekarang" ujar Kenzo


Angel tertawa dan langsung beranjak dari kursi nya. Mereka berjalan bersama untuk masuk kedalam mansion seraya memperhatikan orang orang black rose yang masih berlatih tanpa lelah.


Mansion itu megah didepan, tapi semakin kebelakang, maka aura mafia nya akan menguar dengan kuat.


Kenzo bahkan takjub melihat ini. Sejak membawa Alena kemansion ini dia baru menyadari jika mafia yang pernah dipimpin Angel masih berdiri tegak, bahkan masih sangat kuat. Apalagi sekarang dipimpin oleh Jorge, tentunya lebih kuat lagi. Tidak tahu akan kemana pergi nya hak waris ini, apakah ketangan kepercayaan nya, atau malah ke anak nya nanti.


"Kita berpisah disini. Aku mau kekamar melihat Michael dan Michella " pamit Angel.


"Yah, aku juga akan kekamar" jawab Kenzo.


Mereka telah tiba didalam mansion, namun ketika akan pergi kekamar masing masing. Baby sitter yang mengasuh anak Angel datang bersama kedua bayi anak nya.


"Nona, Michael mencari anda" adu baby sitter Michael


Angel langsung meraih anak nya yang tampak rewel.


"Sayang, kenapa menangis? dimana Daddy mu?" tanya Angel seraya melirik kepengasuh anaknya.


"Tuan Cris tidak ada sejak tadi nona. Kami juga tidak tahu kemana" ucap baby sitter itu.


Angel mengernyit dan memandang Kenzo yang kini meraih Michella. Anak perempuan Angel ini begitu manja dengan Kenzo, terbukti dengan dia yang selalu ingin ikut bersama Kenzo.


"Apa dia bersama Jorge?" tanya Kenzo


"Entah lah, tapi dia sangat jarang bersama Jorge disini, paling jika sedang membawa Michella. Apa tidak bersama kapten Stone" tanya Angel pula. Namun kini Kenzo yang menggeleng.


"Tidak, kapten Stone bersama dokter Richard pergi ke laboratorium Professor Brian untuk mengambil obat obatan Alena" jawab Kenzo.


"Lalu kemana?" gumam Angel yang bingung.


"Mungkin dia marah dan pulang duluan" kata Kenzo dengan tawanya. Tangan nya masih menepuk nepuk pelan bokong Michella.


"Tidak mungkin. Sekesal kesalnya dia, dia tidak pernah meninggalkan kami" jawab Angel seraya pergi menuju taman belakang. Kenzo juga langsung mengikutinya. Mungkin setelah menyerahkan baby twins pada Cristian, barulah dia pergi menemui Alena. Gadis itu pasti cemburu lagi melihat Kenzo yang keasikan bermain pedang bersama Angel. Yah, sudah lama dia tidak merilekskan otot otot nya, dan juga otak nya. Dua Minggu berkutat dalam ketakutan dan kesedihan membuat Kenzo lupa diri.


"Nanti bujuk Daddy mu oke. Bilang padanya jangan marah pada uncle, uncle cuma keasikan bermain bersama mommy" gumam Kenzo pada Michella.


Angel langsung tertawa mendengar nya. Apa Kenzo takut jika Cristian akan marah?


"Aku malah takut Alena yang marah Al. Cristian sudah terbiasa dengan kita. Tapi Alena, mungkin dia tidak akan mengizinkan mu ketempat ku lagi" ucap Angel.


Dan kini Kenzo yang tertawa.


"Tidak mungkin begitu. Dia pasti mengerti" jawab Kenzo.


Namun tiba tiba, langkah kaki mereka langsung terhenti. Bahkan tawa dan senyum mereka juga langsung menghilang.


Mata mereka memicing melihat dua orang yang sedang minum teh seraya tertawa lepas bersama. Bahkan terlihat sangat bahagia.


"Cristian" gumam Angel terdengar kesal


"Alena" ucap Kenzo pula.


Mereka langsung berjalan mendekat kearah dua orang itu yang terlihat begitu santai seperti tidak ada beban.


Dan entah kenapa kini hati mereka yang tampak bergemuruh melihat pemandangan ini.


Bukan kah awalnya mereka takut jika Alena dan Cristian yang akan marah dan cemburu. Lalu kenapa sekarang keadaan nya berbalik????


Semakin dekat, tawa Alena dan Cristian semakin terdengar jelas. Bahkan mereka tidak menyadari jika Angel dan Kenzo datang, karena saat ini mereka duduk disebuah kursi panjang dan menghadap ketaman. Membelakangi Kenzo dan Angel.


Dan memang seperti itu keadaannya, Alena dan Cristian baru saja membahas sesuatu yang lucu yang bisa mengalihkan kecemburuan mereka. Dan mereka tidak tahu saja jika kini kedua pemimpin klan mafia itu sudah memandang mereka dengan tajam bahkan terasa ingin menelan mereka hidup hidup.


"Alena..


"Cristian...


Panggilan itu membuat Alena dan Cristian langsung terdiam. Dan secara bersamaan mereka langsung menoleh kearah belakang dan langsung disambut dengan tatapan setajam silet dari kedua pasangan mereka masing masing.


Alena dan Cristian kembali saling pandang dan menahan senyum mereka. Mereka saling mengedipkan mata sekilas seolah memberi kode jika ternyata rencana mereka berhasil. Terbukti dari pandangan mata tajam kedua orang itu.


Alena langsung beranjak dan mendekat kearah Kenzo. Begitu pula dengan Cristian yang mendekat kearah Angel.


Namun bukan untuk menyapa mereka berdua, melainkan mengambil baby twins yang ada didalam gendongan Kenzo dan Angel.


"Uuuhh sayang, kau pasti baru bangun tidur kan" kata Alena yang kembali mengajak baby Michella duduk dikursi seraya menciumi nya dengan gemas. Kenzo langsung melebarkan matanya melihat itu. Dia kira Alena akan merayu nya, namun yang terjadi, dia malah diabaikan.


"Ooh boy, kau pasti mencari Daddy. Tidak menangis kan" kata Cristian pula yang membawa Michael sedikit menjauh dari Angel dan menimang nimang anak nya.


"Aku mencari mu kemana mana, dan ternyata kau disini sedang bersantai" ucap Angel


Cristian tersenyum memandang Angel.


"Aku hanya menunggu kalian selesai reunian. Dari pada takut melihat jika ada yang terluka lebih baik membawa Alena kemari. Duduk bersantai tanpa harus membuat jantung Alena sakit lagi. Benar bukan Alena" tanya Cristian.


"Hmm" gumam Alena tanpa ingin memandang Kenzo yang menjadi merasa bersalah sekarang.


Kini Cristian berjalan mendekat kearah Alena untuk mengambil Michella.


"Ayo kita masuk. Kalian harus mandi, hari sudah sore. Nanti main lagi ya aunty cantik" ucap Cristian pada Alena


"Bye bye sayang... " balas Alena seraya menyerahkan Michella pada Cristian.


Cristian langsung mengangkat kedua anak nya untuk dibawa masuk.


"Ayo mommy" ajak Cristian pada Angel. Tanpa mau memandang wajah kesal istrinya. Dia tahu Angel kesal, tapi dia juga lebih kesal.


Dan tidak lama, Alena juga mulai beranjak dan ingin pergi dari sana. Namun Kenzo segera menarik lengan nya.


"Apa?" tanya Alena. Begitu datar dan dingin


"Kau marah?" tanya Kenzo.


"Tidak" jawab Alena. Dia memandang baby Michael yang masih memandang nya dari kejauhan. Bayi laki laki itu begitu menggemaskan membuat Alena tersenyum dan melambaikan tangan nya. Mengabaikan Kenzo yang terlihat kesal sekarang.


"Kenapa tidak masuk kekamar. Kenapa disini. Disini dingin Alena" ucap Kenzo.


Alena kembali memandang Kenzo dan melepaskan lengan nya dari genggaman Kenzo.


"Terserah aku" jawab Alena. Dia ingin berjalan lagi, namun lagi lagi Kenzo menarik lengan nya.


"Alena" panggil Kenzo sedikit mengeraskan suaranya saat Alena memberontak dan tidak ingin dia pegang.


"Apa, lepas. Pergi sana bermain sepuasmu. Jangan ganggu aku" seru Alena benar benar kesal.


"Apa kau lebih suka minum teh bersama Cristian dari pada aku" tanya Kenzo. Sepertinya dia juga kesal sekarang.


"Tentu saja, dia lebih asik diajak bercerita dari pada kau, dia lebih bisa menyenangkan hatiku" jawab Alena begitu ketus.


"Alena kau" wajah Kenzo mulai memerah sekarang.


"Kenapa, kau marah. Aku bahkan tidak melarang mu bermain dengan mantan kekasihmu itu. Aku tidak melarang mu bermain dengan begitu nekad, aku membiarkan hatiku ketakutan jika diantara kalian ada yang terluka. Aku membiarkan mu, maka biarkan aku bersama siapapun" ucap Alena begitu marah.


"Tapi aku juga tidak suka melihat mu bersama pria lain Alena" kata Kenzo tidak kalah kesal.


Alena memandang Kenzo dengan nafas yang menderu dan mata yang ingin menangis.


Namun tiba tiba....


"Daddy!!!!!!!!!!" teriak Alena begitu kuat membuat Kenzo terlonjak kaget. Bahkan Angel dan Cristian yang belum masuk terlalu jauh juga ikut terkejut dan kembali menoleh kebelakang melihat Alena yang berteriak dan menangis dengan kuat.


"Huaaaaaa daddyyy ..... Kenzo jahat!!!!!!!" teriak Alena lagi. Dia mulai menangis dengan kencang membuat Kenzo kelabakan sekarang.


Cristian dan Angel bahkan memandang heran kearah Alena.


"Jangan sentuh aku....!!!" teriak Alena saat Kenzo ingin menarik lengan nya.


"Alena jangan seperti ini" pinta Kenzo.


"Kenapa memang nya??? kau tidak suka. Pergi sana kalau kau tidak suka" teriak Alena. Bahkan setelah itu dia langsung berlari dan menangis sekuat tenaga, meninggalkan Kenzo yang semakin bingung sekarang.


"Alena ... jangan lari" kata Kenzo yang juga ikut mengejar Alena.


Cristian dan Angel masih mematung diambang pintu, bahkan disaat Alena sudah mendekat kearah mereka, mereka langsung bergeser memberikan jalan pada gadis itu.


Namun yang membuat Cristian dan Angel tidak percaya adalah..


"Aku hanya mencontoh Michael yang suka merengek" gumam Alena seraya berlalu melewati mereka.


Namun setelah menjauh dia kembali berteriak lagi, apalagi saat kapten Stone juga sudah ada disana.


"Astaga, kenapa dia seperti itu" gumam Angel tidak percaya melihat Alena. Apa dia hanya mempermainkan Kenzo saja?


"Alena" teriak Kenzo yang kini berlalu melewati mereka. Sungguh, mereka sudah seperti menonton film telenovella sekarang.


"Daddy... Kenzo jahat" adu Alena yang langsung masuk kedalam pelukan kapten Stone dan menangis dengan kuat. Padahal itu hanya tangis yang dibuat buat nya saja. Alena begitu kesal dengan Kenzo, tapi dia juga tidak ingin membuat Angel merasa bersalah. Jadi, dari pada stress sendiri, lebih baik dia membuat satu mansion gila karena tingkah nya.


"Ada apa sayang?" tanya kapten Stone seraya mengusap bahu Alena dengan lembut. Dia memandang tajam kearah Kenzo yang baru tiba didepan nya sekarang.


"Kenzo jahat, dia memarahiku, padahal dia yang salah. Huaaaaaa" Alena kembali berteriak dan menangis seperti anak kecil sekarang.


"Ken... kau" kapten Stone terlihat menggeram memandang Kenzo.


"Bukan begitu ... aku" Kenzo terlihat serba salah sekarang. Kenapa Alena seperti ini, astaga.


Cristian dan Angel terlihat mengulum senyum mereka melihat wajah frustasi Kenzo. Apalagi saat melihat Kapten Stone yang seperti ingin menelan nya. Jangan abaikan kapten Stone, pria tua ini pasti masih menyimpan dendam pada Kenzo karena sudah berulang kali mempermainkan nya.


"Aku mau dengan Daddy. Aku tidak ingin bersama Kenzo lagi. Dia jahat, dia membentak ku. huuuuu" adu Alena.


"Alena... aku tidak bermaksud begitu sayang" kata Kenzo.


"Berani nya kau. Kau tahu ini putri kesayangan ku. Malam ini dan sebelum kalian menikah jangan harap kau bisa tidur dengan nya lagi" ancam kapten Stone


"Kapten... mana bisa begitu" protes Kenzo.


Sungguh demi apapun Cristian tidak bisa menahan tawa nya melihat Kenzo yang kelabakan. Bersama Angel dia bebas melakukan apapun.Tapi bersama Alena, bahkan dia harus merasakan frustasi karena sifat polos gadis itu, dan juga menghadapi ayahnya tentu nya.


"Jangan mentertawakan mereka Cris. Kau juga harus tidur diluar malam ini" bisik Angel yang langsung meraih Michella dari tangan Cristian, dan membawa nya pergi dari sana.


Kini gantian Cristian yang terperangah mendengar ancaman istrinya.


"Kenapa aku juga" gumam Cristian.