
Saat ini Clara, Reymond, Joice dan kapten Stone sudah berada disebuah ruangan kosong yang hanya ada mereka berlima. Mereka berempat memandang tajam Lian yang baru saja sadar dari pingsan nya saat terkena amukan Clara tadi.
Lian menunduk takut dan tidak berani memandang wajah wajah mereka yang tampak begitu marah dan memandang nya dengan begitu tajam. Joice berdiri dengan pistol ditangan nya, wajah nya begitu dingin dan datar. Clara masih begitu emosi melihat Lian. Dua gadis itu berdiri diantara Reymond yang berdiri ditengah mereka berdua. Sedangkan kapten Stone sedikit mendekat kearah nya. Pria tua ini benar benar terlihat menyeramkan jika dalam mode serius seperti ini.
"Kenapa kau berani meracuni putriku?" tanya kapten Stone dengan wajah dingin nya
Lian hanya diam dan semakin menunduk takut. Sejak tadi air mata nya tidak berhenti mengalir. Dia tahu dia salah, tapi dia melakukan semuanya karena terpaksa. Dia tidak punya pilihan lain.
"Jawab" bentak kapten Stone membuat Lian terkesiap kaget, dan bukan hanya Lian saja, melain ketiga orang dibelakang nya.
"Kau tahu Alena siapa kan, tapi kau dengan berani nya malah mencelakai dia. Kau memang cari mati" geram kapten Stone
dan
plak
Satu tamparan diwajahnya membuat Lian langsung terhempas kelantai
"Ampun tuan...ampun" gumam Lian dengan tangis nya
"Katakan siapa yang menyuruhmu meracuni anakku. Apa Alena pernah berbuat suatu kesalahan padamu sehingga kau dengan tega nya membuat dia hampir mati seperti itu?" tanya kapten Stone lagi
Dia memandang tajam Lian, yang memang dia tahu adalah asisten Alena dibutik nya. Dan tidak ada yang menyangka jika ternyata Lian adalah pelaku nya. Bahkan sampai saat ini Clara saja masih tidak menyangka. Dia fikir pelaku nya adalah Rebecca karena gadis itu yang menunjukkan gelagat yang aneh akhir akhir ini, bahkan dia kabur saat Clara ingin mengintrogasi nya waktu itu.
"Saya terpaksa tuan, saya terpaksa. Saya disuruh seseorang" kata Lian dengan tangisan nya yang begitu pilu.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya kapten Stone lagi
"Tidak tahu, tapi dia mengancam saya jika saya tidak ingin melakukan apa yang diperintahkan nya maka adik lelaki saya akan dia bunuh tuan. Saya....saya tidak punya pilhan lain" jawab Lian dengan tangis yang semakin terisak
"Kau tidak punya pilihan lain, tapi kau sudah hampir membuat Alena mati sialan" bentak Reymond pula
"Saya... saya tidak tahu jika itu racun berbahaya tuan. Dia hanya berkata jika itu hanya racun biasa yang hanya membuat orang pingsan saja" jawab Lian
"Dasar bodoh. Kau memang pantas mati" geram Reymond lagi
"****** sialan. Tidak tahu diri kau. Alena sudah begitu baik padamu tapi kau malah membuat nya begini" sahut Clara pula
"Tapi dia tidak mati kan. Bahkan adikku yang mati sekarang karena kalian!!!!" teriak Lian begitu kuat membuat Clara langsung emosi dan kembali mendekat kearah nya.
Satu tamparan kembali mendarat diwajah Lian dengan kuat
"Bisa bisa nya kau menyalahkan kami. Itu karena ulah mu sendiri yang sudah berani berbuat tidak benar. Coba saja kau meminta bantuan kami, kau tidak akan kehilangan apapun sekarang" bentak Clara begitu menggebu. namun Lian hanya menangis dan semakin tertunduk meringkuk diatas lantai
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya kapten Stone lagi
"Jawab sialan" teriak Clara yang benar benar tidak sabar
Joice hanya menghela nafasnya dengan berat. Sejak tadi telinga nya sudah benar benar berdengung mendengar teriakan Clara. Bahkan kepala nya masih sakit akibat amukan Clara tadi. Nona muda keluarga Barrent ini memang sangat bar bar. Dan tidak tahu dimana letak keanggunan nya hingga membuat Reymond menyukai nya.
"Kau masih tidak mau menjawab juga ha?" seru Clara lagi. Dia langsung menarik pistol dari tangan Joice membuat semua orang langsung melebarkan mata mereka masing masing.
Clara menodongkan pistol itu kekepala Lian, jangan ragu dengan keahlian nya. Dia adalah salah satu murid Angel, jadi hanya membuat kepala Lian bolong adalah sesuatu yang mudah untuk nya.
"Katakan atau kau aku tembak" kata Clara begitu geram
Kapten Stone dan Reymond memandang Clara tidak berkedip
"Nona jangan main main dengan benda itu" kata Kapten Stone ngeri. Pasal nya jika terjadi sesuatu padanya maka mereka yang akan diamuk oleh tuan Wesley Barrent sesudah ini.
"Katakan Lian" teriak Clara tanpa memperdulikan perkataan kapten Stone
Lian ketakutan dan semakin meringkuk menyembunyikan kepala dibalik lengan nya.
"Kau benar benar" geram Clara dan
Dor
"Black Eagle, mafia black Eagle" teriak Lian begitu ketakutan dan akhirnya dia langsung jatuh pingsan saat tiba tiba Clara melepaskan tembakan nya tepat diatas kepala nya dan membuat dinding dibelakang nya menjadi bolong.
Jantung Reymond seperti ingin terlepas ditempat nya saat Clara melepaskan tembakan nya tadi. Sedangkan Joice dan kapten Stone tampak melebarkan matanya karena begitu terkejut melihat Clara yang bermain dengan senjata itu dan terlihat tenang dan terbiasa.
Ya, sepertinya keluarga Barrent memang tidak bisa diremehkan dalam hal apapun.
"Balck eagle, apa itu komplotan mafia?" tanya Clara pada kapten Stone membuat mereka kembali pada mode serius lagi
"Seperti nya iya. Aku pernah mendengar itu. Tapi tidak tahu jelas siapa pemimpin nya" jawab kapten Stone.
"Jika orang itu mafia, kenapa malah ingin mencelakai Alena?" tanya Reymond yang bingung sekarang. Masalah seperti ini bukan lah dunia nya, jadi dia sudah seperti orang bodoh sekarang
"Mike adalah pemimpin klan mafia dinegara nya. Jadi wajar saja jika Alena bisa berurusan dengan orang orang itu. Yang pasti orang ini juga berkaitan dengan Mike" ungkap kapten Stone
"Apa ini ulah kakak Mike itu?" tanya Alena dan kapten Stone langsung mengangguk setuju
"Sebaiknya kita tanyakan pada kakakmu Cla, dia lebih tahu. Dan aku rasa kali ini pria itu juga yang sedang dikejar nya" kata Reymond
"Pria bertopeng yang menjadi buronan kita?" tanya Joice pula. Dan kapten Stone langsung mengangguk
Mereka semua langsung mengangguk dan mengikuti langkah kapten Stone meninggalkan Lian yang tidak sadarkan diri dengan penampilan yang begitu menyedihkan.
Tapi sebelum itu, Joice kembali merebut pistolnya dari tangan Clara, hingga membuat Clara sedikit kaget dan memandang wajah datar Joice
"Lain kali anda harus mempunyai izin menggunakan senjata api nona muda" ucap Joice terdengar sinis dan langsung pergi keluar meninggalkan Clara dan Reymond yang memandang nya dengan bingung
"Dasar menyebalkan. Apa dia tidak tahu jika aku mempunyai senjata yang lebih bagus dari pada miliknya" gerutu Clara
"Kau memang mengerihkan" gumam Reymond. Namun Clara hanya melengos dan langsung berjalan dengan cepat meninggalkan nya. Dia sedang kesal dengan lelaki ini. Sejak tadi dia hanya dekat dengan Joice saja, bahkan beberapa kali Reymond terlihat mengacuhkan nya.
Ah, tapi memang sudah seharusnya begitu kan, mereka calon suami istri. Clara memang bodoh.
Akhirnya setelah mengetahui dan menangkap pelaku yang meracuni Alena. Mereka semua kembali kemansion Kenzo untuk melihat keadaan Alena. Hari sudah sore saat mereka kembali kemansion. Dan Clara belum tahu jika Angel dan Cristian ada dimansion Kenzo.
Clara satu mobil dengan Reymond dan Joice. Dan lagi lagi dia hanya diam dengan wajah datar nya melihat Reymond yang mengemudikan mobilnya malah selalu bertanya pada Joice dan sedikit mengabaikan nya yang duduk dibelakang.
"Kenapa dahimu" tanya Reymond pada Joice yang sedang mengikat rambut panjang nya hingga dahi nya terbuka dan menampakkan lebam biru
"Ini adalah hasil karya tangan nona Clara" jawab Joice terdengar kesal, sementara Clara hanya mendengus gerah saja
"Clara?" gumam Reymond dan memandang Clara dari kaca depan mobil nya
Clara memutar bola matanya dengan malas
"Salah sendiri dekat dekat. Untung saja bukan wajahmu yang aku cakar" dengus Clara
"Anda memang seperti seekor serigala, terlalu sadis" sahut Joice pula
"Enak saja kau mengatai ku serigala, dari pada kau wanita jadi jadian, tapi tidak bisa bertindak cepat. Hanya menodongkan pistol saja. Untuk apa" remeh Clara
"Semua sudah ada prosedur nya. Bukan nya main serang seperti itu" kata Joice lagi. Dia memang tidak ingin kalah dengan Clara. Membuat Reymond kini malah pusing sendiri jadinya
"Cih, memakai prosedur. Pantas saja kalian selalu datang terlambat dan ketika keadaan sudah genting bahkan sudah selesai baru kalian tiba. Menjengkelkan" sahut Clara dengan sinis
"Nona ... anda...."
"Stop" seru Reymond membuat Joice langsung terdiam sedangkan Clara memandang Reymond dengan kesal
"Kalian ini kenapa selalu berisik jika bertemu. Aku bertanya sekata tapi sudah menjalar kemana mana" gerutu Reymond terlihat kesal
Clara dan Joice langsung memalingkan wajah mereka masing masing. Sedangkan Reymond kembali fokus pada kemudinya. Mendebati Clara tidak akan pernah menang. Bahkan dia sedikit heran melihat Joice. Agen wanita ini terlihat pendiam dan datar jika pada orang lain, tapi kenapa pada Clara dia malah begitu cerewet. Bahkan dia tidak lagi takut untuk mendebatinya. Memang aneh. Dan hidup Reymond yang memang aneh, menyukai gadis berisik seperti Clara dan akan menikah dengan gadis datar seperti Joice. Oh my god, jika mengingat itu dia ingin sekali berteriak kencang dan pergi.
Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Reymond tiba dimansion mewah Kenzo disusul oleh mobil kapten Stone dibelakang mereka.
Tanpa berkata apa apa lagi, Clara langsung melompat turun dari mobil dan berlari masuk kedalam mansion. Dia sudah tidak sabar untuk menemui Alena yang sejak semalam tidak dia temui.
Clara berlari masuk tanpa memperdulikan sapaan dari penjaga dan pelayan Kenzo. Dia ingin langsung menuju lift yang terdapat diruang tengah mansion, namun tiba tiba langkah nya terhenti saat mendengar suara tawa anak anak dan orang dewasa diruangan santai mansion itu.
Karena penasaran, Clara akhirnya memutar haluan dan berjalan kearah ruangan dimana dia mendengar suara orang orang itu.
Dan, mata Clara langsung melebar saat melihat sebuah keluarga kecil yang terlihat begitu hangat sedang bersantai disana. Dua bayi menggemaskan terlihat begitu lincah kesana dan kemari
"Kak Rose, kak Cris, kalian disini??" tanya Clara yang langsung berlari kearah mereka
Angel langsung tersenyum memandang Clara
"Aaaaaa aku rinduuuuuu" teriak Clara yang langsung berlari dan memeluk Angel dengan erat. Mantan kekasih Kenzo yang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri
Cristian yang melihat kedatangan Clara langsung duduk setelah tadi dia baring baring diatas karpet tebal yang ada disana
"Kapan kalian datang?" tanya Clara melepaskan pelukan nya dan memandang Angel yang semakin hari semakin terlihat cantik dan anggun. Sangat jauh berbeda dengan kehidupan nya yang dulu. Dulu pandangan matanya selalu tajam dan memakai topeng kemana mana. Tapi sekarang, dia sudah terlihat lembut dan keibuan. Anggun dan sangat cantik. Dan Clara pastikan jika orang orang dimansion ini tidak akan ada yang mengenalnya lagi.
"Dini hari tadi kami tiba" jawab Angel. Kenapa kau semakin kurus hmm?" tanya Angel memandangi penampilan Clara
"Dia sudah rajin sekarang. Dia yang mengurus perusahaan Kenzo baby" jawab Cristian pada Angel yang kembali memandang Clara
"Benarkah?" tanya Angel
Clara langsung mengangguk
"Yah, kak Kenz memang menyebalkan. Dia ingin membuat ku terlihat cepat tua" dengus Clara dengan kesal. Dia berjalan kearah dua baby tweens yang sedang bermain, namun tangan nya segera ditarik oleh Cristian kembali
"Jangan sentuh anak anakku" kata Cristian begitu posesif
"Kenapa?" tanya Clara heran
"Kau dari luar Clara. Lebih baik kau mandi dan bersih bersih, setelah itu baru boleh menggendong mereka" jawab Cristian
Clara langsung tertawa canggung sambil menggaruk pelipis nya
"Hehe, aku lupa, baiklah. Aku akan mandi sebentar. Tunggu aunty ya tweens" ucap Clara yang segera beranjak dan langsung berlari menuju kamar nya meninggalkan Cristian dan Angel yang hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan gadis itu.
Clara bahkan melupakan niat nya untuk melihat Alena tadi sangking antusias nya dia pada baby tweens yang begitu menggemaskan.