ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Pantai Yang Penuh Kenangan



Alena tertunduk tidak lagi berani menatap wajah Kenzo yang kini menatap nya dengan lekat. Saat ini mereka berada dilantai dua, karena dilantai dasar masih ada beberapa pengunjung yang melihat hasil rancangan Alena.


"Aku fikir kau akan kemari dengan bibi Grace" kata Kenzo membuka obrolan, karena sejak sedari tadi mereka saling terdiam canggung


"Tidak, bibi Grace mengurus peternakan disana, dan aku tidak mungkin membawa nya kemari" jawab Alena sembari berjalan kearah lemari pendingin dan mengambil dua botol minuman kaleng dari dalam sana.


"Kenapa kau menolak apartemen yang ku berikan?" Tanya Kenzo sembari menerima minuman kaleng itu dari tangan Alena


Alena kembali kekursi nya dan menghela nafas sejenak


"Tidak perlu En, tempat ini sudah lebih dari cukup. Aku tidak ingin berhutang budi terlalu banyak padamu" jawab Alena


Kenzo meneguk minuman nya sejenak lalu menatap Alena yang juga menatap nya


"Itu tidak lebih berarti dari kau yang telah menyelamatkan nyawaku Alena" ungkap Kenzo begitu serius


"Tidak, itu hanya kebetulan. Aku tidak ingin kau memberi terlalu banyak padaku. Kau sudah lelah bekerja setiap hari, dan jangan menghabiskan uang mu hanya untuk ku. Ini sudah cukup En, bahkan lebih dari cukup" jawab Alena tak kalah serius membuat Kenzo hampir saja tersedak minuman nya


"Emmh, baiklah. Tapi apa kau suka dengan butik ini?" Tanya Kenzo berbasa basi , dia benar benar lucu melihat pemikiran polos Alena, padahal harga dan modal butik ini bukan apa apa untuk nya


"Hei, kenapa baru kau tanyakan sekarang setelah hampir sebulan aku berada disini" dengus Alena membuat Kenzo mengernyit


"Aku baru sempat bertanya" jawab Kenzo begitu santai


"ck, baiklah, kau memang menyebalkan" ketus Alena. Kesal, namun tidak menutup diri bahwa kini dia sangat bahagia dengan kehadiran Kenzo. Rasa rindu nya selama ini benar benar terbalaskan, apalagi melihat Kenzo ada disini bersama nya.


"Sebagai permintaan maaf ku, aku akan membawa mu berkeliling, ayo" ajak Kenzo membuat Alena yang kini menatap nya dengan heran


"Benar kah?" Tanya Alena tidak percaya


"Aku tidak menawari untuk yang kedua kali" jawab Kenzo datar


"Haiss, iya iya, sebentar, kau ini seperti robot saja. Sudah bisa mengingat tapi tetap saja datar" gerutu Alena sembari mengambil tas dan sebuah paper bag didalam lemari nya


Kenzo hanya menatap nya tanpa mau banyak bicara. Gadis ini benar benar ceria seperti biasa nya, padahal Kenzo tahu jika ada sesuatu yang sedang disembunyikan nya


"Ayo" ajak Alena dan Kenzo pun hanya mengangguk.


Mereka berjalan beriringan menuruni anak tangga menuju lantai dasar.


Semua karyawan Alena menunduk tanpa berani menatap mereka.


Alena mengernyit heran melihat nya


"Hei, aku akan keluar sebentar, aku titip butik ya" kata Alena pada Lian yang menyambut nya disana


"Tentu nona" jawab Lian yang membungkukan sedikit tubuh nya


"Jangan terlalu sopan begitu Lian, kau ini" ucap Alena sembari menepuk bahu Lian


Kenzo sudah berjalan tanpa mau menoleh kemana pun, tatapan nya datar dan begitu dingin hingga membuat seluruh karyawan Alena menunduk takut dengan aura nya. Begitu banyak pertanyaan yang terbesit dihati mereka, namun tidak ada yang berani untuk membuka mulut hingga Alena dan Kenzo keluar dari gedung itu.


"Tuan Edward juga pergi?" Tanya Alena saat melihat Edward yang sudah menunggu didepan pintu mobil tepat didepan lobi gedung


"Ya" jawab Kenzo singkat.


Alena hanya mencebikan bibir nya melihat itu.


'tidak apalah, yang penting aku bisa menghabiskan waktu bersama nya' kata Alena dalam hati


"Hai tuan Ed" sapa Alena


"Silahkan nona" ucap Ed dengan tangan nya yang membukakan pintu untuk Alena, setelah Kenzo masuk kedalam mobil


Alena pun duduk disebelah Kenzo yang duduk dengan penuh pesona membuat Alena memandang takjub kearah nya. Benar benar mampu membuat jantung Alena bergemuruh. Rasa nya dia ingin memandang terus wajah tampan itu sampai dia puas, tapi tidak mungkin kan dilakukan nya, memang dia siapa.


"Kita mau kemana?" Tanya Alena saat mobil yang dikendarai Edward sudah mulai berlalu membelah jalanan kota Newyork sore itu


"Ketempat yang tidak pernah kau kunjungi sebelum nya" jawab Kenzo


"Oh ya, aku sangat tidak sabar" sahut Alena dengan senyum yang tidak pernah pudar membuat Edward melirik nya sesekali, namun ketika mata nya berhadapan dengan mata tajam Kenzo, dia langsung meneguk saliva nya karena merasa terancam.


"Oh, ini aku ada hadiah untuk mu" kata Alena menyerahkan sebuah paper bag yang dipegang nya sedari tadi


"Apa ini?" Tanya Kenzo


"Kemeja. Aku menjahit nya sendiri. Aku harap itu pas dengan ukuran tubuh mu" jawab Alena


Kenzo hanya mengangguk pelan dan meraih paper bag itu


"Terimakasih" ucap nya singkat, jelas dan...datar


"ck , kau ini tidak bisakah berekspresi lebih, berikan senyum mu sedikit padaku" kata Alena menatap Kenzo yang mengernyit menatap nya


"Aku tidak tahu cara nya tersenyum" jawab nya benar benar angkuh membuat Alena berdecak kesal


"Dasar robot" dengus Alena, Kenzo hanya menatap nya dingin, sementara Edward menghela nafas nya dalam dalam


'berani nya kau mengganggu singa yang tengah tertidur nona' batin Edward ngeri


Alena menikmati perjalanan itu dengan wajah gembira, menikmati pemandangan kota Newyork disore hari itu.


Senyum nya terus merekah dan mata nya berbinar indah, bagaimana tidak, sebulan ini dia hanya berada didalam butik dan tidak pernah keluar sekalipun. Jika pun keluar hanya keresto yang ada didekat butik nya saja.


Tidak dipedulikan nya lagi reaksi Kenzo yang datar dan dingin itu, saat ini dia sudah cukup bahagia pergi bersama pria robot itu, apalagi dia juga bisa menghirup udara segar yang telah lama tidak dinikmati nya.


Kenzo hanya melirik Alena dari ekor mata nya, meskipun begitu, dia tahu jika gadis itu benar benar bahagia sekarang.


Mobil yang dikendarai Edward berbelok kearah pantai berpasir putih yang bersih dan mengkilap. Hingga membuat mata Alena kembali berbinar indah


"Woaaah pantai" seru nya terpekik hingga membuat Edward dan Kenzo langsung menatap nya karena sedikit terkejut


Setelah mobil terhenti, Alena langsung turun tanpa menunggu Edward membukakan pintu untuk nya.


Dia langsung berlari menuju bibir pantai dengan ombak yang tenang saat itu.


"Waaahhh, ini indah sekaliiiiiii!!!" Teriak nya begitu semangat.


Tangan nya merentang keatas dan mata nya memejam indah. Alena begitu menikmati terpaan angin pantai disore itu yang begitu sejuk dan mendinginkan hati nya.


Rambut dan mini dress nya terbang menjuntai seiring dengan angin yang menerpa tubuh nya


"Sudah lama sekali" gumam nya dengan menarik nafas dalam dalam menikmati aroma pasir pantai dan air laut yang menyatu membuat sebuah aroma yang khas.


Alena menghembuskan nafas nya dengan begitu kuat, seakan melepaskan segala penat dan lelah nya selama ini. Pantai yang sangat indah dan bersih, benar benar menenangkan.


"Ya, sudah lama sekali aku tidak pernah merasakan tempat ini" jawab Alena , kini tangan nya menangkup kedua pipi nya dengan lembut dan menatap hamparan luas laut lepas dengan ombak nya yang beraturan


Kenzo hanya memperhatikan nya tanpa ekspresi, tangan nya dimasukan nya kedalam saku celana nya dan ikut menikmati pemandangan laut disore hari itu


"Benar kah?" Tanya Kenzo dan lagi lagi Alena mengangguk


"Kau pernah kemari sebelum nya" tanya Kenzo lagi


"Tidak, bukan disini. Tapi ditempat lain" jawab Alena


Kenzo hanya diam dan menatap wajah Alena yang masih tersenyum namun terlihat getir


"Hawai" ucap Alena membuat Kenzo mengernyit


"Disana adalah pantai yang selalu aku kunjungi, pantai yang selalu menjadi tempat yang menenangkan bagiku, sebelum akhir nya aku menemukan sebuah tempat yang lebih bisa membuat ku lebih nyaman" ungkap Alena begitu ambigu


"Aku merindukan tempat itu, tapi aku tidak bisa lagi kesana, tempat itu tidak bisa lagi membuat ku tenang sekarang" lirih Alena tertunduk, dan kaki nya mulai melepas sepatu yang dikenakan nya lalu berjalan mendekat kebibir pantai, merasakan sensasi pasir pantai yang serasa melekat dikaki nya.


Kenzo masih diam dan memperhatikan gerak gerik Alena tanpa mau bertanya lebih meskipun dia juga penasaran apa maksud perkataan Alena.


"Tapi kau, lagi lagi mewujudkan impian ku. Terimakasih ya, aku beruntung bertemu denganmu" kata Alena begitu tulus, kepala nya menoleh kearah Kenzo yang masih menatap nya, Alena tersenyum dengan begitu indah hingga tanpa sadar membuat sudut hati Kenzo terasa menghangat. Senyum yang selalu membuat hati nya tenang disaat dia melupakan segala nya, senyum yang selalu bisa menghibur hati nya saat dia merasa berada dititik terendah. Dan sekarang, dia bisa menikmati senyum itu lagi.


Alena berjongkok dan memainkan air ditangan nya. Mengusap lembut pasir pantai tempat nya berpijak.


Sensasi yang sudah sangat lama tidak dia rasakan.


Sesekali dia menggali pasir dan menarik kepiting kepiting kecil yang ada didalam pasir itu hingga membuat sebuah tawa kecil yang begitu renyah keluar dari mulut nya.


Dan entah kenapa Kenzo sangat menikmati pemandangan itu.


"Kenapa kepiting ini jalan nya mundur ya, apa dia tidak lelah" gumam Alena dengan wajah yang begitu polos, hingga membuat Kenzo mengernyit heran dan langsung mendengus kesal mendengar nya


"Dasar bodoh" umpat Kenzo membuat Alena langsung tertawa dan segera berdiri, lalu berjalan mendekat kearah Kenzo


"Aku hanya bercanda, enak saja kau mengatai ku bodoh" kata Alena sembari meninju lengan Kenzo dengan pelan


Alena mengambil sepatu nya dan berjalan menyusuri bibir pantai itu sembari kaki nya memainkan air nya


"Kau sering ketempat ini?" Tanya Alena pada Kenzo yang juga berjalan disebelah nya masih dengan gaya cool dan sangat mempesona


"Hanya beberapa kali" jawab Kenzo singkat


"Bersama istrimu?" Tanya Alena. Kenzo hanya mengernyit dan menatap Alena sekilas


"Aku tidak punya istri" jawab Kenzo membuat langkah kaki Alena terhenti


"Oh, berarti dengan kekasihmu ya?" Tanya Alena lagi


"Tidak juga" jawab Kenzo


"Kau tidak punya kekasih?" Tanya Alena takjub


"Kenapa?" Tanya Kenzo heran


Alena langsung terbahak mendengar nya, apa lagi melihat wajah datar Kenzo yang kesal


"Kau jangan berbohong tuan robot, ketika kau ada diambang batas kesadaran mu, kau berulang kali menyebut nama seorang gadis , dia pasti kekasih mu kan" kata Alena membuat Kenzo terdiam dan menatap nya dengan lekat


"Rose" ucap Alena


"Kau menyebut nama itu, dan bahkan kau sampai pingsan ketika mengingat nya lagi" ungkap Alena dengan bibir yang mengerucut kesal


"Dia bukan kekasih ku" jawab Kenzo pelan


'dia bukan kekasih ku lagi' tambah batin Kenzo


"Lalu siapa" tanya Alena begitu penasaran


"Hei, kenapa kau seperti wartawan saja. Banyak bertanya" dengus Kenzo berjalan meninggalkan Alena yang mendengus kesal


"ck, dasar robot. Aku kan mau tahu. Jika tidak punya kekasih kan itu kabar baik untuk ku. Hihi" gumam nya dengan sangat pelan


Alena berlari mengejar langkah kaki Kenzo yang besar dan panjang


"Aish cepat sekali kau berjalan" gerutu Alena dengan nafas yang tersengal, namun Kenzo hanya terdiam dan tidak menanggapi nya


"Kenapa pantai ini sepi ya, tidak ada orang satupun. Apa memang begitu?" Tanya Alena lagi


"Ya" jawab Kenzo singkat dan padat


"Mereka siapa?" Tanya Alena menunjuk beberapa orang berjas yang berdiri bersama Edward didekat mobil mereka


"Bukan siapa siapa" jawab Kenzo yang kini sudah bersandar dibadan mobil nya


"Kau ini, datar sekali. Bagaimana mau punya istri jika dingin seperti ini" gerutu Alena namun Kenzo tidak menggubris nya dan kini malah mengeluarkan ponsel nya membuat Alena mendengus. Tapi tiba tiba dia langsung tersenyum smirk melihat itu.


Alena langsung merogoh ponsel nya juga dan mengambil gambar Kenzo diam diam dari arah samping


'keren' batin nya memandang takjub hasil gambar nya


"Sudah puas?" Tanya Kenzo mengejutkan Alena


"Eh, sudah, aku sudah lelah" jawab Alena langsung menyimpan ponsel nya


"Kita pulang?" Tanya Kenzo dan Alena hanya mengangguk


....


Ditempat lain..


Seorang pria dewasa dengan tubuh yang dipenuhi tato dan juga anting kecil ditelinga dan disudut bibir nya tengah berdiri memandang dinding kaca yang menampakan seluruh seluk beluk kota Hawai malam itu.


Wajah nya benar benar datar dan dingin, namun ada senyum menyeringai dibibir nya membuat asisten nya bergidik ngerih.


"Jadi kau sudah tahu dimana keberadaan nya?" Tanya pria yang bernama Mike itu


"Sudah bos, dia berada di Newyork saat ini. Dia membuka sebuah butik dikota itu" ungkap Lucas dengan menunjukan sebuah foto gadis cantik yang sedang berdiri didepan butik nya


Pria itu langsung tersenyum menatap nya


"Sudah cukup kau bersembunyi dariku baby, setelah urusan ku selesai, aku akan menjemput mu pulang" gumam nya dengan tatapan tajam yang begitu mengerihkan.