ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kompetisi Akan Dimulai



Beberapa hari berlalu tanpa terasa, malam ini adalah malam puncak dimana ajang kompetisi bergengsi untuk seluruh desainer ternama dunia akan digelar. Semua orang diBarrent's Agency tampak begitu sibuk, begitu pula dengan Alena. Saat ini dia sedang merias dirinya dirumah, Reymond mendatangkan seorang perias profesional yang ada dikota itu untuk merias Alena agar terlihat cantik dan memukau malam ini.


Siang tadi dia menerima sebuah paket berupa kotak besar, dimana isinya adalah gaun yang sangat indah bewarna putih tulang dan berhiaskan bubu bulu halus dibagian bahunya yang terbuka. hiasan Payet Payet yang seperti nya dari berlian asli, dan juga tidak lupa sepasang high heels cantik untuk dia kenakan nantinya. Satu set perhiasan mewah dengan label Rose diamond juga ada disana.


Alena begitu terkejut saat mendapatkan paket itu. Namun ketika melihat tulisan yang berada disana dia menjadi begitu bahagia. Setangkai bunga lily yang ditempel kertas dengan tulisan "for my sunshine" membuat Alena sudah tahu siapa pengirim nya. Ini pasti ulah Enzo, ah dia benar benar merindukan pria itu.


Sudah beberapa hari dia dan Kenzo tidak ada bertemu. dan Kenzo juga tidak ada mendatangi nya lagi, mungkin karena Joice yang selalu berada disisi nya setiap saat. Ya, ternyata kakak nya tidak main main, Reymond menempatkan Joice untuk menemani nya kemanapun dia pergi. membuat Alena menjadi tidak bisa untuk bertemu dengan Enzo nya. Ayah nya juga begitu mendukung jika Joice yang mengawal Alena, bukan hanya karena dia percaya pada wanita itu, melainkan untuk mendekatkan Reymond dengan Joice. Padahal yang Alena tahu jika bertemu, mereka seperti anjing dan kucing saja. Dan sekarang malah Jack yang menjadi pengangguran karena tidak lagi menjaga Alena.


Hari sudah menunjukan pukul tujuh malam, dan Alena sudah siap dengan penampilan nya yang sangat cantik dan terlihat berbeda. Bahkan kapten Stone dan Reymond terlihat berdecak kagum melihat Alena yang begitu cantik


"Cantik sekali putri Daddy" ucap kapten Stone pada Alena yang tersenyum simpul


"Ya, siapa dulu kakak nya" sahut Reymond dari belakang Alena


"Dasar kau, siapa dulu Daddy nya, lihatlah produk Daddy tidak ada yang gagal " sahut kapten Stone begitu bangga. Alena dan Reymond langsung tertawa lucu melihat ayah mereka.


"ya ya ya, terserah padamu saja dad, ayo sekarang kita berangkat" ajak Reymond


Alena dan kapten Stone langsung mengangguk. Alena menggandeng lengan kapten Stone dengan manja, meski dia bisa tersenyum dan tertawa, namun sungguh hatinya benar benar gugup dan cemas, dia takut dengan hasil nya. Tidak apa apa jika dia tidak menang, dia tidak berani mengharapkan itu, hanya saja dia berharap jika posisi nya tidak berada diposisi terbawah.


"Kau gugup sayang?" tanya kapten Stone dan Alena langsung mengangguk kan kepalanya


"Aku takut mengecewakan kalian dad" jawab Alena dengan pandangan sedihnya


Kapten Stone langsung mengusap lengan Alena dengan lembut


"Kau bisa mengikuti ajang itu saja Daddy sudah begitu bangga nak, tidak apa apa tidak menang, saingan mu adalah desainer ternama dunia, dan kau sudah hebat bisa menjadi saingan mereka" ungkap kapten Stone pada Alena


"Jangan risau Alena, ini adalah tahap belajar , semua adalah untuk pengalaman. Kau sudah cukup hebat, tidak sembarangan orang bisa mengikuti kompetisi ini" sahut Reymond pula dan Alena langsung mengangguk sembari tersenyum menatap kakak dan Daddy nya


"Ayo kau harus semangat, kau harus lihat Daddy, dia bahkan sudah mau mengakui ku sebagai putra nya dihadapan publik hanya karena ingin menemani mu disana" ucap Reymond membuat kapten Stone langsung tertawa kecil sedangkan Alena tampak terkejut mendengar nya, benarkah begitu, jadi selama ini orang orang tidak tahu jika Reymond adalah anak nya


"Ha, jadi selama ini?" tanya Alena menggantung


"Sudah lah, Reymond berlebihan, ini juga untuk kebaikan mu, sekarang Daddy merasa jika kau sudah dewasa dan bisa melindungi dirimu sendiri" ucap kapten Stone pada Reymond yang terlihat tertawa kecil


"Aku tahu dad" sahut Reymond, namun tiba tiba dia tampak tertegun dan menatap kaget kearah seorang wanita yang sedang berdiri menunggu mereka disamping mobilnya.


"Joice" kata Alena ikut terperangah melihat penampilan Joice yang terlihat begitu berbeda malam ini. Biasa nya wanita itu hanya memakai kaus ketat dan celana jeans dan topi, tapi malam ini dia memakai sebuah gaun berwarna hitam dengan rambutnya yang tergerai indah


"Selamat nona, kapten" sapa Joice sembari menundukkan sedikit tubuh nya dihadapan mereka yang memandang nya berbeda


"Kau cantik sekali Joice" puji Alena dengan mata yang berbinar


"Terimakasih nona, anda jauh lebih cantik daripada saya" balas Joice


"Ah, kau membuat ku pangling malam ini" Alena terlihat mengitari tubuh Joice yang tampak risih, namun dia bisa apa


"Ya, pilihanku tidak pernah salah, bahkan Reymond tidak berhenti memandang mu sejak tadi" goda kapten Stone membuat Reymond langsung berdecak sinis


"Cih, aku hanya heran, ternyata dia bisa juga berdandan seperti ini, aku kira dia laki laki sebelum nya" sahut Reymond dan langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Alena dan kapten Stone yang tertawa geli


"Jangan didengarkan Joice, dia memang agak aneh" bisik Alena yang juga masuk kedalam mobil


"Ayo berangkat" ajak kapten Stone yang menyusul Alena dan duduk disebelah nya


Joice langsung menghela nafas lelah, yah jika tidak mengingat jasa kapten Stone, sungguh dia tidak akan mau bergaya seperti ini dan berada ditengah tengah mereka.


Akhir nya mereka pergi ke Barrent Agency. Semakin dekat tempat tujuan nya, semakin jantung Alena berdetak dengan cepat, dia benar benar insecure dengan hasil rancangan nya. Apalagi saat mereka sudah tiba didepan gedung megah itu, sungguh rasa nya kaki Alena benar benar lemas. Ratusan orang hilir mudik dan terlihat begitu mempesona. Karpet merah terbentang menuju jalan masuk, kilatan kamera yang mengambil gambar suasana disana juga saling bersambutan.


Alena langsung menarik nafas nya dalam dalam untuk membuang rasa gugupnya, dia merangkul lengan kapten Stone dengan erat, dan berjalan menginjak karpet merah yang menyambut nya. Beberapa wartawan pencari berita juga mulai mengambil gambar Alena, membuat gadis itu benar benar gugup setengah mati. Dia selalu merasa risih jika berada di keramaian seperti ini. Tapi dia ingat perkataan Jack dulu, jika dia harus terbiasa, apalagi jika ingin menjadi pendamping Kenzo nantinya.


Alena kembali menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya perlahan, dia mengangkat sedikit dagu nya dan melebarkan senyum pada semua orang yang menyapa mereka, apalagi mereka mengenal kapten Stone dan juga Reymond. Ya, dia sudah seperti seorang artis sekarang.


Seorang panitia membawa mereka masuk menuju tempat acara, Alena masih merangkul lengan kapten Stone sedangkan Reymond dan Joice berjalan dibelakang mereka. Manusia berdua itu tampak diam seperti orang yang tidak saling mengenal, aneh memang.


Suasana didalam gedung juga sudah sangat ramai, aula itu juga sudah didekorasi sedemikian rupa dan benar benar menampilkan kesan glamor. Clara memang sudah bekerja dengan keras untuk menampilkan usaha nya untuk mensukseskan acara ini, dan Alena cukup bangga untuk itu.


Alena dan ayah nya berpisah diruangan itu, karena dia harus kebelakang panggung untuk melihat persiapan Clara yang akan membawakan gaun nya, gadis itu pasti begitu lelah, dia sudah sibuk mengurus acara ini namun juga harus membawakan gaun Alena. Ya, mau bagaimana lagi, keadaan nya berubah drastis saat Kenzo memutuskan Hiatus dari dunia agensi. Untung saja tuan besar Wesley mau membantu, sehingga perusahaan ini masih bisa berjalan dengan baik.


"Ya, bagaimana Clara, apa semua baik baik saja?" tanya Alena dengan wajah yang begitu cemas, mereka sembari berjalan masuk menuju ruang ganti Clara


"Semua baik baik saja nona, gaunnya sangat cantik ditubuh nona Clara" jawab Lian


"Benarkah?" tanya Alena dan Lian langsung mengangguk. Alena benar benar risau, karena sebelum nya mereka sangat tidak sempat untuk melakukan fitting baju karena kesibukan Clara. Hanya mengukur disaat proses pembuatan gaun itu saja. Tapi untung nya, gaun nya memang sangat pas ditubuh indah Clara, bahkan Alena sampai terperangah takjub melihat nya. Gaun musim semi bertema floral hasil rancangan nya itu terlihat begitu sempurna ditubuh Clara.


"Luar biasa sempurna nona" ucap Lian membuyarkan tatapan kagum Alena bahkan mulut nya sedikit terbuka melihat itu, dia bahkan masih tidak menyangka jika dia bisa menghasilkan rancangan seindah itu.


"Hei, apa kau begitu terkesima melihat penampilanku?" tanya Clara dengan tawa nya melihat wajah lucu Alena


"Ini benar benar menakjubkan Ale, aku benar benar menyukai nya, kau memang sudah pantas menjadi perancang busana ternama menggantikan Ralph Lauren" ucap Clara membuat Lian dan beberapa orang yang membantu merias Clara juga ikut tertawa, namun mereka juga mengangguk setuju karena melihat gaun indah itu memang sangat memukau


"Anda memang sangat berbakat nona, saya yakin anda pasti bisa masuk dalam lima besar nanti" sahut seorang wanita perias


"Kalian berlebihan" sahut Alena yang masih mengamati penampilan Clara yang benar benar memukau. Riasan wajah yang cantik juga semakin menambah kesempurnaan penampilan nya.


"Aku pasti akan tampil percaya diri Ale, gaun mu memang bagus, dan rasa nya baru kali ini aku memakai gaun rancangan seindah dan sebagus ini, rasa nya benar benar menyatu dengan diriku" ungkap Clara


"Clara, aku baru pemula, kau pasti tahu itu, rancangan mereka pasti akan jauh lebih bagus dariku" lirih Alena, dia masih saja merasa gugup dan tidak percaya diri.


"Nona, jangan begitu, kita bisa mengikuti kompetisi ini saja sudah menjadi hal yang menakjubkan, anda sudah bekerja keras membuat gaun ini" kata Lian berusaha menyemangati Alena


"Benar Ale, aku benar benar bangga bisa membawakan hasil rancangan mu didepan publik, bahkan ini akan disiarkan diseluruh stasiun tv, kau sudah harus bangga untuk itu, apalagi nona muda Clara yang langsung membawakan gaun mu" kata Clara dengan tawa kecil nya


Alena terlihat menarik nafas nya dalam dalam dan mengangguk dengan senyum ceria seperti biasa, ya, meski sedikit dipaksakan.


"Terimakasih Clara, aku tahu kau sudah sangat lelah beberapa minggu ini, tapi kau masih mau membawakan gaun ku" kata Alena


"Hei, bukankah aku sudah berjanji padamu sejak dulu, dan acara ini juga bisa sukses karena dirimu yang berhasil meyakinkan mommy sehingga Daddy mau membantu. Seharus nya aku yang berterimakasih padamu" sahut Clara pula


"Aku tidak melakukan apapun" jawab Alena namun Clara langsung mendengus sinis. Karena dia tahu jika Alena yang memberi tahu mommy nya tentang masalah diperusahaan sehingga Daddy nya mau membantu.


Dan tidak lama pintu terbuka oleh seseorang yang datang untuk memberitahukan jika sudah saat nya acara akan dimulai.


"Kau siap?" tanya Clara dan Alena langsung mendengus senyum


"Seharusnya aku yang bertanya" sahut Alena membuat Clara langsung tertawa


"Aku hanya takut jantungmu yang tidak siap Ale, sekarang saja wajahmu sudah begitu pucat, padahal kau sudah tampil cantik" ucap Clara


"Aku benar benar gugup" sahut Alena


Clara langsung mengusap bahu nya sekilas


"Kau harus bangga, aku pasti akan membawakan gaunmu dengan baik" kata Clara dan Alena langsung mengangguk dan tersenyum


"Baiklah, aku akan menunggu mu didepan" sahut Alena dan Clara langsung mengangguk, dia lalu bergegas keluar didampingi oleh asisten nya yang akan mengiringi nya menuju gerbang panggung. Dan Alena bersama Lian juga kembali keluar dimana tempat duduk yang telah disiapkan untuk semua perancang yang mengikuti kompetisi itu.


Jantung Alena benar benar berdetak dengan kencang bagai diremas. Apalagi melihat semua saingan nya yang terlihat begitu hebat dan penuh pesona, membuat nya benar benar tidak berkutik, pemula seperti nya bisa berada ditempat seperti ini benar benar sebuah keajaiban.


"Alena" sapa Alexandria yang berdiri dan langsung memeluk nya


"Hai Alex" balas Alena


"Kau cantik sekali Alena, sudah lama tidak bertemu" jawab Alex sembari menarik Alena untuk duduk sementara Lian sudah kembali bergabung kebarisan para asisten


"Ya, kau juga cantik Alex" sahut Alena membuat Alexandria langsung tertawa lucu, ya, hanya Alex saingan nya yang begitu ramah dan baik, yang lain, jangan tanyakan.


"Haha, kau terlalu jujur sayang" kata Alex memukul bahu Alena dengan pelan


"Ah, akhirnya hari yang ditunggu tunggu datang juga, tapi aku begitu menyesal dan sedih mendengar kabar jika tuan Amerika itu menghilang sampai sekarang, padahal aku mengikuti kompetisi ini adalah karena untuk melihat nya" gumam Alex terlihat sedih


Alena langsung terpaku mendengar nya, ya, Kenzo nya tidak mungkin datang kan, padahal Alena begitu berharap jika Kenzo akan datang malam ini, mungkin rasa gugup nya akan sedikit berkurang. Alena menoleh kearah meja petinggi perusahaan, dimana tuan Wesley lah yang sudah menduduki kursi yang seharus nya menjadi milik Kenzo. Hati nya benar benar sedih, apalagi beberapa kali dia juga mendengar orang orang yang sangat menyesalkan kepergian Kenzo yang mereka anggap sudah tewas dan tidak akan kembali lagi.


En, mendengar nya saja sudah begitu sakit, bagaimana jika itu menjadi kenyataan. Cepatlah kembali, dunia begitu merindukanmu!