
Pagi hari masih dirumah kapten Stone, beberapa pelayan terlihat begitu sibuk untuk menyiapkan sarapan. Dikamar atas Alena baru saja bangun dari tidur nya. Tubuh nya sedikit menggeliat dan meraih kembali selimut yang malam tadi menutupi tubuh nya. Tidur nya malam ini benar benar nyenyak, dan malam ini adalah tidur ternyenyak yang pernah dia rasakan seumur hidup nya. Cerita indah tentang masa masa muda ayah dan ibu nya menjadi pengantar tidur yang benar benar mampu membuat nya tertidur dengan mimpi yang begitu indah.
Kapten Stone menceritakan tentang kisah cinta nya bersama ibu Alena dengan begitu menghayati sehingga Alena larut dalam cerita itu.
Ah, mengingat tentang cerita, Alena langsung terbangun dari tidur nya. Dia langsung duduk ditempat tidur nya dan melirik kesebelah nya dimana malam tadi dia tidur bersama ayah nya. Tapi sekarang, kemana Daddy nya itu, batin Alena bingung.
Dia menjulurkan kakinya keatas lantai bersamaan dengan pintu kamar nya yang terbuka dimana kapten Stone muncul dari sana dengan wajah yang lebih segar.
"Selamat pagi putri Daddy, kau sudah bangun ternyata" ucap kapten Stone
"Selamat pagi Daddy, kenapa tidak membangunkan ku,?" Tanya Alena dengan suara yang masih terdengar serak.
Kapten Stone berjalan mendekat kearah Alena dan mengusap pucuk kepala gadis itu dengan gemas. Rasa nya dia masih tidak menyangka ada Alena saat ini bersama nya, bahkan jika karena tidak ingin kekamar mandi dia tidak ingin jauh dari putri nya itu saat bangun tidur tadi.
"Tidur mu begitu nyenyak nak, Daddy tidak ingin menganggu mu" jawab kapten Stone
"Ya, itu karena cerita pengantar tidur dari Daddy yang membuat tidur ku nyenyak, bahkan sangat nyaman" ucap Alena membuat kapten Stone tertawa dan menggeleng pelan.
"Besok, Daddy akan menceritakan nya lagi padamu" kata kapten Stone
"Benarkah, masih banyak?" Tanya Alena dengan wajah polos nya membuat kapten Stone sangat gemas dengan putri nya ini
"Tentu saja, tidak akan pernah ada habis nya jika menceritakan tentang mommy mu sayang. Semua nya masih tersimpan dengan rapi dimemori Daddy" ungkap kapten Stone
"Daddy sangat romantis, Daddy pasti begitu mencintai mommy " ucap Alena menatap kapten Stone penuh haru
"Tentu saja, karena dia, kau dan Reymond hadir didunia ini. Bagaimana mungkin Daddy tidak mencintai nya" kata kapten Stone
"Semoga suatu saat nanti aku menemukan pria seperti Daddy" harap Alena namun kapten Stone langsung menggeleng dan mengusap kembali kepala Alena yang menatap nya
"Jangan seperti Daddy, Daddy belum bisa menjadi suami yang baik untuk mommy mu. Daddy tidak bisa menjaga nya dengan baik karena Daddy lebih mementingkan pekerjaan Daddy saat itu. Tapi carilah pria yang mampu melindungi mu dengan segenap jiwa dan raga nya nak" ungkap kapten Stone. Dan Alena langsung terdiam sesaat. Entah mengapa satu wajah yang mengisi hati nya langsung hadir dalam pandangan nya. Kenzo Barrent.
"Aku harap begitu dad. Semoga takdir ku laki laki yang seperti Daddy bilang" jawab Alena dengan senyum nya
"Sekarang pergilah mandi, kakak mu sudah menunggu kita dibawah" ucap kapten Stone dan Alena langsung mengangguk
"Siap kapten " sahut Alena dengan tawa nya sembari tangan nya yang diletakan nya diatas pelipis nya
Kapten Stone kembali tertawa dan langsung memeluk Alena dengan gemas
"Ah, Daddy benar benar merindukan mu nak" gumam kapten Stone sembari menciumi pucuk kepala Alena
"Aku tahu. Dan aku sudah ada disini sekarang. Daddy tidak perlu bersedih lagi" ucap Alena
Kapten Stone kembali melepaskan pelukan nya dan tersenyum
"Tentu" jawab nya
Setelah itu, Alena langsung beranjak kekamar mandi sedangkan kapten Stone turun terlebih dahulu keruang makan rumah nya dimana Reymond sudah menunggu nya dengan wajah nya yang terlihat bosan.
Alena mandi dan membersihkan diri nya tidak lama. Dan dia dibuat terkejut dengan isi lemari nya yang telah tersedia dengan lengkap semua keperluan nya. Entah dari mana ayah dan kakak nya menyiapkan semua itu. Bahkan warna dan ukuran nya semua sesuai dengan Alena.
Memang mereka benar benar sudah mengerti apa yang diperlukan oleh gadis itu. Dan itu tentu saja membuat Alena kembali merasa terharu.
Seumur hidup nya dia hanya merasakan kasih sayang dari ibu angkat nya. Dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah dan kakak angkat nya dulu. Semenjak ibu angkat nya meninggal, semenjak itu pula Alena seperti hidup sendiri didunia ini. Tapi sekarang, dia sudah menemukan kebahagiaan lain, ayah dan kakak kandung nya yang begitu menyayangi nya. Alena berharap, dia tidak akan kecewa lagi setelah merasakan kenyamanan dan kebahagiaan ini.
Alena turun menuju lantai bawah dimana ruang makan nya berada. Rumah itu tidak sebesar mansion Kenzo, bahkan sangat jauh jika dibandingkan dengan mansion tuan Amerika itu. Rumah itu hanya seperti rumah mewah pada umum nya, maka dari itu Alena tidak terlihat bingung untuk mencari keberadaan ayah dan kakak nya.
Dia langsung disambut dengan senyuman kedua pria berbeda usia yang telah duduk dikursi mereka masing masing.
"Selamat pagi kakak" sapa Alena pada Reymond yang telah terlihat begitu rapi dengan setelan jas resmi nya
"Selamat pagi" balas Reymond masih dengan senyum nya menatap Alena yang selalu tampak cantik dengan setelan santai nya
Alena mendekat kearah ayah nya dan mengambil piring milik ayah nya, namun segera dihalangi oleh kapten Stone
"Hei, biar Daddy saja nak. Duduklah ditempat mu" ucap kapten Stone pada Alena yang langsung menggeleng
"Tidak apa dad, biarkan aku melayani Daddy pagi ini" kata Alena terlihat keras kepala
"Kau belum pulih sayang. Kau masih harus banyak beristirahat" ucap kapten Stone lagi
"Aku sudah cukup baik, hanya mengambilkan makanan, tidak berat" jawab Alena sembari menyerahkan makanan yang telah diambil nya pada kapten Stone
"Ya, dan sekarang duduk lah, kita makan bersama" sahut kapten Stone dan Alena hanya tertawa, dia ingin beralih ada Reymond namun kakak nya itu ternyata sudah memakan roti dengan selai kacang nya
"Aku sudah punya ini." Sahut Reymond cepat
"Oh oke" jawab Alena dengan senyum nya yang lebar, dia langsung duduk dikursi nya disebelah Reymond.
Reymond langsung mengambilkan makanan untuk Alena membuat gadis itu sedikit terkesiap
"Kakak, biar aku saja" kata Alena
"Diam dan makan lah tuan putri" jawab Reymond yang langsung menyerahkan sepiring sarapan untuk Alena sedangkan kapten Stone menuangkan segelas susu dan memberi nya pada Alena
"Kau harus makan yang banyak nak" ucap kapten Stone pula
"Oh ya ampun. Kalian ini" kata Alena menggelengkan kepala nya melihat kelakuan ayah dan kakak nya itu
"Apa tidur mu nyenyak?" Tanya Reymond dan Alena langsung mengangguk menatap nya sekilas sembari meminum seteguk susu nya
"Ya, cerita pengantar tidur dan pelukan dari Daddy bisa membuat tidur ku nyenyak, untung saja aku tidak lupa untuk bangun" ucap Alena membuat Kapten stone langsung tertawa begitu pula dengan Reymond
"jika kau lupa untuk bangun maka aku akan meminta tuan Amerika itu kemari, aku yakin kau pasti akan langsung bangun" goda Reymond, dan tentu saja itu membuat Alena hampir tersedak susu nya
"Apa kalian menjalin hubungan?" Tanya Reymond sembari menikmati roti nya
"Hubungan" gumam Alena terdiam sesaat.
"Tidak" jawab nya lagi membuat Reymond mengernyit tidak percaya
"Jangan bohong, wajah mu tidak bisa berbohong Alena" goda Reymond lagi. Alena hanya berdecak dan langsung menyuap makanan nya penuh nafsu, menatap Reymond dengan kesal
"Memang tidak, hubungan apa yang kakak maksud. Pria robot itu begitu kaku, ya meskipun akhir akhir ini sikap nya sedikit berubah lebih lembut" ungkap Alena dengan mata nya yang berbinar ketika membayangkan sikap Enzo nya dan tentu saja ungkapan serta janji Kenzo pada nya
"Tapi aku tahu jika dia menyukai mu" ungkap Reymond lagi dan kali ini Alena menatap nya penuh arti, bahkan dia masih mengulum makanan didalam mulut nya
"Bagaimana kakak tahu" tanya Alena sembari menelan paksa makanan nya
"Dia pria yang tidak pernah diisukan dekat dengan seorang wanita, dan tidak ada wanita manapun yang berhasil mencuri perhatian nya, padahal dia memiliki ribuan wanita cantik, namun tidak ada satupun yang disukai nya. Tapi dengan mu, dia terlihat berbeda" ungkap Reymond
Alena terlihat diam dan tersenyum dengan malu, dia selalu salah tingkah jika mengingat tentang pria sejuta pesona itu
"Apalagi saat kau diclub malam waktu itu. Aku benar benar terkejut melihat nya datang dan begitu marah" ucap Reymond lagi
"Kau pernah ke club' malam nak?" Tanya kapten Stone terkejut. Sedari tadi dia hanya menyimak perkataan putra dan putri nya, namun dia sedikit terkejut ketika mendengar Alena diclub malam
Alena langsung terkesiap dan sedikit gelagapan, apa ayah nya akan marah, batin nya takut
"Ehhh i... Itu, aku, aku pergi bersama teman ku dad" ucap Alena dengan senyum canggung nya
"Siapa teman mu?" Tanya kapten Stone lagi
"Tenanglah dad, Alena hanya pergi sekali waktu itu bersama adik tuan Kenzo Barrent, lagipula saat itu aku juga berada disana. Putri Daddy ini hampir membuat club' malam itu rata dengan tanah" ucap Reymond membuat kapten Stone langsung mengernyit heran
"Mana ada begitu!!" Seru Alena terlihat kesal dan Reymond hanya tertawa melihat wajah Alena yang menggemaskan
"Kenapa?" Tanya kapten Stone heran
"Apalagi kalau bukan tuan Kenzo Barrent yang begitu marah melihat nya datang keclub malam" jawab Reymond namun langsung disanggah oleh Alena
"Dia marah karena Clara kak, bukan karena aku" jawab Alena
"Aku belum mabuk Alena, dan aku tahu pandangan mata nya hanya menatap mu, bukan adik nya" ucap Reymond
"Sok tahu" dengus Alena
"Sudah sudah. Daddy tahu kau juga menyukai nya. Jika kalian saling suka tidak masalah, Daddy senang punya menantu kaya" ucap kapten Stone langsung dengan tawa nya membuat Reymond juga ikut tertawa dan Alena langsung melebarkan mata nya menatap ayah nya itu
"Daddy, oh my God. Bahkan aku belum mendengar dia bilang cinta padaku. Bagaimana aku bisa menyimpulkan jika perasaan ku terbalas" ungkap Alena dengan begitu polos nya membuat Reymond langsung mengusap kepala nya
"Astaga, kau jujur sekali" ucap nya dengan tawa yang tidak bisa tertahan, begitu pula dengan kapten Stone.
Sarapan pagi itu mereka habiskan dengan tawa dan canda, dimana kepolosan Alena benar benar membuat Reymond dan kapten Stone tidak bisa untuk tidak tertawa. Kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka akan menjadi kenyataan seperti ini.
Mereka hanya berharap, semoga kebahagiaan mereka bukan hanya sebatas ini, melainkan sampai nanti sampai dimana nafas mereka terhenti.
....
Dimansion Kenzo Barrent......
Pria tampan dengan sejuta pesona itu baru saja selesai sarapan dan saat ini dia akan berangkat keagensi nya.
Namun tiba tiba sebuah suara sedikit mengejutkan nya.
"Kakak!!!" Teriakan melengking seorang gadis membuat seisi mansion langsung tahu siapa yang datang dipagi hari seperti ini
"Clara, jangan berteriak. Ini mansion ku, bukan hutan" ucap Kenzo terlihat begitu kesal. Adik nya ini memang selalu saja membuat darah tinggi nya naik.
Clara hanya terbahak dan segera mencium sekilas pipi kakak manekin nya itu.
"Dimana Alena!" Tanya Clara langsung
"Alena!!! Aku datang!!!" Teriak nya lagi membuat Kenzo kembali meringis dan menjentik kuat dahi Clara yang langsung menatap nya dengan kesal
"Berisik!" Seru kenzo
"Kakak, kau ini kebiasaan. Sakit tahu!!" Ucap Clara yang masih mengusap dahi nya
"Alena tidak ada" jawab Kenzo yang langsung melengos dan berjalan meninggalkan Clara yang menatap nya bingung, Clara langsung berlari mengikuti langkah kaki kakak nya menuju halaman mansion dimana Edward telah menunggu nya
"Kemana dia, dibutik tidak ada kak" tanya Clara sedikit cemas
"Alena sudah menemukan orang tua kandung nya, dan dia ikut mereka sekarang" jawab Kenzo membuat Clara langsung terkesiap kaget
"Hah, benarkah? Apa kau sudah menyelidiki nya dengan benar? Apa mereka bukan penipu, aku takut Alena diculik" tanya Clara begitu cepat membuat Kenzo menghentikan langkah nya dan berbalik pada Clara yang langsung membentur dada bidang milik nya
"Kau lupa aku siapa?" Tanya Kenzo begitu angkuh dan Clara langsung berdecih sinis sembari kembali mengusap dahi nya
"Aku tahu tuan Kenzo Barrent Aldrego yang terhormat, dan sekarang beri tahu aku dimana alamat nya" ucap Clara
"Dirumah teman mu" jawab Kenzo yang langsung berbalik dan masuk kedalam mobil nya meninggalkan Clara yang langsung terpaku dengan wajah yang sangat aneh
"Temanku, siapa?" Gumam Clara dan dia langsung terkesiap saat mendengar suara mobil Kenzo sudah pergi meninggalkan nya
"Kakak!!!!!!!" Teriak Clara begitu kesal pada Kenzo yang telah berlalu itu
"Sialan Kenzo Barrent" kesal nya dengan kaki yang dihentak hentakan ketanah.