
Pesta pernikahan yang mewah baru saja selesai diselenggarakan. Kebahagiaan sepasang pengantin baru itu tentu nya menular kesemua orang yang ada disana.
Malam itu satu kota Newyork dihebohkan dengan berita diberbagai stasiun televisi dan juga dunia Maya tentang pernikahan tuan Amerika mereka. Semua berdecak kagum melihat betapa indah nya Kenzo dan juga Alena dalam balutan pakaian pengantin mereka. Dihiasi dengan senyum yang selalu terbias diwajah mereka masing masing.
Dunia bahkan ikut berbahagia melihat kebahagiaan itu. Pernikahan terbesar dan termewah yang akan selalu mereka kenang dalam sejarah kota Amerika.
Acara pernikahan telah selesai. Para tamu juga sudah bubar. Hanya tinggal orang orang terdekat Kenzo dan Alena yang masih tinggal dihotel itu. Kenzo sudah menyiapkan kamar untuk mereka semua beristirahat.
Dan kini, Kenzo bersama Alena juga sudah berada dikamar pengantin mereka.
Gaun pernikahan Alena yang menjuntai panjang nampak begitu menyatu dengan suasana kamar yang begitu romantis dan eksotis. Gaun malam bewarna putih yang masih belum dia lepas itu masih dia biarkan tergerai diatas lantai, sedangkan dia duduk disebuah sofa seraya memandangi kamar pengantin yang benar benar indah itu.
Rasa takut, cemas, ragu dan bimbang, semua bercampur didalam hati Alena. Meskipun dia gadis polos dan lugu, namun tentu saja dia tahu apa yang akan mereka lakukan malam ini.
Hanya satu hal yang membuat Alena meragu, bayang bayang trauma nya kini terasa kembali lagi. Apa Enzo nya akan sekasar itu??? apa Enzo nya akan menyakitinya juga???
Semua fikiran buruk dan aneh langsung berseliweran dikepala Alena.
Hingga tiba tiba pintu yang terbuka membuat nya terkesiap.
Namun Alena langsung tersenyum memandang Kenzo yang baru saja masuk setelah harus ada yang dia urus tadi. Tidak tahu apa, tapi setelah mengantar Alena kekamar, dia pergi lagi dan baru kembali sekarang.
Kenzo memandang lembut Alena yang duduk bagai seorang putri. Sangat cantik dan indah berpadu dengan kamar pengantin yang didekor begitu epik.
Kenzo berjalan perlahan melewati setiap lilin yang beraroma begitu lembut namun membuai. Rasanya baru masuk kedalam sini saja sudah membuat tubuhnya bereaksi. Apalagi ketika melihat Alena yang begitu cantik, sungguh darah Kenzo sudah benar benar berdesir.
"Kenapa belum berganti pakaian?" tanya Kenzo. Dia berdiri dihadapan Alena yang mendongak memandang nya.
"Aku begitu kesusahan membuka nya. Rasanya sudah terlalu lelah" jawab Alena.
Kenzo tersenyum dan meraih tangan Alena untuk membantu gadis itu berdiri.
Alena tersenyum dan meraba dada Kenzo saat tangan kekar itu merangkul pinggang nya.
"Mau aku bantu" bisik Kenzo begitu lembut. Namun entah kenapa rasanya langsung sampai menembus jantung Alena.
Alena memejamkan matanya saat wajah Kenzo mendekat dan mengecup sekilas bibir Alena.
"En...." panggil Alena dengan ragu.
"Hmm" gumam Kenzo yang masih belum menjauhkan wajah nya dari wajah Alena. Bahkan hidung mereka masih bersentuhan.
"Aku... aku takut..." bisik Alena..Suara nya bahkan terdengar tertahan.
Kenzo tersenyum dan memandang wajah Alena yang sendu.
"Bagaimana jika aku tidak bisa membahagiakan mu malam ini" tanya Alena dengan wajah polos nya.
Kenzo menggeleng dan mengusap wajah itu. Mau bagaimana pun Alena, Kenzo menerima nya. Meski pun ada jejak lelaki bajingan itu ditubuhnya, tapi Kenzo akan segera menggantikan nya dengan kenangan yang manis.
"Bagaimana pun dirimu. Kau sudah selalu membahagiakan aku Alena" ucap Kenzo.
"Tapi aku.... aku takut" jawab Alena yang tertunduk.
"Kau masih trauma?" tanya Kenzo.
Dan Alena langsung mengangguk dengan pelan.
Kenzo meraih dagu Alena dan memandang wajahnya dengan lekat.
"Lihat dan tatap mataku" pinta Kenzo.
Alena langsung menuruti nya.
"Kau mencintaiku?" tanya Kenzo.
"Tentu saja" jawab Alena.
"Jika begitu kau percaya padaku bukan?" tanya Kenzo lagi. Dan Alena langsung mengangguk dengan cepat.
"Jangan fikirkan apapun selain aku, selain kebahagiaan yang sudah kita lalui. Tidak ada lagi Mike dalam hidupmu Alena. Semua jejak nya akan aku hapus dan aku gantikan dengan kenangan yang jauh lebih indah dari yang kau bayangkan" ungkap Kenzo.
"Kau bisa membuat ku melupakan nya En?" tanya Alena.
Kenzo tersenyum dan mengangguk
"Tentu saja" jawab Kenzo dengan yakin.
Alena tersenyum dan langsung memeluk Kenzo dengan erat.
"Aku mencintaimu, En. Aku milikmu malam ini" ucap Alena.
Kenzo tersenyum dan membalas pelukan Alena dengan erat.
"Aku juga mencintaimu Alena. Sangat mencintaimu" jawab Kenzo.
"Apa aku sudah boleh menyentuhmu sekarang?" bisik Kenzo ditelinga Alena. Suaranya bahkan sudah terdengar begitu berat.
"Aku milikmu" balas Alena yang sudah pasrah. Semoga saja dia tidak menendang Kenzo seperti apa yang sudah dia lakukan pada Mike dulunya.
Kenzo tersenyum dan kembali mencium bibir Alena dengan lembut. Bermain dengan sangat lama hingga dia merasa tubuhnya benar benar memanas. Ditambah dengan suasana kamar pengantin yang begitu membuai membuat darah nya benar benar mendidih.
Bahkan Alena sudah merasakan jika tubuh Kenzo mulai menegang dan bergetar dengan nafas yang bergemuruh. Dia pasti sudah begitu menahan hasratnya sejak tadi.
Kenzo membuka gaun pengantin Alena. Hingga gaun itu jatuh tergerai diatas lantai.
Pemandangan indah yang dia lihat benar benar memanjakan matanya sekarang.
Kenzo tersenyum dan mengangkat Alena keatas tempat tidur.
"Bisakah memperlakukan ku dengan lembut" tanya Alena yang mulai takut saat Kenzo mengungkung tubuhnya.
"Kau pasti lupa bagaimana rasanya Alena. Aku akan membuat mu bahagia" bisik Kenzo.
Alena langsung memejamkan matanya saat Kenzo mulai bermain diatas tubuhnya. Tangan Alena memegang lengan kekar Kenzo yang kini sudah polos tanpa sehelai benang.
Bayangan kelam itu mulai menguar dan bermain dikepala nya. Namun bisikan bisikan cinta dari Kenzo membuat Alena merasa jauh lebih tenang.
"Aku mencintaimu Alena. Sangat mencintaimu" bisik Kenzo seraya mulai memasukan inti tubuhnya perlahan.
Namun seketika dia langsung mematung ketika merasakan hal yang aneh.
Kenapa terasa sulit? Kenapa terasa masih begitu tertutup?
Beberapa kali mencoba jantung Kenzo semakin bergemuruh, apalagi ketika melihat Alena yang kesakitan dan mencengkram lengan nya dengan kuat.
"Alena kau..." gumam Kenzo dengan perasaan yang tidak menentu.
Alena masih suci????????
Bagaimana bisa? Bukankah Alena berkata jika Mike sudah pernah melakukan itu dengan nya?
"En... sakit" rintih Alena.
Kenzo menggeleng dengan senyum yang langsung mengembang.
Ya Tuhan, apa ini berarti dia adalah yang pertama. Sungguh kejutan yang sangat luar biasa setelah Kenzo berfikir jika Alena tidak lagi perawan. Astaga....
Kenzo langsung membungkam bibir Alena dan memberikan sentuhan sentuhan lembutnya.
Sungguh malam ini adalah malam yang paling membahagiakan bagi seorang Kenzo Barrent.
Menikah dengan gadis yang dia cintai dan juga mendapatkan kenyataan yang luar biasa. Kenzo benar benar bersyukur.
Bahkan tiada henti nya dia membisikan terus menerus kata kata cinta ditelinga Alena hingga gadis yang telah menjadi istrinya itu mulai bisa menikmati malam mereka .
Ya, malam yang menjadi saksi bisu jika kini hati dan jiwa mereka telah bersatu bersama keringat dan feromon yang saling membaur.
Cinta yang semakin lama semakin kuat karena mereka sudah saling memiliki satu sama lain.