
Beberapa hari berlalu, semenjak kejadian diclub malam itu Alena tidak ada lagi bertemu dengan Kenzo maupun Clara.
Nomor ponsel Clara tidak bisa dihubungi sama sekali, sedangkan Kenzo, Alena tidak tahu berapa nomor ponsel nya, lagi pula Alena tidak berani menghubungi Kenzo.
Alena berfikir pria itu pasti masih marah pada nya, hingga sampai saat ini bahkan sudah hampir seminggu dia tidak ada menemui Alena lagi.
Alena saat ini duduk dimeja kerja nya. Dia baru saja selesai melayani seorang pengunjung dibutik nya.
Pekerjaan yang bisa mengalihkan sedikit perhatian nya tentang Kenzo.
Dia tidak berani keluar dari butik itu karena Edward melarang nya untuk kemana pun, ya walaupun Edward berkata hanya pada malam hari saja. Tapi Alena juga tidak bersemangat untuk keluar disiang hari.
Dia tidak tahu ingin kemana, teman saja dia tidak punya.
Clara menghilang entah kemana, dan Alexandria sudah kembali kenegara nya. Sedangkan Reymond, entah kenapa pria itu tidak ada lagi mendatangi nya.
"Hmh, apa kabar dengan Clara ya, kenapa ponsel nya tidak bisa dihubungi" gumam Alena yang duduk termenung menghadap jendela besar butik nya.
Dia khawatir tentang nasib Clara saat ini. Apalagi malam itu Kenzo terlihat benar benar marah. Dan Alena juga merasa sedih karena Kenzo seperti tidak ingin lagi menemui nya.
"Aku ingin minta maaf, tapi kemana aku harus menemui nya." Gumam Alena
"Tapi kalau aku menemui nya diagensi, apa dia tidak akan bertambah marah" gumam Alena lagi
Alena menghela nafas bingung
"Baru seminggu aku tidak bertemu dengan nya, tapi aku sudah gelisah begini. Bagaimana jika harus tidak melihat nya lagi bahkan selama lama nya, apa aku sanggup" gumam Alena sedih dan wajah nya juga terlihat frustasi
"Apa dia begitu marah, hingga tidak ingin menemui ku" tambah Alena lagi
"ck, sudah lah. Aku temui saja keagensi nya. Biar saja dia marah. Yang penting aku sudah melihat wajah nya" ungkap Alena.
Kini dia mulai merapikan isi tas nya. Dan menyelempangkan nya dibahu nya.
Alena merapikan sedikit penampilan nya yang hanya mengenakan dress pink selutut dan rambut yang dibiarkan tergerai indah.
Serta memakai blazer dengan warna pink gelap.
Alena menghampiri Lian yang masih asik menata pakaian pakaian baru didalam etalase
"Lian aku akan keluar sebentar" ucap Alena membuat Lian langsung menoleh kearah nya
"Kemana nona?" Tanya Lian
"Ada yang ingin aku beli. Kau tunggu disini. Aku tidak akan lama" kata Alena yang langsung berlalu keluar dari butik itu. Lian hanya mengangguk, dia menatap bos nya itu dengan tatapan bingung, sudah hampir seminggu ini Alena memang terlihat gelisah.
Dan bahkan dia juga bingung kenapa Edward si pria batu itu menempatkan beberapa orang pria bertubuh besar dibutik Alena. Ingin bertanya, tapi perkataan pria batu itu tidak bisa membuat nya berkutik.
..
Alena memandang Jack yang ditugaskan oleh Kenzo untuk menjaga nya langsung. Dan Jack pula yang waktu itu mengabari Kenzo jika Alena dan Clara pergi ke club' malam.
Dan tanpa sepengetahuan Alena, Jack pula yang melarang Mike untuk masuk kedalam butik nya. Karena beberapa kali pria itu datang, namun langsung dihalangi oleh Jack dan anak buah nya.
Jack langsung mendekat kearah Alena yang terlihat menghampiri nya.
"Nona, anda mau kemana?" Tanya Jack
"Bisakah kau antar aku ke agensi Kenzo" pinta Alena dengan wajah memelas namun terlihat menggemaskan dimata Jack
"Untuk apa anda kesana nona?" Tanya Jack heran
"Ayolah Jack. Kau mau mengantar ku atau aku pergi sendiri" kata Alena lagi membuat Jack langsung mengangguk setuju
Dari pada berurusan dengan king nya, lebih baik mengalah saja. Dia hanya diperintahkan untuk menjauhkan Alena dari laki laki yang bernama Mike. Bukan untuk mengantar nya kesana kemari, tapi dengan membiarkan Alena pergi sendiri itu juga bukan hal yang baik.
Jack langsung mengambil mobil nya yang terparkir tidak begitu jauh.
Dan Alena akhir nya pergi diantar oleh Jack kesana.
Tidak ada pembicaraan disepanjang jalan. Alena hanya diam dengan perasaan gugup nya. Dia takut Kenzo semakin marah. Tapi dia juga tidak ingin Kenzo terus menerus marah dan menjauhi nya. Rasa nya benar benar aneh, dan Alena tidak suka itu.
"Jack" panggil Alena akhir nya
"Ya nona" jawab Jack sembari melirik sekilas Alena dari kaca depan nya
"Apa Kenzo ada disana. Aku ingin bertemu dengan nya" tanya Alena membuat Jack langsung memelankan laju mobil nya
"King sedang keluar kota nona. Maaf, saya kira anda ingin melakukan sesuatu disana" kata Jack merasa bersalah karena tidak tahu tujuan Alena ke agensi itu
"Hmh, benarkah. Kau tidak bohong?" Tanya Alena lagi
"Tentu saja nona" jawab Jack
"Apa aku boleh meminta nomor ponsel nya Jack" pinta Alena lagi
"Emm, akan saya tanyakan dulu nona" kata Jack kemudian membuat Alena menghela nafas lelah
"Apa dia terlalu marah padaku, sehingga dia tidak ingin lagi menemui bahkan menghubungi ku" gumam Alena sedih membuat Jack iba melihat nya. Dia tidak tahu ada hubungan apa king nya dengan gadis lugu ini, tapi dia cukup tahu jika Alena sudah menjadi bagian hidup Kenzo yang cukup penting. Dan dia cukup aneh jika king nya tertarik dengan gadis ini, setelah sebelum nya king nya hanya tertarik pada wanita tangguh yang mandiri, bukan yang seperti Alena.
"Jadi apa kita putar balik saja nona" tanya Jack hati hati apalagi melihat wajah sedih Alena
"Aku ingin kepantai saja Jack" ucap Alena membuat Jack mengangguk dan langsung melajukan kembali mobil nya menuju pantai dimana dia biasa mengantar king nya juga
Alena menatap jalanan kota New York disore hari itu dengan sendu. Dia rindu Enzo nya. Tapi Enzo nya seolah tidak ingin menemui nya.
....
Kenzo dan Edward kini sedang berada disebuah restauran bintang lima tempat mereka mengadakan pertemuan dengan kapten Stone.
"Nona Alena ingin meminta nomor ponsel anda tuan" kata Edward membuat Kenzo mengernyitkan dahi nya
"Untuk apa?" Tanya Kenzo datar, meski sebenar nya hati nya bergemuruh mendengar nama itu
"Tidak tahu. Tapi tadi dia juga ingin keagensi untuk menemui anda" ungkap Edward lagi. Namun Kenzo hanya diam tidak menjawab
"Sekarang nona Alena sedang berada di pantai tempat anda pernah membawa nya" kata Edward lagi
"Hmm, biar saja" jawab Kenzo singkat. Dan Edward langsung terdiam.
Sebenar nya seminggu ini Kenzo juga terasa ada yang kurang. Bayang bayang Alena selalu menghantui nya. Dia sengaja menghindari Alena karena fikiran liar nya malam itu. Dia tidak ingin menjadi terobsesi pada Alena, bahkan sampai berbuat sesuatu yang diluar batas.
Dia hanya ingin menenangkan fikiran nya sejenak dari bayang bayang Alena. Apalagi tentang perbuatan nya malam itu. Sebenar nya Kenzo benar benar merasa sangat bersalah.
Tapi yang membuat nya bingung, kenapa berada jauh dengan gadis itu terasa ada yang kurang, bahkan terasa ada sesuatu yang membuat hati nya terasa hampa.
Kenzo tidak ingin mengartikan perasaan nya terlalu jauh. Dia tidak ingin memberi harapan pada Alena. Karena dia tahu jika gadis itu menyukai nya.
Namun, kenapa dia malah terlihat aneh, bahkan kata rindu terasa tidak asing lagi untuk nya saat ini.
Dan lagi, perkataan Alena yang akan pergi selalu terngiang dikepala nya. Dia seakan tidak rela jika perkataan itu benar benar terjadi. Alena, gadis desa yang pernah menyelamatkan nyawa nya, kini menjadi salah satu orang yang berhasil mengusik hati seorang Kenzo Barrent setelah cinta masa lalu nya.
Kenzo terkesiap saat Edward memanggil nya
"Tuan, kapten Stone telah tiba" ungkap Edward yang ternyata telah berdiri dihadapan nya.
Kenzo langsung berdiri dan menyambut kapten Stone dan seorang anak buah nya yang baru masuk ketempat itu.
"Selamat datang kapten" sapa Kenzo sembari menjabat tangan kapten Stone
"Ya, maafkan saya sedikit terlambat tuan Kenzo, ada sedikit kendala diperjalanan" balas kapten Stone
"Tidak masalah, kami juga baru tiba. Silahkan duduk" kata Kenzo sopan sembari menunjuk tempat duduk didepan nya
Kapten Stone dan anak buah nya pun duduk dihadapan Kenzo dan Edward. Mereka saling pandang penuh tanya, ada apa gerangan tuan Amerika ini menemui mereka. Pasal nya mereka tahu jika pria dengan sejuta pesona ini tidak pernah melibatkan orang lain dalam urusan nya.
"Apa ada hal yang penting sehingga tuan Amerika ini ingin menemui saya hingga rela jauh jauh datang kemari" tanya kapten Stone membuka obrolan
"Tentu saja kapten. Saya dengar jika anda adalah kepala dari agen agen terbaik milik Amerika. Saya ingin meminta bantuan sedikit pada anda" ungkap Kenzo langsung tanpa berasa basi, membuat kapten Stone langsung mengernyit
"Apa yang bisa saya bantu. Selama ini saya sering mendengar jika tidak ada yang berani mengusik anda. Apa kali ini ada hal serius?" Tanya kapten Stone pula
"Saya tidak sehebat itu kapten. Saya mungkin bisa menghancurkan seseorang dengan mudah. Tapi kali ini saya ingin dia hanya mendekam di penjara saja, namun untuk waktu yang lama" ungkap Kenzo
"Wow, anda terdengar begitu baik" sahut kapten Stone membuat Kenzo terkekeh pelan. Sedangkan Edward hanya tersenyum tipis. Karena sebenar nya dia tahu tujuan king nya itu
"Tidak juga" balas Kenzo
"Siapa orang nya?" Tanya kapten Stone
Edward langsung menyerahkan beberapa berkas kepada kapten Stone. Dibantu anak buah nya yang membuka berkas itu. Beberapa kali dahi nya mengernyit dalam ketika melihat beberapa foto foto Mike disana.
"Anda berurusan juga dengan nya tuan?" Tanya kapten Stone tidak percaya
"Sebenar nya tidak juga. Dia menganggu hidup teman saya dan saya tidak suka itu" jawab Kenzo santai
"Oke. Sekarang anda memang terlihat mengerihkan. Baiklah, saya juga tahu dia memang pernah berurusan dengan hukum setahun yang lalu karena bisnis gelap nya. Namun masa itu bukan kami yang menangani nya. Saya juga mendengar jika karena bukti yang dimiliki tidak cukup kuat, akhir nya pihak kepolisian Hawai membebaskan nya kembali" ungkap kapten Stone panjang lebar mengenai kasus yang menimpa Mike setahun yang lalu
"Ya, maka dari itu saya ingin anda yang menangani nya kapten. Kami sudah memiliki beberapa bukti kuat untuk menarik nya keluar" ungkap Kenzo
"Baiklah, saya akan menyiapkan beberapa agen terbaik yang saya punya" kata kapten Stone namun Kenzo langsung menggeleng pelan dan menatap lekat wajah kapten Stone yang mengernyit bingung.
"Saya rasa anda lebih cocok kapten. Kemampuan anda tidak diragukan lagi bukan" sahut Kenzo membuat kapten Stone terdiam sejenak
"Sebenar nya saya tidak melakukan misi untuk menangkap penjahat seperti mereka tuan. Mereka adalah santapan yang cocok untuk agen agen pemula diagensi saya" tolak kapten Stone dengan halus
"Hanya kali ini saja kapten. Saya juga tahu jika kontrak kerja anda disini tidak akan lama lagi bukan. Dan anda akan segera dipindah tugaskan di Newyork" ungkap Kenzo membuat kapten Stone mengernyit heran
"Bagaimana anda bisa tahu" gumam nya ,namun Kenzo hanya tersenyum sinis
"Anda lupa saya siapa" jawab Kenzo sedikit angkuh
"Ya, saya tahu itu. Maka dari itu saya begitu heran kenapa anda meminta saya untuk melakukan misi yang begitu mudah untuk seorang Kenzo Barrent" balas kapten Stone pula membuat Kenzo terdiam sejenak
Seperti nya kapten Stone tidak mudah untuk diajak bekerja sama kali ini
"Karena saya butuh bantuan anda. Jika anda tidak ingin membantu, saya pastikan anda akan merugi kapten" ujar Kenzo begitu tajam
"Anda mengancam saya?" Sahut kapten Stone tak kalah tajam
Edward melirik king nya sejenak dan menghela nafas nya perlahan. Suasana sudah mulai memanas saat ini.
"Baiklah. Seperti nya anda memang tidak ingin membantu. Tapi jika masalah nya berkaitan dengan kalung ini, apa anda masih ingin menolak ?" Tanya Kenzo seiring tangan nya yang langsung mengeluarkan sebuah liontin dari balik saku jas nya
Kapten Stone langsung terbelalak kaget melihat Liontin itu.
"Liontin itu!!"