ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Serangan



Mata sembab Alena mengerjap pelan menatap pria yang menjadi sumber kegelisahan nya malam tadi kini telah berdiri dihadapan nya. Berdiri disamping Alena saat gadis itu berada dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini.


"Ambilah, tangan mu kotor terkena pasir" kata Kenzo dengan datar dan menatap Alena dari balik topeng nya


Alena langsung mengambil sapu tangan itu dan kembali mengusap wajah nya


"Kau sudah lama disini?" Tanya Alena pada Kenzo yang kini berdiri gagah disamping nya sedang menatap kearah lautan lepas didepan mereka


"Baru saja" bohong Kenzo


Alena kembali terdiam menatap nanar kearah laut, dan masih pada posisi nya yang duduk diatas pasir dengan sapu tangan Kenzo yang digenggam nya dengan erat.


Kenzo melirik nya sekilas dan kembali menatap kearah lautan yang begitu biru dan jernih dengan ombak yang terlihat tenang


"Kau tahu Ale, setiap orang punya masalah dalam kehidupan mereka. Tapi setiap orang juga berhak untuk berbagi apa yang sedang mereka hadapi" kata Kenzo tiba tiba membuat Alena menatap nya sekilas


"Itu jika mereka punya tempat berbagi En" lirih Alena tertunduk


Enzo mengulurkan tangan nya pada Alena, membuat Alena mengernyit bingung menatap nya


"Kemari" pinta Kenzo menatap Alena dengan lekat.


Dan dengan ragu gadis itu menyambut uluran tangan yang lebar dan begitu hangat itu.


Kenzo menggenggam tangan Alena yang tertegun dan menarik nya hingga mau tidak mau Alena ikut berdiri disamping Kenzo


Mata nya yang sembab dan sendu itu kini menatap dalam wajah Kenzo yang tajam namun penuh dengan keseriusan.


"Aku memang bukan siapa siapamu. Tapi kau bisa menganggap ku sebagai tempat mu berbagi" kata Kenzo begitu jelas, hingga mampu menusuk kedalam relung hati Alena


Alena terdunduk dengan mata yang kembali berkaca kaca.


Baru kali ini, baru kali ini ada seseorang yang menawarkan nya tempat berbagi, selain Clara sahabat nya.


Tapi, tapi Alena meragu, apa Kenzo hanya iba, atau itu benar dari hati nya. Dan Alena tidak ingin Kenzo terlibat dalam masalah nya.


"Jangan ragu, aku tidak pernah menawarkan hal ini pada siapapun sebelum nya. Jika kau tidak ingin berbagi tidak apa. Tapi kau tetap bisa datang kapan saja padaku" kata Kenzo lagi sembari melepaskan genggaman tangan nya dan mengusap singkat bahu Alena


Kenzo kembali menatap kearah lautan diikuti oleh Alena yang kembali mengusap setitik air mata yang kembali menyeruak menembus pertahan nya


"Menangis lah, jika itu bisa membuat mu tenang Alena. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan" kata Kenzo lagi


"Aku, aku... Hiks hiks" Alena tidak bisa melanjutkan perkataan nya. Seolah semua tercekat diantara dada dan pernafasan nya.


Beban batin nya benar benar begitu membuat nya sesak, ditambah dengan kehadiran Kenzo dan tawaran nya yang seakan membuat nya semakin begitu rapuh


Alena langsung menangkup wajah nya dengan telapak tangan nya yang masih menggenggam sapu tangan Kenzo


Tubuh nya bergetar seiring dengan tangis nya yang semakin menjadi. Tangis pilu yang sudah lama tidak dikeluarkan nya. Dan entah kenapa saat bersama Kenzo semua nya seakan luruh dan tidak terbendung lagi


Kenzo menarik tangan Alena dengan kedua tangan nya dan langsung menarik Alena kedalam pelukan nya.


Dapat Kenzo rasakan tubuh Alena yang bergetar hebat seolah menangis dan menumpahkan segala beban yang ada didalam diri nya selama ini.


Kenzo mengusap perlahan punggung Alena, membuat gadis itu langsung melingkarkan tangan nya dipinggang Kenzo dan kepala yang bersandar didada bidang Kenzo.


Hangat, nyaman dan tenang, hingga Alena tidak tahan lagi ingin menumpahkan segala nya. Dia menangis terisak begitu pilu, seolah ini adalah tempat nya mencurahkan segala yang dia rasakan.


'sebesar apa derita mu Alena' batin Kenzo dalam hati


....


Alena mengusap wajah nya yang sembab, bahkan mata nya juga terlihat bengkak saat ini.


Setelah puas menangis dalam pelukan Kenzo, Alena merasa begitu canggung sekarang apalagi Kenzo menatap nya dengan tajam dan tidak berkedip.


"Kenapa kau menatap ku begitu" tanya Alena dengan suara nya yang serak


Saat ini mereka telah duduk dibawah pohon yang berada tidak jauh dari bibir pantai


"Tidak ada, aku hanya heran kau bisa menangis sampai seperti itu" jawab Kenzo membuat Alena mendengus dan kini mata nya melirik kearah dada Kenzo dimana baju kaos ketat nya tampak basah , untung saja tersamarkan karena bewarna hitam dan juga tertutup dengan jaket kulit yang dipakai Kenzo


"Maaf, baju mu jadi basah" jawab Alena tertunduk malu


"Ya, dan ini tidak gratis" jawab Kenzo


"Aku harus membayar nya?" Tanya Alena bingung dengan raut wajah yang begitu polos membuat Kenzo mengerjapkan mata nya perlahan


"Ya" jawab Kenzo singkat


"Pasti itu mahal" gumam Alena dan Kenzo hanya mengangguk


"Aku sayang jika harus mengeluarkan uang ku, bagaimana jika aku membuatkan mu sebuah baju?" Tawar Alena membuat Kenzo mendengus dan ingin sekali menjitak kepala nya, tapi dia takut gadis itu akan menangis lagi


"Kau itu sudah punya banyak uang sekarang, kenapa harus berhemat?" Tanya Kenzo kesal


Alena langsung tersenyum getir mendengar nya


"Aku ingin mengumpulkan banyak uang" lirih Alena tertunduk


"Untuk apa?" Tanya Kenzo


"Untuk mencari keberadaan orang tua kandung ku dan juga untuk menyewa beberapa bodyguard" jawab Alena dengan wajah yang benar benar tampak serius namun begitu polos dimata Kenzo


"Untuk apa bodyguard?" Tanya Kenzo heran


"Untuk menjaga ku" jawab Alena membuat Kenzo mendengus tawa yang tertahan


"Astaga Alena. Memang nya siapa yang mau menjahati mu ha?" Tanya Kenzo benar benar gemas sekarang, dia menatap Alena dengan sangat lekat


Alena menghela nafas nya sejenak


"Hidupku tidak setenang yang kau bayangkan En" lirih Alena kembali tertunduk


"Aku tahu, maka dari itu setidak nya kau bisa berbagi agar beban mu sedikit berkurang" kata Kenzo lagi


"Aku takut kau ikut terlibat dalam masalah ku. Mereka orang orang yang sangat berbahaya" jawab Alena membuat Kenzo mengernyit heran


"Aku tahu kau orang hebat dan penuh dengan kekuasaan, tapi aku benar benar tidak ingin memintamu untuk menolongku. Aku takut nama baik mu akan tercemar nanti nya" kata Alena lagi


"Kau bisa menyelesaikan nya sendiri?" Tanya Kenzo dengan serius, namun Alena langsung terdiam dan tertunduk


"Bagaimana kau bisa yakin jika aku akan ikut terlibat dalam masalah mu, jika kau sendiri tidak ingin mengatakan nya padaku" kata Kenzo lagi


"Tidak apa apa, aku sudah menyiapkan mental ku jika masa itu tiba. Saat ini, aku hanya ingin bertemu dengan orang tua kandung. Apa kau mau membantuku untuk yang satu ini?" Tanya Alena dan menatap Kenzo penuh harap


Sebenar nya dia ingin sekali meminta bantuan Kenzo untuk menghadapi orang itu, tapi dia takut jika Kenzo akan terlibat dan celaka nanti nya.


"Kau punya sesuatu yang bisa dijadikan sebagai petunjuk?" Tanya Kenzo akhir nya, dia tahu Alena sedang mengalihkan perhatian nya, dan dia tidak akan memaksa untuk itu. Kenzo bisa mencari tahu nya nanti


Alena langsung membuka tas sandang nya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil disana. Isi nya adalah sebuah liontin perak yang sangat indah namun terlihat begitu kecil.


"Ibu angkat ku hanya menemukan ini ketika pertama kali menemukan ku dulu" ungkap Alena menyerahkan liontin itu pada Kenzo yang langsung menerima nya.


Kenzo memperhatikan liontin itu dengan seksama. Membolak balikan bandul yang berbentuk simbol hati. Mata Kenzo mengernyit saat mendapati sebuah ukiran dibalik bandul itu. Ada lambang E_stone yang terukir begitu halus


"E_stone" gumam Kenzo


"Aku tidak mengerti maksud nya, entah itu label kalung itu atau nama seseorang" kata Alena


"Kalung ini adalah kalung yang didesain khusus Ale, dan aku yakin ini adalah nama sang pemilik, entah nama mu atau nama orang tua mu" balas Kenzo


Kenzo kembali memperhatikan kalung itu dengan lekat hingga hampir satu menit dia mencoba mengotak ngatik kalung itu membuat Alena heran melihat nya


"Kalung ini bisa dibuka Alena, tapi harus dengan sebuah alat. Aku yakin kalung ini bukan kalung biasa. Jika kau memperbolehkan, aku akan membawa kalung ini, agar aku bisa membuka dan menemukan petunjuk baru untuk kita" ungkap Kenzo menatap Alena yang langsung mengangguk


"Baiklah, aku percayakan ini padamu" kata Alena langsung setuju


Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum tipis seolah senyum yang begitu tipis itu adalah harapan untuk Alena yang sangat mengharapkan bantuan nya.


Alena kembali memasukan kalung itu kedalam kotak nya dan menyerahkan nya pada Kenzo.


Dan dengan cepat pula Kenzo meraih nya dan menyimpan nya kedalam saku jaket nya.


"En, kau membawa senjata?" Pekik Alena begitu terkejut saat melihat senjata yang terselip dipinggang Kenzo, namun Kenzo dengan santai nya malah mengangguk


"Kenapa?" Tanya Kenzo datar menatap wajah takut Alena


"Kau ini sebenar nya Presdir atau penjahat sih?" Tanya Alena benar benar heran sekaligus ngerih untuk sekarang


Kenzo langsung tersenyum mendengar nya


"Aku bisa menjadi Presdir, tapi aku juga bisa menjadi penjahat untuk orang yang mencari masalah dengan ku" jawab Kenzo dengan nada yang terkesan datar tapi mampu membuat Alena bergidik ngeri


"Oke, kau memang mengerihkan." Gumam Alena


"Lalu, kenapa kau selalu memaki topeng ketika keluar?" Tanya Alena lagi


"Aku suka" jawab Kenzo singkat membuat Alena mendengus


"Mustahil, mana ada orang yang suka memakai topeng jika sudah tampan begitu. Seharus nya jika wajah mu buruk baru kau bagus memakai topeng, sayang ketampanan mu tertutupi topeng begitu" kata Alena terdengar menggerutu membuat Kenzo kembali tersenyum , senyum yang sudah lama sekali tidak dikeluarkan nya pada siapapun


"Yah, apa lagi jika kau tersenyum begitu. Kau terlihat lebih tampan" ungkap Alena dengan wajah berbinar, namun senyum Kenzo langsung meredup membuat Alena langsung memasang wajah kesal


"Kau ini, pelit sekali" ucap Alena dengan wajah cemberut nya


"Sudah lah, ayo kita pergi" ajak Kenzo langsung menarik tangan Alena.


Alena yang masih bingung tetap saja mengikuti langkah besar kaki Kenzo dengan sedikit berlari


"Hei, pelan pelan" gerutu Alena dengan tangan yang memperbaiki tas nya dan tangan yang sebelah lagi masih ada dalam genggaman Kenzo


Mata Kenzo melirik tajam kearah beberapa orang yang terlihat mencurigakan . Dia tahu jika ada yang mengikuti mereka sejak tadi. Dan dia tidak ingin Alena celaka karena dia tahu ini adalah ulah musuh nya.


Kenzo berhenti tepat didekat sebuah mobil sport mewah yang baru berhenti dihadapan nya membuat Alena hampir meloncat karena terkejut.


Edward langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Kenzo


"Sialan kau tuan Ed, jantung ku hampir copot" gerutu Alena menatap kesal Edward yang hanya berwajah datar itu


"Dasar batu" gumam Alena yang ikut masuk kedalam mobil tepat disebelah Kenzo.


Mobil langsung melaju dengan kecepatan lumayan tinggi membuat Alena langsung tegang dibuat nya.


"Ya Tuhan , apa dia ingin membunuh kita?" Bisik Alena ditelinga Kenzo yang mengernyit heran menatap nya


"Ini laju sekali, aku takut En" gumam Alena lagi


"Pejamkan mata mu" kata Kenzo membuat Alena mendengus kesal


"Tidak peka" gumam Alena namun beberapa saat kemudian dia terpekik kaget saat dari arah belakang mobil mereka ditabrak oleh mobil lain


"Aaarrggh!!!!"


Brakkk


Alena memejamkan mata nya saat tubuh nya terhuyung kedepan dan hampir terbentur tempat duduk didepan nya jika saja Kenzo tidak dengan sigap menahan kepala nya.


Dor


Dor


Dor


"En!!!" Teriak Alena lagi. Dia begitu ketakutan sekarang karena beberapa tembakan melesat kearah mereka. Jantung nya kembali bergemuruh hebat, bukan karena Enzo nya, tapi karena dia benar benar takut dan terkejut dengan serangan ini.


Tangan Alena menutup kedua telinga nya dengan tubuh yang terbungkuk dan bergetar takut, apalagi melihat Kenzo yang telah mengeluarkan pistol dari balik jaket nya


Kenzo langsung menarik kepala Alena kepangkuan nya dengan tangan kiri nya, sedangkan tangan kanan nya memegang pistol


"Tetap seperti ini, dan jangan bergerak" kata Kenzo begitu tajam membuat Alena mengangguk patuh.


Tubuh nya bergetar hebat, apalagi dengan pergerakan Kenzo yang mulai menembaki musuh dari balik kaca jendela mobil yang melaju dengan kencang.