ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Berkumpul Kembali



Clara masuk kerumah dengan sedikit berlari bahkan dia mengabaikan sapaan pelayan dan penjaga yang menyambut kedatangan nya.


Bibirnya tersenyum dengan indah saat dia terus berjalan menuju kamar orang tuanya. Hari sudah pukul sembilan malam, jadi mungkin saja ayah dan ibunya sudah beristirahat sekarang. Clara ingin memberi kejutan pada kedua orang tuanya itu.


"Mom, dad!!!!" panggil Clara seraya mengetuk pintu kamar orang tua nya dengan sedikit kuat. Beberapa kali namun tidak ada jawaban, namun saat ingin mengetuk lagi. Tiba tiba pintu langsung terbuka, dan yang membuka adalah ayah nya


"Clara, ada apa. Kau ini kenapa tidak bisa bersabar sedikit" gerutu tuan Wesley


Clara tertawa dan menggaruk pelipis nya sejenak.


"Sorry dad, dimana mommy?" tanya Clara yang langsung menoleh kearah belakang ayahnya mencari dimana ibunya. Biasanya nyonya Monica yang datang dan membukankan pintu. Malam ini tumben sekali tuan Wesley yang menyambutnya


"Mommy mu sedang tidak enak badan" jawab tuan Wesley yang segera beralih dan masuk kembali kedalam kamar


Clara tertegun sejenak, dan langsung mengikuti langkah kaki tuan Wesley kedalam kamar mereka. Dan dapat dia lihat ibunya yang sedang terbaring diatas ranjang dengan wajah yang lumayan pucat


"Mommy" panggil Clara yang langsung mendekat dan duduk disamping nyonya Monica


Nyonya Monic membuka matanya dan langsung tersenyum tipis melihat kedatangan Clara


"Mommy sakit apa. Semalam masih baik baik saja aku tinggal" tanya Clara memandang sedih ibunya


"Tidak ada, mommy hanya pusing" jawab nyonya Monica


"Mommy mu terlalu stress, jadi asam lambung nya naik" ungkap tuan Wesley yang tampak duduk diatas sofa dan meraih kembali buku bacaan nya


"Mommy, kan sudah aku bilang jangan memikirkan apapun" ujar Clara


"Tidak sayang" jawab nyonya Monica


Namun tiba tiba, Clara mengingat sesuatu. Dia hampir lupa karena begitu paniknya tadi


"Ah iya, aku membawa sesuatu untuk mommy. Mommy pasti senang" ungkap Clara. Dia langsung mengeluarkan ponsel nya dan ingin menghubungi seseorang, namun tiba tiba pintu terdengar diketuk dengan pelan. Dan tidak lama kemudia pintu itu terbuka menampilkan seorang pria gagah dengan raut wajah yang begitu datar


Nyonya Monica yang memandang kearah pintu langsung melebarkan matanya melihat Kenzo yang datang. Kenzo sudah cukup lama menunggu diruang keluarga, namun salah seorang pelayan berkata jika nyonya Monica jatuh sakit, jadi dia memutuskan untuk mendatangi kekamar orang tuanya. Perkataan Alena benar benar membuat hatinya resah. Bukan karena dia yang masih mengingat tentang Angel dan semua hal yang membuat mereka berpisah, bukan itu. Kenzo hanya canggung dan ragu. Walau tidak dipungkiri rasa kecewa itu pasti ada, tapi dia sudah memaafkan mereka.


"Kamu pulang nak?" ucap nyonya Monica yang langsung duduk dibantu oleh Clara. Bahkan matanya sudah dipenuhi dengan cairan bening yang sudah siap untuk tumpah. Dia begitu merindukan putera semata wayang nya ini yang sudah sangat lama tidak pernah pulang dan menemui mereka.


Sementara tuan Wesley hanya memandang datar pada Kenzo tanpa ekspresi, namun meskipun begitu dia cukup lega jika ternyata Kenzo masih hidup. Tuan Wesley sempat merasa kecewa dengan kabar yang mengatakan jika besok Kenzo akan menggelar jumpa pers untuk menunjukkan pada dunia jika dia masih hidup. Tuan Wesley mengira jika Kenzo tidak akan menemui mereka dan lebih memilih menampakan diri dihadapan dunia luar dibanding pada orang tua nya sendiri. Namun kekecewaan nya menjadi tidak berarti setelah melihat ternyata Kenzo datang malam ini.


Kenzo masih berwajah datar seperti biasa, dia berjalan dengan ragu mendekati ibunya. Dapat dia lihat wajah ibunya yang terlihat pucat dan sedikit kurus. Dan Kenzo sedikit iba melihat itu sebenarnya. Benar kata Alena jika tanpa ibunya, Kenzo tidak akan ada didunia ini, dan tidak akan bisa menjadi seperti ini. Seharusnya dia memang sudah bisa memaafkan mereka sejak dulu dan berdamai dengan keadaan. Angel yang jelas jelas paling tersakiti saja sudah bisa menerima ibunya, kenapa dia yang anak nya sendiri tidak bisa??


Kenzo menghela nafasnya sejenak dan mendekat keranjang nyonya Monic yang tampak sudah menangis sekarang. Clara langsung beranjak dan membiarkan Kenzo mendekat kearah ibunya.


"Kau masih marah Ken, kenapa kau tidak pulang? mommy takut kau benar benar pergi" ucap nyonya Monica yang terisak begitu pilu. Kenzo tidak bisa berkata apapun memandangi wajah yang dipenuhi oleh kesedihan dan kerinduan itu


Dan tanpa berkata apapun Kenzo langsung duduk dan memeluk ibunya dengan erat. Membuat nyonya Monic semakin menangis dalam pelukan Kenzo. Pelukan anak nya yang sudah sangat lama tidak dia rasakan. Mungkin sudah bertahun tahun sejak kejadian itu. Kejadian yang mengubah seluruh hidup mereka.


"Maaf mom. Maaf" ucap Kenzo akhirnya


Clara juga langsung ikut menangis mendengar penuturan maaf dari Kenzo. Dia sangka mereka akan terlibat drama panjang untuk meluluhkan hati tuan Amerika ini. Namun nyatanya Kenzo sendiri yang datang dan meminta maaf. Clara benar benar tidak menyangka


Bahkan tuan Wesley saja merasa sedikit terharu mendengar itu. Meski wajahnya datar, tapi tidak ada yang tahu jika hatinya juga ikut tersentuh. Dia juga sangat menyesali perbuatan nya yang malah mendukung istrinya untuk menghancurkan harapan Kenzo dulunya.


"Tidak sayang, tidak. Kau tidak salah. Mommy yang salah , maafkan mommy nak. Tolong jangan pergi lagi. Mommy rindu. Mommy sangat merindukan mu" ungkap nyonya Monic yang masih menahan isak tangis nya dan memeluk Kenzo dengan erat seolah dia tidak ingin lagi melepaskan pelukan ini


"Tidak, aku tidak akan pergi lagi" jawab Kenzo seraya mencium pucuk kepala ibunya. Tidak tahu kenapa, hatinya malah menjadi lega dengan semua ini. Padahal sejak diperjalanan tadi dia benar benar meragu untuk datang dan melihat ibunya. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Dia jadi merasa lebih baik setelah mencoba untuk berdamai.


"Kau berjanji kan, malam ini tidur disini?" pinta nyonya Monica yang mendongak dan memandang wajah tampan anak nya.


Kenzo tersenyum dan mengangguk. Dan sungguh senyum Kenzo menjadi obat tersendiri untuk nyonya Monic. Dia melepaskan pelukan nya dan langsung mengusap wajah Kenzo dengan lembut dan begitu bahagia. Anak kebanggaan nya, putra semata wayang nya yang selalu dia rindukan kini datang dan tersenyum padanya. Sungguh nyonya Monica benar benar begitu bahagia.


Dan dapat Kenzo rasakan jika tangan ibunya bergetar dan sangat dingin. Kenzo meraih tangan itu dan menggenggam nya dengan lembut


"Mommy sakit, sebaiknya mommy beristirahat" ujar Kenzo, namun nyonya Monica langsung menggeleng dengan cepat


"Aku tidak akan kemana mana, aku akan menemani mommy disini" ujar Kenzo


"Tidur bersama mommy ya, kau mau kan?" pinta nyonya Monic


"Ya" jawab Kenzo . Dan nyonya Monic langsung tersenyum senang


"Aku juga ikut tidur bersama mommy" sahut Clara tidak mau kalah. Bahkan dia langsung naik keatas tempat tidur dan berbaring disisi lain nyonya Monica


Nyonya Monica langsung tertawa bahagia, bahkan rasa pusing dikepalanya langsung menghilang sejak kedatangan Kenzo.


"Apa kalian sudah tidak menganggap keberadaan ku lagi?" tanya tuan Wesley begitu datar dan terlihat kesal, karena sejak tadi sepertinya dia merasa terabaikan


"Dad, malam ini mommy milik kami" seru Clara


Kenzo terdiam dan memandang ayahnya dengan lekat. Wajah mirip dan sikap yang mirip. Membuat nyonya Monica dan Clara terlihat tegang sekarang. Namun tiba tiba mereka terkesiap melihat Kenzo yang beranjak dari atas ranjang dan berjalan mendekat kearah tuan Wesley.


Tuan Wesley hanya memandang datar pada Kenzo dan dia masih diam saat Kenzo duduk disamping nya.


"Terimakasih sudah menjaga agensi disaat aku tidak ada" ucap Kenzo


Alis tuan Wesley sedikit bergerak mendengar itu


"Itu karena mommy mu yang memaksa" jawab tuan Wesley begitu datar dan tanpa ingin memandang kearah Kenzo


"Ya, meskipun begitu jika tidak ada daddy mungkin agensi ku sudah hancur sekarang" ucap Kenzo


"Clara tidak bisa dipercaya" tambah Kenzo lagi membuat Clara yang berada diatas tempat tidur langsung duduk dan memandang nya dengan kesal


"Aku sudah bekerja mati matian dan kau bilang aku tidak bisa dipercaya. Wah kau memang mencari masalah kak" gumam Clara tidak terima


Kenzo tersenyum sinis memandang Clara


"Memang begitu kenyataan nya, bahkan Edward selalu mengadu jika kau terus menyusahkan nya" ungkap Kenzo lagi


"Yah, bahkan Edward sering lembur dan tidak pernah beranjak dari Agensi karena ulah Clara yang sering salah membuat laporan" tambah tuan Wesley pula


Clara mendengus dengan kesal mendengar itu


"mommyyyyyy....lihatlah mereka malah menyalahkan aku" rengek Clara pada nyonya Monica yang langsung tertawa melihat wajah kesal putrinya


"Lihat saja nanti jika Alena sudah masuk. Kau akan kesusahan juga dia buat" seru Clara penuh dendam


"Aku bukan Edward yang mengalah dan tunduk padamu" sahut Kenzo namun Clara langsung memasang wajah jelek nya


"Bahkan kau mau kembali juga karena Alena, kau lebih parah dari Edward" seru Clara tidak mau kalah


"Sudah sudah, kenapa malah bertengkar." lerai nyonya Monica membuat Clara langsung melengos sebal


"Jadi kapan kau akan menikahi Alena?" tanya tuan Wesley


Kenzo langsung menoleh kearah ayah nya itu


"Apa kau sudah merestui kami?" tanya Kenzo


"Yah, tidak ada alasan untuk menolak. Jika menolak mommy mu pasti akan gila karena kau yang pergi lagi dari rumah" ucap tuan Wesley begitu sinis membuat Clara langsung tertawa dengan kencang apalagi melihat wajah kesal Kenzo


"Yah, jika pun menolak aku tetap akan menikahinya." sahut Kenzo


"Tidak akan semudah itu tuan Amerika. Kau lupa siapa ayahnya" ucap tuan Wesley meremeh


"Yes, dia pasti akan ditembak mati" sahut Clara


"Diamlah" seru Kenzo begitu kesal membuat Clara kembali tertawa. Dia begitu bahagia malam ini. Akhirnya mereka semua berkumpul kembali. Apalagi nyonya Monica, kebahagiaan yang tidak pernah terkira. Kesalahan nya dimasa lalu membuat nya benar benar menyesal dan harus berpisah dari Kenzo selama bertahun tahun. Sungguh, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi