ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Niat Busuk Ponix



Dua hari berlalu, saat ini Alena sedang berada diperjalanan menuju kesebuah restauran untuk bertemu dengan Ponix, pemilik perusahaan Starlight. Dia pergi diantar Jack seperti biasa. Anak buah Kenzo itu seperti nya sudah menjadi bodyguard kesayangan Alena saat ini. Karena dia sendiri yang meminta Jack untuk menjaga nya setelah kapten Stone menawarkan orang lain untuk menemani Alena kemanapun. Tentu saja Alena menolak, dia lebih memilih Jack yang menjadi teman nya, karena dia sudah nyaman bersama Jack sejak dulu.


Jack juga tidak bisa menolak, seharusnya dia menjaga Clara saat ini, tapi Edward berkata jika Clara adalah tanggung jawab nya, sehingga Jack kini bersama Alena setiap hari nya.


Alena terlihat memeriksa ponsel nya, ada beberapa pesan dari Lian yang menanyakan tentang sesuatu dibutik mereka.


Hingga fokus Alena teralihkan saat mobil yang dikendarai Jack berhenti didepan lobi restaurant mewah itu.


Jack dengan segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Alena.


"Terimakasih Jack" ucap Alena


"Sama sama nona" jawab Jack.


"Kau temani aku kedalam" ajak Alena membuat Jack mengernyit bingung


"Tapi nona" ucap Jack meragu


"Aku malas seorang diri menemui nya Jack. Jika bukan karena bisnis aku malas berurusan dengan dia" sahut Alena namun dengan nada yang pelan.


"Baiklah, mari nona" kata Jack sembari membiarkan Alena berjalan lebih dulu masuk kedalam restauran itu.


Didalam restauran Alena langsung disambut oleh manejer restauran yang membawa mereka keruangan yang telah dipesan oleh Ponix. Jack masih setia mengikuti Alena dibelakang nya. Seperti nya tuan Ponix memang sudah menyiapkan pertemuan ini, terlihat dengan ruangan yang dipesan nya berada dilantai atas dan terkesan seperti begitu privasi, membuat Jack menjadi curiga.


Manajer restauran itu membuka pintu untuk Alena, dan dapat Alena lihat jika Ponix sudah duduk dikursi nya seorang diri. Alena langsung mengerutkan alis nya, kemana Diana yang selalu bersama pria itu, batin nya bingung. Namun Jack sudah mengerti dengan keadaan, tampak nya Casanova ini memang sedang mencari cara untuk menaklukan Alena.


Sungguh licik, batin Jack.


"Selamat datang nona Alena" sapa Ponix sembari menjulurkan tangan nya pada Alena.


Alena hanya tersenyum tipis dan menjabat tangan itu, namun dengan cepat pula dia lepaskan.


"Terimakasih tuan Ponix" jawab Alena


Ponix menatap Alena dengan senyum yang tampak lain, membuat Alena benar benar risih saat ini.


"Silahkan duduk" perintah Ponix, dan Alena hanya mengangguk saja, dia duduk dikursi nya tepat dihadapan Ponix. Sementara Jack berdiri tegak dibelakang Alena.


Ponix melirik Jack sekilas dan kembali menatap Alena.


"Anda ingin memesan untuk acara apa tuan?" Tanya Alena langsung membuat Ponix langsung tersenyum melihat nya


"Bisakah kita hanya berdua saja nona" pinta Ponix membuat Alena mengernyit heran, sedangkan Jack menatap tajam wajah angkuh Ponix


"Untuk apa tuan, Jack tidak akan menganggu kita" sahut Alena begitu polos membuat Jack tampak menaikan sedikit alis nya. Apa nona nya ini tidak mengerti maksud terselubung pria itu batin Jack bingung.


"Saya hanya merasa tidak nyaman jika membicarakan tentang perusahaan kepada orang luar" jawab Ponix masih begitu santai


"Apakah seprivasi itu?" Tanya Alena dan Ponix langsung mengangguk


"Ya, tentu saja. Mungkin dia orang kepercayaan anda, namun ini adalah bisnis, hanya sebentar, dia boleh menunggu didepan, bukankah lebih nyaman hanya berdua membahas bisnis" ucap Ponix lagi


Alena kini menoleh kearah Jack yang menatap nya datar


"Jika nona keberatan maka saya akan tetap disini" jawab Jack membuat Ponix menatap nya dengan kesal


"Bukankah tugas seorang bodyguard adalah menjaga didepan pintu, bukan disamping tuan nya" sahut Ponix membuat Alena kembali menoleh pada pria itu


Jack tersenyum sinis melihat Ponix. Pria Casanova yang hanya bermodal tampang saja, batin nya.


"Saya hanya memastikan jika nona saya harus aman dan tidak terluka seujung kuku pun oleh siapapun yang berniat buruk pada nya" ucap Jack pada Ponix


"Apakah kau mengira aku akan melukai nona mu he?" Tanya Ponix mulai emosi. Alena terlihat bingung sekarang


"Anda memang tidak akan melukai nya, namun rayuan anda yang sangat beracun" jawab Jack membuat Ponix berdecak sinis


"Tidak ada pembicaraan bisnis ditempat privasi seperti ini, apalagi hanya sekedar untuk memesan pakaian" ucap Jack dengan nada sinis dan terkesan mengejek


Alena langsung tertegun dan memperhatikan ruangan itu, yang memang sangat tertutup bahkan jauh dilantai atas. Bahkan dapat dia lihat ada sebuah sofa panjang yang seperti tempat untuk berbaring atau beristirahat. Bukan untuk makan.


Benar juga yang dikatakan Jack, kenapa dia tidak curiga sejak awal.


Mata Ponix memicing menatap geram Jack yang membuat rencana nya gagal. Padahal dia sudah mempersiapkan semua nya untuk hari ini. Sejak Kenzo menghilang, sudah berulang kali dia menghubungi Alena dan meminta gadis itu bertemu dengan nya dengan alasan kerja sama. Namun baru hari ini Alena bisa datang untuk menemui nya, tapi bodyguard sialan ini malah mengacaukan semua rencana Ponix.


"Nona, sebaik nya kita pergi dari sini. Anda tidak akan jatuh bangkrut hanya dengan memutuskan kerja sama dengan tuan Ponix" ajak Jack pada Alena yang kini menatap wajah kesal Ponix


"Seperti nya bodyguard anda tidak tahu diri nona Alena" geram Ponix yang telah berdiri dari tempat duduk nya


"Maafkan kami tuan Ponix. Saya permisi" kata Alena yang juga segera beranjak dari duduk nya


"Tunggu nona" panggil Ponix menghentikan langkah Alena. Dia berjalan mendekat kearah Alena namun Jack segera menghadang nya.


Ponix langsung tertawa sinis menatap Jack yang berwajah datar itu. Dia berada ditengah tengah Alena dan Ponix sekarang.


"Wah wah, kau mau mencari masalah dengan ku ha" ucap Ponix


"Keberadaan tuan mu saja entah dimana sekarang. Jadi jangan mencoba menghalangi ku" geram Ponix , dan tentu saja Jack juga menatap nya dengan kesal. Jangan harap bisa menyentuh nona nya seujung kuku pun


"Nona pergilah lebih dulu" ucap Jack pada Alena yang terlihat takut sekarang.


Alena langsung mengangguk dan melangkah keluar namun dengan sigap Ponix langsung meraih tangan nya


"Tuan Ponix" seru Alena


Namun dalam sekejap Jack langsung melepaskan tangan Ponix dengan paksa dan menarik Alena kebelakang nya


"Kau memang cari mati" geram Ponix


"Hei, masuk lah kalian!!" Teriak Ponix tiba tiba, Jack kembali menyembunyikan Alena kebelakang tubuh nya saat tiba tiba beberapa orang berbadan tegap masuk kedalam ruangan itu dan mendekat kearah mereka.


Alena langsung mencengkram jas bagian belakang Jack dengan kuat. Dia benar benar ketakutan sekarang


"Jack" lirih Alena


"Tenang lah nona. Jangan jauh dari saya" kata Jack dengan mata nya yang memandang tajam enam orang bodyguard milik Ponix


Ponix langsung tersenyum sinis melihat Jack yang masih berwajah datar dan tenang itu.


"Ikut aku nona Alena. Maka kau akan baik baik saja" ucap Ponix pada Alena yang menggeleng takut dibelakang tubuh Jack


"Kau tidak bisa menolak" kata Ponix


"Hajar pria sialan ini" perintah Ponix pada enam orang itu.


Mereka bersamaan langsung mengarah pada Jack dan menyerang nya dengan bringas. Jack dengan sigap menghadapi keenam orang itu. Jangan sepelekan orang orang klan Aldrego ini, hanya enam orang bodyguard biasa dapat dengan mudah dia lawan.


Jack memberikan pukulan dan tendangan pada keenam orang itu dengan cekatan dan tangkas, sembari dia yang tetap melindungi Alena yang ketakutan dibalik tubuh nya.


"Aaaa Jack!!!" Teriak Alena saat Ponix menarik tubuh nya, namun dengan sigap Jack mengeluarkan pistol nya


Dan


Dor


Ponix langsung meringis saat lengan nya tertembak oleh Jack. Dapat dia lihat orang orang nya sudah tergelatak tak berdaya. Membuat Ponix segera mundur perlahan saat Jack mendekat kearah nya


"Kau mau lagi tuan" kata Jack dengan seringaian nya yang tajam


Ponix hanya diam dan terus meringis saat darah mengucur dilengan nya


"Jack, sudah. Ayo kita pergi" ucap Alena yang menarik lengan Jack


"Jika anda masih berani mencoba menggangu nona saya, maka kepala anda yang akan saya hancurkan" ancam Jack pada Ponix yang mengerut kesakitan


Jack keluar membawa Alena yang terlihat masih ketakutan, bahkan dapat dilihat wajah gadis itu benar benar pucat.


Manajer restauran tiba disana bersama beberapa orang lain nya, dan mereka langsung berpapasan dengan Jack dan Alena.


"Sebentar lagi orang orang ku akan datang dan membereskan kekacauan disini" ucap Jack sembari melemparkan sebuah kartu pada manajer itu.


Jack dan Alena segera pergi dari tempat itu meninggalkan manajer restauran yang masih bingung, ruangan yang dipesan ponix kedap suara, sehingga mereka tidak mendengar apapun sejak tadi. Mereka datang hanya untuk mempersiapkan ruangan yang ada disudut gedung, namun saat bertemu Jack mereka malah diberikan sebuah kartu.


Manajer restauran yang penasaran akhir nya berjalan dan masuk keruangan dimana Ponix berada. Dan seketika mata nya langsung terbelalak lebar melihat ruangan itu yang sudah tak berbentuk lagi.


...


"Anda baik baik saja nona?" Tanya Jack pada Alena yang masih terdiam sejak tadi. Saat ini mereka sudah berada didalam mobil.


"Hmm, aku hanya tidak menyangka tuan Ponix bisa setega itu" jawab Alena. Wajah nya masih kelihatan pucat.


Jack beralih dan memberikan sebotol air mineral pada Alena yang duduk dikursi belakang


"Dia memang pecinta gadis gadis cantik dan muda seperti anda" ungkap Jack


Alena hanya melirik nya sekilas seiring tangan nya yang langsung meminum air itu membuat kerongkongan nya menjadi lebih dingin sekarang.


"Terimakasih Jack, jika tidak ada kau entah bagaimana nasib ku sekarang" kata Alena


"Sudah tugas saya nona. Selama ada saya, maka siapapun tidak akan ada yang bisa menyentuh anda" jawab Jack


"Omongan mu terlalu tinggi" sahut Alena, Jack langsung melirik Alena dari kaca depan


"Kenzo juga sering berkata begitu padaku, tapi nyata nya dia malah menghilang dan meninggalkan ku sekarang" kata Alena dengan wajah yang kembali sedih.


Jack terlihat menghela nafas nya dengan berat


"King pasti kembali" gumam Jack. Namun Alena hanya diam dan menatap nanar kaca jendela mobil. Setiap orang pasti mengatakan jika Kenzo akan kembali, tapi nyata nya, hingga saat ini pria itu menghilang bagai ditelan bumi.