ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Pilihan Terbaik



Masih diwaktu yang sama..


Ditempat lain disebuah apartemen...


Joice memandang Reymond dengan kesal. Dia berdiri dengan tangan yang dia lipat didepan dadanya. Sedangkan Reymond duduk santai disofa yang ada diruangan itu.


"Saya masih mempunyai banyak pekerjaan tuan. Kenapa anda membawa saya kesini?" tanya Joice dengan wajah yang benar benar kesal


"Aku sedang malas bekerja" jawab Reymond


"Lalu apa hubungan nya dengan saya?" tanya Joice begitu heran


"Kau temani aku disini" ujar Reymond


Joice langsung berdecih sinis. Menemaninya disini, yang benar saja. Joice masih kesal dengan Reymond yang mengabaikan nya tadi disaat ada Clara. Dan sekarang dengan mudahnya Reymond meminta dia menemani nya disini.


"Tidak mau" jawab Joice. Dia langsung membalikkan tubuhnya dan ingin berjalan keluar menuju pintu apartemen, namun dengan cepat pula Reymond menarik lengan nya. Tapi Reymond salah, yang dia hadapi adalah seorang agen, tentu saja Joice bisa dengan cepat menghindar, bahkan setelah memutar lengan Reymond, dia langsung menghempaskan pria itu kembali diatas sofa.


"Aaa Joice, kasar sekali kau jadi wanita" seru Reymond seraya memegang lengan nya yang pedih


Joice hanya mendengus


"Maka jangan dekat dekat dengan wanita kasar seperti saya. Kejar nona muda tuan itu, bukan wanita seperti saya" ucap Joice dengan begitu kesal, dia langsung memutar tubuh nya dan kembali berjalan kearah pintu. Meninggalkan Reymond yang terlihat tertawa melihat wajah kesal itu. Sepertinya calon istrinya ini sedang cemburu.


Reymond kembali menyandarkan tubuh nya disandaran sofa. Tangan nya masih mengusap lengan nya yang diplintir oleh Joice. Dia memandang Joice yang terlihat masih memutar mutar handle pintu


"Kenapa dikunci??" seru Joice dengan wajah yang semakin kesal. Apalagi melihat wajah Reymond yang nampak tersenyum menyeringai


"Tunjukkan kekuatan mu, bukan kah kau kuat. Maka coba sendiri buka pintu itu" ujar Reymond begitu mengesalkan


Joice mendengus, jika saja dia membawa pistolnya tadi. Sudah dia hancurkan pintu ini, sekalian dengan kepala Reymond.


"Bahkan robot pun tidak bisa membuka nya jika pintu ini memakai kode" gerutu Joice


"Kau saja yang lemah" ejek Reymond


Mata Joice langsung membulat mendengar itu. Dia kembali berjalan kearah Reymond yang terlihat menegakkan tubuhnya sekarang.


"Tuan berkata apa tadi?" tanya Joice dengan gigi yang menggeretak geram


"Lemah" jawab Reymond terdengar begitu menantang. Dia kelihatan nya sedang membangunkan harimau yang tenang sekarang.


Joice tersenyum dan mengangguk, namun tiba tiba mata Reymond melebar dan dia langsung mengangkat tangan nya untuk melindungi wajah nya saat Joice yang dengan cepat dan lincah langsung melompat keatas sofa dan naik keatas tubuhnya.


"Hei, kau mau melecehkan aku ha?" tanya Reymond saat Joice berhasil mengunci lengan nya diatas kepala. Meski sakit, namun Reymond langsung tertawa melihat wajah Joice yang memerah menahan amarah


"Iya, tuan harus tahu wanita lemah yang tuan maksud itu seperti apa" jawab Joice yang menekan perut Reymond dengan lutut nya membuat Reymond langsung berteriak kesakitan


"Aaa sakit, kau mau membunuhku!!!" teriak Reymond. Dia ingin menarik tangan nya, tapi sungguh kekuatan Joice memang benar benar seperti lelaki saja. Atau dia yang lemah???


"Biar mati sekalian. Selagi kapten Stone tidak ada" jawab Joice. Seperti nya dia memang benar benar kesal dengan Reymond. Meski kesakitan namun Reymond masih saja mentertawakan nya


"Kau seperti monster jika seperti ini" ucap Reymond


Joice memandang nya dengan lekat, wajah mereka begitu dekat hingga membuat Joice sedikit gugup sekarang. Dia benar benar tidak bisa ditatap seperti ini.


Dan disaat Joice lengah, Reymond segera menarik tangan nya dengan kuat hingga terlepas dari cengkraman Joice. Dan dengan cepat pula Reymond memutar tubuh nya kesamping hingga kini posisi mereka berubah. Joice yang berada dibawah Kungkungan nya.


"Kena kau" ucap Reymond dengan seringaian diwajah nya


Joice ingin memberontak, namun percuma, karena tangan nya dikunci dengan kuat, bahkan kaki nya juga diapit oleh Reymond.


"Belajar lah untuk anggun sedikit nona Joice Alexander" ujar Reymond


"Belajar lah untuk lebih kuat tuan Reymond yang terhormat" balas Joice tidak mau kalah


"Oh kau ingin lihat kekuatan ku hmm?" tantang Reymond


Alis Joice tergerak dan dia langsung berdecih sinis, membuat Reymond langsung mendekatkan wajahnya kewajah Joice. Dan tentu saja itu membuat Joice kembali mematung dengan detak jantung yang berdetak tidak karuan. Hembusan nafas Reymond yang terasa begitu hangat diwajah nya membuat Joice tidak berkutik sekarang


Reymond tersenyum melihat wajah Joice yang langsung memerah. Bahkan detak jantung gadis ini terasa didada nya. Apa dia gugup???


"Kenapa, kenapa jadi diam hmm?" tanya Reymond


"Lepas" pinta Joice seraya menarik tangan nya dengan kuat, namun Reymond juga semakin menguatkan kuncian nya


"Kau cemburu kan, maka kau seperti ini?" tanya Reymond


Joice memandang wajah tampan ini dengan lekat, namun dia segera memalingkan wajahnya


"Tidak ada hak saya untuk cemburu" jawab Joice. Nada bicara nya semakin dingin. Dan Reymond sudah bisa menebak nya. Apalagi perkataan Alena tempo lalu yang berkata jika Joice memang menyukai nya. Dan entah kenapa Reymond begitu menyukai ekspresi ini.


"Benarkah kau tidak cemburu?" tanya Reymond lagi, dan dia semakin mendekatkan wajah nya pada wajah Joice hingga kini hidung mereka saling bersentuhan


"Tidak" jawab Joice yang kembali memalingkan wajahnya


"Jika kau tidak cemburu maka aku bisa bebas mendekati nya bukan" ungkap Reymond dengan senyum penuh arti, apa lagi melihat Joice yang kembali memandang nya dengan lekat


Namun Reymond sedikit mengernyit saat melihat mata cokelat itu kini mulai berair. Joice kesal atau ingin menangis?


Mata Reymond mengerjap saat Joice memang terlihat menahan tangis nya


"Tuan, lepaskan saya" ucap Joice yang mulai memberontak


"Tidak akan" jawab Reymond


"Tuan...!" seru Joice lagi


"Aku tidak akan melepasmu sebelum kau bilang jika kau memang cemburu dan menyukai ku" ucap Reymond. Dan Joice langsung mematung mendengar itu. Dia memandang mata biru milik Reymond.


"Katakan jika kau menyukai ku Joice" ujar Reymond begitu serius


"Tuan jangan begini" kata Joice namun Reymond masih memandang nya tanpa ingin berpaling


"Katakan" kata Reymond lagi, dia terlihat begitu memaksa


"Untuk apa tuan tahu. Suka atau tidak suka itu bukan urusan anda" jawab Joice begitu tajam


Reymond tersenyum sinis, dia memiringkan sedikit kepala nya dan semakin mendekatkan wajahnya membuat Joice semakin menegang ditempat nya.


"Ini menjadi urusanku sekarang Joice. Kau bisa mengatakan nya atau aku yang akan memaksamu" ancam Reymond


"Tuan mengancam saya" balas Joice tidak suka


"Kau masih tidak ingin mengatakan nya" tanya Reymond yang sekarang wajah mereka sudah menempel, bahkan bibir Reymond sudah begitu dekat dengan bibir bervolume milik Joice


Joice memejamkan matanya hingga buliran air itu menetes disudut mata. Tubuhnya bergetar, entah menahan tangis atau menahan kesal karena ulah Reymond saat ini.


Reymond yang merasakan tubuh Joice bergetar langsung mengangkat sedikit wajahnya dan dapat dia lihat air mata sudah mengalir diwajah cantik itu.


"Kenapa kau menangis?" tanya Reymond


Namun bukan nya menjawab, Joice malah terisak membuat Reymond langsung melepaskan tangan nya. Namun tubuh nya masih berada diatas tubuh Joice.


Joice menangkup wajah nya, karena sungguh, entah kenapa dia sama sekali tidak bisa menahan perasaan jika sudah bersama Reymond.


Reymond menghela nafasnya dan meraih kedua tangan itu. Kaki nya turun dari atas tubuh Joice, dan menarik Joice untuk duduk disamping nya.


Dia memandang Joice dengan lekat, gadis itu masih menangis


"Kenapa kau cengeng sekali hmm?" tanya Reymond. Dia ingin mengusap wajah Joice, namun Joice malah memalingkan wajahnya.


"Joice, lihat aku" pinta Reymond. Namun Joice masih terdiam dan menghapus air mata nya


Reymond menarik bahu Joice, hingga kini mereka saling duduk berhadapan


"Apa aku salah bertanya seperti itu?" tanya Reymond. Wajahnya benar benar serius membuat Joice langsung terpaku, sisa Isak tangis nya masih ada. Dan jika seperti ini, dia jadi ingat pagi itu. Pagi dimana dia bangun dan melihat dia berada dalam rengkuhan Reymond.


"Tuan selalu mempermainkan perasaan saya" ucap Joice yang tertunduk sedih


Reymond tersenyum dan mengangkat dagu Joice


"Aku hanya memastikan Joice. Aku bertanya karena aku ingin tahu apa yang harus aku lakukan untuk hubungan kita kedepan nya" ungkap Reymond


Joice mematung dan memandang wajah tampan itu


"Memastikan apa?" tanya Joice


"Memastikan apa aku harus belajar mencintai mu atau tidak" jawab Reymond. Jantung Joice terasa terhenti sejenak, namun sepersekian detik kemudian jantung itu kembali berdetak lebih cepat.


"Tapi sekarang, aku sudah tahu jawaban nya" jawab Reymond dengan senyum diwajahnya. Dan sungguh senyum itu benar benar membuat Joice terbuai. Karena bagaimana pun dia memang sudah jatuh hati pada pria ini sejak lama.


"Aku tahu jika kau memang sudah memendam perasaan itu bukan?" tanya Reymond


Joice kembali menunduk


"Maafkan aku, selama ini aku sudah mengabaikan mu, dan banyak membuat mu terluka" ungkapan Reymond membuat mata Joice kembali berair


"Tapi kali ini, aku berjanji untuk menjadi calon suami yang baik untukmu" ucap Reymond


Joice terkesiap dengan ungkapan itu. Dia bahkan langsung memandang Reymond dengan lekat


"Tuan..." lirih Joice


Reymond mengusap wajah itu dengan lembut


"Aku dan Clara tidak akan bisa bersama. Kau pasti tahu itu. Hubungan kami hanya sebatas teman dan saudara" ungkap Reymond


"Tapi...bagaimana dengan perasaan tuan" tanya Joice yang sejak tadi hanya diam


"Perasaan ini hanya singgah, namun bukan untuk memiliki. Aku yakin, seiring berjalan nya waktu semua akan berubah" jawab Reymond


"Kau mau membantuku bukan" tanya Reymond


"Membantu apa?" tanya Joice


"Membantu ku melupakan nama Clara dihatiku, dan menggantinya dengan namamu" jawab Reymond. Wajahnya begitu tulus dan meyakinkan, membuat air mata Joice kembali mengalir. Apa dia tidak salah dengar? apa Reymond tidak sedang mempermainkannya?


"Hei kenapa menangis lagi, kau ini seorang agen. Tapi kenapa cengeng sekali?" tanya Reymond yang terkekeh melihat itu, namun dia segera menghapus air mata Joice


Joice mendengus kesal dan memalingkan wajahnya


"Walaupun saya seorang agen, tapi saya tetap seorang wanita. Saya juga punya hati, saya takut tuan hanya mempermainkan saya" ungkap Joice begitu lirih


Reymond tersenyum, dan dia segera menarik Joice kedalam pelukan nya


Joice begitu terpaku merasakan pelukan ini. Hingga membuat air matanya tidak bisa terbendung lagi


"Aku tidak pernah berniat mempermainkan mu sedikit pun Joice. Percayalah padaku, apa yang aku katakan adalah hal yang benar" ucap Reymond


"Tuan serius?" tanya Joice


"Ya, kau juga serius padaku bukan?" tanya Reymond pula


Joice mengangguk dalam pelukan Reymond dan langsung membalas pelukan itu. Membuat Reymond langsung tersenyum dengan hangat. Dia memejamkan matanya dan semakin erat memeluk tubuh Joice.


Ya, mulai sekarang, lupakan cinta nya pada Clara. Masa depan nya adalah Joice, dan Clara, Clara hanya masa lalu yang akan menjadi cerita terpendam nya.


Dia yakin, seiring berjalan nya waktu, semua pasti akan berubah. Joice gadis yang baik, dan dia yakin pilihan ayah nya adalah yang terbaik pula.