ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kemarahan Kenzo



Mata Brian terbelalak lebar ketika melihat beberapa orang berjas masuk kedalam club' nya.


Dia yang sedang minum dan bersantai dengan teman teman nya langsung beranjak dan segera berlari mendekati pria pria berjas itu.


"Tuan Kenzo" sapa Brian menundukan tubuh nya dihadapan pria penuh pesona yang tidak lain adalah Kenzo Barrent dan orang orang nya


"Dimana dia" tanya Kenzo begitu dingin


"Ada diruangan atas tuan, mari saya antar" ucap Brian begitu tunduk dan takut.


Wajah Kenzo begitu kelam, datar dan sangat dingin, hingga mampu membuat lutut Brian bergetar hebat.


Begitu pula dengan para pengunjung disana, mereka yang sedang asik berjoged, bercengkrama, dan bercumbu langsung menghentikan kegiatan mereka masing masing dan memilih untuk diam tanpa berani berkata apapun.


Brian berjalan didepan menuntun langkah Kenzo dan orang orang nya. Dia benar benar takut saat ini, semoga saja adik Kenzo Barrent tidak sedang berbuat aneh aneh saat ini, jika tidak, maka tamatlah riwayat club' nya.


Brian langsung membuka pintu ruangan dimana Clara dan Alena berada. Dan seketika dada Kenzo langsung bergemuruh hebat melihat orang orang yang berada didalam sana tengah berjoged asik bahkan sudah terlihat mabuk. Begitu pula dengan Clara dan Alena.


"Berani nya" geram Kenzo begitu kesal dan murka.


Dia sudah cemas bukan kepalang sepanjang perjalanan tadi, apalagi ketika mendengar dari anak buah yang ditugas kan nya untuk menjaga Alena jika gadis itu pergi ke club' bersama Clara, Kenzo cemas karena dia khawatir jika Alena akan bertemu dengan Mike. Tapi sekarang gadis itu ternyata sedang bersenang senang. Apalagi ketika melihat Alena saling berhadapan dengan Reymond. Alena bergoyang seolah tidak ada beban yang dipikul nya saat ini, membuat Kenzo benar benar meradang.


Brian terlihat menggigit bibir nya dengan cemas karena melihat raut wajah tuan Amerika yang begitu murka itu.


Seorang DJ langsung mematikan musik nya ketika dia melihat Kenzo Barrent masuk kedalam sana. Dia tahu pria itu pasti akan marah sekarang.


"Tamatlah riwayat ku" gumam Brian tidak lagi berkutik disudut ruangan


Clara dan teman teman nya langsung berhenti berjoged saat musik berhenti.


"Hei, kenapa kau matikan musik nya!!!!" Teriak Clara kesal. Nafas nya masih terengah engah saat ini,


David dan Jemmy langsung mundur dengan wajah pucat nya melihat siapa yang datang.


Sementara Selly langsung menepuk bahu Clara yang menatap nya bingung, pasal nya posisi clara dan Alena membelakangi pintu masuk saat ini.


"Apa" tanya Clara , namun Selly langsung memutar tubuh nya membuat Clara langsung terbelalak kaget melihat Kenzo yang sudah berdiri dihadapan nya dengan raut wajah memerah menahan amarah.


"Oh my god. Mati aku" gumam Clara dengan senyum nya yang getir


Reymond berdiri canggung dan langsung menundukan pandangan nya karena tak kuasa menatap lebih lama wajah kelam itu.


Sementara Alena menatap Kenzo tak berkedip seiring tangan nya memegang kepala nya yang terasa pusing sekarang. Dan tentu itu membuat Kenzo Barrent semakin murka


"Clara Barrent, kau benar benar tidak mendengarkan perkataan ku" geram Kenzo menatap tajam Clara yang langsung tertunduk


"Mm ma maaf" ucap Clara terbata


"Kalian seperti wanita murahan sekarang, pulang kau!!!" bentak Kenzo hingga membuat Alena dan Clara langsung tersentak kaget. Begitu juga dengan teman teman Clara yang lain.


Mereka begitu takut sekarang, tidak tahu kenapa kenzo Barrent bisa semarah ini. Biasa nya dia hanya menyuruh Edward yang menjemput Clara jika gadis itu mabuk, tapi sekarang, kenapa dia datang langsung ketempat ini.


"Enzo" gumam Alena dengan takut , namun Kenzo langsung menarik tangan Alena dengan kasar


"Kakak!!" Teriak Clara saat Kenzo menarik tangan Alena dengan cepat membuat Alena terhuyung huyung menahan tubuh nya yang sedang mabuk itu


"Anda pulang bersama saya nona." Kata Edward pula yang langsung menarik lengan Clara, tanpa memperdulikan reaksi teman teman Clara yang mengernyit bingung


Beberapa orang anak buah Kenzo langsung mengambil barang barang milik Alena dan Clara, kemudian langsung berlalu meninggalkan tempat itu membuat semua orang yang berada didalam ruangan dapat bernafas dengan lega


"Om my God, apa aku terlalu mabuk. Apa dia tadi memang Kenzo Barrent?" Racau Kelly yang sedari tadi hanya diam


"Ku rasa kita memang sedang mabuk, tidak biasa nya Kenzo Barrent datang kesini" gumam Selly pula


Reymond terdiam dan masih mematung menatap pintu masuk ruangan itu.


"Apa mereka menjalin hubungan" gumam Reymond. Dia belum mabuk, dan dia sadar sepenuh nya, jadi dapat dia lihat kemarahan Kenzo tadi, dan juga mata pria itu selalu fokus pada Alena, bukan pada Clara, adik nya.


...


Clara sudah ada didalam gendongan Edward, karena memang dia sudah mabuk dan akhir nya pingsan.


Sedangkan Alena masih bertahan ditengah kesadaran nya yang mulai menghilang.


"Oh Ken, kepala ku sakit" kata Alena berusaha melepaskan pegangan tangan Kenzo yang sangat kuat itu


"Itu karena ulah mu sendiri Alena" kata Kenzo menatap Alena dengan kesal


Alena langsung tertawa saat Kenzo menatap nya


"Uuh, kau semakin tampan jika sedang marah" racau Alena dengan tangan yang membelai wajah Kenzo membuat pria itu semakin meradang, karena tahu Alena benar benar mabuk sekarang


"Ayo pulang" kata Kenzo kembali menarik tangan Alena yang mulai kesusahan untuk berjalan. Bahkan dia hampir terhuyung dan jatuh jika saja Kenzo tak langsung menangkap nya.


"Menyusahkan saja" gerutu Kenzo langsung mengangkat tubuh Alena yang langsung melingkarkan tangan nya dileher Kenzo


Brian yang sedari tadi mengikuti mereka nampak terbelalak kaget dengan pemandangan itu. Seorang Kenzo Barrent ternyata murka karena gadis itu, bukan karena adik nya.


"Oh my God. Ternyata benar gadis itu milik tuan Amerika " gumam nya


"Jangan membuat berita apapun tentang tuan Kenzo. Pastikan kejadian malam ini tidak menyebar kemana pun. Jika tidak aku ratakan tempat mu ini" ancam Edward tiba tiba membuat Brian langsung terlonjak kaget.


"Ba baik tuan" kata Brian cepat


Edward langsung menuju mobil nya dan memasukan Clara kedalam sana. Dia benar benar kesal pada gadis itu. Pasal nya setiap mabuk, selalu dia yang menjadi tumbal Kenzo untuk mengurus nya


"Menyusahkan saja" gerutu Edward sembari menutup pintu mobil nya dan berjalan menuju mobil yang membawa Kenzo.


"Baik tuan" sahut Edward


Jack langsung melajukan mobil nya menuju apartemen Kenzo


Dan tidak sampai satu jam kemudian Kenzo sudah tiba diapartemen nya.


Kenzo kembali mengangkat Alena kedalam gendongan nya dan membawa nya menuju tempat nya


"Ken, kau benar benar tampan" ucap Alena yang terus membelai wajah tampan Kenzo


"Diamlah Alena" kata Kenzo namun Alena tidak bergeming


"Aku ingin diam, tapi tidak bisa. Kenapa kau marah marah, kau semakin tampan jika begini" ungkap Alena lagi namun Kenzo masih diam dengan wajah kelam nya


Dia benar benar kesal pada Clara, berani berani nya membawa Alena ketempat seperti itu


"Kau sudah seperti wanita murahan Alena, bergoyang dengan pria, apa kau tidak malu ha" bentak Kenzo dengan nada tinggi sembari menghempaskan tubuh Alena diatas kasur nya


Alena langsung terkesiap kaget dan menatap wajah Kenzo dengan mata yang berkaca kaca


"Kau menyebutku wanita murahan, hiks hiks, kau tega sekali En. Kau tega!!!!" teriak Alena dan mulai terisak


"Lalu apa, kau bergoyang dengan pakaian minim seperti ini. Kau benar benar keterlaluan Alena. Apa itu yang kau bilang ingin mengejar impian mu ha!!" Bentak Kenzo lagi, entah kenapa dia begitu emosi saat melihat Alena berjoged dengan pria tadi, meski dia tahu pria itu adalah teman adik nya dan tidak akan berani berbuat yang tidak tidak, tapi pada Alena, siapa yang tahu.


Alena terlonjak kaget dan langsung duduk dan memeluk lutut nya. Dia kembali menangis pilu disana.


"Aku, aku memang wanita murahan. Aku kotor, dan memang tidak ada lagi yang bisa ku banggakan. Aku murahan, aku murahan" racau Alena menangis pilu dengan wajah yang memerah


"aku murahan!!" Isak nya begitu kuat


Kenzo tertegun mendengar nya. Dia langsung menarik nafas nya dalam dalam, mencoba menenangkan hati nya


Alena menatap Kenzo dengan wajah hancur nya, membuat Kenzo langsung menyadari kesalahan nya.


Alena berdiri dan terhuyung kedepan menabrak tubuh Kenzo yang langsung menangkap nya, namun Alena segera menjauh dan memukul kuat dada Kenzo yang terdiam dengan wajah datar nya, namun hati nya benar benar merasa terusik sekarang


"Kau jahat En, kau kejam!!!" Teriak nya dengan terus menangis memukul dada Kenzo yang masih terdiam.


Alena langsung memeluk tubuh Kenzo dengan lemah


"Dia bilang aku murahan, dan sekarang kau juga bilang aku murahan. Aku juga tidak ingin menjadi wanita murahan. Aku hanya ingin bersenang senang sebentar, apa aku salah. Aku ketakutan setiap saat, aku sedih dan selalu merasa sendiri. Aku hanya ingin mencari kesenangan sebentar. Aku tidak ingin jadi murahan En, aku tidak ingin. Tapi kenapa kau jahat, kau jahat En!!!" Isak Alena lagi


Dia langsung lunglai dan jatuh terduduk dihadapan Kenzo


"Aku memang kotor. Aku kotor, aku hina" lirih Alena tertunduk dengan meremas baju didada nya yang terasa begitu sesak


"Aku ingin pergi saja, aku ingin ikut ibu"


Kenzo ikut berjongkok didepan Alena dan menatap dalam wajah hancur yang tengah mabuk itu.


Dia tahu itu isi hati Alena, karena saat sadar Alena pasti lebih memilih menyimpan sendiri perasaan nya


"Aku hanya ingin menikmati sisa waktu ku, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasa nya bermain sebagai seorang gadis yang tanpa beban. Aku hanya ingin terlihat baik baik saja En.. hiks" ungkap Alena membuat Kenzo langsung menarik Alena masuk kedalam pelukan nya


"Aku janji, aku tidak akan lagi menyusahkan mu. Aku akan pergi jauh setelah menyelesaikan kompetisi itu. Aku janji aku akan pergi, aku akan pergi, aku tidak akan menyusahkan mu lagi. Aku janji, aku pergi. En. Aku pergi" racau Alena membuat Kenzo langsung memejamkan mata nya


"Maafkan aku" kata Kenzo begitu pelan


"Hiks hiks ... Aku akan pergi En" ucap Alena dalam pelukan Kenzo


"Aku ... Huek" Alena langsung menghentikan racauan nya saat perut nya mulai bergejolak, membuat Kenzo langsung melepaskan pelukan nya dan ingin mengangkat tubuh Alena kekamar mandi namun terlambat


Huek


Alena langsung memuntahkan seluruh isi perut nya disana, bahkan mengenai jas Kenzo yang ada dihadapan nya dan juga tubuh nya


Huek


Beberapa kali Alena memuntahkan isi perut nya, namun tak membuat Kenzo menjauh, dia malah membantu memijit tengkuk Alena hingga gadis itu pingsan dalam pelukan nya.


Kenzo menghela nafas sejenak. Dia menatap tubuh Alena yang penuh muntahan dan segera membawa nya kedalam kamar mandi.


Kenzo membaringkan Alena kedalam bak mandi nya. Dan menatap wajah sembab Alena dengan lekat.


Kenzo membuka jas nya dan melemparkan nya sembarang.


Kini dia meraih tubuh Alena dan melepaskan jaket gadis itu. Masih tinggal menyisakan tangtop putih yang ketat, namun sudah berhasil membuat Kenzo meneguk Saliva nya dengan berat.


Tubuh Alena dipenuhi oleh muntahan. Dan mau tak mau Kenzo harus membersihkan nya sekarang.


Dengan menarik nafas dalam dalam Kenzo mulai membuka pakaian Alena satu persatu, hingga kini tinggal menyisakan pakaian dalam nya saja.


Tentu hal itu membuat Kenzo langsung diselimuti kabut gairah


"Sial" umpat Kenzo saat bagian inti nya langsung bereaksi. Apalagi ketika melihat bagian tubuh Alena yang mulus tanpa cela. Membuat fantasi liar Kenzo langsung menerawang sempurna.


Dengan tangan gemetar Kenzo menghidupkan kran air, dan bak mandi itu mulai terisi dan merendam tubuh Alena


Tangan Kenzo mulai mengusap bagian tubuh Alena yang lengket. Dan tentu saja tangan nya langsung menyentuh bagian yang paling menyiksa naluri nya.


Kenzo memejamkan mata nya sejenak dan menarik nafas nya dalam dalam. Nafas nya bergemuruh, bahkan sudah terasa sangat berat sekarang.


Sungguh ini merupakan siksaan bagi seorang Kenzo.