
Keesokan hari nya.....
Alena duduk dengan wajah yang tampak lesu didepan meja yang berada dikamar perawatan Reymond.
Wajah nya tertumpu pada kedua tangan nya, dan pandangan mata Alena menatap nanar ponsel yang sejak tadi selalu berada didekat nya.
Sudah sejak bangun dari tidur pagi tadi hingga saat ini dia hanya fokus pada ponsel nya yang tidak bersuara sama sekali.
Reymond yang berada diatas ranjang nya menatap adik nya dengan bingung. Wajah Alena seperti seseorang yang sedang patah hati saja dimata nya.
"Ponsel itu tidak akan bergerak walaupun kau pandangi berjam jam Alena" ucap Reymond pada Alena yang hanya melirik nya sekilas dan kembali menarik nafas nya yang terlihat berat.
"Hmmhh, aku menunggu nya, tapi sampai saat ini dia tidak ada menghubungi ku" gerutu Alena dengan wajah kesal nya. Sejak semalam Enzo nya tidak ada memberi nya kabar sedikitpun, dan itu membuat Alena khawatir sekaligus resah.
"Ck, kau tahu dia orang yang sibuk. Mungkin saja banyak pekerjaan yang harus dilakukan nya disana" sahut Reymond
"Pekerjaan apa, hanya pembukaan hotel saja, tidak terlalu penting. Apa salah nya menghubungi ku sebentar" gerutu Alena, Reymond langsung tertawa kecil melihat adik kesayangan nya itu
"Baru satu hari tapi kau sudah seperti itu, kau tahu tuan Amerika mu itu bukan seperti pria lain yang bisa punya banyak waktu luang. Kau harus mengerti Alena" ungkap Reymond namun Alena malah mendengus
"Aku akan mengerti jika dia pergi ketempat lain, asal bukan ketempat itu" sahut Alena dengan wajah yang masih terlihat begitu kesal, dia duduk dengan tegak dan menatap Reymond yang masih terbaring ditempat tidur nya
"Kenapa memang nya dengan tempat itu?" Tanya Reymond heran, namun Alena malah melengos dan beranjak dari duduk nya. Alena berjalan menuju tempat tidur Reymond dan duduk disamping kakak nya.
Dia meraih nampan makanan Reymond dan mengaduk aduk isi nya, masih dengan wajah nya yang kesal mengingat Kenzo yang kini berada didekat wanita yang menjadi kekasih nya dulu.
"Dia kesana untuk menghadiri acara pembukaan hotel milik nya dan mantan nya dulu" kata Alena dengan bibir yang semakin mengerucut kesal
"Dia punya mantan?" Tanya Reymond sedikit terkejut
"Apa kakak kira dia seseram itu hingga tidak ada gadis yang dia suka dulu nya" ketus Alena
"Benarkah, tapi kenapa aku tidak tahu" gumam Reymond membuat Alena berdecak kesal
"Untuk apa kakak tahu" tanya Alena pada Reymond yang langsung menarik gemas hidung nya.
"Jelas saja harus tahu. Karena apapun yang dilakukan tuan Amerika itu pasti dunia juga tahu, apalagi jika dia mempunyai seorang kekasih. Tapi kenapa tidak ada yang tahu, bahkan kabar nya juga tidak ada. Dia hanya pernah dirumorkan dekat dengan sekretaris nya saja waktu itu" ungkap Reymond
"Sudah lama, dan memang mereka menjalani hubungan tersembunyi" jawab Alena, dia mulai menyuapkan makanan itu kepada Reymond
"Kelihatan nya hubungan kalian memang sudah begitu dekat" ucap Reymond
"Hmm, dia bahkan sudah meminta restu dari Daddy" ungkap Alena membuat Reymond langsung tersedak makanan nya. Alena langsung memberikan air minum pada Reymond
"Benarkah begitu?" Tanya Reymond tak percaya. Dan Alena hanya mengangguk saja. Dia menatap Reymond yang langsung terdiam dan menarik nafas nya dengan pelan
"Kenapa kak?" Tanya Alena
"Tidak ada" jawab Reymond dengan senyum tipis nya, namun Alena tahu, raut wajah Reymond seketika langsung berubah
"Kenapa kakak seperti keberatan begitu?" Tanya Alena, dan Reymond langsung menggeleng dan tersenyum menatap nya
"Tidak, aku bangga padanya. Itu artinya dia memang benar benar serius padamu. Aku hanya kesal dia tidak meminta restuku" kata Reymond pada Alena yang langsung tersenyum
"Dia pasti meminta restu mu nanti." Ucap Alena dan Reymond langsung mengangguk dengan senyum tipis nya.
Alena kembali menyuapkan makanan nya pada Reymond. Mereka hanya berdua diruangan itu. Kapten Stone sudah pergi kekantor nya untuk membahas masalah pencarian Mike. Dia tidak ingin berlama lama membiarkan Mike berada diluaran dan membahayakan orang lain lagi.
"Oh ya kak" panggil Alena saat Reymond sudah selesai makan
"Kenapa?" Tanya Reymond
"Apa yang terjadi pada kakak semalam sore?" Tanya Alena. Reymond terlihat mengerjapkan mata nya sekilas
"Apa, tidak ada" jawab nya singkat
"Jangan berbohong. Apa yang kakak lakukan bersama Clara, kenapa kakak bisa terjatuh dibawah" tanya Alena penuh curiga
"Tidak ada Ale, aku ingin kekamar mandi, tapi tiba tiba saja pinggang ku sakit dan aku terjatuh" jawab Reymond tanpa ingin menatap wajah Alena
"Benarkah hanya begitu?" Tanya Alena dan Reymond langsung mengangguk
"Iya, kenapa lagi memang nya" jawab Reymond
Alena langsung diam dan hanya menatap Reymond yang terlihat kembali merebahkan tubuh nya perlahan. Seperti nya dia memang menghindari pertanyaan Alena. Dan tentu saja Alena merasa curiga kepada dua orang itu.
Ingatan Alena kembali memutar pada beberapa waktu silam, dimana saat pertama kali dia pergi keclub malam bersama Clara. Disana, Clara begitu terkejut dan menatap nya penuh curiga saat dia dan Reymond telah saling mengenal. Juga pada saat Clara datang bersama Kenzo kerumah ayah nya. Clara dan Reymond terlihat saling pandang penuh arti dan begitu bahagia saat berpamitan untuk keluar berdua pada Kenzo.
Clara juga terlihat begitu panik saat Reymond terluka, bahkan dia sampai menangis begitu kuat melihat Reymond tidak sadarkan diri.
Alena langsung tertegun dengan mulut yang sedikit terbuka. Dia memandang Reymond yang terlihat memejamkan mata nya saat ini.
'mungkinkah mereka saling menyukai' batin Alena
Namun dia kembali teringat, jika Clara juga dekat dengan Edward, setiap apapun yang dilakukan Clara, dia pasti selalu menyebutkan nama pria batu itu, bahkan dia juga melihat Clara memeluk Edward saat dia berada dalam kecemasan nya.
Alena menghela nafas nya sejenak dan menggelengkan kepala nya.
'ck, kenapa jadi memikirkan mereka' gumam Alena. Dia kembali beranjak menuju sofa dan duduk disana. Tangan nya kembali meraih ponsel nya. Dan dia kembali menghela nafas nya dengan kesal.
"Kenapa masih belum ada kabar" gumam nya kesal.
...
Argentina, Buenos Aries ....
Kenzo duduk bersama dengan Cristian disebuah meja yang memang telah disediakan untuk mereka. Dua teman lama itu terlihat saling berbincang hangat membahas tentang proyek yang telah lama mereka kerjakan bersama, dan sekarang proyek hotel mereka sudah menyebar hingga ke beberapa negara.
Acara pembukaan cabang hotel mereka baru saja dilaksanakan. Acara siang itu dihadiri oleh beberapa pebisnis dan orang orang penting dinegara itu.
Dan tentu saja, fokus mereka tertuju pada Kenzo dan juga Cristian yang merupakan bintang nya hari ini. Kenzo sang penguasa bekerja sama dengan Cristian yang merupakan raja bisnis sungguh mampu membuat semua orang menatap kagum dan takjub pada mereka.
Sedari tadi Kenzo tidak henti nya menanggapi berbagai sapaan dan kata selamat dari kolega kolega nya. Dirinya sudah jengah, tapi mau bagaimana lagi, inilah kehidupan nya didunia nyata.
Saat ini, dia baru bisa duduk bersantai bersama Cristian dan istri nya yang baru datang bersama kedua buah hati mereka. Mereka berada disebuah ruangan privat yang dikhususkan hanya untuk mereka.
"Kenapa kau tidak langsung kerumah kami saja Ken?" Tanya Cristian pada Kenzo. Kenzo yang sedang memainkan pipi gembul anak laki laki Cristian yang berada distroller langsung menoleh kearah nya
"Aku tiba hari sudah hampir pagi, dan aku tidak ingin menganggu kalian" jawab Kenzo
"Menganggu apa nya. Kami sudah menunggumu sejak dua Minggu yang lalu" sahut Cristian yang tengah menggendong anak perempuan nya saat ini
"Maafkan aku, ada hal yang tidak bisa aku tinggalkan disana" ungkap Kenzo
"Heh, mustahil. Dulu saja kau bahkan tidak pernah pulang ke negaramu" dengus Cristian membuat Kenzo langsung terkekeh kecil. Dia menoleh pada Angel yang baru datang dari kamar mandi. Wanita itu terlihat semakin mempesona sekarang, penampilan nya juga sangat jauh berbeda ketika masih bersama nya dahulu.
"Itu karena aku mempunyai tujuan" sahut Kenzo pada Cristian
"Hmh, aku rasa memang begitu baby. Seperti nya tuan Amerika sudah mendapatkan secercah cahaya" goda Cristian.
Kenzo hanya tersenyum saja, tangan nya masih asik bermain main dengan anak laki laki Cristian dan Angel, namun fikiran nya malah terkenang dengan wajah gadis cantik yang memiliki senyum yang sangat manis dan begitu indah. Hingga membuat senyum nya semakin merekah.
Kenzo kini menoleh pada Angel yang menatap nya dengan penuh arti. Dan dia tahu tatapan itu, itu adalah tatapan ingin tahu yang besar.
"Kenapa kau bisa berkata seperti itu?" Tanya Kenzo yang kini beralih pada Cristian
"Aku tahu, binar matamu menunjukan perubahan yang besar" jawab Cristian membuat Kenzo kembali mendengus
Dia kembali menatap Angel dengan lekat. Angelina Rossmarry, wanita yang sering dipanggil nya dengan nama, Rose.
Wanita yang telah bertahun tahun mengisi hati nya dahulu. Wanita yang mampu membuat hati nya remuk redam dan tidak berbentuk lagi.
Hanya wanita ini yang mampu membuat nya terbuai dan luluh lantak hingga dia tidak bisa melihat wanita lain dalam waktu yang lumayan lama.
Wanita ini adalah permata hati nya, wanita pertama yang membuat nya mengerti arti mencintai, wanita yang dia perjuangkan dengan segala tetes keringat dan darah nya.
Wanita yang sangat berarti dalam kehidupan nya.
Tapi, itu dulu..
Saat ini, hati Kenzo sudah tidak lagi berdebar melihat wajah itu. Jantung nya tidak lagi bergemuruh melihat senyum nya yang indah. Dan tidak ada lagi rasa sakit ketika melihat dia bersama Cristian.
"Hei, jangan menatap istriku terlalu lama" kata Cristian memecahkan lamunan Kenzo
"Kau masih saja cemburu" ucap Kenzo membuat Cristian langsung mendengus dan menatap nya dengan kesal
"Tentu saja, dia istriku, aku tidak suka jika milikku dipandang terlalu lama" jawab Cristian
Kenzo hanya tersenyum tipis sedangkan Angel terlihat menghela nafas nya dengan pelan. Suami nya memang tidak pernah mengerti dan tidak tahu tempat
"Aku hanya memastikan" ucap Kenzo, Cristian dan Angel langsung menatap kearah nya dengan lekat
"Memastikan apa?" Tanya Cristian heran
"Apa kau sudah bisa memastikan nya?" Tanya Angel pula, dia tahu apa yang dimaksud oleh Kenzo.
Kenzo langsung menatap Angel dan mengangguk pelan dengan senyum tipis nya.
"Ya, aku sudah tahu. Dan aku berterimakasih pada kalian" ucap Kenzo membuat Cristian semakin mengernyit tidak mengerti
"Hei, apa maksud kalian, memastikan apa? Dan berterimakasih untuk apa?" Tanya Cristian bingung
"Aku berterimakasih, karena kalian yang telah membawa nya masuk kedalam kehidupan ku" jawab Kenzo
"Kami?" Tanya Cristian dan Angel bersamaan dan Kenzo langsung mengangguk dan tersenyum lucu melihat wajah bingung pasangan itu
"Ya" jawab Kenzo
Angel dan Cristian saling pandang bingung
"Siapa?" Tanya mereka lagi
"Kalian terlihat sangat kompak" goda Kenzo
"Hei, aku bertanya serius" kata Cristian
"Jika sudah ada waktu, aku akan memperkenalkan nya pada kalian" jawab Kenzo
"Aku harap bukan wanita tangguh lagi" gumam Angel namun Kenzo segera menggeleng
"Aku malah berharap dia mendapatkan wanita yang cerewet, manja dan cengeng" ucap Cristian membuat Kenzo langsung terkesiap menatap nya
"Kenapa?" Tanya Cristian terlihat menahan senyum nya melihat wajah Kenzo yang menatap nya tidak berkedip
"Jangan bilang jika perkataan ku benar" tuding Cristian yang kini sudah tertawa melihat wajah Kenzo yang terlihat tersenyum tipis dan menggeleng canggung
"Nanti kau akan tahu" ucap Kenzo yang langsung memalingkan wajah nya dan menoleh pada anak Cristian yang begitu menggemaskan.
"Hahaha, lihat lah baby, aku rasa dia terkena karma karena sudah meremehkan aku dulu nya" kata Cristian dengan tawa puas nya membuat Angel langsung tersenyum dan menggeleng pelan
"Jika begitu itu lebih baik bukan. Hidup mu pasti akan jauh lebih baik lagi. Tapi aku tidak pernah merasa punya kenalan orang luar Al" ungkap Angel pada Kenzo
"Nanti akan aku kenalkan. Dia menitip salam padamu" ucap Kenzo
"Dia mengenalku" tanya Angel dan Kenzo langsung mengangguk
"Aku semakin penasaran" gumam Cristian dan Kenzo hanya tersenyum saja melihat nya
"Bolehkah aku menggendong nya" ucap Kenzo pada Angel yang langsung mengangguk. Dia langsung beranjak dan mengangkat anak lelaki nya yang baru berusia tujuh bulan itu dan meletakan nya dipangkuan Kenzo.
Tangan Kenzo terlihat begitu kaku memegang bayi laki laki yang terlihat bergerak lincah, mulut nya mengoceh dengan riang, tangan nya langsung menggenggam jari Kenzo membuat pria itu langsung tertawa gemas melihat nya.
"Anak uncle lucu sekali" gumam nya sembari menggoyangkan sedikit kaki nya
"Cepatlah buat yang seperti ini, hidup mu akan lebih bewarna nanti nya" ungkap Cristian
"Masih butuh proses" jawab Kenzo
"Hei, lihat aku" kata Angel tiba tiba, membuat Cristian dan Kenzo langsung menoleh kearah nya yang ternyata sudah memegang ponsel dan mengarahkan nya kepada kedua pria itu
"Ayo senyum" pinta Angel membuat kedua pria gagah itu langsung tersenyum dengan lucu. Angel langsung tertawa lucu melihat dia pria gagah yang menggendong anak bayi. Cristian sudah sangat mahir, sedangkan Kenzo terlihat begitu kaku, bahkan tubuh nya benar benar tidak bergerak sama sekali.
"Hei, kau seperti robot saja" ucap Cristian pada Kenzo
"Aku takut menjatuhkan nya Cris. Kau lihat dia begitu mungil dan sedikit licin" jawab Kenzo membuat Cristian langsung terbahak
"Haha, seperti nya kau memang harus cepat menikah Ken" ucap Cristian
"Jika sudah waktu nya aku akan menikah" ucap Kenzo terlihat menghela nafas nya sedikit
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Angel
Kenzo langsung menoleh pada nya dan tersenyum tipis.
"Tidak ada, hanya masalah kecil" jawab Kenzo
"Jika kau memerlukan bantuan, jangan sungkan untuk mengabari kami" ucap Angel
"Tentu. Tapi aku tidak yakin suami mu ini akan mengizinkan mu untuk bermain lagi" goda Kenzo pada Cristian yang langsung melengos sinis
"Kalian sudah tua, masih saja itu yang dibahas" sahut Cristian kesal membuat Angel dan Kenzo langsung tertawa lucu melihat nya