Orbis Online

Orbis Online
98. Moon Scythe Art Series



Dahi Reus mengerut ketika membaca Quest yang terdapat pada panel Main Story-nya.


   "Ikshan, kau sudah membaca Quest pada Main Story?"


   "Iya, kenapa memangnya?"


   "Apa menurutmu Main Story ini akan sesulit Avora Online dulu?"


Ikshan terdiam mendengar pertanyaan Reus. Memang bukanlah rahasia besar Orbis Online banyak mengadaptasi sistem Avora Online karena banyaknya persamaan antara kedua game ini, pertanyaan Reus pun bisa dianggap berat untuk seorang mantan pemain Avora Online dahulu.


   "Kemungkinannya sih kecil mengingat nama besar game ini sudah sangat melambung."


   "Begitu, ya."


Reus mengusap dagunya mendengar jawaban Ikshan memikirkan beberapa hal yang ia ingat dari Avora Online beberapa tahun lalu, terutama Main Quest-nya yang memiliki kesulitan tidak manusiawi.


Ketika berpikir beberapa saat, Reus membelalakkan matanya baru mengingat sesuatu yang penting.


   "Ikshan, kau dulu bermain Avora Online dan mencapai 36 persen dalam Main Story, bukan?"


   "Ya, ada apa dengan itu?"


   "Apa kau ingat nama antagonis utamanya? Setahuku ketika Main Story terselesaikan sekitar 30 persen maka musuh utama Avora Online akan diketahui."


Ikshan memejamkan matanya mencoba mengingat-ingat kembali ingatannya saat bermain Avora Online dulu. Meskipun ia bukanlah pemain terkuat kedua setelah Reus, ia juga salah satu pemain veteran yang hebat karena bisa melewati Main Story sebanyak 30 persen mengingat pemain Avora Online kebanyakan pensiun sebelum Main Story-nya mencapai 20 persen.


   "Kalau tak salah namanya Avel D'aratia. Ada apa dengan itu?"


   "Ada delapan jenderal utama pasukannya, bukan? Kau ingat mereka?"


   "Ehm... Julius Marc'olg, Coldina Erentus, dan Lucius Maen'ra, hanya tiga jenderal saja yang kuingat."


Mata Reus melebar seketika begitu mendengar nama 'Maen'ra' yang disebutkan Ikshan barusan. Maen'ra bukanlah nama yang asing di ingatan Reus, ia dapat mengingat jelas apa dan di mana ia mendengar nama tersebut.


   'Kalau tak salah, Maen'ra merupakan tuan dari Raevolg, pemimpin monster pada pertempuran di desa Viredeta sebelumnya. Apa dia dalang dari pertempuran tersebut?'


Dahinya mengerut keras mengingat-ingat nama Maen'ra yang pernah disebutkan Raevolg ketika ia menyusup ke dalam desa Viredeta dulu. Walaupun Raevolg dimusnahkan dengan mudah oleh Ramsey, bukan berarti dalang dari pertempuran di desa Viredeta lalu bisa diremehkan.


Di Avora Online, Reus pernah berhadapan dengan salah satu dari delapan jenderal utama Avel sang antagonis utama. Meskipun hanya sekedar game ponsel, Reus bahkan sampai mengulang lebih dari sepuluh kali sebelum akhirnya berhasil mengalahkannya.


Bagi Reus yang merupakan pemain terkuat sekalipun hal itu termasuk pertarungan paling sulit yang pernah ia mainkan selama bermain Avora Online. Jika saja Orbis Online juga mengadaptasi musuh-musuh dari Avora Online seperti kedelapan jenderal utama, maka dapat dipastikan dunia ini akan berubah.


   "Ikshan, apa kau tahu pertempuran besar antara pemain dan monster di desa Viredeta beberapa waktu lalu?"


   "Tentu saja, pemain Orbis Online mana yang tak mengetahuinya?"


Reus memberitahukan seluruh hasil dari pengintaiannya terhadap desa tersebut sebelumnya, termasuk fakta bahwa terdapat nama 'Maen'ra' yang disebutkan oleh pemimpin kelompok monster.


   "Jika Orbis Online mengadaptasi kedelapan jenderal utama Avel dari Avora Online, bukankah itu artinya keadaan Plainfest akan sangat gawat?"


   "Ya, jika hal itu terbukti benar. Masalahnya hanya para mantan pemain Avora Online yang mencapai 30 persen Main Story yang mengetahui hal ini, itupun kalau mereka masih ingat. Untuk pemain lain kurasa mereka takkan percaya begitu saja jika kita membocorkan informasi ini ke forum."


Ikshan mengangguk setuju mendengar pendapat Reus. Avora Online sudah ditutup bertahun-tahun lamanya, sangat sedikit mantan pemainnya yang mengingat bagian-bagian dari game tersebut. Ikshan sendiri merupakan penggemar berat Avora Online, karena itulah ia masih mengingat sebagian besar informasi game gagal itu.


   "Kita butuh bukti untuk menguatkan dugaan ini kalau memang ingin disebarluaskan ke pemain-pemain lain."


Kalimat tersebut membuat keduanya merenung sejenak mencari bukti-bukti yang bisa mereka kumpulkan untuk informasi ini. Meskipun mereka cukup baru dalam Orbis Online, Reus dan Ikshan adalah salah satu pemain veteran dari Avora Online yang memiliki kaitan erat dengan game ini.


   "Sebelum mencari bukti-bukti, kita harus melewati terowongan panjang ini serta bahaya yang ada di dalamnya terlebih dahulu."


   "Benar juga."


Sambil menghela nafas, keduanya bangkit berdiri dan menyiapkan senjatanya masing-masing begitu mendepati mereka telah dikepung oleh sekawanan Snow Troll dan Yeti dari dua arah.


   "Ikshan, kita terobos saja ke depan, lalu usahakanlah pakai skill ber-area damage. Aku akan menyelesaikan sisanya."


   "Siap."


---


Energy Wave (Level 1-1)


Memberi 50% tebasan damage kepada maksimal lima musuh. Jangkauan serang sejauh 10 meter, setiap satu meter akan mengurangi 5% damage


Energy : 100


Cooldown : 15 detik


---


Energy Wave merupakan satu-satunya skill jarak jauh milik Reus selain Hollow Swords. Dengan skill ini ia dapat menebas lima musuh sekaligus dalam jarak 10 meter, ini akan sangat berguna baginya di masa depan.


Ketika kombinasi serangan jarak jauhnya dan Reus mengenai sasaran, Ikshan mengangkat tangan kirinya ke depan dan mengerahkan salah satu skill andalannya.


   "Jamming Ball!"


Sebuah bola listrik berwarna biru gelap terbentuk di telapak tangan kirinya, lalu segera melesat menuju kawanan Snow Troll dan Yeti di depan. Saat menyentuh lawan bola tersebut menyambar semua target yang berjarak lima meter darinya, kemudian memberi status Stun pada mereka semua.


   "Black Form! Sprint!"


Wussh! Zraat!


Dalam sekejap Reus langsung melesat menghabisi lawan-lawannya yang terkena Stun dari skill Ikshan, kemudian dilanjutkan dengan tebasan 360 derajat Fire Circlet yang ia dapatkan sebelum memasuki terowongan.


Jamming Ball merupakan salah satu skill Ikshan yang didapat dari Elemental Rune berelemenkan petir. Skill ini mampu memberikan status Stun kepada musuh yang berada dalam jarak lima meter target utama selama kurang lebih lima detik.


Benar, Ikshan memiliki Elemental Rune sama seperti kedua kenalan Reus lainnya, Dunk dan Lyra. Saat mengetahui hal ini Reus kebingungan, mengapa banyak kenalannya yang mendapatkan Elemental Rune padahal Item ini dinilai sangat langka?


Sprint yang baru saja dikerahkan Reus sendiri adalah skill yang mampu meningkatkan 30% status Dex penggunanya selama satu menit. Skill ini sangat cocok untuk Reus yang menitik beratkan statusnya pada kekuatan dan kecepatan—Str dan Dex.


---


Sprint (Level 1-1)


Meningkatkan status Dex sebanyak 30% selama satu menit


Energy : 50


Cooldown : 5 menit


---


Setelah mengerahkan Fire Circlet, Reus melanjutkan serangannya dengan tebasan kombinasi beruntun antara Swing dan Dragon Smite sampai Energy-nya mencapai angka nol. Hal itu tidak masalah bagi Reus yang kemudian mengambil Energy cadangan dari Energi Stack I serta menegak habais beberapa Energy Potion I dan II.


Kapasitas Energy Reus saat ini cukup besar dibanding pemain dengan kelas petarung fisik, namun ia tidak bisa sembarangan menggunakan Dragon Smite dan skill-skill lain yang mengonsumsi Energy di atas 100 poin. Itu bisa menghabiskan Energy cadangan dan Energy Potion I dan II-nya dengan cepat.


   "Reus, tiarap!"


Mendengar seruan Ikshan, Reus segera melakukan perkataan pemain berkelas Ninja itu.


   "Moon Scythe Art Series : First Form – Crescent Moon!"


Sambil mengucapkan itu, Ikshan melemparkan sabit kusarigamanya yang mengeluarkan cahaya biru muda remang-remang dari samping kanan sekuat tenaga dan membelah dua seluruh monster yang dilewati sabitnya dalam sekejap.


Melihat salah satu skill rahasia Ikshan keluar, Reus tersenyum kecut.


   'Bahkan ia memiliki Series Skill yang dikatakan selangka Ultimate Skill, seberapa hebat sebenarnya dia ini?'


Segera setelah serangan besar Ikshan berakhir, Reus bangkit dan mengerahkan Hollow Swords, lalu membabat habis seluruh monster mob di depannya dengan seluruh kemampuannya.


---


Like dan komen untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍