Orbis Online

Orbis Online
220. Hutang Seharga Langit



   "Maaf atas ketidaksopanan bawahanku."


Hal pertama yang Crystina lakukan setelah sampai di ruang kerjanya adalah meminta maaf kepada Reus, membuat pemuda berambut putih keperakan tersebut sedikit terkejut.


Dia pernah mendengar Crimson Surt, salah satu pemain kuat yang pernah dikabarkan hampir setara dengan Hundred Best Player termasuk orang yang berharga diri tinggi dan tidak mudah menundukkan kepala, namun tampaknya rumor itu sedikit meleset.


   "Tidak perlu meminta maaf, Ketua Crystina. Aku tak begitu memikirkannya."


Crystina tertegun sejenak mendengar perkataan Reus, lalu menghela nafas dan tersenyum kecil sambil menopang dagunya memandang Reus.


   "Sebenarnya aku sedikit bingung kau itu orang yang seperti apa."


   "Maksud ketua?"


Reus memiringkan kepala tidak mengerti arah ucapan Crystina, padahal dia merasa bukan orang yang terlalu sulit ditebak. Ekspresi kebingungan yang terpampang di wajah Reus membuat Crystina semakin penasaran.


   "Beberapa waktu lalu kau menghadapi ratusan hingga ribuan prajurit Lavore Kingdom seorang diri tanpa gentar bagai sesosok iblis, namun sekarang? Kau tidak terlihat seperti 'iblis' yang dirumorkan."


   "Tunggu sebentar, apa maksudmu 'iblis yang dirumorkan'?"


   "Ah, kau tak tahu betapa hebohnya Orbis Forum karena dirimu?"


Setelah mengatakan itu Crystina menunjukkan sebuah panel yang berisi berita panas di kalangan pemain dalam maupun luar game. Dahi Reus mengerut sejenak begitu membacanya.


Dalam berita tersebut diketahui terdapat sekelompok pemain yang mengacak-acak Lavore Kingdom hanya dengan empat orang saja, belakangan diketahui ternyata terdapat dua orang lain yang menyerang istana Lavore Kingdom tanpa diketahui motifnya.


Sekelompok orang ini mengenakan topeng dan jubah tertentu yang mana identitas mereka sebagai pemain berhasil tertutup, tetapi tidak bagi Crystina yang memiliki ciri khas rambut merah menyala dan tanduk Ogre-nya, ditambah Crimson Meteor Greatsword Art Series yang digunakannya saat melawan Xavier sangatlah mencolok.


Berkat itu beberapa saat setelah pertempuran selesai Crystina segera dikerumuni oleh berbagai pertanyaan dari para pemain ketika kabar tersebut beredar luas.


Selain Crystina, ada sesosok pemain yang sama sekali tak dikenal menghadapi seribu prajurit Lavore Kingdom dan berhasil menghabisi puluhan hingga ratusan dari seribu prajurit tersebut seorang diri.


Jika pemain itu adalah Hundred Best Player maka masih bisa diterima, namun tidak ada informasi mengenai pemain yang mendalangi kejadian besar itu sehingga Crystina yang menjadi satu-satunya pemain yang diketahui berada di tempat diserbu segala macam pertanyaan.


   "Yah, itu merepotkan sekali menghalau mereka demi keegoisanmu."


   "Maaf mengenai itu."


Reus tersenyum kering tidak bisa membalas apapun. Dia sebenarnya sudah mengira tindakannya bertempur melawan Lavore Kingdom akan mengguncang dunia Orbis Online sekali lagi sehingga Reus meminta Crystina menutup mulut mengenai identitasnya, tetapi dia tidak mengira akan seheboh ini.


Crystina mengibaskan tangannya menolak maaf Reus. Dia berdiri dan berjalan mendekati jendela, lalu memandang anggota Crimson Castle yang berlalu-lalang sibuk bekerja di luar.


   "Tidak perlu terlalu kau pikirkan, itu permintaan wajar mengingat kau juga memberikan sebagian besar hasil jarahanmu dari pertempuran tersebut kepada Crimson Castle. Berkat itu Legion ini mampu membangun relasi dan mendirikan cabang di Lavore Kingdom."


Senyuman puas tercipta di pinggir bibir Crystina. Sebagai Legionmaster tidak ada yang lebih menggembirakan dari keberhasilan membangun cabang Legion-nya di tempat asing seperti ini.


Reus yang melihat Crystina tersenyum puas terhadap pencapaian Legion-nya ikut tersenyum, dia bisa menilai dalam sekali lihat bahwa Crystina bukanlah Legionmaster kejam seperti Gaia's Tree yang telah dia nyatakan sebagai musuh bebuyutannya.


   "Apa sungguh tidak masalah kau memberikan Equip dalam jumlah besar seperti itu pada kami secara cuma-cuma? Kau mungkin bisa menghasilkan setidaknya setengah sampai satu milyar Byl jika kau jual."


   "Aku memang orang serakah, tapi keserakahan yang terlalu besar hanya akan membawa bencana. Jika aku menjual semua itu maka identitasku pasti langsung ketahuan oleh pembeliku lalu ketua bisa menebak kelanjutannya sendiri."


Mendengar komentar Crystina yang kesekian kalinya, Reus mengangkat bahu sementara gadis Ogre berambut merah panjang tersebut masih merasa tidak enak hati mengambil semua jarahan seharga langit itu.


Sayangnya meskipun Reus berulang kali mengatakan tidak masalah, Crystina masih tidak bisa menerima semua itu dengan gratis. Reus juga tidak menerima pembayaran dalam bentuk Byl untuk semua Equip hasil jarahannya itu.


Ekspresi Crystina masih mengerut saat Reus menghela nafas panjang mengambil keputusan.


   "Baiklah, jika masalah tersebut begitu memberatkan hati ketua, anggaplah ketua Crystina atau Crimson Castle berhutang padaku."


Perkataan Reus segera menarik perhatian Crystina yang kini memasang ekspresi seolah mengatakan 'benarkah?' dengan mata terbelalak.


   "Jika aku sedang dalam kesulitan maka bantulah aku selama ketua atau Crimson Castle mampu. Dengan begitu kita impas, kan?"


Crystina merenung sejenak mendengar tawaran Reus yang sedikit menganggunya, tapi dia juga tidak berhak menolak mengingat Equip yang diberikan Reus bisa dibilang setara dengan kontribusi yang cukup untuk seorang anggota biasa naik pangkat menjadi petinggi Legion.


Crystina menghela nafas sebelum mengulurkan tangan kepada Reus.


   "Sebenarnya aku berencana merekrutmu ke dalam Crimson Castle dan menjadikanmu salah satu petinggiku di kalangan pemain sebagai balasannya, tapi kau pasti akan menolak tanpa pikir panjang."


   "Tentu saja, aku tak ingin terikat dengan Legion manapun untuk saat ini."


Reus meraih tangan Crystina menerima jabat tangan gadis Ogre tersebut sambil bergumam dalam hati.


   'Lagipula, aku mempunyai misi untuk membebaskan Arshwind. Menjadi anggota Legion hanya akan membatasi gerakanku.'


Setelah persetujuan itu Reus dan Crystina berbincang-bincang mengenai beberapa hal, terutamanya menyangkut masalah Order of Chaos yang baru-baru ini terkuak telah mengambil kendali beberapa negara agar mempermudah perang besar di masa depan nantinya.


Crystina menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan perintah untuk menaikkan level dan memberikan pelatihan keras bagi setiap anggotanya agar siap menghadapi Order of Chaos kapan saja.


   "Bagaimana dengan Dunk? Apa dia berlatih keras sejak bergabung?"


   "Oh, kau mungkin tidak akan percaya sepopuler apa dia di tempat ini."


Semenjak Reus dan Ikshan pergi dari Lavore Kingdom, Dunk diajak oleh Ramsey untuk bergabung ke dalam Crimson Castle. Potensinya sebagai petarung jarak dekat dan menengah amatlah tinggi sehingga Ramsey tidak bisa melewatkan kesempatan itu.


Crystina sendiri juga sudah menyaksikan kemampuan Dunk sehingga dia menyetujui saran Ramsey.


Awal Dunk bergabung menimbulkan kehebohan kecil di Legion karena Crystina sendiri langsung menyetujui hal ini dan Dunk sempat menerima banyak penolakan, tentu saja tantangan duel tidak terelakkan.


Meskipun hanya berlevel sekitar 100 Dunk mampu menghadapi anggota Crimson Castle yang beberapa level lebih tinggi darinya berkat kekuatan Elemental Rune elemen apinya, lalu hal ini termasuk salah satu alasan mengapa dia begitu populer sekarang.


Elemental Rune adalah Item langka yang mampu memberikan penggunanya kekuatan sihir berunsur tertentu tanpa harus dibatasi oleh kelasnya, Dunk disambut baik setelah diketahui memiliki kekuatan ini.


   "Lalu alasan lainnya...."


   "Cukup, aku bisa mengetahui alasan itu dari raut wajahmu, ketua."


   "Begitukah? Terima kasih, itu menghemat banyak tenaga mentalku."


Crystina tertawa kering dengan pandangan mata kosong saat berkata demikian. Reus segera mengerti apa yang ingin dikatakan Crystina selanjutnya begitu mengingat kembali wajah Dunk yang begitu rupawan dibanding dirinya.


Benar, wajah tampan Dunk menyihir sebagian anggota wanita dan membuatnya amat populer. Saking populernya Crystina bahkan sempat menerima keluhan mengapa Dunk tidak berada di dalam unit wanita tertentu.


Itulah alasan di balik ekspresi kosong Crystina saat ini.