
Begitu staminanya pulih sebagian, Reus segera memasuki Ruins of Seven Dragon King tanpa keraguan. Dia langsung berhadapan dengan berbagai monster mob yang mendiami Dungeon ini.
Reus mengira semuanya akan begitu sulit mengingat level Dungeon ini di atas 200, namun terlihat jelas bahwa saat ini sudah lebih dari seratus monster berlevel di atas 180-an tewas akibat tebasan pedang Reus.
"Apa aku saja yang terlalu berharap pada Dungeon ini?"
Reus menghela nafas panjang merasa tidak ada perlawanan berarti dari setiap musuh yang mendatanginya, padahal dia sudah cukup berharap Ruins of Seven Dragon King menyimpan musuh berlevel tinggi sehingga dirinya bisa menaikkan level secepat mungkin.
Sebagai salah satu dari sedikit pemain abnormal, sebelumnya saja Reus mampu berhadapan bahkan mengungguli NPC berlevel 250 ke atas pada sekitar level 150-an. Berkat membunuh Naga Undead barusan level Reus meningkat dengan cepat dan memperoleh status yang cukup besar.
Berbeda dari game lain, sistem leveling dalam Orbis Online memang sedikit unik.
Orbis Online masih menganut sistem leveling yang berdasarkan besarnya level serta seberapa jauh perbedaan level pemain dengan lawan, tetapi sistem Orbis Online sendiri tidak terlalu terpaku terhadap level melainkan status pemain.
Setiap kali mengalami kenaikan level setidaknya pemain akan mendapatkan peningkatan status minimal dari kelas yang diambilnya, tetapi status itu sendiri tidaklah bersifat tetap. Dengan mencari dan mendapatkan skill atau titel tertentu, pemain dapat meningkatkan statusnya tanpa menghiraukan level.
Pemain yang mampu meningkatkan statusnya lebih tinggi dari status rata-rata pemain berlevel sama inilah yang disebut pemain abnormal. Kasus ini tidak begitu jarang ditemukan dalam dunia Orbis Online tetapi tak terlalu sering pula terjadi.
Kebanyakan pemain abnormal hanya mampu mengimbangi pemain dengan 10 level di atasnya dalam pertarungan satu lawan satu, paling jauh mungkin tidak lebih dari 50 level dan itupun sudah bisa dibilang luar biasa.
Sedangkan Reus? Pemain yang bahkan dapat menghabisi puluhan NPC dengan rata-rata 50 level di atasnya seorang diri beberapa waktu lalu? Jikapun tidak mendapat begitu banyak exp dari Undead Lesser Dragon sebelumnya sampai hampir naik 30 level sekaligus, Reus masih bisa mengatasi semua lawan seperti ini.
"Meskipun termasuk sulit bagi pemain berlevel 200-an, tapi tak ada yang menantang bagiku."
Reus sekali lagi menghela nafas memandangi deretan mayat monster yang barusan dia bantai sambil mengetuk-ngetukkan sisi tumpul Blackstar pada pundaknya. Dia bahkan tidak perlu menggunakan Black Form ataupun skill Chant lainnya ketika menumpas semua ini.
Saat Reus menghela nafas merasa kecewa, sebuah suara langkah kaki besar terdengar mendekatinya. Dia melirik ke arah langkah tersebut dan dia mendapati sesosok makhluk humanoid bertanduk setinggi dua meter lebih mendatanginya.
"Kau sudah selesai juga rupanya, Bull?"
"Ya, tuan. Saya sudah menyelesaikan tugas yang tuan berikan."
Sosok makhluk tinggi bertanduk tersebut berlutut sebelah kaki di depan Reus memberikan hormatnya.
Benar, dia adalah Bull sang Minotaur, pengikut setia Reus yang dipanggil dari Minotaur's Summon Horn yang secara tidak sengaja didapatkan dari Quest pemusnahan Goblin beberapa bulan lalu.
"Baguslah kalau begitu. Kau boleh kembali."
"Baik."
Tubuh Bull memancarkan cahaya remang-remang sejenak sebelum berubah menjadi sebuah peluit kecil berbentuk semacam banteng yang kemudian dengan cepat diraih oleh Reus.
"Anak ini benar-benar mengerikan."
Reus tersenyum kecut sambil memandangi Bull's Summon Horn yang dia genggam sekarang, tak mempercayai pengikut Minotaur-nya itu mampu menaikkan level secepat ini.
Status
Nama : Bull
Level : 180
Class : Barbarian
Respect : -
Str : 1.900, Dex : 780, Vit : 2.300, Int : 10, Luc : 10
Skill : Smash, Hard Skin, Taunting Roar, Shield Breaker, Heavy Smash, Minotaur's Blood
Mungkin karena efek skill Expert Player yang memberikan bonus exp terhadap penggunanya saat melawan musuh berlevel lebih tinggi berpengaruh kepada bawahan, level Bull bisa meningkat begitu drastis.
"Yah, namanya juga bawahan hasil panggilan. Kurasa tidak perlu terlalu dipikirkan."
Reus menggaruk kepalanya berusaha tak terlalu memikirkan kecepatan kenaikan level Bull yang tak manusiawi, tidak menyadari betapa cepat dirinya sendiri meningkatkan status hingga ke tahap yang kemungkinan besar mampu mengimbangi pemain berkelas Special-Class dengan level awal 300-an.
Dia lalu mengalihkan pandangannya mengamati beberapa ukiran relief pada dinding sekitar berusaha mencari suatu informasi mengenai segel Arshwind di sana.
"Tanpa mengetahui sejarah negeri ini beberapa abad lalu kelihatannya percuma aku mengamati semua relief ini."
Reus menghela nafas sejenak setelah memandangi semua ukiran relief tersebut. Dia tahu terdapat beberapa informasi mengenai sejarah negeri naga pada relief-relief ini, tetapi dia bukanlah arkeolog ahli ataupun sejarawan sehingga tidak bisa langsung memahami sejarah di balik seni pahat ini.
Merasa tidak mampu memahami semuanya dengan cepat, Reus mengambil sebuah Item berbentuk mirip kamera kecil yang dia beli beberapa waktu lalu dari Orbis Forum.
"Memang tidak ada salahnya berjaga-jaga seperti ini."
Reus tersenyum kecut memandang Item tersebut. Itu adalah Photo Taker, sebuah Item yang berguna mengambil gambar di dalam Orbis Online dan menyimpannya, Item serupa dengan Video Recorder yang digunakan Reus ketika menyusup ke dalam desa Viredeta.
Harganya memang tidak semahal Video Recorder, namun tidak terlalu murah juga. Dengan ruang penyimpanan sebanyak 50 foto, sebuah Photo Taker setingkat Low-Equip ini dihargai 3.000 Byl per satuannya.
Reus memotret beberapa relief yang dia pikir mempunyai informasi yang mengenai segel Arshwind.
Setelah puas menyelidiki lorong penuh relief tersebut, Reus melanjutkan langkahnya menyelam lebih dalam menuju penghujung Ruins of Seven Dragon King. Tentu dalam perjalanannya Reus tidak sendirian.
Dia menemui beberapa monster mob penghuni Dungeon. Kebanyakan dari mereka adalah Undead karena Dungeon ini berupa reruntuhan, meski levelnya sama Reus tidak mengalami kesulitan berarti berkat titel Undead Slayer yang meningkatkan daya hancurnya ketika melawan monster jenis Undead.
Titel ini pulalah yang menjadi salah satu alasan terbesar mengapa Reus mampu mengalahkan Undead Lesser Dragon yang menjadi penjaga Dungeon di luar sana beberapa waktu lalu.
Selain Undead terdapat pula monster-monster tipe reptil dalam ukuran raksasa menghadang jalan Reus, seperti Rock Lizard dan Cave Serpent, namun mereka tidak mampu menghentikan langkah maupun pedang Reus yang terayun.
"Swing! Dragon Smite!"
Sambil memutarkan tubuhnya, Reus berhasil menghabisi beberapa Rock Lizard dan Cave Serpent sekaligus dalam satu tebasan.
"Lumayan juga."
Reus bergumam pelan sembari memainkan pedangnya di udara sejenak membersihkan noda darah lawannya sebelum menyarungkannya kembali di punggung. Dia tidak ingin pedang yang dia gunakan kehabisan Durability karena karat yang dihasilkan darah.
Setelah mengetahui rata-rata kekuatan monster penghuni Dungeon ini, Reus memutuskan untuk mengembalikan Blackstar ke dalam Inventory.
Selama ini dia terlalu bergantung pada Black Form yang ada pada Blackstar sehingga seni berpedangnya cukup menumpul belakangan ini, maka dari itu Reus menyimpan Blackstar, Balmung, ataupun senjata berkualitas tinggi lainnya yang dia miliki di dalam Inventory.
Selain Black Form pada Blackstar, Dragon Slayer Sword yang telah berubah menjadi Balmung juga terlalu kuat dan berdampak cukup buruk bagi kemampuan berpedang murninya.
Itulah mengapa Reus menggunakan pedang biasa hasil rampasannya dalam pertempuran di Lavore Kingdom lalu demi meningkatkan kemampuan berpedangnya, sekaligus menghindari penurunan Dur secara drastis pada senjata bagus lain yang mungkin dapat dia jual dengan harga tinggi.
"Kuat saja tidak cukup, aku harus menjadi ahli sebelum menantang Shadow Mountain."
Setelah berkata demikian, Reus mencabut pedangnya lagi ketika merasakan keberadaan beberapa makhluk mendekatinya secara berkelompok.
Benar saja, biarpun cukup gelap Reus dapat melihat segerombolan monster yang berbeda-beda dengan jumlah cukup banyak. Mungkin mencapai 20 ekor jika dihitung secara kasar.
Reus mendenguskan nafasnya tersenyum kecut memandangi sekelompok monster tersebut merasa dirinya diremehkan diserang dari depan begini.
"Tidakkah kalian tahu bertarung secara berkelompok hanya akan merugikan ketimbang menguntungkan dalam ruangan sempit?"
Tanpa menunggu reaksi para monster, Reus maju lebih dulu sambil mengayunkan pedang dan mulai membantai kawanan monster reptil dan Undead di depannya itu.