Orbis Online

Orbis Online
190. Aura Naga



Reus dan Ikshan saling memandang satu sama lain sebelum mengangguk bersamaan.


   "Bisakah kami mendengar tentang Pertapa ini?"


   "Oh, kalian tertarik dengan beliau?"


Strainer kemudian menjelaskan bahwa Pertapa ini adalah sesosok pertapa yang terlampau kuat, menurut kabar dan catatan sejarah yang dimiliki Bailendra Kingdom diketahui Pertapa ini belum pernah mengalami kekalahan, bahkan raja negeri ini sekalipun tak bisa bertahan lebih dari sepuluh serangannya.


Strainer menambahkan sang Pertapa merupakan sosok paling dihormati oleh seluruh penduduk Bailendra Kingdom maupun Menschrein Kingdom. Pertapa ini kabarnya berwujud manusia dan menguasai berbagai sihir mematikan hingga mampu memukul mundur ribuan pasukan kedua negara ini di saat yang bersamaan.


Reus mengusap dagunya sejenak merenungkan penjelasan Strainer mengenai sang Pertapa.


   'Aneh, kenapa orang sekuat mereka tidak dikenal luas oleh pemain?'


Reus menggaruk kepalanya tidak menemukan alasan tepat untuk pertanyaan di benaknya. Butuh beberapa waktu baginya untuk mengesampingkan rasa penasarannya ini dan kembali fokus pada misinya.


Setelah berbincang-bincang sesaat, senjata serta kuda Reus dan Ikshan dikembalikan. Mereka juga diberi surat pengantar agar tidak dicegat terlalu lama di gerbang kota nantinya mengingat penjagaan diperketat, terutama bagi para pengunjung ras manusia.


   "Lalu, tolong kenakan ini di lengan kiri kalian."


Strainer menyerahkan sehelai kain berwarna putih dengan lambang bendera Bailendra Kingdom yang terdapat perekat di setiap ujungnya. Reus dan Ikshan tidak paham kegunaan kain tersebut, tetapi mereka menuruti perkataan Strainer. Mereka mengenakan kain itu di lengan kirinya masing-masing.


   "Kain ini merupakan penanda bahwa kalian bukanlah manusia yang mencurigakan."


Dia sekali lagi menjelaskan bahwa hubungan antara Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom sudah terlampau buruk, prasangka buruk masyarakat terhadap ras manusia di dalam negeri juga meningkat drastis.


   "Jangan pernah lepaskan kain ini dari lengan kalian, lalu berhati-hatilah."


   "Tentu, Kapten. Terima kasih atas peringatannya."


Reus menjabat tangan Strainer ketika berkata demikian, diikuti oleh Ikshan yang kemudian keduanya menaiki kuda mereka masing-masing dan siap melanjutkan perjalanan.


   "Oh ya, terimalah ini."


Sebelum sempat dirinya memacu kuda, Reus menangkap sesuatu yang dilemparkan Strainer kepadanya. Itu adalah sebuah lencana emas sebesar kepalan tangan dengan lambang naga yang membentangkan sayapnya. Reus mengalihkan pandangannya kembali pada Strainer yang kini tersenyum sambil melambaikan tangannya.


   "Jika kalian masih dicegat oleh penjaga gerbang kota atau mengalami masalah karena kalian manusia, tunjukkan saja lencana itu kalau surat pengantar kalian hilang atau tidak efektif."


Reus memandang lencana berwarna emas tersebut sejenak, dia lalu tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Strainer dan anak buahnya.


   "Baiklah, terima kasih banyak, Kapten."


Reus dan Ikshan segera memacu kuda mereka sekencang mungkin menyusuri jalan menuju kota-kota Bailendra Kingdom demi mencari Nocht Alvarion, seorang Dwarf yang menjadi target misi pemberian Aulcrat kali ini.


Saat kedua manusia tersebut telah berjarak cukup jauh dari Strainer dan lainnya, para Lizardmen anak buah Strainer mendekati satu-satunya Lizardmen berpangkat 'kapten' tersebut dengan wajah khawatir.


   "Kapten, apa tidak masalah memberikan lencana tersebut kepada manusia sepertinya?"


   "Kenapa? Kalian meragukan keputusanku?"


   "Ti-tidak, bukan begitu...."


Para Lizardmen tersebut tertunduk merasa tertekan oleh nada suara serta aura yang Strainer keluarkan. Biarpun pangkatnya hanya sebatas kapten dari penjaga perbatasan, kekuatan Strainer tidak bisa dianggap remeh bahkan bagi Reus dan Ikshan.


Strainer menghela nafas panjang mendapati semua anak buahnya itu merasa tidak puas, dia lalu mendongak ke langit sebelum mengangkat suaranya sekali lagi.


   "Kalian sungguh tidak merasakan apa-apa dari manusia itu? Terutama yang berambut perak, namanya Reus kalau tidak salah."


Para Lizardmen saling memandang satu sama lain tidak mengerti maksud perkataan Strainer, lalu ucapan Strainer selanjutnya sukses mengejutkan mereka.


   "Manusia bernama Ikshan itu biarpun levelnya lebih rendah dari kita semua, dia bisa membantai kalian semua tanpa mengalami kesulitan berarti."


Mata mereka terbelalak hebat hingga hampir menculat dari tempatnya. Mereka tidak percaya dengan kata-kata Strainer yang tanpa bukti ini, namun Strainer sendiri berlevel lebih tinggi dari mereka dan telah mengalami cukup banyak pertempuran hingga mampu menilai kemampuan seseorang dengan cermat dalam sekilas saja. Tidak mungkin mereka menolak kenyataan tersebut meski pahit.


Strainer kemudian memandang jalan yang Reus dan Ikshan lalui sesaat sebelumnya.


   "Sedangkan manusia bernama Reus itu, jika dia mau aku merasa dia bisa memusnahkan kita semua tanpa mengalami kerugian besar, bahkan diriku sekalipun tidak terkecuali."


Anak buah Strainer kembali terkejut, kali ini lebih dari sebelumnya. Mereka tidak langsung percaya dengan perkataan Strainer yang mungkin terdengar berlebihan.


   "Ditambah, meskipun manusia dia memiliki Dragon Aura—bahkan mungkin melebihi naga biasa, apalagi Dragonewt yang merupakan keturunan langsung para naga di masa lalu."


   "Semoga saja tidak ada warga yang mencari gara-gara dengan mereka."


Setelah bergumam sejenak, Strainer menghela nafas berat sebelum kembali menjalankan tugasnya sebagai kapten penjaga perbatasan.


***


Beberapa jam semenjak memaju secepat mungkin dari perbatasan, Reus dan Ikshan sampai di sebuah kota namun kembali dicegat oleh penjaga gerbang. Beruntungnya mereka berdua berhasil melewati penjaga tanpa masalah berarti berkat kain putih di lengan mereka serta lencana pemberian Strainer.


Meskipun keduanya mendapatkan tatapan menusuk dari seluruh warga kota maupun penjaga gerbang, Reus dan Ikshan berusaha menahan diri dan tidak menarik perhatian. Kedatangan mereka sebagai manusia saja sudah cukup mencolok, apalagi jika mereka mencari masalah.


Keduanya tiba di sebuah penginapan yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Reus dan Ikshan sudah memutuskan bahwa mereka akan menginap semalam di kota ini demi mengumpulkan informasi mengenai sosok Dwarf bernama Nocht Alvarion yang mereka cari.


   "Biayanya 1.000 Byl setiap orang per malam."


   "Seribu Byl katamu?!"


Ikshan spontan menjerit tidak terima tarif penginapan per orangnya mencapai 1.000 untuk satu malam. Dia sudah berpengalaman berlaman di beberapa kota sebelum bertemu Reus, harga yang disebutkan petugas penginapan tersebut jelas-jelas melebihi bayangannya.


   "Itu harga kamar paling murah untuk manusia sampah seperti kalian."


Petugas tersebut tidak menutupi kebenciannya terhadap manusia, membuat Ikshan semakin kesal. Saat Ikshan hendak membalas perkataan petugas penginapan, Reus menepuk bahunya menyadarkan pria tersebut tentang situasi mereka sekarang.


   "Jangan memancing keributan yang tidak perlu."


   "Tapi—"


   "Tak apa-apa, uang bukan masalah."


Setelah berbicara sebentar Reus berhasil memadamkan emosi Ikshan. Dia lalu mengambil kepingan koin perak senilai 2.000 Byl dari saku dan menyerahkannya kepada sang petugas.


   "Satu orang 1.000 Byl selama satu malam, tidak kurang tidak lebih."


Petugas tersebut menaikkan alisnya seusai menghitung koin pemberian Reus, dia lalu mengalihkan pandangannya kepada wajah Reus sambil tersenyum licik.


   "Baik, berikan aku 200 Byl untuk satu kepala kalian maka akan kulupakan masalah barusan."


Ikshan sekali lagi terkejut mendengar pernyataan sang petugas yang memanfaatkan kesalahannya demi menguntungkan diri. Dia ingin melayangkan protes namun tidak berani mengingat karena dirinyalah hal ini terjadi.


   "Tidak masalah."


Reus mengangguk pelan sebelum menyerahkan 200 Byl tambahan kepada petugas di hadapannya yang saat ini tengah tersenyum lebar menerima dua koin perunggu tersebut. Dia sekali lagi melirik Reus dengan senyuman liciknya, kali ini lebih terang-terangan.


   "Oh tuan manusia, ternyata kau orang yang dermawan. Bagaimana jika kau tambahkan 500 Byl per kepala sebagai pajak khusus untuk manusia?"


Ikshan hampir kehilangan kendali ketika mendengar perkataan si petugas, bahkan Reus yang sejak tadi tenang-tenang saja kini dahinya mengerut hebat.


   "Tuan dermawan sendiri tahu jika saat ini Bailendra Kingdom sedang panas-panasnya berseteru dengan Menschrein Kingdom yang kabarnya hampir menyatakan perang secara terbuka, bukan? Pajak ras sekecil itu tidak masalah bagi tuan yang dermawan ini, benar?"


Sesaat setelah mulut petugas tersebut berhenti bergerak, penjaga penginapan sudah berjalan mendekati mereka disertai senyuman yang serupa. Tentunya dilengkapi dengan senjata di tangan yang siap dimainkan.


Ikshan segera mengambil kuda-kuda bersiaga menghadapi penjaga itu. Mengingat saat ini dirinya sedang berada di negara yang tak bersahabat dengan manusia, dia tidak bisa asal menanggapi serangan. Salah sedikit saja mereka berdua bisa berada di situasi yang sama seperti di Lavore Kingdom sebelumnya.


Ketika senjata Ikshan dan senjata penjaga penginapan sudah hampir dihunuskan, sebuah hawa dahsyat menekan semua yang ada di ruangan tersebut, terkecuali Ikshan yang menyadari keanehan itu. Dia kemudian melirik kepada Reus yang berada di belakangnya.


   "Aku memang berkata 'uang bukan masalah', tapi aku tidak mengatakan 'etika bukan masalah'."


Pemuda berambut perak tersebut memancarkan Dragon Aura disertai Conqueror Aura ke seluruh ruangan yang menyebabkan baik makhluk hidup maupun benda mati terkena efeknya, tentu saja Ikshan yang merupakan rekannya adalah pengecualian.


Baik petugas maupun penjaga penginapan itu mengeluarkan keringat dingin di saat yang bersamaan, terutama si penjaga yang kini terduduk lemas di lantai karena Reus memusatkan Dragon Aura kepadanya.


   "Ba-baik, li-lima ratus Byl per orang se-setiap malam."


Petugas itu buru-buru mengembalikan 200 Byl tambahan yang diberikan Reus sebelumnya tidak berani menerima ditambah harga asli setiap kamarnya, dia lalu memberikan kunci serta lokasi kamar mereka.


   "Terima kasih."


Reus mengambil kunci tersebut dan segera melangkah menuju kamar yang dia pesan diikuti oleh Ikshan yang jantungnya tak bisa berdetak lebih pelan lagi setelah Reus mengerahkan Dragon Aura dan Conqueror Aura bersamaan.