Orbis Online

Orbis Online
84. Keputusasaan Sieg



   "Arrgh!"


Reus terlempar keluar dari kepulan gas racun berkat serangan bertubi-tubi dari Nue. Ia memang mampu menangkis semua serangan Nue, namun staminanya tetaplah terbatas. Sekarang HP-nya sudah berada di bawah 10% dan harus mengonsumsi HP Potion, tapi yang menjadi masalahnya serangan tak kunjung berhenti.


Kali ini sang Nue mengerahkan beberapa peluru angin sehingga membuat HP Reus turun sampai menyentuh 1%, angka yang belum pernah Reus dapatkan sejauh ini pada parameter HP-nya. Pada kesempatan ini Reus segera menegak habis HP Potion II lainnya yang ia ambil dari Inventory, namun Potion tersebut tidak memulihkan lebih dari 40% HP-nya. Setidaknya HP Reus sudah memasuki angka aman.


   "Hah, kelihatannya aku terlalu meremehkan kekuatan Nue berkat pertarungan di Ambora Temple tadi."


Di dalam Ambora Temple tidak ada monster yang mampu membuat Reus bertarung sekuat tenaga sehingga Reus masih terbawa suasana. Reus bangkit dan membentuk kuda-kudanya, namun kali ini konsentrasi dan kewaspadaannya meningkat serta ia sudah memasuki Adrenaline Mode.


Nue memperhatikan itu dari kejauhan dan menembakkan beberapa peluru angin lagi ke arah Reus, tetapi sayang sekali hal yang mengejutkan terjadi. Reus tidak menghindar, ia malah menangkis setiap peluru yang datang kepadanya membuat Nue membelalakkan matanya seolah-olah terkejut.


Tidak seperti melawan Arshwind sebelumnya, musuhnya kali ini masih mungkin dikalahkan jadi Reus menggunakan segenap kemampuan bertarungnya untuk menghadapi Nue. Reus mengambil nafas dalam jumlah banyak dalam satu tarikan mengaktifkan Breathing Power, kemudian melesat lagi ke arah Nue, kali ini lebih cepat.


Reus mengaktifkan Hollow Swords yang sempat menghilang tanpa terpakai lagi dan menyatukannya menjadi satu, lalu menggenggamnya di tangan kiri kemudian mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga pada jalur yang sama disertai Dragon Smite.


   "Double Anchor!"


Zraaat!


Serangan tersebut menimbulkan luka yang cukup dalam pada Nue, namun belum bisa membuat parameter HP-nya menyentuh 50%. Nue mengibaskan ekornya hendak menyerang Reus, tetapi sosok tersebut sudah menghilang dari tempatnya berdiri.


Beberapa meter di atas Nue terlihatlah Reus yang tengah melayang di udara dengan kepala mengarah ke tanah bersiap menusuk secara vertikal. Posisi ini sangat rentan diserang sehingga Nue yang menyadari ini segera melepaskan beberapa peluru angin lagi. Di saat Nue itu berpikir dirinya sudah menang ia dikejutkan dengan gerakan Reus selanjutnya.


Reus menendang salah satu Hollow Swords yang sudah ia siapkan di kakinya dan melesat kencang menuju tubuh Nue mengacaukan timing peluru angin Nue. Seketika itu juga bilah Blackstar masuk seutuhnya ke dalam punggung Nue dan memberikan serangan Critical.


Nue yang merasakan sakit luar biasa di punggungnya itu segera berusaha meronta, namun tentu saja Reus tidak akan melewatkan kesempatan emas ini. Dalam kondisi Blackstar yang masih tertancap di dalam tubuh musuhnya, Reus mengerahkan beberapa Magic Skill yang sudah ia kumpulkan dari Undead Mage sebelumnya.


Dalam satu serangan tersebut HP Nue berkurang drastis hingga di bawah 20%. Reus tidak berniat memberikan serangan menggunakan Magic Skill yang sudah ia kumpulkan, maka dari itu ia mendorong pedangnya ke depan dan membelah dua tubuh bagian belakang Nue.


   "Kwaaaakk!!"


Nue tersebut berteriak sekuat tenaga hingga beberapa saat kemudian nyawanya sudah hilang bersama nafasnya. Reus menyadari pertarungan telah berakhir kemudian duduk di tanah setelah melepas Black Form dan beristirahat sebentar sebelum melanjutkan pencaharian dan pertarungannya melawan Nue.


Reus menghela nafas lega sebelum menjatuhkan tubuhnya berbaring di atas rumput. Ia melihat ke langit, lebih tepatnya awan-awan di atas sana yang bisa berpergian ke mana pun dengan cepat. Ia ingin satu awan yang bisa dinaiki seperti awan k*nt*n milik G*k* untuk alat transportasinya.


Sambil mengeluhkan itu Reus bangkit duduk dan membuat beberapa Potion untuk mengisi ulang persediaannya. Setelah menghabiskan Potion dalam jumlah besar di Chaos Lair, Reus belum membuat Potion dalam jumlah banyak lagi. Setidaknya ia menargetkan 300 Potion sebelum bergerak mencari Nue lain.


***


Semenjak kembali dari kekalahan telak pada Dungeon Limasa, pamor Heaven Throne terus menurun hingga ke titik terendah yang bisa dicapai Legion sekelasnya. Beberapa anggota keluar dari Heaven Throne, namun itu karena masalah kepercayaan anggota baru yang cukup rendah. Tentu anggota-anggota lama Heaven Throne tidak meninggalkan Legion ini dalam masa-masa sulitnya.


Posisi Heaven Throne turun drastis dari yang semula di tempat keempat menjadi posisi kesembilan di antara Legion Top Rank. Kebanyakan anggota Heaven Throne memanglah pemain, namun tidak sedikit pula NPC berkemampuan tinggi yang direkrut ke dalamnya.


Mengenai Full Raid yang dilakukan pada Dungeon Limasa beberapa waktu lalu, Heaven Throne kehilangan sebagian besar NPC papan atas yang membuat mereka juga kehilangan kekuatannya dalam jumlah yang tak sedikit. Bisa dikatakan kekuatan mereka saat ini berkurang sangat banyak, namun dalam persaingan Legion papan atas bukanlah sesuatu yang sepele.


Sebenarnya banyak yang bertanya-tanya, mengapa Heaven Throne bersikeras menaklukkan Dungeon Limasa yang merupakan salah satu Five Great Dungeon bahkan setelah berkali-kali merasakan kekalahan? Jawaban dari pertanyaan itu hanya satu, yaitu keputusasaan yang mendalam untuk mendapatkan Relic.


Sudah cukup lama Heaven Throne berdiam diri di posisi keempat Legion Top Rank dan banyak pemain menganggap Heaven Throne memang sudah bosan dan putus asa dengan posisi ini, namun sebenarnya bukan itu rencana mereka. Mereka sebenarnya menyembunyikan sesuatu dari dunia Orbis Online.


   "Sial, apa kita bisa terus-terusan kalah begini? Apa tak ada jalan keluar?"


Sieg memukul meja dengan penuh emosi ketika Legion-nya lagi-lagi kembali dengan menelan kekalahan besar disertai penurunan kekuatan mereka secara drastis. Kini bahkan mereka tak bisa disebut sebagai Legion Top Rank dan jatuh hingga ke posisi puluhan.


Crown sang wakil ketua Heaven Throne hanya bisa menghela nafas berat tidak bisa melakukan apa-apa terhadap situasi Legion mereka sekarang. Sudah terlalu banyak anggota yang telah meninggalkan Legion, tentu saja ini menjadi masa-masa terpuruk Heaven Throne yang sudah cukup lama termasuk dalam Legion Top Rank.


Sejauh ini Heaven Throne sudah melakukan sekitar empat sampai enam kali percobaan Full Raid pada Dungeon Limasa, hanya saja tak ada satupun yang berhasil dan di Full Raid terakhir semua anggota elit yang dikirim ke sana untuk menaklukkannya termasuk Sieg dan Crown sendiri pun habis dilibas oleh para penghuni Dungeon mengerikan tersebut.


Kekalahan terakhir ini menjadi pukulan keras bagi Heaven Throne karena kehilangan lebih banyak kekuatannya semenjak menempati posisi keempat Legion Top Rank. Alasan mengapa Sieg bersikeras untuk menaklukkan Dungeon tersebut adalah rahasia yang hanya ia dan beberapa anggota kepercayaannya dalam Heaven Throne ketahui.


   "Kalau begini ramalan itu benar-benar bisa terlaksana nantinya."


Sambil mengatakan itu Sieg mengepalkan tangannya keras disertai ekspresi keputusasaan dan kekesalan hati yang mendalam membuat Crown yang berada di dekatnya juga memasang wajah murung. Jika mereka tidak bisa menerobos Dungeon Limasa maka ramalan tersebut akan benar-benar terpenuhi dan misi mereka akan gagal.


Sieg tidak memusingkan masalah gagal atau tidaknya misi yang mengharuskan kehilangan Reward, tetapi yang menakutkan adalah penalty yang dapat merubah dunia ini.


---


Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘