Orbis Online

Orbis Online
137. Jika Ingin Membunuh, Maka Bersiaplah Untuk Dibunuh



Author


Sedikit pemberitahuan kepada seluruh pembaca saya, bukan hanya Orbis Online, saya ingin meminta sesuatu.


Kalau kalian ingin menyumbang kepada saya memalui vote menggunakan poin, lebih baik hentikan saja, tidak ada gunanya menyumbang poin kepada saya.


Kalau memang mau menyumbang pakai koin saja, hanya sia-sia kalian menyumbang poin ke cerita ini karena mustahil bisa masuk ranking, mending kalian vote novel fantasi yg ada di jajaran 100 atas biar gak sia-sia.


Terima kasih atas perhatiannya, enjoy your readings.


PS : catatan author ini diletakkan di atas agar dibaca karena kebanyakan pembaca biasanya mengabaikan catatan ini jika ditaruh di bawah.


###-###


   "Mati kau, sialan!"


Didatangi beberapa pemain sekaligus Reus tersenyum kecil, lalu mengerahkan Sprint melesat secepat kilat menuju tempat mereka, kemudian mengayunkan kedua pedangnya memenggal mereka semua dalam satu ayunan.


   "Apa-apaan?!"


   "Dia mampu menghabisi semuanya dalam sekali tebas?!"


Biarpun sekilas terlihat seperti tebasan biasa, Reus mengerahkan Swing dan Dragon Smite di saat yang bersamaan, mengakibatkan dampak yang begitu besar pada lawannya, apalagi pedang yang ia gunakan untuk memenggal mereka adalah Dragon Slayer Sword, salah satu pedang terbaik miliknya.


   "Sihir! Serang dia menggunakan sihir!"


Salah seorang dari mereka menyuruh para pemain yang mengambil kelas Mage menyerang Reus dengan sihir menyaksikan semua penyerang jarak dekat berhasil dihabisinya dalam sekejap. Tidak butuh waktu lama bagi para pemain berkelas Mage melemparkan beberapa sihir sekaligus pada Reus di waktu dekat.


Reus tersenyum kecil melihat sihir-sihir tersebut terbang menuju arahnya, lalu mengayunkan pedang hitam di tangan kirinya dengan santai, memotong dan melahap berbagai sihir tersebut dalam waktu singkat.


Sekali lagi mereka semua dikejutkan oleh kemampuan Reus yang bahkan mampu menangkis sejumlah sihir tersebut tanpa kesulitan berarti.


   "Laplace Forecast. Mataku bisa melihat semua serangan kalian."


Sesaat sebelum para Mage mengerahkan sihir mereka, Reus lebih dulu mengaktifkan Laplace Forecast dan membaca masa depan selama satu detik ke depan menggunakan 200 Energy, alhasil dia bisa melihat seluruh jalur sihir tersebut sebelum ditembakkan.


   "Ba-bagaimana mungkin?!"


   "Apa dia itu monster?!"


Beberapa di antara mereka jatuh tersungkur ke tanah merasa begitu ketakutan setelah menyaksikan pemandangan yang dirasa mustahil dilakukan oleh seseorang dari dunia nyata.


Sesuatu seperti membelah dan menghancurkan sihir menggunakan pedang seperti aksi Reus barusan memang mustahil dalam pandangan mereka, namun mereka tidak tahu Reus memiliki Laplace Forecast yang mampu memprediksi beberapa detik ke depan serta mampu mempercepat kesadarannya sendiri mengunakan Adrenaline Mode.


   'Biarpun kemampuannya sangat imba, nyatanya Laplace Forecast memakan begitu banyak Energy meski hanya melihat satu detik ke depan.'


Reus ingin tertawa kering setelah menggunakan Laplace Forecast untuk pertama kalinya. Dirinya akui skill ini ini sangat berguna dan imba karena bisa memprediksi masa depan, tetapi bayarannya sendiri tidaklah murah. Dua ratus Energy itu bisa dia gunakan untuk dua kali Dragon Smite yang mampu menyebabkan 1.000% damage pada dua serangan tersebut.


Melihat beberapa kawannya tumbang, beberapa pemain pengguna busur yang sejak tadi bersembunyi di balik pepohonan menunjukkan diri dan sudah menarik tali busurnya siap menghujani Reus dengan anak panah, tetapi Reus jelas tidak membiarkan hal tersebut terjadi semudah itu.


   "Ini kukembalikan serangan kalian!"


Reus kemudian mengayunkan Blackstar menebas udara sambil melepaskan beberapa sihir yang dia serap sebelumnya, menargetkan para pemain tersebut. Beberapa ledakan tercipta akibat sihir yang dilepaskan Reus dan menumbangkan sebagian pemanah itu dalam sekejap.


   "Sihir?! Dia juga bisa menggunakan sihir?!"


   "Swordmage?! Tidak, seorang Swordmage mustahil memiliki kemampuan berpedang yang begitu mengerikan. Swordmage biasanya lebih fokus pada sihir."


Reus tersenyum kecil mendengarkan analisis mereka yang masih samar, tentu mereka tidak tahu bahwa bukan dirinya yang menggunakan sihir, tetapi Blackstar-lah yang menyerap dan mengeluarkan kembali sihir kawan mereka sebelumnya. Tentu dia takkan membeberkan hal ini.


   "Lari! Kita takkan bisa menang melawannya!"


Merasa tidak bisa menang melihat kemampuan yang Reus tunjukkan, mereka memutuskan untuk melarikan diri, namun sayang mereka juga tidak dapat melakukan hal itu.


Ketika mereka berbalik ke belakang hendak berlari sosok Ikshan yang berjubah lengkap dengan topeng di wajahnya telah menghadang jalan lari mereka.


   "Minggir, sialan!"


Saking panik dan ketakutannya dengan kemampuan Reus yang begitu mengerikan, salah seorang dari mereka mengangkat senjata berniat menebas Ikshan, tetapi belum sempat mengayunkan senjatanya pemain itu terjatuh ke tanah bersama seluruh pemain yang berusaha melarikan diri.


Terlihat sesuatu seperti rantai berwarna biru semi transparan melilit kaki mereka, menyebabkan mereka semua jatuh di saat yang bersamaan.


   "Kalian takkan bisa kabur dari Astral Chain-ku."


Ikshan menyunggingkan senyum kecil pada bibirnya melihat semua lawannya terjatuh begitu saja seperti orang idiot.


Selama berlatih di bawah bimbingan Randolf, Ikshan tidak hanya melatih kemampuan kusarigamanya, tetapi juga beberapa kemampuan baru yang diajarkan oleh Randolf, salah satunya adalah Astral Chain ini.


Astral Chain mempunyai kemiripan dengan Hollow Swords milik Reus yang menciptakan lima bayangan pedang berkekuatan 50% dari pedang utamanya, hanya saja Astral Chains berbentuk rantai dan tidak terbatas dengan senjata yang ia gunakan.


Ikshan dapat memanipulasi panjang rantai ini dengan menambahkan lebih banyak Energy, lalu kekuatannya juga tidak kalah jauh dari skill Swing milik Reus. Dia juga menambahkan beberapa cabang rantai yang mengikat seluruh tubuh mereka sehingga tidak bisa bergerak.


   "Bagus, Ikshan. Dengan begini mereka tidak bisa lari."


Reus tertawa keras menyaksikan inisiatif Ikshan yang sangat memudahkannya menghabisi mereka semua.


   "Tu-tunggu, bukankah kau menyatakan kau akan datang sendiri di Orbis Forum?! Kenapa dia bekerja sama denganmu?!"


   "Hmm? Kapan aku mengatakan aku akan datang sendirian?"


   "Kau menulisnya di kolom komentar topik pembicaraan semalam!"


Tidak terima dengan kerja sama Reus dan Ikshan yang tak pernah diduga, salah seorang berusaha mengingatkan Reus tentang topik itu. Mereka yang terlilit rantai tersebut mengangguk cepat setuju dengan pernyataan tersebut.


Reus sendiri menggaruk kepalanya pura-pura kebingungan tidak merasa menyatakan hal semacam itu, namun di dalam hati Reus berusaha menahan senyumnya agar tidak merekah di bibirnya. Dia tahu itu hanyalah akal-akalan mereka agar diampuni.


   "Reus, kenapa kau tidak memeriksa kolom komentar topik itu?"


   "Oh, benar juga."


Menanggapi saran yang diberikan Ikshan, Reus segera membuka Orbis Forum melalui internet yang hanya dirinya yang dapat melakukan hal tersebut di antara mereka semua, membuat musuh-musuhnya terbelalak hebat.


Hanya pemilik Solid Gear Ultimate Edition yang mampu membuka internet langsung dari dalam game, mereka semua tahu akan hal itu, tetapi tidak percaya bahwa pemain bertopeng tengkorak itu memiliki Solid Gear yang hanya diproduksi 100 buah setiap negara.


Tentu Ikshan mengetahui hal ini, dia juga sadar para pemain ini berusaha menipu Reus agar nyawa mereka terselamatkan, namun sayangnya hal itu takkan terjadi.


   "Mungkin yang kalian maksud adalah komentarku yang ini?"


Reus menunjukkan layar semi transparannya itu pada mereka semua yang mana membuktikan pernyataan mereka tidak benar. Keringat dingin segera mengaliri tubuh mereka merasa takut terkena penalti kematian.


Seusai menunjukkan layar itu Reus menutupnya, lalu mengerahkan Hollow Swords, menciptakan lima pedang berwarna hitam semi transparan yang melayang di sekitar punggungnya. Pedang-pedang tersebut kemudian bergerak mendekati beberapa targetnya, satu pedang satu orang.


Biarpun kekuatan Hollow Swords hanyalah 50% dari pedang utama, pedang yang digunakan Reus sebagai senjata utama adalah Dragon Slayer Sword yang termasuk Ultra-Equip. Sekali pedang tersebut menghujam ke tubuh maka HP mereka bisa turun secara perlahan hingga akhirnya menyentuh angka nol jika tidak disembuhkan.


Reus memang terlihat kejam karena tidak ingin mengampuni mereka semua, tetapi mereka hanyalah pemain. Jika mereka mati maka mereka akan hidup lagi tak lama kemudian, beda ceritanya kalau mereka adalah NPC.


   "Kalian semua menyerangku dengan niat membunuh, mengapa kalian malah merengek meminta ampunan? Jika ingin membunuh maka bersiaplah untuk dibunuh."


Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, Reus menghujamkan kelima pedang Hollow Swords tersebut, lalu menarik dan mendorongnya lagi pada target lain. Mereka yang sudah kehabisan HP langsung terpecah menjadi ribuan butir pixel biru.