Orbis Online

Orbis Online
164. Kesepakatan Dua Orang



Alis Reus terangkat ketika mendapat tantangan berduel dari pria botak yang tengah murka sambil menunjuk dirinya.


   "Kau ingin berduel denganku? Dengan levelmu sekarang?"


Reus tidak langsung terbawa emosi melihat Bradley melainkan hanya bertanya memastikan.


   "Dengan levelku sekarang? Sombong sekali untuk seseorang berlevel 150-an! Aku berlevel 220, aku lebih kuat darimu!"


   "Apa level bisa menentukan kuat atau tidaknya seseorang?"


Alis Bradley berkedut dipenuhi kemarahan. Dia ingin sekali menghajar Reus karena mulutnya begitu tajam dan arogan baginya, namun sebelum sempat Bradley bergerak aura tak mengenakkan mulai terasa dan meraba punggungnya.


Keringat dingin mulai menetes satu demi satu sebelum menoleh pada Crystina yang tengah memandanginya dengan tajam.


   "Bradley, duduklah. Tidak perlu ada kekerasan yang tak perlu di tempat ini."


   "Ta-tapi ketua, dia—"


   "Bradley!"


Bradley ingin berkata lebih jauh tetapi Crystina melarangnya. Dia akhirnya duduk sambil menggigit bibir dan memandang Reus penuh kebencian.


   "Maafkan aku soal anak buahku. Dia adalah NPC yang tidak terlalu mengerti tentang konsep level kita para pemain."


   "Tidak masalah, aku mengerti. Aku juga mempunyai beberapa kenalan NPC."


Reus tersenyum pada Crystina tidak mempermasalahkan konfliknya dengan Bradley yang hampir meletus menjadi adu kekuatan. Dia sedikit banyak memahami bahwa bagi kebanyakan NPC, level adalah segalanya dibanding status.


Crystina menghela nafas merasa lega tidak ada konflik berdarah hari ini. Dia tidak ingin menjadikan pemain abnormal seperti Reus sebagai musuhnya, dia lebih ingin menjadikan Reus sebagai anak buah atau setidaknya rekan kerja sama.


Dalam sekali lihat serta benturan Dread Aura-nya dengan aura Reus beberapa waktu lalu, Crystina bisa merasakan kekuatan Reus tidak bisa diukur hanya menggunakan level. Crystina menduga bahwa Reus adalah salah satu pemain abnormal yang langka dan dia tidak salah.


   "Baik, kembali ke masalah sebelumnya. Apa ketua Crystina menerima tawaranku? Pedang ini bisa menjadi milikmu asalkan bersedia memenuhi tawaranku."


Reus mengelus bilah bidang Great Grega sambil tersenyum pada Crystina.


Crystina tersenyum pahit menanggapi perkataan Reus.


   "Pedang itu lebih baik dari Griselga's Fang dan termasuk salah satu Ultra Equip yang langka, bagaimana aku bisa menolaknya? Kau sengaja memanas-manasiku, ya?"


   "Ya, kira-kira begitulah."


Reus mengangkat bahunya sebelum tertawa kecil kemudian diikuti oleh Crystina. Dia menandatangani secarik kertas berisi perjanjian yang diberikan Reus sesaat sebelumnya. Ini diperlukan agar Crystina atau anggotanya tidak melakukan hal yang tak diinginkan.


   "Baik, kesepakatannya telah ditandatangani. Silahkan Great Grega-nya."


Setelah menerima kembali surat perjanjian tersebut, Reus memberikan Great Grega kepada Crystina. Pemain berjulukan Crimson Surt itu sedikit terkejut ketika menopang berat Great Grega secara langsung, tidak menyangka senjata ini lebih berat dari perkiraannya.


Level Requirement Great Grega memang berlevel sekitar 240 namun Crystina berlevel di atas 300-an. Tidak ada kendala baginya untuk langsung menggunakan pedang tersebut sesudah menyesuaikan diri beberapa saat.


   "Sekarang bisakah kita membahas rencana yang kumiliki?"


Reus tersenyum masam melihat Crystina yang begitu terlena oleh wujud Great Grega yang begitu megah dan garang. Crystina baru tersadar ketika Reus memanggilnya setelah berselang beberapa saat.


Selagi Crystina menahan Xavier, Reus akan mengatasi lawan lain yang mungkin akan mengganggu petarungan mereka bersama Kynel dan Dunk.


   "Reus, bagaimana denganku?"


Ramsey menunjukkan wajah sedikit cemberut belum mendapat bagian secara langsung sejauh ini.


   "Ah, tenang saja Ramsey, kau mendapat bagian paling fatal dan seru."


Reus tersenyum lebar diiringi perasaan antusias Ramsey yang kini membesar. Reus menjelaskan bahwa Ramsey akan pergi ke istana bersama Ikshan untuk mengambil kembali Blackstar yang tersimpan di dalam ruang harta di bawah tanah.


Ikshan pernah mencobanya namun gagal karena terdapat beberapa Elite Knight berlevel tinggi menyerangnya mendadak, tetapi Ikshan mengatakan dirinya sempat melawan balik cukup sengit.


   "Ngomong-ngomong, berapa level Ikshan yang kau maksud ini?"


   "Aku tidak tahu pastinya karena tidak bertanya atau menyelidikinya lebih jauh, tetapi kurasa sekitar 170 atau 180-an. Tidak jauh berbeda denganku."


Wajah Ramsey sedikit berubah, begitu pula Crystina dan Bradley yang mengerutkan dahi cukup hebat. Pemain berlevel 170 atau 180 bisa menandingi beberapa Elite Knight yang biasanya beranggotakan NPC berlevel di atas 200? Itu kurang masuk di akal mereka.


Meskipun belum melihat kemampuan Reus dan Ikshan dalam pertempuran sesungguhnya, mampu melawan balik begitu banyak musuh di atas level mereka sendiri sudah menunjukkan bahwa kemampuan keduanya bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.


Bradley sekalipun yang sempat murka dan menantang Reus kini sedikit menyesal telah bersikap demikian. Jika Reus sungguh memiliki kemampuan yang mampu memukul mundur pasukan Lavore Kingdom seorang diri di levelnya sekarang, maka dirinya tidak akan bisa bertahan lebih dari sepuluh menit berduel melawan Reus.


Reus kemudian menjelaskan kepada Crystina bahwa Xavier merupakan pengguna pedang satu tangan dengan sebuah tameng, kelasnya menurut orang itu sendiri adalah Paladin of Light. Xavier juga memiliki Series Skill yang hebat dilengkapi serangan mengandung elemen Light.


   "Kau mengetahui ini seakan kau sudah pernah menghadapinya."


   "Ketua, aku memang pernah menghadapinya namun sangat disayangkan aku yang kalah."


Reus tersenyum kecut mengingat kembali pengalaman itu, sementara Crystina dan lainnya kini memandang Reus seperti melihat orang gila. Bagaimana bisa pemain berlevel 150-an menang melawan NPC dengan level dua kali lipatnya sendiri? Itu yang mengisi benak mereka.


   "Oh, aku juga sempat memberikan serangan yang cukup berdampak baginya di saat-saat terakhir. Kalau saja dia tidak mengonsumsi Potion tingkat tinggi untuk menyembuhkan diri maka kekuatannya saat ini tidak setinggi terakhir kali."


Reus ingat benar bahwa NPC bukan seperti pemain. Ketika NPC terkena luka yang bisa menimbulkan cacat permanen maka luka itu akan tetap ada terkecuali NPC tersebut mengonsumsi Potion atau menerima sihir penyembuh tingkat tinggi.


Mengingat jabatan Xavier yang merupakan pemimpin Elite Knight Lavore Kingdom sekaligus orang terkuat di seluruh negeri ini, tidak terlalu sulit bagi Xavier mendapatkan perawatan terbaik untuk menghindari kematian atau sekedar luka dalam parah.


   "Baik, akan kuusahakan menahan Xavier sesuai arahanmu. Ramsey juga akan bertindak sesuai arahanmu."


   "Terima kasih, ketua. Mungkin Great Grega saja tidak akan cukup untuk membayarnya namun jika nanti aku mendapat Equip bagus dari para prajurit, aku bisa memberikannya utuk mengembangkan kekuatan Crimson Castle lebih jauh."


   "Benarkah? Kalau begitu aku berharap tinggi darimu."


Reus dan Crystina berjabat tangan sambil tersenyum puas setelah mengakhiri percakapan di antara mereka.


Crystina mengarahkan rombongan berzirah yang ternyata merupakan anggota Crimson Castle untuk kembali ke Redgard agar tidak membuat masalah yang tidak diperlukan. Dia tak ingin seluruh Crimson Castle terlibat dalam perang melawan satu negara ini melainkan hanya dirinya sendiri.


Awalnya mereka menolak perintah itu tetapi setelah Crystina mengeluarkan Dread Aura, mereka tak punya pilihan lain selain kembali ke Redgard.


   "Baiklah, kita akan melaksanakan rencana menghancurkan negeri busuk ini dalam beberapa hari setelah semua persiapan selesai."


Reus tersenyum selebar mungkin setelah berkata demikian.