Orbis Online

Orbis Online
45. Serangan di Redgard



Dengan kemunculan Gigantic Wormtail yang menjulang setinggi 20 meter dari tanah dan memiliki lingkar tengah kurang lebih 10 meter, para penduduk NPC Redgard paniknya bukan kepalang. Mereka langsung berlarian mencari tempat aman, namun hal itu ternyata tidak diperbolehkan oleh sang monster.


Gigantic Wormtail membuka mulutnya yang dipenuhi ratusan gigi-gigi kecil nan tajam dan mengeluarkan muntahan monster-monster mob tipe serangga dengan level minimal 50 dan maksimal 90. Tentu para NPC yang sedang panik berlarian menyelamatkan diri menjadi bual-bualan monster-monster mob serangga ini.


Gigantic Wormtail sendiri merupakan salah satu monster mob berlevel paling rendah 90-an, berwujud cacing tanah raksasa yang tak memiliki mata. Meskipun begitu, Gigantic Wormtail yang menyerang kota Redgard sekarang adalah Gigantic Wormtail dengan level 160-an.


Keistimewaan Gigantic Wormtail adalah skill khususnya yang dapat membuat belasan party kerepotan sekaligus, yaitu Larger Belly. Skill ini memungkinkan Gigantic Wormtail memakan apapun dan menyimpannya di dalam perut, lalu ia bisa memuntahkan atau mengeluarkan yang sudah ia makan dengan bebasnya.


Dalam hal ini, Gigantic Wormtail pasti sudah memakan ratusan—tidak, ribuan monster mob tipe serangga yang disimpan di dalam perutnya. Skill Larger Belly ini sangat efektif dalam membuat serangan mendadak seperti sekarang, namun ada batasan tertentu yang membuatnya tak bisa menyimpan sesuatu yang lebih tinggi dari levelnya sendiri.


Para pemain yang berada di dekat lokasi kejadian segera bergegas pergi untuk melawan dan menahan persebarang monster mob tipe serangga yang dikeluarkan oleh Gigantic Wormtail, namun saking banyaknya jumlah monster-monster kecil ini mereka tidak bisa menahannya semua.


Kebanyakan dari pemain-pemain yang berpartisipasi ke dalam urusan ini adalah mereka yang memiliki level di atas 80 dan sudah mengubah kelas Bronze-Class-nya menjadi Silver-Class. Benar, Class Up.


Class Up adalah sistem Orbis Online yang mampu mengubah kelas pemain menjadi kelas tingkat lanjutannya tanpa mempengaruhi level. Class Up sendiri pada umumnya meningkatkan kelas pemain menjadi kelas yang lebih tinggi dan lebih kuat dari sebelumnya, lalu memperbanyak perkembangan pemain.


Melalui Class Up pemain bisa berkembang menjadi pemain yang tidak lagi terlalu terikat pada kelas sebelumnya. Jika ada seorang pemain yang memiliki kelas Swordsman dan mengambil Swordmage sebagai target Class Up-nya menuju Silver-Class, maka ia bisa lebih berkembang menjadi Mage daripada hanya sekedar Swordsman.


Ingat tentang skill yang terkandung di dalam Class Necklace? Ya, Class Necklace akan memberi skill-skill dasar kelas yang akan diambil nantinya. Jika pemain kelas Swordsman mengambil Swordmage Class Necklace, maka ia bisa mendapatkan skill Magic Arts yang merupakan skill dasar dari Mage dan meningkatkan level skill Sword Arts-nya secara bersamaan.


Itulah keuntungan dari mengambil kelas tingkat atas yang merupakan kelas gabungan.


Biasanya Class Up untuk Bronze-Class menuju tingkat Silver-Class akan bisa diakses oleh pemain maupun NPC ketika mencapai level 80, namun beberapa pemain tertentu berhasil mendapatkan kesempatan ini ketika masih berada di level 70-an.


Dirumorkan kalau Class Up tidak bergantung pada jumlah levelnya, tapi pengaruh penguasaan skill dan tingkat status seorang pemain. Pemain yang berhasil mendapatkan Class Up lebih awal sendiri mengatakan kalau mereka memiliki cara tersendiri untuk memperoleh akses khusus ini, tapi mereka semua mengonfirmasi bahwa bukan dari Item ataupun hasil dari membeli barang.


Satu jawaban yang sama dari mereka adalah 'kemampuan, usaha, dan keberuntungan'.


Hal ini sangat menggema di hati para pemain saat semua pemain yang mendapat akses Class Up khusus diundang oleh salah satu acara pada Orbis Channel. Banyak pemain yang termotivasi dengan satu kalimat itu, tapi hampir tidak ada lagi yang berhasil mendapatkan akses Class Up khusus ini setelah hal itu terjadi.


Banyak spekulasi dari pemain bahwa pihak Deraft Corporation yang sebagai pengembang membatasi akses Class Up khusus ini, namun semua spekulasi tersebut ditolak mentah-mentah oleh tim pengembang inti yang mengetahui seluk-beluk Orbis Online secara sempurna.


Kembali ke topik.


Gigantic Wormtail dan pasukan monster mob tipe serangganya sudah berhasil menghancurkan hampir satu per lima dari kota Redgard, hal ini membuat para pemain dan NPC perlahan-lahan menjadi putus asa.


Meski Redgard's Defensive Army—pasukan pertahanan NPC kota Redgard—datang membantu, mereka tak bisa berbuat banyak karena hampir semua prajurit NPC-nya rata-rata berlevel 40-an. Dengan level serendah itu, tentu mereka takkan bisa memberi banyak bantuan kepada para pemain. Sebaliknya, mereka hanya beban berat dan merepotkan.


   "Scott, jaga belakangku!"


   "Mudah sekali kau bicara seperti itu, bajingan kecil! Aku juga sedang sibuk tahu!"


   "Aku lebih sibuk daripadamu tahu!"


Di tengah pertempuran para pemain dan NPC melawan serangan monster mob tipe serangga dan Gigantic Wormtail, terdapat sepasang pemuda yang tengah kewalahan menghadapi kerumunan monster-monster serangga di depannya.


Salah satu pemuda itu berambut cokelat pirang pendek, bermata merah, mengambil ras manusia, dan berkelas Swordwielder—kelas lanjutan Swordsman tingkat Silver-Class. Ia sedang menggenggam pedang berbilah duanya dan mengayunkannya menebas setiap monster yang bisa ia tebas dalam jarak serangnya.


Sementara si pemain berkelas Swordwielder mengatasi kerumunan monster dari jarak dekat, pemain yang ia ajak bicara tadi menarik dan melepaskan beberapa anak panah sekaligus mengenai sejumlah monster mob di dekatnya.


Pemain ini memiliki rambut hijau cerah, bermata hijau gelap, badan yang cukup tinggi dan langsung, lalu bentuk telinganya yang sedikit panjang dari manusia biasa. Ya, pemain ini mengambil ras Elf dan kelas Sharpshooter—kelas lanjutan Archer tingkat Silver-Class.


   "Sialan, mereka tak ada habisnya oi! Cross Frontier!"


Drank menggunakan salah satu skillnya yang bernama Cross Frontier, skill yang membuat tebasan berbentuk X di udara secepat mungkin dengan satu pedang menghancurkan musuh yang ada di hadapannya. Sayang sekali, hal tersebut tak begitu berpengaruh karena kuantitas musuh yang terlalu mengerikan.


   "Cih, Multiple Blazing Arrow!!"


Scott yang berada di atas atap sebuah rumah juga tak mau kalah dari Drank sehingga mengeluarkan salah satu skill andalannya yang membuat belasan musuh tumbang, Multiple Blazing Arrow.


Sebenarnya skill ini bukanlah skill resmi, tapi skill gabungan dari Multiple Arrow yang bisa melipat gandakan jumlah anak panah hingga sepuluh kali lipat dan Blazing Arrow yang membuat anak panah terbakar api menghasilkan damage lebih besar.


Benar, bukan Reus sendiri yang sudah menyadari kalau skill di dunia Orbis Online bisa diubah. Selain Reus, Scott juga berhasil mendapatkan titel Skill Modifier yang dikarenakan berhasil mengubah dasar suatu skill menjadi skill lain yang diluar sistem. Itulah yang disebut Skill Modifier.


Usaha kedua pemain tersebut memang sudah sangat baik dalam kondisi normal, tapi untuk kondisi abnormal seperti ini hal tersebut tidaklah cukup untuk menahan apalagi memukul mundur monster-monster ini.


Mereka secara perlahan-lahan kehilangan harapan dan semangat juang sampai ingin menyerah, namun di saat itu juga sebuah gelombang tebasan api muncul dari belakang dan menghanguskan sepertiga musuh yang sedang mereka lawan. Keduanya yang sangat terkejut melihat hal itu sontak menoleh ke belakang.


Di sana terlihat seorang wanita dengan ras Ogre, setinggi kira-kira 180 sentimeter, membawa sebuah pedang besi raksasa di atas pundaknya, dan beberapa orang yang terlihat mengikutinya dari belakang.


   "I-itu..."


   "Pa-pasukan bantuan dari Crimson Castle? Dan lagi yang memimpin adalah Crimson Surt!?"


Kemunculan Crimson Surt—a.k.a Crystina yang merupakan ketua Legion Crimson Castle—beserta anggota di belakangnya membuat Scott dan Drank mematung. Mereka tidak tahu harus berkata apa, tapi mereka benar-benar terkejut menyaksikan epic entrance dari Crystina dan kawan-kawan.


Di barisan paling depan, Crystina mengibaskan tangan kirinya ke luar dada sambil berteriak memberi arahan.


   "Semuanya berpencar ke seluruh penjuru kota! Habisi semua monster serangga yang menyerang Redgard!"


   ""Siap!!""


Dalam satu perintah saja, semua orang yang berada di belakang Crystina melompat dan berlarian ke san kemari menuju hampir segala arah. Hanya dalam kurang lebih setengah menit, tempat tersebut sudah kosong dari pemain yang merupakan anggota Crimson Castle yang mengikutinya dari belakang.


Crystina pun maju mendekati Drank yang terlihat babak belur di depan kerumunan monster serangga. Ia pun juga melihat ada Scott yang sudah berjuang keras melawan dan membantu mengurangi monster-monster mob ini.


   "Kerja bagus, kalian bisa istirahat. Meski kalian kelihatannya bukan anggota Crimson Castle, pergilah ke gedung Legion kami dan beristirahatlah di sana sebentar."


Sambil mengatakan itu, Crystina menatap para monster-monster mob tipe serangga di depannya dengan sorot mata mengerikan. Hal itu membuat semua monster di sana berhenti bergerak sekana membeku di tempat.


Karena tidak kuat lagi menahan gempuran monster sejak tadi, Scott dan Drank menuruti perintah Crystina. Mereka mundur sekaligus melarikan diri dari tempat tersebut secepat mungkin diakibatkan perasaan takut mereka terhadap Crystina.


Crystina sendiri mengeluarkan senyum mengerikan sembari menatap para monster-monster mob yang merupakan musuhnya.


Ia melompat tinggi ke atas, lalu mengayunkan pedang raksasanya secara vertikal membuat tanah di sekitar hancur dan monster-monster mob tipe serangga di sana mati dalam sekali serang. Itu adalah salah satu serangan mematikan milik pemain wanita yang dijuliki Crimson Surt ini, Vertical Death.


Hal ini membuat tanah di sekitarnya bukan hanya hancur, tapi juga terangkat tinggi menghancurkan beberapa bangunan di sana. Ini hanya seperlima dari kekuatan penghancurkan yang dikatakan luar biasa, jadi bayangkan saja kehancuran yang bisa ia sebabkan kalau mengeluarkan kekuatan penuhnya.


   "Maju sini biar kulibas kalian semua, serangga-serangga berengsek!!"


Satu tebasan lagi ia kerahkan membuat semua monster mob di sana luluh lantah tak berdaya. Semua monster yang terkena serangannya mati dalam sekejap tanpa terkecuali. Tak ada yang bisa lolos ketika terkena serangannya secara telak, itulah Crimson Surt.