
Pertemuannya dengan Ikshan membuat mata Reus terbuka lebar. Terdapat banyak informasi-informasi yang tidak ada di Orbis Forum dibeberkan oleh Ikshan kepada Reus secara cuma-cuma, bahkan hampir semua rahasia yang membuat Reus mencapai titik ini di level serendah ini dijelaskan tanpa salah sedikitpun.
Jika saja Reus tidak mengalaminya sendiri maka ia pasti mengira kalau Ikshan sedang menipunya.
"Kau tak terlihat terkejut. Apa kau mengetahuinya juga?"
"Aku sebenarnya terkejut karena kau mengetahuinya."
Kali ini mata Ikshan yang terbelalak mendengar balasan Reus.
"Tunggu sebentar, apa kau dulu pemain Avora Online?"
"Avora Online? Game MMORPG mobile yang dinilai gagal itu?"
Ikshan mengangguk cepat disertai antusiasme yang hebat ketika mengetahui Reus mengenal Avora Online, game ponsel bergenre MMORPG yang dinilai gagal beberapa tahun lalu.
Avora Online dulunya merupakan game bertema MMORPG pada ponsel yang pada masa-masa perilisannya cukup diminati, namun tak sampai tiga bulan game ini ditinggalkan oleh hampir 90 persen pemainnya. Pada tiga bulan berikutnya game ini pun ditutup untuk selamanya oleh pihak pengembang.
Alasan ditinggalkannya game ini oleh para pemainnya karena terlalu sulit dan mustahil bagi kebanyakan pemain, bahkan pemain game profesional sekalipun. Ratingnya terus memburuk di minggu-minggu pertama perilisan sampai pada titik di mana game ini dinobatkan sebagai salah satu game MMORPG tersulit sepanjang masa.
Ikshan dulunya adalah salah satu dari sekian pemain yang tidak menyerah sampai game tersebut ditutup oleh sang pengembang. Ketika Avora Online ditutup, Ikshan merasa frustasi karena bahkan tak bisa menyelesaikan setengah Main Story dari game tersebut sampai waktu penutupan.
Beberapa tahun setelah penutupan Avora Online, ditemukanlah teknologi Virtual-Reality Full-Dive yang membuat orang-orang dapat memasuki dunia game hampir seutuhnya. Ketika itu Ikshan segera membeli Solid Gear dan memasuki salah satu dunia bergenre VRMMORPG serta menekuni dunai Virtual-Reality sampai saat ini bermain Orbis Online.
Menurutnya dunia Orbis Online memiliki banyak kemiripan dengan Avora Online, salah satunya sistem pertarungan yang tak memandang bulu keseimbangan level monster dan pemain. Karena itulah Ikshan dapat dengan cepat beradaptasi di dunia ini.
"Avora Online, ya? Aku jadi ingat masa-masa ketika aku bermain itu sampai diejek teman-teman kelasku dulu."
"Kau bermain Avora Online? Berapa lama?"
"Ehm, kurasa sampai hari penutupan game."
Mata Ikshan melebar tak percaya mendengarnya. Tidak ia sangka ternyata dirinya menemukan seseorang yang dulunya bermain Avora Online sampai hari penutupan game tersebut sama sepertinya.
Ikshan pun menjadi lebih bersemangat dan menceritakan banyak hal yang pernah ia temukan di Avora Online sampai waktu terakhir dirinya bermain game tersebut.
Sebenarnya jalan cerita dari Avora Online cukup seru, hanya saja tingkat kesulitannya yang sangat sulit itu membuat pemainnya menghilang drastis. Hanya orang-orang tertentu yang dapat bertahan hingga akhir.
"Reus, dulu kau berhasil menyelesaikan Main Story sampai berapa persen? Aku sampai 36 persen lho! Hebat, bukan?"
Ikshan membusungkan dadanya dipenuhi rasa bangga yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Bagi mantan pemain Avora Online angka 36 persen dalam Main Story sudah termasuk seratus besar secara global, wajar jika Ikshan sangat bangga atas pencapaian lamanya.
"Heh, hebat juga. Kalau aku... mungkin sekitar 70 sampai 80 persen? Entahlah, aku juga tidak begitu ingat sih."
Ucapan Reus terdengar seperti petir menyambar jantung Ikshan sebanyak delapan kali. Kakinya yang sedang digunakan untuk berjalan berdampingan dengan Reus seketika melemas begitu saja sampai dirinya hampir jatuh ke tanah.
Reus menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang menyadari Ikshan yang berdiri mematung di tengah jalan dengan wajah sedikit pucat dan ekspresi yang seperti melihat hantu.
"Ada apa denganmu, Ikshan? Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu?"
"La-Laplace?"
"Itu namaku di Avora Online. Hei, kau ini sebenarnya kenapa?"
***
"Uh.... Kepalaku pusing."
Saat Ikshan sadar langit sudah berwarna merah kejinggaan menandakan sebentar lagi hari akan memasuki malam. Ia bangun sambil memegang keningnya yang rasanya bergoyang-goyang.
"Oh, kau sudar sadar, Ikshan?"
"Ah, Reus."
Melihat Ikshan sadar, Reus memberikan sebuah kain lembab kepada pemain bertopeng setengah wajah ini yang segera diletakkannya di atas kepalanya dengan anggapan bisa sedikit meredakan pusingnya. Selang beberapa saat, ingatan terakhir sebelum dirinya pingsan muncul kembali di otaknya.
Ikshan mengangkat dagunya melihat Reus yang duduk di sebuah batu kecil.
"Reus, apa kau benar-benar Laplace? The Dominator Laplace?"
"Aku tidak tahu siapa itu The Dominator Laplace, tapi Laplace memang nama yang kupakai di Avora Online."
Hening berkuasa untuk sesaat di antara mereka berdua yang kemudian diisi suara tawa dari Ikshan yang semakin besar seiring berjalannya waktu. Tawanya berhenti lalu berubah menjadi senyum lebar disertai rasa gembira.
Reus dulunya adalah pemain Avora Online bernama Laplace yang sangat terkenal di kalangan pemain-pemain yang masih bertahan hingga waktu penutupan. Pasalnya ia merupakan satu-satunya pemain yang menyelesaikan lebih dari 50 persen Main Story dalam waktu setengah tahun masa permainan Avora Online sehingga membuat pemain yang masih bertahan sangat menghormatinya, salah satunya adalah Ikshan.
Meskipun dirinya tidak terlalu dikenal karena banyak pemain yang menyerah dengan cepat, bagi para mantan pemain Avora Online yang bertahan hingga detik-detik terakhir game tersebut sosok Reus sangat dipuja dan dihormati.
Karena dominasinya yang begitu kental sampai tak ada yang bisa menyentuhnya, Reus dijuluki oleh pemain lain dengan The Dominator Laplace, sang penguasa Avora Online.
Bukan hanya pemainnya, bahkan pihak pengembang Avora Online juga memberikan apresiasi tinggi kepada Reus pada waktu itu karena berhasil melewati tantangan yang sedemikian sulitnya hingga ke titik tertinggi yang bahkan mereka sendiri tak yakin ada pemain yang berhasil mencapainya.
Ia bangkit berdiri dan memberikan hormatnya kepada Reus yang membuat pemain berambut keperakan itu dilanda kebingungan hebat.
"Tak kusangka dapat bertemu sosok legenda Avora Online, The Dominator Laplace."
"Hei, masa lalu ya masa lalu, tak usah bawa-bawa kenangan itu."
"Tidak bisa begitu, aku ini penggemar beratmu pada waktu itu kalau kau ingin tahu."
Ikshan tertawa lepas merasa gembira bisa bertemu idolanya pada waktu bermain Avora Online bertahun-tahun lalu. Ia kemudian mengirim undangan pertemanan sekaligus party dengan Reus melalui sistem yang tentu saja tak ditolak.
Pada akhirnya Ikshan terus bercerita tentang petualangan masa lalunya di Avora Online sepanjang malam sampai tertidur di bahu Reus seperti saudara yang telah lama terpisah. Reus tersenyum melihatnya tertidur pulas.
Entah kenapa, Reus bisa merasakan ada rasa persahabatan yang bisa ia ciptakan dengan Ikshan seperti halnya dengan Ramsey—Haris di dunia nyata. Bukan hanya itu, ia bahkan melihat Ikshan seperti adik laki-laki yang tak pernah ia miliki sebelumnya.
Di saat yang sama Reus terbayang adik perempuannya, Mirage yang sering beradu mulut dengannya sambil tersenyum masam.
"Apa yang sedang dilakukan anak itu sekarang, ya?"
---
Like dan komen untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍