Orbis Online

Orbis Online
214. Kelebihan Seorang Dwarf



   "Maaf telah memperlihatkan sisi burukku pada kalian."


Nocht meminta maaf kepada Reus, Ikshan, serta Ibane seusai menenangkan dirinya. Dapat terlihat matanya masih sembab setelah mengucurkan air mata dalam jumlah besar beberapa waktu lalu.


   "Tidak masalah, senang bisa melihat seseorang menangis karena bahagia."


Reus tersenyum lebar ikut merasa lega melihat wajah Nocht tidak ada lagi kerutan, membuat sosok Blackmoon Dwarf tersebut tersipu malu. Dirinya tak bisa menahan malu mengingat pria, apalagi seorang Dwarf dianggap lemah jika menangis.


Nocht kemudian menawarkan ketiganya jamuan makan malam sebagai ucapan terima kasih telah mengantar surat dari Aulcrat, bahkan tidak tanggung-tanggung dia juga menawari ketiganya untuk menginap di toko ini mengingat wujud Reus, Ikshan, serta Ibane adalah manusia.


Dia paham kesulitan manusia seperti mereka berada tepat di tengah kerajaan yang sedang berkonflik terhadap Menschrein Kingdom, kerajaan yang menganut superioritas manusia.


   "Terima kasih atas tawarannya, tapi kami sudah mendapat bayaran."


Reus memperlihatkan sekantong koin perak dengan beberapa keping koin emas pada Nocht, dia menjelaskan bahwa ini bayaran dari Aulcrat yang diterima di muka.


   "Kami juga sudah menyewa kamar di penginapan setidaknya untuk semalam lagi, jadi kami hanya bisa mengambil tawaran tersebut besok jika masih berlaku."


   "Oh, tentu saja! Tawaran ini berlaku pada kalian sampai kapanpun!"


Nocht tertawa keras sambil menepuk bahu Reus berkali-kali berhasil membuat pemuda tersebut tersenyum kecut sebelum mengalihkan pandangannya kepada Ibane.


   "Kecuali untuk dirimu, tawaran ini hanya berlaku untuk hari ini saja."


   "Hei, kenapa aku berbeda sendiri?!"


   "Tentu saja karena mereka berdua adalah orang spesial, sedangkan kau hanya kebetulan ikut-ikutan saja."


Nocht lalu menambahkan tawaran tersebut sudah lebih dari cukup mengingat Ibane sempat mengancam untuk menghancurkan tokonya, jika bisa dia ingin mengusir Ibane namun merasa segan karena Ibane datang bersama Reus dan Ikshan.


Ibane ingin melayangkan berbagai sumpah serapah kepada Nocht tetapi berhasil ditahan dalam hati, tak berniat memperpanjang masalah ini. Dia juga sadar diri mengingat dia hanyalah orang asing yang bersikeras menemani Reus dan Ikshan dalam misi ini, jadi Ibane tidak terlalu berharap akan hadiah.


Nocht sebenarnya melakukan hal ini tidak sebatas karena ancaman Ibane semata, dia paham misi yang diberikan Aulcrat pada Reus dan Ikshan bersifat rahasia sehingga Nocht tidak ingin melibatkan orang asing yang tak diketahui asal-usulnya memasuki kediamannya.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat Nocht kembali menawarkan jamuan makan malam pada ketiganya. Reus sebenarnya masih ingin menolak namun ketika suara gong perut Ikshan bergema, Nocht berhasil mengalahkan keteguhan Reus.


Pada akhirnya Reus menerima tawaran Nocht setelah menyadari parameter Hunger dan Thirst-nya berada di bawah 20%.


Perbekalan Reus dan Ikshan sebenarnya sudah menipis mengingat perjalanan mereka dari Lavore Kingdom menuju kemari tidaklah dekat, apalagi mereka tidak berhasil menemukan pedagang Bailendra Kingdom yang bersedia menjual perbekalan kepada mereka.


Baik Reus maupun Ikshan tidak punya pilihan selain menerima tawaran Nocht, sementara Ibane sendiri dengan senang hati menyambut tawaran jamuan makan malam tersebut.


***


Jamuan makan malam yang ditawarkan Nocht memanglah tidak mewah seperti di istana Lavore Kingdom, namun setidaknya rasa serta porsinya masih lebih manusiawi daripada makanan di penginapan yang mereka tempati.


Reus dan Ikshan melahap jamuan sambil bertukar kata dengan Nocht, sementara Ibane sendiri sedikit berbeda.


   "Makanan layak! Makanan dalam jumlah besar! Hari ini sungguh hari keberuntunganku!"


Ibane hampir menghabiskan setengah hidangan yang disediakan Nocht seorang diri tanpa henti, sesekali dia juga menitikkan air mata saat mengunyah makanannya. Hal itu membuat Reus dan Ikshan tersenyum canggung.


   "Ibane, makanlah pelan-pelan. Tidak ada yang merebut makananmu."


   "Ya, aku memang tidak mengerti, tapi setidaknya telan dulu makananmu baru bicara!"


Reus melempar sendok tepat pada dahi Ibane menanggapi perkataan tak jelas dari Draconian berwujud manusia itu saking kesalnya terhadap tingkah Ibane, sementara Ikshan menikmati hidangannya dalam diam berusaha mengabaikan sikap Ibane yang seenaknya.


Nocht yang merupakan pemilik kediaman dan penjamu mereka sendiri berkali-kali menahan diri agar tidak melempar pisau makannya menuju Ibane, padahal dia menyiapkan jamuan ini untuk Reus dan Ikshan tetapi yang terlihat amat menikmati bukan keduanya.


Jamuan tersebut ditutup oleh minuman keras simpanan Nocht yang mana disambut baik oleh Ibane, tetapi beberapa saat kemudian orang pertama yang meneguk minuman beralkohol tersebut tumbang di meja makan lebih dulu.


Reus mengangkat sebelah alisnya merasa heran sebelum mengalihkan pandangannya kepada Nocht dan menunjuk Ibane.


   "Hei, kau masukkan apa ke dalam gelasnya?"


   "Hmm? Aku hanya menuang minuman simpananku."


Nocht memandang Reus penuh keheranan kurang mengerti apa yang pemuda itu herankan. Reus mengerutkan dahi melihat reaksi Nocht, namun belum sempat dia menjawab Ikshan merangkul bahunya dengan tampang rumit.


   "Hei, Reus! Apa di mata wanita aku kurang menarik sebagai pria?!"


   "Huh? Kenapa kau tiba-tiba bertanya demikian?"


   "Kau tahu Mia meninggalkanku demi baji-ngan tengik dari Gaia's Tree itu—hik—dan masih bertanya kenapa?! Hik!"


Reus masih kebingungan melihat tingkah Ikshan yang belum pernah dia lihat sebelum pandangannya jatuh pada gelas pemuda tersebut yang tidak ada lagi setetespun minuman pemberian Nocht tersisa.


Reus kemudian menatap Nocht yang kini tengah menuang sebotol minuman keras untuk dirinya sendiri, pandangan mereka bertemu.


   "Nocht, kalau boleh tahu terbuat dari apa minuman ini dan berapa kadar alkoholnya?"


   "Ah, kau penasaran? Minuman ini bernama Arak Sungai Nirvana, salah satu minuman keras terbaik di seluruh Plainfest! Aku tidak tahu kadar alkohol yang kau maksud, tapi arak ini dibuat oleh saudaraku yang ahli dalam membuat minuman keras dari hasil sulingan tebu terbaik!"


Nocht menambahkan minuman ini laku keras di kalangan Dwarf karena citarasanya amat memuaskan lidah mereka sehingga sering digunakan dalam berbagai pesta, terutama pesta Dwarf bangsawan.


Dahi Reus segera mengerut hebat mendengar penjelasan Nocht lalu memandangi gelas besar berisi arak miliknya dengan ragu, dia bisa mencium sengatan alkohol yang teramat kuat dari gelas tersebut.


   'Kalau aku tak salah ingat, di berbagai literatur lama Dwarf adalah ras yang gemar menempa dan hobi mabuk-mabukan. Jika saja minuman ini bisa memuaskan hasrat mereka terhadap minuman keras, sebenarnya seberapa kuat arak ini?'


Reus memang bukan orang yang gemar mabuk-mabukan, tetapi dia juga tidak asing terhadap minuman keras. Pamannya cukup sering menawarinya minuman keras saat acara tertentu sehingga dia bisa mengetahui minuman di hadapannya ini adalah minuman keras paling kuat yang pernah dia temui.


   "Kenapa? Kau tidak kuat minuman keras?"


Menyadari Reus belum menyeruput minumannya setetespun, Nocht bertanya setelah menghabiskan satu gelas besar Arak Sungai Nirvana bagiannya.


   "Ah, kurasa minuman ini terlalu kuat untukku, jadi aku lewat saja."


   "Benarkah? Sungguh disayangkan, padahal arak ini salah satu minuman ternikmat yang pernah kurasakan."


Setelah berkata demikian Nocht mengisi gelasnya dengan arak lalu segera dihabiskan dalam beberapa kali tegukan dan masih terlihat baik-baik saja.


Reus yang melihat itu semua menjerit dalam hati.


   'Para Dwarf ini bukan main kuatnya!'