
"[Yo, apa kalian baik-baik saja setelah merasakan Dragon Aura dari seorang Raja Naga sepertiku?]"
Perkataan makhluk bertubuh reptil sebesar tas punggung, berkaki empat, bersisik putih serta dilengkapi sepasang sayap tersebut mengangkat dagunya menyapa Reus dan Ikshan.
Kedua manusia terbelalak sejenak memandang makhluk yang disebut Bahamut oleh Ibane itu sebelum mengalihkan pandangan mereka menuju Ibane sambil menunjuk Bahamut.
""Kau yakin makhluk ini Raja Naga? Lebih seperti Raja Kadal Kerdil Bersayap bagiku.""
"[Hmm... sekarang aku paham mengapa kau selalu terdengar kesal saat menanggapi perkataan mereka yang entah sedang bercanda atau tidak, Ibane.]"
"Benar, kan? Mereka lebih menyebalkan dari yang terlihat."
Ibane mengangguk penuh haru melihat Bahamut memahami perasaannya menanggapi ucapan keduanya yang amat menyebalkan baginya selama ini, terutama saat mereka memasang wajah tak bersalah sedikitpun.
Sang Draconian tersebut berdeham sekali sebelum melanjutkan penjelasannya.
"Tentu saja Bahamut ini sedang tidak dalam kondisi prima. Ada alasan tertentu mengapa dia terlihat kerdil dan lemah seperti ini."
"[Hei, aku menjadi seperti ini bukan karena aku menginginkannya.]"
Ibane menjelaskan bahwa dia bertemu dengan Bahamut di kedalaman Dungeon tak bernama di wilayah Avalon Kingdom.
Waktu itu Ibane hanyalah seorang pemain biasa yang seperti kebanyakan pemain berniat mencari sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatannya atau dijual namun tanpa disadari dia masuk terlalu dalam hingga akhirnya memasuki sebuah ruangan tertentu seperti ruangan bos.
Dia segera bersiap ketika menyadari dirinya memasuki ruangan bos tetapi tak ada satupun musuh yang keluar—lebih tepatnya Dungeon tanpa nama tersebut hampir tak memiliki monster untuk dilawan.
Ibane menyelidiki ruangan bos itu lebih dalam dan ternyata berhasil membuka ruangan tersembunyi seperti Reus pada Ruin of Seven Dragon Kings tapi Ibane lebih beruntung, dia menemukan cukup banyak harta dan perlengkapan tanpa hadirnya Hidden Boss saat mengumpulkan harta tersebut.
Ketika dia asyik mengumpulkan berbagai harta dirinya mendapati sebuah altar kecil yang memancarkan sinar putih keemasan nan lemah.
Dia tertarik terhadap altar tersebut kemudian mencoba membukanya dengan harapan terdapat harta sejenis Ultra-Equip atau bahkan Relic di dalamnya dan seakan diberkahi keberuntungan langit, dia mendapat sesuatu yang lebih bagus dari semua itu.
"Saat aku membuka altar itu tahu-tahu aku dirasuki oleh bayi naga satu ini."
"[Jika aku mendapatkan wujud dewasaku nanti hal pertama yang kulakukan adalah mencabik-cabik tubuhmu.]"
"Heh, silahkan saja tapi sebagai Immortal Being dan tuanmu, aku tidak akan bisa kau bunuh."
Reus dan Ikshan bisa mendengar Bahamut menggeram menyadari tak bisa melakukan hal yang ingin dia lakukan tetapi dia bisa melakukan hal lain yang lebih sesuai dengan ukurannya sekarang.
Bahamut menggigit lengan Ibane hingga Draconian tersebut menjerit kesakitan dan mencoba memukul sang Raja Naga, sayangnya Bahamut sudah terbang dan bertenger di bahu Reus sehingga Ibane hanya memukul lengannya sendiri.
Baik Reus maupun Ikshan tertawa kering menyaksikan komedi ringan antara Draconian dan Raja Naga ini tidak mengerti seperti apa hubungan tuan dan hewan kontrak pasangan ini.
"Ehm, lalu apa hubungannya Bahamut, sang Raja Naga Putih dengan Arshwind? Kalian memang sama-sama naga tetapi aku tak mengetahui kalian memiliki hubungan."
"[Hmm? Setahuku Arshwind yang kukenal adalah Raja Naga Merah, The Anarchy Lord. Dragon Aura-mu terasa seperti miliknya. Apa sebenarnya kita sedang membicarakan dua naga yang berbeda?]"
""Huh?!""
"[Apa? Aku mengatakan sesuatu yang aneh?]"
Begitu mendengar kata-kata Bahamut, Reus serta Ikshan tidak bisa menahan keterkejutan mereka dan spontan menjerit. Tidak pernah terlintas sama sekali di benak mereka bahwa Arshwind adalah salah satu dari tujuh Raja Naga pendiri Bailendra Kingdom!
Ibane tertawa terbahak-bahak saat mengetahui Reus dan Ikshan tak menyadari bahwa Arshwind yang selama ini mereka kenal adalah salah satu dari ketujuh raja naga, Raja Naga Merah.
"Hahahaha! Tak kusangka mereka mengenal Arshwind tapi tidak dengan gelarnya!"
Dahi Reus dan Ikshan sedikit berkedut melihat Ibane yang tertawa begitu lepas sampai tidak bisa berhenti.
Mereka berdua memang tidak mengenali Arshwind sebagai salah satu raja naga namun itu wajar mengingat hanya Reus-lah yang bertemu langsung dengan naga perkasa tersebut di kedalaman Chaos Lair, ditambah Reus belum mempelajari bangsa naga secara mendalam pada waktu itu.
Dia baru mencari tahu beberapa hal mengenai bangsa naga setelah menerima Quest tak masuk akal dari Arshwind.
Biarpun Bahamut berkata demikian demi menghibur Reus tetap saja bagi Reus hal itu sedikit memalukan. Terutama ditertawai oleh orang di hadapannya yang dia anggap idiot.
"Maaf, tapi bisakah kita kembali ke topik awal? Aku rasa kita sudah sedikit melenceng dari bahasan kita."
Ikshan yang menyadari pembahasannya semakin kemari semakin menjauh menepuk tangan menarik perhatian semuanya berharap hal ini cepat selesai. Dia ingin segera beristirahat mengingat agenda hari ini cukup menguras banyak tenaga mentalnya.
Ibane baru saja selesai tertawa ketika Ikshan ingin mempercepat pembahasan ini. Dia menuruti keinginan Ikshan karena dia paham hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Reus dan Ikshan.
Ibane melanjutkan penjelasannya yang terputus tadi secara singkat bahwa alasan Bahamut berada di wujud ini disebabkan oleh kematiannya.
"Kematian? Raja Naga juga bisa mati?"
"[Tentu saja, kau pikir kami ini makhluk seperti apa?]"
"Jika menurut pandangan manusia di dunia ini naga itu seperti bangsa terkuat, abadi, dan tak terkalahkan."
"[Hmm, sepertinya kekuatan kami terlalu dilebih-lebihkan di zaman ini.]"
Melihat Reus yang penasaran dengan bagaimana dirinya, sang Raja Naga Putih bisa mati Bahamut menceritakan pengalaman masa lalunya.
Ribuan tahun lalu setelah bangsa naga menyelesaikan pertempuran mereka melawan para penjajah yang ingin merebut kekuatan naga di Bailendra Kingdom mereka bermigrasi ke sebuah benua di sebelah barat Plainfest. Mereka membangun habitat baru di benua tersebut agar naga bisa menetap dengan damai.
Ratusan tahun sungguh berlalu dengan damai seperti yang diharapkan para raja naga tetapi di tahun tertentu terdapat kabar bahwa Arshwind, Raja Naga Merah pergi meninggalkan rakyat serta benua tersebut demi berpetualang bersama sekelompok makhluk fana seperti manusia.
Mendengar itu para raja naga termasuk Bahamut segera mendatangi Arshwind untuk mempertanyakan keputusannya dan Arshwind justru mengajak teman-teman raja naganya ikut bersamanya untuk menumpas organisasi kejam bernama Order of Chaos yang baru-baru itu bangkit.
Bahamut dan raja naga lain bukannya ikut membantu justru menertawakan keputusan Arshwind. Hanya untuk menumpas sebuah organisasi yang mengancam dunia manusia sampai memerlukan sosok sekuat Raja Naga? Itu hal konyol.
Naga adalah eksistensi yang bisa dibilang terkuat di dunia memutuskan untuk tidak ikut campur terhadap masalah makhluk fana di luar lingkungan mereka.
Jika mereka memutuskan untuk membantu manusia maka mereka bisa terpecah menjadi beberapa kubu sesuai kelompok manusa yang dibantu dan perang antar naga dapat terjadi, lalu saat perang ini terjadi maka dunia bisa dipastikan hancur.
Arshwind tidak mengambil hati perkataan teman-temannya itu tetapi tak mengubah keputusannya untuk membantu manusia. Para raja naga juga tidak menghalangi Arshwind lebih jauh asalkan tidak menyebabkan masalah bagi bangsa naga.
Setelah kepergian Arshwind tidak ada perubahan berarti di dunia naga namun kedamaian tersebut hanya berlangsung beberapa ratus tahun saja.
Pada suatu hari benua para naga diserang oleh sepasukan besar dari sebuah organisasi yang ternyata adalah Order of Chaos yang dulu tidak dihiraukan oleh para raja naga. Arshwind dan teman-temannya gagal menghabisi organisasi ini sampai tuntas dan mereka berhasil bangkit kembali dengan kekuatan lebih besar
Kekuatan Order of Chaos pada zaman itu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Mereka dapat membunuh seekor naga dan menyerap kekuatannya dengan mudah seperti yang dilakukan oleh penjajah mereka di masa lalu.
Setelah serangan pertama para raja naga barulah sadar Order of Chaos ini bukan hanya musuh manusia, tetapi juga dapat mengancam dunia naga. Mereka sekali lagi bersatu memimpin para naga melawan Order of Chaos selama beberapa dekade lamanya.
Sayangnya karena Order of Chaos tumbuh terlalu kuat serta menerima bantuan dari beberapa naga liar yang tak mengikuti raja naga, bangsa yang dikatakan terkuat itu mengalami kekalahan besar untuk pertama kalinya.
Para raja naga yang disebut-sebut sebagai terkuat di antara para naga sekalipun tidak luput dari kekalahan. Dalam perang besar tersebut beberapa raja naga termasuk Bahamut gugur sementara sisanya pergi bersembunyi di seluruh dunia.
Hanya sebagian kecil naga muda yang berhasil selamat dan ikut melarikan diri dari benua naga. Semuanya berpencar tanpa arah maupun tujuan dan menjadikan mereka sebagai naga liar.
"Jadi, bangsa naga sungguh punah dalam pertempuran itu?"
"[Sebagai bangsa yang pernah disebut terkuat, ya. Tetapi sebagai spesies, kami para naga tidak sepenuhnya punah.]"
Bahamut membenarkan pemahaman Reus mengenai kepunahan naga.
Bangsa atau peradaban naga dulu sungguh pernah ada tapi hancur oleh keangkuhan mereka sendiri namun untuk ras dan spesies mereka sendiri, naga tidak pernah benar-benar musnah. Selama masih ada naga di dunia ini maka naga belum bisa dikatakan punah.
Reus dan Ikshan terdiam berusaha memahami semua yang dikisahkan oleh Bahamut. Mereka mengambil kesimpulan bahwa dongeng Dragonreign dan relief yang Reus temukan pada Ruins of Seven Dragon King memang benar adanya tetapi tidak menggambarkan sepenuhnya kehidupan bangsa naga.
Baik Dragonregin ataupun ukiran relief tersebut hanya menceritakan bangsa naga saat masih bersama manusia dan ras lainnya di Plainfest, serta kedua kisah ini hanya didasarkan oleh pandangan makhluk fana terhadap naga sehingga setengah kisah sisanya hilang dikubur oleh para naga itu sendiri.