Orbis Online

Orbis Online
121. Relic Pertama



   "Tidak ada masalah yang berarti, hanya kekurangan gizi dan kelelahan mental."


   "Terima kasih, Dok."


Setelah selesai memeriksakan kondisi tubuhnya, Deus mengenakan kembali jaketnya yang dilepas dan bersiap meninggalkan ruang pemeriksaan.


   "Nak, apa kau memainkan Orbis Online?"


   "Iya, ada apa dengan itu?"


   "Saranku jangan terlalu menghabiskan waktumu di sana, kau masih muda dan waktumu masih banyak. Jadi jangan terlalu terikat dengan dunia palsu itu."


Deus tersenyum masam mendengar saran dari dokter tersebut, tapi tidak menanggapinya selain berterima kasih. Ia kemudian pergi ke konter pengambilan obat untuk membeli beberapa suplemen gizi yang disebutkan oleh dokter sebelumnya.


Sambil menunggu ia membuka ponselnya membaca berita-berita penting lainnya mengenai Orbis Online di Orbis Forum. Sebagian besar topik masih didominasi oleh berita perang antar Legion menengah yang tak ada hentinya selama beberapa minggu terakhir, tapi ada juga yang masih membahas mengenai rekaman dirinya yang melawan tiga Knight seorang diri.


Ia juga sempat melihat beberapa ketua Legion ternama berusaha merekrutnya di kolom komentar, lalu diakhiri oleh pernyataan dari seorang pemain solo terkuat saat ini, Zeron.


Deus sebenarnya tidak begitu peduli terhadap Legion, tapi yang membuat minatnya tertarik adalah pernyataan dari Zeron. Meskipun sebagai sesama pemain solo, ia ingin tahu seberapa kuat pemain bernama Zeron ini.


Namun keinginan tersebut tentu ia pendam, sangat tidak wajar jika seorang pemain berlevel 100-an akan menantang pemain berlevel 300-an. Deus tidak mau membuang levelnya begitu saja hanya karena rasa penasaran.


   "Rudeus Alendra."


   "Ya, itu aku."


Tepat ketika namanya dipanggil, Deus segera melangkah ke konter, menerima dan membayar suplemen gizi yang ia terima. Meskipun sebenarnya ia tidak terlalu membutuhkan suplemen gizi, dokter yang memeriksanya memaksa dalam artian positif.


Begitu urusannya di dalam rumah sakit selesai, Deus pergi dari rumah sakit dan berjalan di trotoar menuju apartemennya.


   "Keuanganku sudah membaik untuk sekarang dan penghasilanku dari Orbis Online cukup mengesankan, mungkin sudah saatnya aku membeli kendaraan pribadi."


Uang yang ia hasilkan dari menjual berbagai Item di Orbis Forum memang sangatlah besar, tetapi Deus tidak menyadari bahwa dirinya adalah salah satu pemain beruntung yang bisa terus menjalankan bisnis tersebut tanpa khawatir.


Orbis Online memiliki sistem yang cukup menjengkelkan bagi pemain, yang mana tingkat drop item akan dipengaruhi seberapa besar perbedaan level seseorang dengan lawannya.


Misalkan seorang pemain berlevel 10 melawan monster berlevel 100 dan kebetulan menang karena faktor keberuntungan, drop item yang didapatkan pemain tersebut dapat dipastikan mempunyai Enchant tingkat Legendary atau Divine.


Sebaliknya, jika pemain berlevel 100 mengalahkan monster berlevel 100 pula, maka drop item dari monster itu akan biasa-biasa saja atau malah tidak ada sama sekali.


Sejauh ini Deus banyak melawan monster-monster yang jauh di atas levelnya sendiri, karena itulah drop item yang ia dapatkan selalu berkualitas dan tidak pernah sedikit—di luar status Luc-nya yang cukup rendah untuk levelnya.


Ketika Deus memikirkan kendaraan apa yang nyaman untuknya pakai, hidungnya menangkap aroma sedap yang menggugah selera. Perutnya langsung berbunyi begitu mencium aroma sedap itu.


   "Oh, ini rumah makan tempat Haris bekerja, ya?"


Begitu masuk ke dalam warung, Deus segera memesan makanan dan minuman yang ia inginkan dari menu, kemudian duduk di sebuah meja kosong. Sambil menunggu pesanannya datang, Deus memainkan ponselnya lagi mencari berita-berita mengenai Orbis Online yang ia lewatkan selama beberapa hari terakhir.


   "Salah satu Relic... berhasil ditemukan?!"


Deus secara spontan meninggikan suaranya, tetapi tidak sampai mengganggu pelanggan lain. Ia mengambil serangkaian tarikan dan hembusan nafas menenangkan diri, lalu membaca berita tersebut secara keseluruhan.


Sebuah Legion bernama Silver Tempest telah berhasil menemukan keberadaan Relic di bagian barat Plainfest, tepatnya di Avalon Kingdom. Relic ini ditemukan di sebuah Dungeon bernama Revelion Lair, sebuah Dungeon yang dikuasai oleh raksasa setinggi tiga meter atau lebih.


Sejauh yang diketahui Silver Tempest sudah beberapa kali memasuki Dungeon ini demi mengambil Relic yang ada di tangan para raksasa ini, tetapi selalu berakhir gagal. Karena aktivitas yang tak biasa ini beberapa pemain terdekat tertarik membuntuti tim Raid tersebut dan akhirnya informasi mengenai Relic itu bocor ke publik.


Silver Tempest merupakan salah satu Legion kelas atas yang masuk dalam jajaran 100 Legion terkuat, tentu mereka sadar tidak bisa menyembunyikan kegiatan mereka selamanya sehingga ketua mereka, Legolas, mau tak mau mempublikasikan hal ini. Video tentang Relic juga sudah tersebar, tidak mungkin Legolas bisa mengalihkan sorotan media dari mereka.


Relic merupakan Item yang mempunyai kemampuan luar biasa melebihi Enchant tingkat Divine, tidak mungkin media tak menyorot kegiatan ini.


   "Dan berita ini baru saja rilis sekitar sepuluh menit lalu."


Deus memijat keningnya tidak percaya dengan kecepatan diskusi para pemain yang sudah mencapai lebih dari 10.000 komentar pada berita tersebut. Meskipun Orbis Online adalah game berskala internasional, bukankah 10.000 komentar dalam sepuluh menit adalah hal yang mengerikan?


Jika para pemain memang seaktif ini, Deus tidak merasa heran kalau video rekaman dirinya bertarung melawan tiga Knight beberapa waktu lalu diketahui seluruh dunia dalam hitungan menit. Namun, tentu ia tidak bisa menyamakan video rekamannya dengan video tentang Relic.


   "Goblet of Eternity, ya?"


Menurut berita dan diskusi yang Deus baca, Relic bernama Goblet of Eternity ini memiliki kemampuan yang bisa membuat seseorang abadi jika meminum darah dari seratus lawan yang dikumpulkan di cawan tersebut. Setidaknya itu informasi yang sejauh ini didapatkan oleh Silver Tempest dari beberapa raksasa.


Tidak ada pemain yang mengetahui pasti apa kemampuan Relic ini, tapi dari namanya saja memang benar bahwa Goblet of Eternity membuat seseorang abadi. Itu bisa dibuktikan dari kemampuan beberapa raksasa penghuni Revelion Lair yang tidak bisa mati.


Menurut informasi dari Legolas sang ketua Silver Tempest, setiap kali raksasa tersebut dibunuh maka ia akan bangkit lagi tanpa luka dan tanpa lelah, lalu kekuatannya tidak berkurang sedikitpun. Hal ini benar-benar berbeda dari sistem kebangkitan yang disediakan oleh sistem bagi para pemain.


Banyak yang menduga-duga kemampuan Goblet of Eternity adalah mengembalikan kondisi seseorang menjadi prima setelah kematian, tetapi ada juga yang menyebutnya ini benar-benar membawa keabadian bagi para NPC atau monster mob di sana.


Ada juga yang berspekulasi bahwa pemain takkan bisa menggunakan Goblet of Eternity karena pada dasarnya pemain adalah makhluk abadi di dunia Orbis Online, jadi tak ada gunanya merebut Relic itu dari para raksasa Revelion Lair.


Menurut ingatan Deus sendiri di Avora Online tidak pernah diketahui adanya Relic berkemampuan seperti Goblet of Eternity, namun ia bisa mengingat beberapa Item yang memberikan tambahan nyawa atau membangkitkan pemain ketika mati, tetapi tidak sekuat Goblet of Eternity.


   "Ini pasti akan menjadi perang antar Legion jika ada Legion yang berhasil mendapatkannya."


Deus menghela nafas memikirkan perebutan Relic tersebut di masa depan. Ia berpikir ada baiknya tujuannya saat ini mengarah ke Bailendra Kingdom yang berada di sebelah utara Plainfest, bukan bagian barat.


   'Aku sudah merasakan perang tiga kali sejauh bermain Orbis Online, jadi aku tak berencana menambah angka itu lagi.'


Perang pertama adalah perang di desa Viredeta, perang kedua ketika melawan lebih dari seribu Snow Troll dan Yeti di Terowongan Horen, lalu terakhir saat berhadapan dengan pasukan Ash di kota Hroud. Ketiga perang tersebut benar-benar menguras kekuatan mentalnya, jadi ia tidak ingin terlibat dalam perang lagi—setidaknya dalam waktu dekat.


Ketika pikirannya larut memikirkan masa depan Orbis Online, makanan pesanannya sudah datang dibawakan oleh seorang pelayan. Makanan pesanannya sangat menggugah seleranya sehingga Deus membuang berbagai pikiran yang membebaninya untuk sementara.