
Malam telah berlalu namun Reus sama sekali tidak bisa tidur dengan kondisi penginapan yang sedemikian rupa ini. Lebih baik ia tidur di padang rumput atau di bawah pohon daripada di kamar ini. Yah, tentu saja ia tidak mengeluarkan keluhan itu dari mulutnya mengingat ia tidak ingin mencari masalah di kota ini.
Karena tidak bisa tidur semalaman Reus akhirnya memutuskan untuk mengisi ruang pada skill HP Stack dan Energy Stack-nya serta membuat banyak Potion pemulih HP dan Energy sekaligus mengonsumsinya di saat yang bersamaan.
Reus berpikir untuk meninggalkan kota ini membutuhkan izin dari si walikota tambun itu, hanya saja kemungkinan besar izin tersebut tak mungkin diberikan kepadanya dengan mulus mengingat perangai walikota tersebut sebelumnya ketika melihat penduduknya menderita. Maka dari itu Reus membutuhkan persiapan jika skenario terburuknya benar-benar terjadi.
Semalam pemain berambut perak ini mengutak-atik Potion dengan mencampurkan beberapa Potion sekaligus di satu tempat. Memang banyak percobaan yang gagal, namun ada juga yang berhasil. Misalnya seperti HP Potion I yang dicampur dengan Energy Potion I menghasilkan Life Potion I.
Berkat percobaan itu juga ia mendapatkan satu lagi titel yang cukup mengejutkan dirinya.
---
Potion Enhancer
Titel yang didapatkan karena mengombinasikan banyak Potion
Respect +100, Int +5, Luc +10
Semua efek Potion yang digunakan +10%
---
Reus hanya tersenyum lebar menanggapi titel yang sangat menguntungkan ini. Dirinya yang mengandalkan Potion dalam pertarungan untuk memulihkan HP-nya tentu sangat senang mendapat titel yang berefek pada Potion.
Potion Enhancer sendiri bukanlah titel yang menjadi rahasia mengingat beberapa Alchemist juga memiliki titel ini karena iseng mengombinasikan Potion-Potion seperti halnya Reus semalam.
---
Life Potion I
Potion berisi energi kehidupan
Mengembalikan 150 poin HP yang hilang, mengembalikan 50 poin Energy yang hilang
---
Reus tersenyum gembira melihat khasiat dari Life Potion I yang merupakan hasil gabungan dari HP Potion I dan Energy Potion I. Meski sebenarnya khasiatnya sama seperti halnya meminum dua Potion tersebut, setidaknya Reus tak perlu memikirkan perutnya akan kembung atau tidak karena terlalu banyak meminum Potion.
Reus juga bereksperimen dengan bahan mentah yang sama seperti yang digunakan untuk membuat kedua Potion tersebut dan jadilah Life Potion I. Ia tersenyum lebar memikirkan berapa untung yang ia dapatkan dari menjual Potion ini.
Setelah puas mencampur adukkan beberapa Potion tersebut sambil mengisi HP Stack dan Energy Stack akhirnya Reus tersadar bahwa hari sudah pagi. Ia segera menghentikan kegiatannya dan keluar dari penginapan lalu pergi menuju gunung Horen.
"Berhenti! Mau ke mana kau?"
Ketika hendak menyebrangi gerbang di arah utara yang terarah ke gunung Horen langkah Reus dihentikan oleh beberapa penjaga gerbang dengan kasar.
"Aku ingin pergi melewati gunung Horen. Apakah ada masalah?"
"Tentu saja ada masalah! Apa kau pikir kau bisa pergi dari kota ini tanpa izin dari walikota?!"
Penjaga tersebut mengarahkan tombaknya pada Reus berniat menakutinya, namun apa yang terjadi malah sebaliknya. Reus sama sekali tak bergeming menanggapi ancaman itu dan malah terlihat santai. Para penjaga lainnya terlihat kebingungan melihat reaksi Reus.
"Jadi aku hanya perlu mendapatkan izin dari walikota saja, bukan?"
"Y-ya."
Reus kemudian berbalik dan melangkah dengan langkah santai kembali ke pusat kota meninggalkan para penjaga gerbang yang masih terheran-heran dengan sikap pemuda tersebut.
Sebenarnya Reus sendiri sudah memikirkan kemungkinan izin yang harus didapatkan dari walikota mengingat perangai walikota Kaki Horen Selatan sepintas terlihat tak pantas sebagai pemimpin. Tidak, sudah jelas kalau walikota ini memang menyalahgunakan kekuasaannya untuk hidup enak di atas penderitaan rakyatnya.
Melihat pakaian mewah serta bentuk tubuhnya yang tambun serta ekspresi tamaknya Reus bisa mengetahui kalau walikota tersebut juga tidak membiarkan orang asing yang masuk ke kota ini keluar begitu saja tanpa meninggalkan hartanya walau hanya sekeping koin Byl. Ia juga tidak mungkin membiarkan orang lain lolos dari kotanya dan menyebarkan kondisi Kaki Horen Selatan di bawah kepemimpinannya.
Ngomong-ngomong soal Byl, sebenarnya bentuk Byl berupa koin tembaga, perunggu, perak, dan emas. Koin tembaga bernilai satu Byl, koin perunggu senilai 100 Byl, koin perak seharga 1000 Byl, sementara koin emas dihargai sebanyak 10.000 Byl. Setidaknya Reus tak memiliki masalah dengan uang mengingat salah satu pemberian Arshwind adalah gunungan koin emas yang bernilai tidak kurang dari 20 juta rupiah.
Namun mungkin karena bentuknya tidak seperti koin emas Byl pada umumnya nilai gunungan koin emas pemberian Arshwind belum diketahui pasti oleh Reus. Mungkin ketika sampai di kota besar Reus ingin menafsir koin ini di toko perhiasan atau toko antik.
Setelah bertanya-tanya kepada para warga sekitar dengan memberikan beberapa koin tembaga Reus mengetahui letak kediaman walikota. Sebelum pergi menemui walikota Reus sudah mengganti pedangnya menjadi Dragon Slayer Sword yang merupakan senjata terbaik yang ia miliki.
Reus tidak melihat penjaga kelas Mage di dekat walikota kemarin sehingga Ability Magic Devour milik Blackstar tidak terlalu diperlukan, sebaliknya yang ia butuhkan saat ini adalah damage tinggi karena Knight yang menjadi pengawal walikota waktu itu berlevel sekitar 60-an menurut pengamatan Reus.
Ia pergi mendatangi kediaman walikota setelah semua persiapannya siap. Seperti biasanya ia dihentikan oleh penjaga, kali ini penjaga yang menjaga kediaman besar milik sang walikota.
"Mau apa kau datang kemari?"
"Aku ingin meminta izin keluar kota dari walikota, apakah bisa aku bertemu dengannya?"
Penjaga itu tersenyum sinis mendengar alasan Reus. Tentu saja, mereka mengetahui tidak ada orang yang berhasil pergi dari tempat ini sejauh yang mereka tahu.
Kemudian Reus diantar oleh beberapa penjaga memasuki kediaman walikota untuk bertemu dengan orang yang bersangkutan. Ia disuruh menunggu di sebuah ruangan sementara seorang pelayan memanggilkan walikota untuknya.
Selagi menunggu Reus mengatur HP Stack-nya untuk otomatis mengambil kembali HP yang telah ia simpan saat parameter HP-nya mencapai 25% hingga penuh. Ia juga melirik kepada para penjaga yang mengawasinya di ruangan tersebut mengira-ngira kekuatannya.
'Di luar dugaan ternyata para penjaga ini hanya berlevel 20 sampai 30-an. Levelnya terlalu rendah untuk kota besar nan kumuh seperti ini.'
Beberapa saat kemudian datanglah sang walikota ditemani seorang pengawalnya yang merupakan Knight dengan perlengkapan siap sedia menghadapi situasi darurat apapun. Walikota itu duduk di kursi di hadapan Reus dengan kaki menyilang, lalu meniup asap cerutu yang ia hisap ke arah pemuda berambut perak ini sambil tertawa kecil.
Reus sendiri bukanlah seorang perokok sehingga ia sedikit terganggu dengan asap cerutu, namun ia menahannya karena tindakannya bisa membuat masalah yang tidak-tidak. Walikota itu menghisap dan meniup asap cerutu itu kembali sebelum mengangkat suaranya.
"Kudengar kau ingin izinku untuk pergi keluar kota, benar?"
"Benar, aku ingin pergi melewati gunung Horen."
Walikota itu semakin lebar senyumnya tak bisa menahan keserakahannya.
"Meninggalkan kota dan gunung Horen, ya? Untuk biaya izin meninggalkan kota sebear 10.000 Byl sementara melewati gerbang terowongan Horen dari sini dikenakan biaya sebesar 20.000 Byl. Apa kau bisa memenuhi biayanya, tuan pengelana?"
Reus mengerutkan dahinya mendengar jumlah Byl yang tak manusiawi hanya untuk keluar dari kota dan menggunakan terowongan itu dengan sekali jalan. Melihat ekspresi Reus walikota ini terang-terangan tertawa keras.
Pemuda berambut perak ini menghela nafas sesaat kemudian mengambil tiga keping koin emas dan melemparkannya ke atas meja di hadapan walikota sehingga membuat mata walikota tersebut melebar hebat.
"Tiga puluh ribu Byl, tidak kurang tidak lebih. Apa aku dapat keluar dari kota ini dan melewati terowongan Horen?"
---
***Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘
Tombol likenya jangan lupa ditekan juga hayo, masih sedikit yang tekan tombol likenya***