
"Hoaaamm... tidurku kurang nyenyak."
Deus bangun beranjak dari kasur, merenggangkan sedikit tubuhnya. Terlihat ada lingkaran hitam di bawah kedua kelopak matanya menandakan Deus kurang tidur. Kelihatannya salah satu dampak negatif game manapun sudah mulai terlihat, ya?
Deus mengambil sebungkus camilan keripik kentang dan memakannya sambil menonton tv yang sudah dinyalakannya. Berhubung hari ini ia tidak mempunyai kelas untuk dihadiri, Deus memutuskan bermalas-malasan. Sesekali melakukan ini tidak apa-apa, kan?
Ia melihat channel khusus Orbis Online yang tengah membawakan beberapa berita. Sembari menyaksikan acara tv tersebut, Deus mengunyah keripik kentang satu demi satu.
Di acara itu terlihat seorang pewawancara dan dua orang sebagai narasumber, mereka saling berbicara mengenai beberapa hal penting di dalam Orbis Online. Kebanyakan memang berita-berita besar dari Legion-Legion besar seperti Heaven Throne.
Heaven Throne sendiri merupakan salah satu dari 10 Legion terbesar di dunia Orbis Online. Mereka menduduki peringkat keempat dalam Legion Top Rank dan memiliki pemain-pemain profesional yang bisa dikatakan sangat hebat yang juga menduduki peringkat-peringkat tinggi.
Legion ini diketuai oleh Sieg, salah satu dari Hundred Best Player yang dikenal dengan julukan Mighty Double Sword. Julukan ini sendiri disematkan oleh banyak pemain ketika melihat Ultimate Skill-nya—skill pamungkas—yang menghancurkan hampir setiap pertahanan di hadapannya.
Ultimate Skill bukanlah nama resmi dari skill ini, namun pemain hanya menamakannya demikian karena sering kali dikeluarkan ketika Sieg terpojok atau diambang kekalahan. Saat Ultimate Skill bernama Twin Sky Edge digunakan, maka hampir tak ada satupun pemain yang bisa menghentikannya.
Ia juga memegang posisi kedelapan di Arena Rank dan posisi keempat di Duel Rank.
Dengan bersenjatakan pedang satu tangan kelas Ultra bernama Twin Bouldier, berbagai skill yang ia miliki, serta kemampuan berpedang yang begitu tinggi membuatnya dijuluki sebagai Mighty Sword. Tidak ada yang bisa menandingi kemampuan berpedangnya hingga saat ini.
Selain Sieg, Heaven Throne juga memiliki banyak pemain-pemain hebat, contohnya adalah Crowntail.
Crowntail merupakan wakil ketua dari Heaven Throne yang mana menggunakan dua kapak satu tangan kelas Ultra sebagai senjata utamanya. Meski kelihatannya ia seorang petarung barbar seperti Warrior, kelasnya adalah Saint Priest—kelas lanjutan Priest yang merupakan Gold-Class.
Untuk Sieg sendiri masih belum diketahui kelas apa yang diambilnya sehingga dapat menggunakan dua pedang dua tangan secara bersamaan, namun tak ada yang meragukannya sebagai seorang pemimpin. Berkat kepemimpinan Sieg saat inilah alasan mengapa Legion Heaven Throne dapat mencapai peringkat keempat di Legion Top Rank.
Kedua pewawancara dan narasumber itu secara umum membicarakan tentang rencana penyerangan pada Dungeon Limasa yang disebut-sebut salah satu dari Five Great Dungeon yang rumornya adalah kumpulan Dungeon terkuat di benua Plainfest.
Dungeon Limasa sendiri menyimpan berbagai misteri dan lawan-lawan tangguh bahkan bagi pemain veteran seperti Sieg dan Crowntail. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa Legion besar yang menantangnya, namun semuanya gagal total.
Alasan mengapa Dungeon Limasa sangat sering menjadi incaran banyak pemain adalah karena rumor yang beredar di kalangan pemain Orbis Online. Apakah rumor ini benar atau tidak, tapi dalam rumor tersebut dikatakan bahwa Dungeon Limasa menyimpan sebuah Relic yang memberikan kekuatan luar biasa pada penggunanya.
Relic sendiri adalah Item super langka dan super kuat yang katanya melebihi Item Ultra-Equip ber-Enchant Divine. Kelemahan dari Relic ini memiliki durasi cooldown yang sangat lama hingga memakan waktu berhari-hari setelah digunakan. Namun jika sebuah Legion berhasil mendapatkan satu Relic saja, maka Legion tersebut bisa langsung menembus lima besar Legion Top Rank.
Sayang sekali, sejak pertama kali dirilisnya Orbis Online belum ada satu Legion pun yang berhasil mendapatkan Relic. Mengingat Relic ini merupakan Item yang sangat sangat langka melebihi skill Dual Wielding, memang kesulitan mendapatkan Relic mendekati mustahil.
Pihak Deraft Corporation sendiri belum pernah mengonfirmasi keberadaan Relic di dunia Orbis Online, karena itu jugalah banyak pemain yang menyerah mencari Relic.
Setelah pembahasan mengenai rencana penyerangan Heaven Throne terhadap Dungeon Limasa, hal selanjutnya membuat Deus tersedak liur dan keripik kentang yang ia makan. Kalian bisa menebak topik pembahasannya, bukan?
"Tuan Silsvehn, apa pendapat anda tentang pemain bernama Reus yang membuat dunia Orbis Online heboh akan jumlah HP Potion I yang dijual-nya di Orbis Forum?"
Ya, yang sedang dibahas oleh pewawancara dan narasumber acara ini sekarang adalah Reus yang tak lain dan tak bukan adalah Deus di dalam Orbis Online.
"Pendapatku? Hmm, kurasa ia hanya seorang Alchemist yang menumpuk Potion-nya selama beberapa bulan lalu dijual sekaligus. Bukan orang yang spesial."
"Begitu, ya. Lalu, bagaimana tanggapan anda ketika melihat Item-Item di lapak tokonya tiba-tiba berganti dari yang awalnya penuh dengan HP Potion I dan Material menjadi Item yang sangat luar biasa bagi pemain pemula?"
"Benarkah? Karena ia tidak aktif belakangan ini, jadi aku belum melihat tokonya lagi. Kurasa aku akan memeriksanya nanti."
Deus tersenyum masam mendengar balasan dari si narasumber bernama Silsvehn ini. Bukan karena ia kesal, namun ia merasa agak kasihan karena barang-barang yang baru saja ia jual langsung habis tak bersisa. Bagaimana cara Silsvhen memeriksa tokonya nanti?
"Beralih ke Monscow. Pertanyaan yang sama."
"Pemain bernama Reus, ya? Mungkin saja ia seorang Alchemist yang levelnya cukup tinggi dan mampu membuat HP Potion I atau Merchant yang membeli HP Potion I dalam jumlah besar. Tapi yah, pendapat hanya sekedar pendapat, tidak ada bukti pasti. Untuk sementara aku memilki suara yang sama dengan Silsvhen."
"Lalu, bagaimana tanggapan anda mengenai barang dagangannya yang tiba-tiba berubah jenis dari kebanyakan HP Potion I dan Material menjadi perlengkapan yang sangat bagus bagi pemain pemula?"
"Tanggapanku... Jika kau seorang pedagang maka pertahankan jenis bisnismu, dasar Merchant bodoh!!"
Tanggapan itu sama sekali tidak diduga oleh pihak pewawancara maupun penonton, bahkan Deus pun sampai terkejut setengah mati mendengar seruan kerasnya. Tak ada yang menduga kalau Monscow memiliki suara yang kerasnya seperti gemuruh petir.
Setelah tanggapan keras dari Monscow, topik pembahasan berita dialihkan ke topik lainnya. Mereka berbincang-bincang mengenai masalah-masalah pemain Orbis Online di dalam game, tapi tidak sampai ke masalah pribadi.
Deus yang sendiri menyalakan komputernya dan melihat hasil bisnisnya di Orbis Forum. Ia tersenyum puas melihat angka yang ia hasilkan dalam kurang dari satu hari.
"Orbis Online memang yang terbaik."
Sambil mengatakan itu, Deus mengonversi Byl yang ia dapat dari sana menjadi Rupiah, lalu mentransfer jumlah tersebut ke nomor rekeningnya. Ia pergi mengambil dompet serta ponselnya, memakai sepatu dan mengganti pakaian casual, kemudian berjalan keluar dari apartemennya untuk pergi ke suatu tempat.
Dari hasil penjualan itu, ia mendapatkan kurang lebih sekitar 4.000.000 Rupiah dalam sekali tekan. Itu murni dari hasil penjualan Item-Item yang ia dapat sebagai drop item di gua Lafos, belum jumlah Byl yang ia miliki di Orbis Online.
Sekarang ia bukanlah lagi seorang mahasiswa miskin, tapi mahasiswa menengah.