
Sudah hampir menginjak dua jam semenjak Reus dan Ikshan dikepung musuh, tetapi pertempuran tak mereda sedikitpun. Tubuh keduanya sudah mencapai batas karena terus bertarung tanpa henti.
"Ikshan, kau tak apa-apa?"
"HP-ku baik-baik saja, hanya terlalu lelah."
"Begitu."
Sembari berusaha mengatur nafas, Reus memicingkan matanya ke sana kemari memandang lautan musuh di depannya. Setidaknya terdapat 1.000 Snow Troll dan Yeti mengepung dirinya dan Ikshan di terowongan ini. Walaupun dikatakan terowongan, sebenarnya jarak antara dinding dan dinding seberang cukup lebar hingga mampu memuat tiga kapal feri besar.
'Sial, kalau begini Durability Blackstar takkan bisa bertahan.'
Selagi bertarung Reus beberapa kali memeriksa status Dur Blackstar yang saat ini di ambang batas aman. Dengan adanya Black Form dari Blackstar yang mampu meningkatkan 50% status Str dan Dex-nya, Reus masih bisa bertahan hingga detik ini. Apa jadinya jika Blackstar dan Black Form yang ia andalkan malah tak bisa dipakai?
"Kelihatannya aku tidak boleh terlalu bergantung pada pedang ini dan skillnya."
Reus menghela nafas sambil menggumamkan hal tersebut, lalu meletakkan Blackstar ke dalam Inventory dan mengambil Chaotic Blade sebagai senjata utamanya. Bersamaan dengan kembalinya Blackstar ke dalam Inventory, Black Form pun ikut menghilang dari tubuh Reus.
"Ada apa, Reus? Wujud hitammu itu sudah mencapai batasnya?"
"Yah, kau bisa anggap begitu."
Reus memasang kuda-kuda berpedangnya sekali lagi berkonsentrasi terhadap kerumunan monster mob di depannya. Ia tak habis pikir, mengapa dirinya dan Ikshan bisa menarik perhatian Snow Troll dan Yeti hingga sebanyak ini?
Sambil berpikir begitu, Reus kembali menghela nafas kemudian mengaktifkan Adrenaline Mode disertai Dragon Spirit dan Dragon Power membuat udara di sekitarnya mengamuk tak karuan.
"Sepertinya kau masih memendam kemampuan lain, ya."
"Tentu, kartu as itu tidak boleh diperlihatkan terlalu cepat."
Begitu selesai berbicara, Reus langsung melesat cepat menuju kerumunan musuh dan menebas apapun di sekitarnya bersama Chaotic Blade. Ia tidak peduli lagi dengan bar HP ataupun Energy-nya, selama masih ada HP dan Energy cadangan dari HP Stack dan energy Stack, ia masih bisa bertarung sekuat tenaga. Setidaknya itu yang ia harapkan.
Selang beberapa menit dirinya masuk ke dalam lautan musuh, Reus sudah bisa merasakan jeritan otot-ototnya. Berkat situasi yang tak menguntungkannya ini, ia tidak sempat meminum Vigor Potion dan memulihkan stamina.
"Ini benar-benar kesialan! Hollow Swords! Dragon Smite! Swing!"
Tidak tahan di dalam desakan monster mob di sekitarnya, Reus mengamuk dengan mengerahkan segala yang ia miliki. Tangan dan kakinya gemetar, setiap selnya seperti berteriak tak tahan lagi terhadap gerakan demi gerakan yang ia lakukan. Nafasnya pun sudah tidak bisa ia kendalikan seperti sebelumnya.
Baginya situasi seperti ini lebih mencengkam daripada berada di Chaos Lair bersama Dunk sebelumnya. Jika Chaos Lair masih bisa memberikannya waktu beristirahat, maka terowongan ini bagaikan lomba marathon 50 Kilometer tanpa henti.
Pandangan Reus sudah mulai memudar karena kelelahan. Bukan hanya pandangannya saja, tapi juga seluruh anggota tubuhnya sudah tidak mau menuruti perintah otaknya. Ia hanya bisa berdiri diam di tengah lautan musuh tanpa tenaga.
'Ini akhir keduaku di Orbis Online, kah?'
Seakan harapan hidupnya hilang, Reus memejamkan matanya mengingat-ingat apa saja yang sudah ia capai sejak kematian pertamanya di dunia ini berkat Arshwind. Selain pergantian kelas dari Swordsman menjadi Freelancer, Reus hanya mengingat pertarungannya melawan tiga Knight di kota Kaki Horen Selatan yang menjadi perbincangan dunia Orbis Online sekarang dan pertemuannya dengan Ikshan.
'Yah, kurasa tidak buruk juga untuk kematian keduaku. Setidaknya aku mendapat teman baru lagi.'
Reus menghela nafas sambil menggumamkan hal itu dalam hatinya, kemudian melonggarkan genggamannya pada Chaotic Blade pasrah terhadap penalty yang menunggunya di depan.
"Moon Scythe Art Series : Third Form – Moon Fall!"
Begitu sudah menyerah pada kematian keduanya di tangan gerombolan Snow Troll dan Yeti, Reus dapat mendengar suara ledakan yang membelah dua barisan musuh. Sebuah jalan kosong terbentang di depan wajahnya hingga dirinya bisa melihat sosok Ikshan.
"Jangan menyerah, Laplace! Kau adalah The Dominator Laplace, pemain Avora Online terkuat sepanjang masa! Jika kau menyerah, kau bukan lagi The Dominator Laplace!"
Seruan Ikshan menggelegar keras menyadarkan lamunan Reus untuk sesaat. Ia ingat bagaimana cara dirinya lolos dari kepungan monster seperti ini di masa Avora Online. Meskipun perbedaannya sungguh signifikan, tapi layak untuk dicoba.
Reus menyunggingkan sebuah senyuman, lalu mengambil Blackstar sambil mengembalikan Chaotic Blade ke Inventory. Kehadiran Blackstar membuat Reus mendapatkan kembali kepercayaan dirinya yang hilang sesaat lalu.
"Ikshan, siapkan Antidote dan HP Potion!"
"Oke!"
Dengan senyuman penuh rasa percaya diri, Reus melompat tinggi ke atas gua hampir menyundul langit-langit, lalu mengerahkan Hollow Swords sebagai pijakan di udara. Ia menghirup nafas sebanyak mungkin, kemudian melepaskan salah satu skillnya.
'Pertama-tama....'
"Poison Breath!"
Gas ungu cerah keluar dari mulutnya membuat seisi terowongan gunung Horen tertutupi gas beracun ini. Untungnya ia dan Ikshan mempunyai Antidote dalam jumlah yang cukup besar. Takkan menjadi masalah bagi mereka berdua jika hanya skill racun berlevel rendah.
Seusai menghembuskan Poison Breath dalam jumlah besar, Reus meneguk sebotol Antidote yang mampu menetralkan racun dalam beberapa waktu dan Vigor Potion II untuk mengembalikan 50% staminanya. Karena tidak ingin membuang-buang waktu lebih banyak, Reus mengambil langkah selanjutnya.
Kali ini ia mengerahkan semburan es dingin dari Ring of Ice di tangan kirinya, namun bukan ke arah musuh, tetapi ke arah Blackstar yang melahapnya tanpa sisa. Butuh waktu sekitar 10 detik sampai Reus selesai dengan Ring of Ice-nya.
Begitu selesai, Reus mengeluarkan seluruh hawa es yang ia kumpulkan di Blackstar dan Ring of Ice secara bersamaan ke seluruh penjuru terowongan. Ia pun turun dari pedang hitamnya dan mendarat di dekat Ikshan.
"Ikshan, tahan mereka sebisa mungkin!"
"Laksanakan!"
Selagi Reus menyebarkan udara dingin ke segala arah, Ikshan memainkan kusarigamanya menahan Snow Troll dan Yeti sebisa mungkin agar tak mengganggu Reus.
Meskipun sebenarnya Ikshan tidak tahu apa yang ingin Reus lakukan mengingat Snow Troll dan Yeti memiliki skill Cold Resistance berlevel cukup tinggi, ia yakin sang legenda Avora Online ini memiliki rencana di balik tindakannya.
Selang sekitar lima menit, Ikshan sudah mencapai batasnya menahan puluhan monster mob yang datang sekaligus. Di saat ia sudah ingin menyerah, Reus menyerukan sesuatu.
"Ikshan, siapkan HP Potion dalam jumlah besar dan Potion yang mampu meningkatkan daya tahan kalau kau punya! Kemarilah agar damage-nya tak terlalu berdampak padamu!"
Mendengar seruan Reus, Ikshan segera mengikutinya dan berlari ke arah Reus sambil menyiapkan Potion-Potion yang dimaksud. Segera setelah Ikshan tiba di dekatnya, Reus mengangkat Blackstar dan tangan kirinya ke depan dan tersenyum pasrah.
"Matilah kalian! Fire Storm!"
Dari ujung pedang hitam tersebut, keluarlah sebuah semburan api merah besar ke depan bersamaan dengan api dari Ring of Flame yang pernah ia dapatkan dari Undead Mage di kuil Ambora lalu. Selang beberapa detik kemudian, sebuah ledakan besar tercipta.
Blaaaarr!!
---
Like dan komen untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍