
Para anggota Gaia's Tree yang menyaksikan detik-detik terakhir Rosevince hanya bisa menelan ludah, tidak pernah mereka bayangkan dalam mimpi sekalipun pimpinan cabang mereka mampu dihabisi dalam satu serangan.
Rosevince memang hanya seorang pemimpin Legion cabang, tetapi Gaia's Tree hanya mempunyai tidak lebih dari lima cabang sebagai Legion menengah. Dengan pencapaiannya Rosevince seharusnya bisa memukul mundur atau bahkan menghabisi Reus, namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Masih ingin bertarung?"
Reus nyatanya tidak berhenti sampai membunuh Rosevince saja, tetapi masih menantang anggota Gaia's Tree yang tersisa. Dia menghunuskan pedangnya ke depan.
Kemampuan Reus diketahui begitu tinggi dalam pertarungannya menghadapi beberapa lawan sekaligus menghabisi Rosevince dalam hitungan menit, tentu tidak ada yang berani maju lebih dulu meski masih memiliki keinginan melawan.
Reus sendiri bisa melihat keraguan menyusupi anggota Gaia's Tree, namun dia tetap menunggu jawaban selama beberapa saat sebelum melepaskan perubahan Black Form-nya. Lawan-lawannya mengerutkan dahi melihat itu.
"Kuberi peringatan, kalian yang diancam menuruti perintah dan tidak menjalankan perintah tersebut secara sukarela maka kalian bisa membuang senjata kalian."
Perkataan Reus terdengar oleh seluruh anggota Gaia's Tree di tempat itu, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang melakukan ucapan Reus meski ingin memenuhinya. Mereka ragu karena jika melepaskan senjata dan berkhianat, bisa jadi orang di dekat mereka langsung membunuh mereka.
Reus sebenarnya mengetahui jalan pikiran mereka yang nampak ragu, itu bisa dimaklumi mengingat tidak semua anggota Gaia's Tree adalah pemain, bahkan mungkin sebagian besar anggotanya diisi NPC.
"Baik, kalian yang memaksaku bertindak kasar."
Reus tidak lagi menunggu pernyataan menyerah dari mereka, melainkan berlari ke depan dengan Blackstar di tangan kanan dan Hollow Sword yang telah bersatu di tangan kiri. Para anggota Gaia's Tree tersebut segera bersiap menghadapinya meski dirudung keraguan.
Sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang mampu menghentikan tebasan pedang Reus, dikelilingi belasan orang sekalipun Reus mampu menghadapi semua itu dalam satu serangan Fire Circlet, diikuti oleh tebasan dari kelima pedang Hollow Sword yang beberapa kali berpisah menebas musuh-musuh terdekat sebelum menghilang karena batas waktu.
Belum ada lima menit Reus telah menghabisi lebih dari separuh lawannya, tetapi di saat yang sama pula bala bantuan Gaia's Tree tiba. Bantuan ini berjumlah lebih dari seratus orang dengan rata-rata level 120 ke atas.
Biarpun Reus merupakan pemegang kelas Special-Class, tetap saja dirinya tidak dapat menghabisi semua lawannya seorang diri. Karena itu Reus mengambil suatu Item dari Inventory dan meniupnya, ketika siulan dari Item tersebut berhenti muncul sesosok Minotaur setinggi dua meter dari dalam tanah di dekatnya.
Minotaur itu bukanlah monster biasa, tetapi dia adalah Bull, sesosok Minotaur yang Reus dapatkan melalui Minotaur's Summon Horn saat Livetuna mengalami kehancuran parah berkat invasi monster beberapa waktu lalu.
Berbeda dari terakhir kemunculannya, kali ini Bull tidak lagi menggunakan lengan serta cakarnya yang besar dalam bertarung, melainkan sebuah kapak besar berbilah ganda dilengkapi dengan zirah logam yang nampak mahal menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Perubahan ini terjadi karena Bull juga ikut berlatih saat Reus dan Ikshan berada di tempat Randolf, namun karena batas waktunya hanya satu jam setiap hari perkembangannya begitu terbatas Reus menyuruh Bull sering berburu monster di sekitar untuk menaikkan levelnya.
Perlengkapan Bull yang terlihat mahal sendiri diberikan oleh Ikshan ketika pria tersebut berusaha meningkatkan level skill Smithing-nya. Setiap kali perlengkapan Bull rusak setelah berburu, Ikshan membuatkan lebih banyak sehingga level Bull meningkat cukup drastis.
"Tuan, sebuah kehormatan bisa dipanggil lagi oleh anda."
Bull segera berlutut di depan kaki Reus sementara pemuda bertopeng dengan pedang hitam di tangannya mengangguk pelan.
"Saya mengerti."
Bull bangkit dan membalikkan badannya, dia menemukan lebih dari seratus orang dari berbagai ras berkumpul tak jauh darinya. Bull menghentakkan kapak besarnya ke tanah sebelum berteriak keras mengalihkan seluruh perhatian mereka.
Tak lama kemudian beberapa anggota Gaia's Tree maju menyerang Bull tanpa diminta, sebagian besar yang terpancing merupakan NPC.
Hal itu tidak mengherankan mengingat raungan Bull barusan bukanlah sekedar raungan biasa, melainkan Taunting Roar, sebuah skill yang dapat menarik perhatian lawan ke arahnya dan menyerang pengguna. Skill ini biasanya dimiliki oleh pemain atau NPC berstatus Vit tinggi.
Anggota Gaia's Tree yang belum dihabisi oleh Reus sejak tadi berusaha memperingatkan rekan-rekannya, tetapi tidak ada yang dapat mendengarnya.
Di sisi lain Reus tersenyum tipis menanggapi puluhan orang yang datang mendekatinya. Reus mengangkat tangan kirinya ke depan dan menghempaskan seluruh lawannya itu sekaligus ke langit menggunakan Telekinesis, menyebabkan beberapa di antaranya mati karena menghantam tanah dari ketinggian sementara lainnya kehilangan HP yang cukup banyak.
Menurut penjelasannya Telekinesis hanya berlaku pada benda mati dan tidak berpengaruh terhadap makhluk hidup, tetapi Reus memanfaatkan perlengkapan yang menempel pada lawan-lawannya untuk menghempaskan mereka.
Jika Reus mau maka dia bisa saja mengangkat semua anggota Gaia's Tree di depannya dan meremasnya menjadi bola raksasa di udara, menghancurkan setiap lawannya tanpa mengangkat pedang sekalipun, sayangnya Energy yang digunakan untuk melakukan hal tersebut tidaklah sedikit sehingga Reus mengurungkan niat itu.
Pemandangan Reus menghempaskan puluhan lawan tanpa menyentuhnya berhasil membelalakkan semua yang menyaksikan, tidak ada yang percaya akan hal tersebut jika bukan karena terjadi di depan mata mereka sendiri.
Hal ini lantas tidak disia-siakan oleh Reus, dia melesat menuju kerumunan musuhnya dan mengayunkan Blackstar menebas setiap lawan yang dia lihat. Bull juga mengikuti Reus menghabisi lawan-lawannya, hanya saja kecepatannya tidak seberapa dibandingkan Reus.
"Dunk, apa gunanya kita di sini jika Reus sendiri sudah cukup menghancurkan cabang ini?"
"Entahlah, mungkin dia ingin kita mengantisipasi adanya hal tak terduga, tapi ini...."
Baik Dunk dan Kynel yang berjaga di sekitar gerbang hanya bisa terbengong menyaksikan pertempuran sebuah Legion melawan seorang pemain, keduanya mulai merasa tidak berguna karena hanya diminta Reus berjaga di gerbang masuk tanpa berbuat apapun lebih jauh selain mengamati.
Biarpun Gaia's Tree hanya berupa cabang di tempat ini, tetapi Gaia's Tree bukanlah Legion besar sehingga tidak mempunyai banyak cabang di tempat lain. Jika harus memperkirakan maka Gaia's Tree cabang Alvast mungkin hanya berkekuatan setengah dari markas pusatnya.
Hundred Best Player memang memiliki kekuatan luar biasa di antara pemain sampai mampu menghancurkan Legion menengah sendirian, tetapi sejauh yang diketahui Reus tidak termasuk seratus pemain terkuat tersebut karena Reus seharusnya belum berlevel terlalu tinggi sejak terakhir bertemu Kynel ataupun Dunk dulu.
"Kynel, sepertinya kau harus berpikir ulang jika ingin menampar Reus lain waktu."
Kynel mengerutkan dahinya mendengar ucapan Dunk yang menyinggung perbuatannya beberapa waktu lalu saat dirinya menampar Reus habis-habisan sampai wajah pemuda itu berubah.
Kalau saja Reus mampu menghancurkan setengah Legion Gaia's Tree, bukankah itu artinya Reus tidak butuh banyak usaha untuk menghabisi Kynel ataupun Dunk?