
Bersama Mirage dan anggota party-nya, Reus sama sekali tak menghadapi kesulitan selagi menyusuri gua Lafos di gunung Mauren ini. Semakin masuk ke dalam maka level, status, serta pola lawan akan meningkat sehingga menjadi lebih sulit dikalahkan dari yang sebelumnya. Dengan bantuan Mirage dan lainnya, ia dapat bertarung tanpa kehilangan jumlah HP yang berarti.
Dalam pertarungan di dalam gua seperti ini kemampuan senjata jarak dekat sangatlah diutamakan. Gua Lafos tak sesempit gua-gua di dunia nyata, gua ini cukup besar sampai-sampai bisa dimasuki oleh dua kapal pesiar dijajarkan secara horizontal sekaligus. Karena inilah kemampuan bertarung Reus, Fira, Edmund, maupun Kuro tak terbatasi oleh luas ruangan, sedangkan Mirage dan Violet mengawasi dan mendukung mereka berempat dari garis belakang.
Setiap penyihir memiliki satu skill penyembuhan, namun efeknya juga tergantung pada status dan ras yang ia pakai. Misalnya ada pemain dengan ras Orc yang seharusnya mengambil kelas jarak dekat seperti Swordsman atau Warrior, skill penyembuhannya tak sekuat dan seefektif pemain berras Elf yang memang cocok mengambil kelas penyihir.
Mirage sesekali mengerahkan skill penyembuhan kepada Reus karena hanya Reus-lah satu-satunya pemain terlemah diantara mereka dan juga satu-satunya yang HP-nya bisa menurun hingga dibawah 20%. Untuk Fira, Edmund, dan Kuro yang berelvel di atas 80 monster mob di gua berlevel 25 ini bukanlah tandingan mereka. Bar HP mereka saja belum menyentuh 95%.
Sebagai High Mage, Mirage lebih banyak memiliki skill sihir yang bersifat menyerang daripada mendukung seperti kelas Enchanter. Karena itu ia lebih sering menggunakan skill penyembuh dan penyerang bersama Violet yang juga menjaga mereka yang berada di garis depan menggunakan sepasang pistol di kedua tangannya.
"Swing!"
Zraaaak!!
Dengan serangan terakhir yang menggunakan skill Swing-nya, Reus mengalahkan monster mob bernama Medium Blue Lizard. Monster ini berbentuk kadal raksasa berwarna biru yang cukup sering ditemui dimanapun, bahkan Medium Blue Lizard sering diburu oleh pemula karena biasanya menjatuhkan drop item dan exp yang lumayan bagus dan banyak.
Untungnya ini hanya di dunia virtual sehingga tidak ada binatang ataupun spesies yang dapat punah karena adanya sistem spawning yang tentunya diterapkan hampir di semua game VRMMORPG. Kalau di dunia nyata mungkin Medium Blue Lizard sudah punah sejak lama.
Selang sekitar satu jam semenjak mereka bertemu di dalam lorong gua, lawan mereka berubah dari monster mob biasanya menjadi NPC Dwarf bersenjata dan memiliki perlengkapan yang cukup bagus. Namun dengan bantuan party Mirage—khususnya Mirage dan Violet—Reus tak mengalami kesulitan yang berarti dalam menghadapi musuh-musuh baru ini.
Karena merupakan pemain yang masih baru dan belum memiliki banyak pengalaman, Reus belum pernah sekalipun melawan musuh yang memiliki gerakan rumit seperti NPC. Meskipun Reus memiliki teknik pedang yang cukup sulit diperkirakan, kekuatan statusnya belumlah cukup untuk menghadapi para Gnome Bandit seperti melawan gerombolan Pebble Golem ataupun Ice Golem.
Tapi berkat itu level dan statusnya meningkat.
---
Status
Nama : Reus
Level : 32
Class : Swordsman
Respect : 206
Str : 89, Dex : 123, Vit : 109, Int : 75, Luc : 57
Skill : Alchemy, Martial Arts II (Passive), Swing, Sword Arts I (Passive)
Title : The Harvester III, Another Alchemist, Bare Hand Figther, Advance Player, Advance Swordsman, Skill Modifier, Golem Hunter
---
Catatan : Status Byl sengaja dihilangkan karena terlalu merepotkan :v
Reus mengangguk pelan melihat status dan levelnya bertambah. Meskipun ia masih memiliki CP—Customize Point—ia tidak ingin terburu-buru meningkatkan statusnya secara mendadak. Ia berpikir bagaimana caranya agar meningkatkan status setinggi mungkin tanpa menggunakan CP.
"Tidak, aku hanya mengayunkan pedangku secepat dan seektif mungkin pada lawan. Kenapa?"
"A-ah tidak, hanya saja kakak terlihat hebat dalam memainkan pedang."
'Benarkah?'
Tak mengidahkan pujian dari Kuro, Reus menyarungkan Iron Sword +4 miliknya. Edmund sebagai pemain yang bersenjatakan pedang juga memuji teknik berpedang Reus. Di sisi lain, Violet dan Fira hanya mengagumi pemain berkelas Swordsman berambut putih itu dari jauh.
"Mira, kakakmu keren juga yah."
"Keren darimananya? Kakak itu penyendiri tahu."
"Kamu ini adik yang kurang ajar sama kakaknya, ya?"
"Diamlah, Fira."
Mereka bertiga memandang Reus yang tengah berbicara dengan Kuro dan Edmund dari belakang. Reus memang penyendiri dan tak suka bergaul, tapi wajah dan penampilannya tidak terlalu buruk di mata para wanita. Namun ia memang tidak setampan Edmund dan Kuro di dunia nyata, bahkan ia hanya tepat di rata-rata saja.
Sebenarnya Mirage juga terkagum pada permainan pedang Reus, tapi tidak mungkin ia menunjukkan perasaan tersebut secara terang-terangan. Bisa dikatakan bahwa Mirage ini adalah tipe gadis gengsian.
***
Setelah memasuki gua lebih dalam lagi sembari membasmi monster mob maupun NPC Gnome Bandit berras Dwarf, Reus dan kawan-kawan menemukan tiga percabangan lorong gua yang mana tidak memiliki petunjuk sama sekali. Mereka terlihat kebingungan di depan tiga percabangan lorong tersebut.
Meskipun level mereka tinggi, bukan berarti Mirage dan teman-temannya mengetahui tempat ini. Sebaliknya, mereka sama sekali tidak mengetahui bagian dalam gua Lafos.
"Kakak, bagaimana kalau kita berpencar? Jumlah kita ada enam orang, satu lorong diatasi dua orang."
"Boleh juga. Baiklah, aku akan pergi dengan Violet."
"H-hah!? Kenapa!?"
"Habisnya aku ini pemula, kan? Di situasi seperti ini lebih baik masing-masing kelompok berisi satu pemain jarak dekat dan satu pemain jarak jauh atau menengah. Daripada kamu—yang menyerang seenaknya sendiri dan menimbulkan cukup banyak masalah—aku lebih memilih pergi bersama Violet."
Mirage terdiam mendengar penjelasan sekaligus kritikan dari Reus. Ia bukan terdiam karena ia merasa seperti itu, tapi ia terdiam karena kesal ucapan Reus benar-benar tak ditahan sama sekali. Yah, Reus memang tipe pria yang tidak segan-segan kepada siapapun, termasuk pada wanita. Jika menurutnya pendapatnya benar, maka ia akan mempertahankan itu.
"Ah, menurutku Mirage pergi bersama Kuro, sedangkan Fira dengan Edmund. Mirage bisa membantu dari belakang sementara Kuro memegang peran tank—peran yang menahan serangan musuh—lalu Edmund yang memiliki Dex tinggi bisa dengan cepat membantu Fira ketika ia kesulitan. Jelas?"
Mereka semua menganggukkan kepala mengiyakan pendapat Reus. Formasinya memang cukup baik—apalagi dengan level dan status mereka yang jauh diatas Reus—mereka takkan mengalami kesulitan. Selagi yang lain mendengarkan Reus, Mirage terlihat kesal terhadap kakak kandungnya di dunia nyata itu.
Reus menambahkan kelimanya ke dalam Friendlist-nya sehingga ketika ia berada dalam masalah atau ruang bos atau target Quest terlihat, mereka bisa saling menghubungi dan segera berkumpul di tempat yang sama.
Seusai membuat strategi, mereka melangkah memasuki ketiga lorong di depan dengan kelompok dua pemain di satu lorong. Reus dan Violet mengambil lorong kiri, Edmund dan Fira di lorong tengah, sedangkan Kuro dan Mirage memilih lorong kanan.