Orbis Online

Orbis Online
207. Dragonreign



   "Tidak ada apapun di sini?"


Benar, tidak ada satupun harta apalagi Item setingkat Ultra Equip di ruangan tersembunyi yang ditemukan Reus. Ruangan itu tak menyimpan satupun barang, hanya debu dan udara yang terdapat di ruangan tersebut membuat Reus mengerutkan dahinya.


Menurut informasi yang telah dia baca dari berbagai sumber, hampir seluruh ruang tersembunyi dalam suatu Dungeon memiliki harta melimpah ruah disertai beberapa Item tingkat High hingga Ultra.


Kenyataannya? Tidak ada satupun benda selain batu kerikil di tempat ini.


   "Apa ini hanya ketidakberuntunganku saja menemukan ruangan tersembunyi tanpa harta?"


Reus yang masih kebingungan itu memberanikan diri untuk mengambil langkah lebih jauh sambil memperhatikan seisi ruangan, namun beberapa saat setelah dia berjalan dari ujung hingga ke ujung ruang lain Reus tak menemukan apapun.


Reus hanya bisa melihat berbagai ukiran pada dinding ruangan yang tidak terlalu jauh berbeda dari relief yang sejauh ini dia lihat, hanya saja semakin Reus teliti dia juga semakin memahami bahwa seluruh relief dalam Dungeon ini mempunyai hubungan sejarah yang kuat dengan Bailendra Kingdom ataupun bangsa naga.


Reus memang bukan arkeolog ataupun sejarawan yang memfokuskan pekerjaan terhadap benda-benda antik dan peninggalan masa lalu, tapi firasatnya mengatakan ada sesuatu di tempat ini yang amat tersembunyi. Tidak sembarangan orang dapat mengambilnya.


Membutuhkan waktu cukup lama bagi Reus untuk membaca dan memahami maksud relief-relief ini. Dia tidak memahaminya terlalu dalam namun ada satu yang Reus pahami dari semua seni pahat dalam ruangan ini.


   "Semua relief ini menceritakan sejarah bangsa naga, bangsa yang ditakuti dan diburu oleh berbagai ras karena kekuatannya yang begitu dahsyat, lalu berakhir membentuk negeri baru yang di masa kini disebut Bailendra Kingdom demi melindungi bangsa naga serta kerabat jauh mereka."


Reus kemudian melangkah mendekati dinding ruangan berlawanan dari pintu, lalu memperhatikannya dengan seksama. Dia menoleh ke pintu ruangan sesaat sebelum kembali memandangi ukiran pada dinding di dekatnya.


   "Dan semua itu diawali serta diakhiri oleh ketujuh naga yang disebut Raja Naga, ya?"


Pandangan Reus jatuh pada pahatan dinding yang membentuk ukiran ketujuh kepala naga berleher panjang yang saling memandang ke ukiran lain berbentuk semacam kobaran api.


Reus menghela nafas berat tidak terlalu yakin atas hasil hipotesisnya kali ini, dia sama sekali tak percaya diri jika menyangkut sejarah. Bidang tersebut bisa dibilang salah satu kelemahannya.


   "Kesampingkan gambaran relief ini, tapi apa maksud perkataan di langit-langit itu?"


Reus menengadahkan dagunya memandang tulisan di langit-langit sambil mengusap dagu.


   "Mereka yang menguasai akan hancur, mereka yang hancur akan menguasai. Tidak ada kedamaian abadi, hanya ada kekacauan sejati?"


Reus bisa merasakan tulisan tersebut ada kaitannya dengan ketujuh raja naga yang mendirikan negara yang akhirnya disebut Bailendra Kingdom dan Order of Chaos yang mungkin adalah antagonis utama Orbis Online.


Dia mengartikan 'mereka yang menguasai akan hancur' sebagai bangsa naga yang dulu begitu berkuasa sekarang menghilang bagai ditelan bumi, sedangkan 'mereka yang hancur akan menguasai' menginterpretasikan Order of Chaos yang pernah dihancurkan oleh kelompok Randolf dan kawan-kawan yang setelah ratusan tahun tertidur sekarang bangkit kembali.


   "'Tidak ada kedamaian abadi' artinya kedamaian di masa kini, kan? Kalau begitu 'kekacauan sejati' tak perlu dipertanyakan lagi. Kemungkinan besar itu adalah pertanda perang besar di masa depan."


Reus mengangguk pelan berharap pengartian terhadap kalimat di langit-langit tidak meleset, namun di saat yang sama tidak berharap pemahamannya sungguh benar. Dia berpikir mungkin kalimat ini adalah ramalan dari masa lalu tentang perang besar yang akan terjadi pada masa sekarang.


Reus menghela nafas berat setelah mengartikan kalimat tersebut, tak menyangka alur cerita Orbis Online berasal dari ramalan seperti kebanyakan game RPG pada umumnya.


Saat Reus hendak berpikir mencari kemungkinan arti lainnya, tiba-tiba sebuah panel semi transparan muncul di depan wajah Reus. Dia membaca isi panel tersebut sekilas sebelum tersenyum lebar.


   "Oh, Ikshan memang hebat. Hanya dalam beberapa jam saja sudah mendapatkan petunjuk."


Reus berdecak kagum membaca isi panel itu yang ternyata adalah pesan dari Ikshan, berisikan tentang sebuah legenda di masa lalu yang dikisahkan melalui dongeng kuno, legenda itu disebut Dragonreign.


Dahulu bangsa naga hidup dengan harmonis bersama makhluk-makhluk lain di muka bumi, keberadaan mereka bukan sebagai monster penghancur yang dapat melebur segalanya melainkan sebagai pelindung dan penguasa murah hati.


Kebanyakan bangsa naga memiliki ukuran tubuh yang tidak lebih kecil dari kastil manusia sehingga sulit mencari tempat tinggal, karena itulah bangsa naga seringkali menetap di suatu gunung atau bukit yang mana membuat naga sering berinteraksi dengan makhluk-makhluk lain di sana, kemudian berbaur menjadi satu kesatuan terhadap tempat tersebut.


Semua itu berubah ketika makhluk-makhluk menjadi serakah dan haus akan kekuatan, mereka berniat membasmi naga dan merebut kekuatan mereka. Awalnya keinginan para makhluk serakah ini ditertawakan dan tidak dianggap serius, namun seiring waktu berjalan mereka kemudian membentuk sebuah kelompok dan memburu bangsa naga.


Di masa lalu tidak ada makhluk biasa yang mampu menumbangkan naga seorang diri, tetapi dengan menambah jumlah, menciptakan berbagai peralatan dan perlengkapan, menjalin kerja sama, serta memikirkan strategi matang, untuk pertama kalinya dalam sejarah seekor naga terbunuh bukan oleh umur ataupun bertarung dengan sesamanya.


Aksi para makhluk serakah ini tidak berhenti di sana saja, mereka berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya yang mungkin dihuni oleh bangsa naga. Mulai dari naga terlemah hingga naga yang lebih kuat, semuanya dapat dihabisi oleh makhluk-makhluk ini.


Bukan hanya naga saja yang terkena imbasnya, ras lain yang merupakan keturunan hasil kawin silang dengan naga juga dibasmi.


Hal ini kemudian membuat bangsa naga yang merasa terancam dan terkhianati berkumpul di satu tempat, lalu dipimpin oleh tujuh naga yang disebut Tujuh Raja Naga menciptakan sebuah negeri di mana seluruh naga dan keturunannya dapat hidup dengan damai.


Sayangnya dengan mendirikan negeri tidak mengurangi niat para makhluk yang menginginkan bangsa naga binasa berhenti, mereka juga mendirikan sebuah kelompok besar yang setara dengan negara dan menyerang negeri yang didirikan oleh Tujuh Raja Naga.


Perang berkepanjangan meletus antara bangsa naga dan ras lain yang menentang mereka hingga mencapai ratusan tahun, pada akhirnya kedua belah pihak mengalami kekalahan dan kehancuran yang tak terhitung jumlahnya.


Bangsa naga yang tersisa dari perang tersebut memilih untuk pergi dari Plainfest dan meninggalkan keturunan mereka setelah perang berakhir, sementara para makhluk serakah yang menjadi musuh bangsa naga tersebar ke seluruh Plainfest tanpa terdengar kabarnya.


Negara yang dihuni oleh keturunan para naga inilah yang sekarang disebut sebagai Negeri Naga yang mendominasi daerah Plainfest Utara, Bailendra Kingdom.


Itulah akhir dari masa keemasan bangsa naga yang diambil dari dongeng kuno, Dragonreign.


   "Jadi begitu rupanya...."


Reus yang baru saja selesai membaca ringkasan cerita dongeng kuno tersebut memijat dahinya, kemudian mengalihkan pandangan menuju ukiran relief di ruangan ini secara bertahap, dari di dekat pintu masuk sampai akhirnya berhenti pada pahatan di depannya.


Ukiran pahat yang menurut hasil hipotesisnya tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan kisah Dragonregin yang barusan dia pelajari.


   "Diawali oleh Tujuh Raja Naga, lalu diakhiri pula oleh Tujuh Raja Naga."


Reus menghela nafas sembari bergumam demikian sedikit banyak memahami sejarah panjang Bailendra Kingdom, dirinya tak menyangka Negeri Naga ini benar-benar didirikan oleh para naga.


   "Baik, satu sudah terpecahkan, masalahnya...."


Pandangan Reus kemudian terjatuh pada sebuah ukiran pahat di tengah ketujuh kepala naga di depannya. Relief tersebut berbentuk bundar menyerupai piring dan memiliki ukiran unik yang terkesan lain dari relief lain di ruangan ini.


Reus menyentuh dan meraba relief itu, berusaha mengalirkan sejumlah Energy atau mendorongnya sekuat tenaga, tetapi apapun yang dia lakukan semuanya nihil. Tidak ada pertanda sesuatu yang hebat terjadi.


   "Apa ini benar-benar jalan buntu?"


Dia menggaruk kepalanya sejenak merasa firasatnya tidak salah, namun di saat yang sama tak ada petunjuk selain ukiran relief yang menggambarkan sejarah terbentuknya Bailendra Kingdom untuk memecahkan misteri ini.


   "Ya sudahlah kalau memang tidak bisa. Toh, tempat ini hanyalah salah satu dari sekian banyak Dungeon di seluruh Bailendra Kingdom. Kemungkinannya amatlah kecil aku menemukan sesuatu sepenting segel Arshwind dalam sekali coba."


Setelah berpikir keras selama beberapa waktu akhirnya Reus mengangkat bahu sambil menghela nafas. Pada akhirnya dia memutuskan untuk melangkahkan kakinya meninggalkan Dungeon sembari memeriksa Drop Item dari Four-Headed Dragon King Statue.