
"Reus, aku akan mengalihkan perhatian mereka sebentar dan manfaatkan celah itu."
"Oke."
Sembari berlari ke depan, Reus dan Ramsey merencanakan strategi sederhana sebelum menyerang. Meski Ramsey orang yang suka mengandalkan instingnya, namun kali ini ia bersama Reus yang jauh lebih lemah daripada dirinya. Setidaknya ia harus mengutamakan Reus yang bisa saja game over kapan saja.
"Kalian mundur saja, biar aku yang melayani mereka."
Di pihak kelompok monster elit itu sendiri nampak meremehkan lawannya—terutama si Hobgoblin buncit. Mereka tidak mengambil kuda-kuda atau apapun karena mengira mereka berdua—Ramsey dan Reus—adalah manusia biasa. Sayang sekali, dugaan tersebut salah besar.
Hobgoblin itu melangkah sedikit ke depan, lalu menghentakkan tongkat sihirnya ke tanah dengan keras dan beberapa sosok monster ras Undead dengan nama monster Skeleton yang menyembul keluar dari dalam tanah. Sosok-sosok Undead tersebut segera menerjang dua manusia yang tengah berlari kencang ke arah mereka.
Benar, Hobgoblin buncit ini adalah seorang Necromancer.
Necromancer sendiri merupakan salah satu kelas tingkat Silver-Class yang berasal dari kelas Mage atau sejenisnya. Kelas ini mampu memanggil kembali nyawa dan roh orang-orang mati lalu membangkitkan mereka, namun tidak bisa mengembalikan jiwa dan akal sehatnya. Sebagai tambahan, mereka yang mengambil kelas Necromancer dapat mengendalikan sepenuhnya tubuh-tubuh yang sudah mereka bangkitkan—kecuali tubuh mati para pemain tentu saja.
Pemilik kelas ini hanya mempunyai keunggulan pada status Int-nya saja, namun setiap kali levelnya meningkat maka penambahan status Int-nya dikali dua karena status unggulannya hanya satu. Maka dari itu para Necromancer sangat cepat bertambah kuat.
Kelemahan kelas ini adalah serangan langsung. Sehebat apapun Necromancer mengendalikan Undead, kemungkinan besar status fisik seperti Vit, Str, dan Dex benar-benar tidak ditingkatkan dan hanya fokus pada Int saja demi memperkuat Undead yang berada dibawah kendali mereka. Tapi, tentu tidak semua Necromancer seperti itu.
Kadang terdapat Necromancer yang bisa mempertahankan dirinya sendiri menggunakan sihir atau beladiri. Biasanya Necromancer tipe itu disebut Magic Necromancer atau Brawler Necromancer. Mereka lawan yang cukup tangguh, namun selain pasukan Undead-nya tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan.
"Cih, mengganggu saja."
Merasa dirinya diremehkan, Reus menendang tanah sekuat tenaga dan melesat menghancurkan para Undead tersebut hanya dalam satu tebasan Flash Swing. Ramsey hanya tersenyum melihat aksi Reus barusan.
"Hoo, kalian cukup kuat juga ternyata."
Si Hobgoblin tersebut memperlihatkan senyum kegembiraan yang disertai niat buruk. Ia memang tidak menyangka kalau ada manusia yang bisa menghabisi Skeleton-nya dalam sekali serang, tapi itu hanya sekedar uji coba semata.
Ia kembali menghentakkan tongkat sihirnya, namun yang muncul kali ini sesosok makhluk bertubuh tinggi menyerupai gumpalan daging setinggi empat meter, memiliki kira-kira sepuluh pasang tangan dan kaki yang berjumlah tiga pasang. Di setiap telapak tangannya terlihat sebuah bola mata tertanam di sana dan monster ini tidak mempunyai mulut untuk melahap buruannya.
Reus sempat bergidik melihat wujud menjijikkan tersebut, tapi ia tidak memiliki waktu untuk itu.
"Hecatoncheires versi Undead, ya?"
Hecatoncheires adalah salah satu monster mob level tinggi atau bagi Reus dan pemain selevelnya bisa dianggap Mini-Boss. Monster ini terinspirasi dari mitologi Yunani kuno yang merupakan anak dari Uranus dan Gaia—dewa dan dewi dalam mitologi Yunani kuno.
Tidak mempedulikan makhluk menjijikkan itu, Ramsey melompat jauh ke depan dengan kecepatan penuh dan memukulnya sekuat tenaga hingga monster tersebut terhempas beberapa meter ke belakang. Sayang sekali pukulannya tidak bisa langsung membunuh Hecatoncheires itu.
"Cih, Hecatoncheires level tinggi, ya?"
Ramsey mengeluhkan itu terang-terangan sambil membenarkan posisi berdirinya. Reus sendiri sedikit kecewa pada serangan Ramsey barusan. Kelihatannya monster yang satu ini akan menyulitkan mereka berdua.
"Hehehehe, bagaimana lawan kalian kali ini? Kuat, bukan? Dia adalah salah satu bawahan andalanku! Hahahahaha!"
Si Hobgolin buncit tersebut terkekeh keras melihat serangan Ramsey tidak mempan. Walau serangannya kurang efektif, dampak yang diterima Hecatoncheires tersebut bisa dikatakan cukup normal bagi Ramsey.
Yah, mau bagaimana lagi? Hecatoncheires itu memiliki resistensi terhadap serangan tumpul dan api. Wajar jika serangan Ramsey tidak begitu efektif.
"Resistensi serangan tumpul, ya? Kalau begitu tak ada masalah!"
Mendapati sesosok manusia datang mendekatinya, Hecatoncheires itu mengerahkan delapan lengannya hendak menghantam 'lalat' di depannya. Reus sendiri tidak tinggal diam menunggu dirinya hancur berkeping-keping ditepuk oleh monster ini. Ia mengaktifkan kembali Adrenaline Mode-nya yang sempat ia non-aktifkan tadi.
Dalam mode tersebut Reus bisa melihat segala sesuatu dan berpikir lebih cepat sebanyak 10% dari biasanya. Sepuluh persen memang terdengar tidak banyak, tapi itu sudah cukup untuk melampaui batas manusia biasa.
Ia pun menghindari serangan delapan tangan tersebut satu per satu dengan sempurna. Tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya akibat serangan itu. Jika saja Reus mendapat luka dari serangan ini, HP-nya bisa berkurang drastis meski hanya luka kecil.
Tak cukup menghindar saja, Reus juga membalas dengan ayunan Blackstar yang ia tebaskan sedikit demi sedikit menyayat kulit dan daging monster bertangan 20 ini. Walau dampak serangannya tidak terlalu berarti, dengan kecepatan yang ia miliki Reus dapat menghasilkan damage kecil tapi cepat nan beruntun.
'Kurang!'
Merasa tidak puas, Reus kemudian memanggil kelima Hollow Swords-nya dan mulai menebas lengan-lengan tanpa tulang tersebut secepat mungkin. Sayang sekali aksinya dan kelima pedang hitam semi transparan itu diganggu oleh sepasang tangan yang menyambutnya dari depan berniat meratakan wajahnya.
Karena gangguan tersebut Reus diharuskan menghindar. Ia melompat ke sebelah kiri di mana bagian kanan sang Hecatoncheires terlihat tidak bisa menyerang dikarenakan semua lengan yang berasal dari sana sedang terluka akibat tebasan Blackstar dan Hollow Swords milik Reus.
Tak ingin berhenti, Reus melanjutkan serangannya yang kali ini menargetkan keenam kaki musuh yang menopang tubuh besarnya itu. Ia berlari lalu merunduk melakukan gerakan semacam sliding tackle sambil mengayunkan keenam pedangnya berusaha menghancurkan penopang tubuh dan alat gerak monster tersebut.
Diluar dugaan ternyata serangan Reus sukses. Pemain berambut perak itu berhasil merebut alat gerak monster ini sehingga tidak bisa melangkah lagi meski hanya sejengkal. Namun Reus tak merasa cukup, ia segera melompat tinggi ke atas melebihi monster gumpalan daging sang Hecatoncheires setelah keluar dari bawah monster ini.
"Haah!!"
Zleeb!
Terdengar suara tusukan sekaligus terbenam yang sangat mulus tepat di atas makhluk bertangan dua puluh ini. Itu adalah Blackstar yang terbenam sedalam mungkin menembus kulit dan daging busuk monster ini. Meski tercium bau busuk menyengat, Reus berusaha untuk bernafas melalui mulut agar tidak mencium bau busuk khas bangkai yang dikeluarkan Hecatoncheires.
"Makan ini! Magic Storm!"
Bzzztt!!
Dalam sekejap Reus mengeluarkan semua Magic Skill yang tersisa di dalam Blackstar demi merusak organ dalam makhluk menjijikkan tersebut separah mungkin. Memang ia takkan bisa melepaskan sihir lagi dari Blackstar, tapi ini dibutuhkan agar kemenangan Ramsey bersifat absolut—mengingat Ramsey satu-satunya yang bisa bertahan sendirian melawan sekelompok monster elit ini.
Blaaarr!!
Sebuah ledakan besar tercipta akibat tubuh monster itu tidak kuat menahan ledakan demi ledakan Magic Skill yang saling beradu di dalam tubuhnya. Ledakan tersebut benar-benar hebat hingga menyita 80% perhatian seluruh personel di medan perang.
Ngomong-ngomong, sebelum ledakan besar terjadi Reus sudah kembali ke tempat Ramsey berdiri. Ia yang tidak kehilangan HP sedikitpun seusai melawan Hecatoncheires itu benar-benar membuat Ramsey terkagum. Tak disangka ternyata sahabatnya di dunia nyata ini begitu hebat dalam pertarungan virtual.
Sementara Ramsey terkagum-kagum dengan kemampuan Reus, si Hobgoblin yang tadi menyombongkan dirinya dengan salah satu bawahan andalannya itu menggeram kesal dipenuhi ledakan emosi. Ia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang manusia membunuh sesosok Hecatoncheires andalannya?
Mengabaikan reaksi kelompok para monster elit yang kelihatannya marah dan kecewa, Reus mengambil posisi duduk bersila di atas tanah. Ramsey hanya terkekeh kecil melihat tingkah Reus yang mengada-ada di tengah peperangan seperti ini.
"Ramsey, aku akan istirahat sebentar jika kau tak keberatan."
"Ya, beristirahatlah dengan santai. Aku akan mengambil alih pertarungan dari sini."
Melalui pukulan kecil pada masing-masing telapak tangan, Reus menyerahkan sisa pertarungan akhir ini kepada Ramsey. Meski dikatakan Reus menyerahkan sisa pertarungan, ia tidak benar-benar mundur dan membiarkan Ramsey beraksi sendiri. Tentu ia akan kembali bertarung, namun di saat yang tepat ketika dirinya sudah fit.
Di sisi lain, Ramsey melangkah pelan meninggalkan Reus di belakang menuju panggung pertarungan terakhir melawan lima Field Boss desa Viredeta sekaligus. Ekspresinya yang nampak serius itu terlihat sangat keren hingga dapat membius beberapa wanita.
Apakah ia benar-benar serius ataukah hanya sok keren saja, tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri.