Orbis Online

Orbis Online
112. Murka dari Kematian



   "Apa... sudah berakhir?"


Seusai pertarungannya dengan Ash berakhir dengan kemenangannya, Reus jatuh berlutut di kedua lututnya sembari berusaha mengambil nafas sebanyak mungkin. Meskipun Ouroboros Mode memberikan stamina yang teramat banyak, bukan berarti semua itu tak bisa habis.


Sekitar setengah menit terlewati, Reus kembali berdiri dan memperhatikan keadaan sekitarnya yang masih dikerumuni berbagai pasukan monster Ash. Mereka terlihat ingin menyerang Reus, namun di saat yang sama mereka tidak yakin bisa mengalahkan pemuda yang bahkan berhasil mengalahkan komandan mereka.


Melihat itu Reus mengerahkan Dragon Aura membuat sebagian besar dari mereka tumbang tak berdaya ke lantai batu. Ia menancapkan Dragon Slayer Sword ke lantai secara vertikal, kemudian menatap pasukan monster yang diam membatu di sekitarnya, lalu menunjuk kepala Ash yang tergeletak di lantai dengan Blackstar.


   "Pemimpin kalian sudah kuhabisi dengan pedangku sendiri, apa kalian masih berniat untuk bertarung di sini? Denganku?"


Tekanan dari Dragon Aura kembali menyelimuti area para monster, kali ini terasa lebih dahsyat. Sebagian besar monster berlevel rendah sudah tumbang ke lantai batu tak sadarkan diri, sementara beberapa yang berlevel di atas 50-an masih bisa mempertahankan kesadarannya.


Dalam ucapan Reus terkandung tekanan dan kekuatan hebat yang membuat sebagian monster yang mendengarnya membeku meski tidak terkena dampak Dragon Aura. Bagaimana tidak? Ia adalah orang yang berhasil mengalahkan komandan mereka, untuk monster di bawah level 150-an tentu tak ada yang berani menentangnya mengingat Ash sendiri berlevel 250.


Kata-kata Reus tidak berhenti sampai pada monster, bahkan para Snow Troll dan Yeti pun dapat mendengarnya dari jauh. Tekanan besar Ash yang menyelimuti seisi kota Hroud pun sirna berkat kematiannya.


   "Ini...."


Ikshan yang tadinya masih mengayunkan kusarigamanya menghabisi setiap lawan di depannya pun diam membeku mendengar pernyataan dari rekannya tersebut.


Tidak bisa dipercaya, seorang pemain berlevel 45 mampu menghabisi musuh berlevel 250? Jika hal ini tersebar ke telinga pemain lain maka bukan hanya Legion kecil, tapi juga Legion besar akan rela mengadakan perang besar-besaran demi merebut Reus.


Memang benar dari skala level dirinya seharusnya jauh lebih kuat, namun dikarenakan skill milik Reus lebih banyak dan bervariasi Ikshan bisa saja kalah telak jikalau bertarung melawan pemain berambut perak tersebut.


Sesaat setelah menyatakan hal tersebut Reus dapat merasakan Ouroboros Mode mulai memudar dikarenakan 784 detik telah terlewati sejak Black Predator digunakan. Selang beberapa saat kemudian aura hitam keunguan khas Ouroboros Mode pun hilang sepenuhnya.


   "Efek Black Predator sudah hilang, ya?"


Reus mendecakkan lidahnya sedikit, kemudian memeriksa statusnya memastikan bahwa efek peningkatan Ourobors Mode apakah sudah hilang atau belum.


---


Nama : Reus


Level : 112


Kelas : Freelancer


Respect : 3.081


Str : 1.092, Dex : 1.254, Vit : 870, Int : 555, Luc : 660


Skill : Alchemy, Martial Arts III (Passive), Sword Arts V (Passive), Swing, Hollow Sword, Power Breathing, Silent Strike, Expert Solution (Passive), Dragon Smite, Dragon Aura, Dragon Skin II (Passive), Dragon Power, Dragon Spirit, Poison Breath, Sprint, Energy Wave, Jester Knife, Body Clone, Ultimate Skill : Joker Field


Title : The Harvester III, Another Alchemist, Bare Hand Fighter, Advance Player, Advance Swordsman, Skill Modifier, Golem Hunter, Dwarf Hunter, Goblin Hunter, Skill Inventor, Undead Hunter, Undead Killer, Expert Player, The Half-Dragon-Man, Undead Slayer, Special Holder, Potion Enhancer, Ultimate Holder, Hroud's Tourist


---


Melihat level dan statusnya yang meningkat drastis hingga dua statusnya menyentuh angka ribuan mata Reus terbelalak hebat. Memang benar exp yang didapatkan dari terbunuhnya Ash ditangannya memberi pengaruh begitu besar, namun tentu yang sangat berperan di sini adalah kelas Freelancer serta pengaruh beberapa titel dan skill tertentu yang ia miliki.


Terutama berkat skill Expert Solution pula seluruh exp yang ia dapatkan dari menghabisi seluruh pasukan dan Ash sendiri dikalikan 150%. Hal ini tentu tidak bisa diabaikan begitu saja oleh Reus mengingat levelnya meningkat pesat dalam satu kali membunuh.


Dengan terbunuhnya Ash dan kenaikan level Reus yang begitu tinggi, pertempuran antara Snow Troll dan Yeti melawan pasukan monster Ash telah berakhir.


Kebanyakan monster berlevel rendah memilih kabur melalui terowongan Horen, namun semuanya dibantai habis oleh pasukan pengintai Hroud yang bergerak melalui jalur lubang yang menghubungkan kota Hroud ke seluruh tempat gunung Horen. Sisanya menyerah tanpa perlawanan di tempat.


Beberapa saat setelah pertempuran berakhir Ikshan dan Horb segera menghampiri Reus yang terduduk lemas di lantai tanah.


   "Reus, kau tak apa-apa?"


   "Ah, Ikshan, ya? Aku baik-baik saja, hanya kelelahan."


Ikshan tersenyum lembut menanggapinya, lalu membantu Reus berdiri dan kembali ke kota bersama Horb yang nampak terluka parah. Reus sedikit terkejut melihat keadaan Horb yang sama sekali tak ia duga.


Snow Troll raksasa itu menyadari reaksi Reus ketika melihatnya.


Horb menjelaskan bahwa ia mendapat luka ini saat melawan empat Wolfman yang masing-masing berlevel 70. Horb yang unggul di status Str dan payah di Dex bukanlah lawan yang sulit bagi para Wolfman yang unggul dalam hal kecepatan dan kegesitan.


   'Wolfman, ya? Tidak heran sih, apalagi empat lawan berlevel 70 sekaligus.'


Wolfman merupakan salah satu ras monster yang cukup umum ditemui di dunia Orbis Online. Monster ini mengambil wujud serigala humanoid yang dapat berjalan selayaknya manusia. Mereka bukan hanya diberkati status Dex yang mengerikan, tetapi juga status Str yang jauh lebih besar dibanding manusia biasa.


Jika saja Reus berada di posisi Horb pada saat itu, mungkin ia sendiri tidak bisa menang dengan mudah—tanpa menggunakan efek Ouroboros Mode.


Mereka bertiga pun berjalan beriringan sambil melihat ke sekeliling yang dipenuhi mayat-mayat Snow Troll, Yeti, maupun monster pasukan Ash. Memang benar Reus pernah berada di tengah situasi ini, namun ia tak pernah terbiasa akan pemandangan mengerikan ini.


Walau hanya sekedar dunia palsu yang dipenuhi program algoritma, semuanya terasa nyata bagi Reus. Bahkan Ikshan yang notabenenya lebih senior dari Reus pun merasa mual menyaksikan tumpukan mayat yang terlihat nyata ini.


Sambil berjalan Reus berpikir dalam hatinya.


   'Apakah ini benar-benar dunia game? Indraku menerjemahkannya seperti kenyataan, baik itu mata, hidung, maupun telinga.'


Tak mau berpikir lebih jauh lagi mengenai hal itu, Reus pun mengalihkan pandangan dan memeriksa Inventory, Item apa saja yang ia peroleh dari pertempuran ini. Sorot matanya menyusuri satu per satu Item-Item baru di Inventory-nya, namun ada satu yang membuat matanya memicing.


---


Orb of Revival (Kosong)


Sebuah bola khusus yang terbuat dari Material tingkat tinggi. Siapapun yang mati ketika memegang bola ini akan hidup kembali dengan menyerap energi kehidupan yang tersimpan di dalamnya.


---


Setelah membaca penjelasan mengenai Orb of Revival mata Reus kembali terbelalak. Kali ini bukan karena rasa terkejutnya saja, tapi juga perasaan takut dan menyeramkan yang menyerangnya dari belakang.


Dalam sekejap Reus memutar badannya dan menarik Blackstar dari punggungnya, kemudian membentuk posisi bertarungnya membuat Ikshan dan Horb kebingungan.


   "Ikshan, tuan Horb, tolong tarik senjata kalian dan bersiaplah untuk bertarung."


Keduanya menjadi semakin bingung melihat ekspresi Reus yang dipenuhi ketakutan, namun selang beberapa detik setelahnya mereka sadar akan hawa mengerikan yang perlahan-lahan semakin menguat dari belakang. Segera saja mereka berdua menuruti perkataan Reus.


Pandangan ketiganya sekarang berpusat pada jasad Ash yang terpenggal beberapa waktu lalu kini perlahan-lahan beregenerasi dan pulih seperti sedia kala. Kepala dan tubuhnya yang terpisah sekarang kembali bersatu entah bagaimana.


Tubuhnya mengeluarkan aura hitam kemerahan yang pekat disertai hawa membunuh yang begitu besar hingga Reus, Ikshan, maupun Horb tidak bisa menggerakkan satu jaripun.


   "Ah, senangnya bisa hidup kembali."


Kata-kata yang keluar dari bibir seorang pembawa pesan bermata empat itu membuat ekspresi ketiganya luntur, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Itu adalah Ash Greyhold, seorang Chaos Messenger yang beberapa waktu lalu kepalanya terpenggal oleh pedang Reus. Sosok mengerikan tersebut sekarang kembali hidup dengan kekuatan dan kemarahan yang meluap-luap.


---


***Author


Hai para pembaca Orbis Online, lama tak berjumpa di "CATATAN AUTHOR" ini.


Sebelumnya saya ingin menyampaikan terima kasih atas segala perhatian, dukungan, serta waktu yang dicurahkan oleh pembaca sekalian hingga pada chapter ini. Terima kasih banyak!


Di sini saya ingin mengingatkan kembali, barangkali ada yang tidak membaca pengumuman saya di komentar pada waktu itu.


Dikarenakan saya sedang mengerjakan novel lain yang diikutkan ke dalam lomba YAAW season 3 dari nol, jadi saya akan memfokuskan perhatian saya pada novel itu terlebih dahulu karena prioritasnya cukup tinggi mengingat saya menulisnya benar-benar dari nol.


Untuk novel ini sendiri mungkin hanya akan update satu atau dua kali dalam sebulan selama masa YAAW season 3 ini berlangsung. Mohon atas pengertiannya.


Bagi yang penasaran novel apa itu, kalian bisa cari Abyss World : The Rising di pencarian. Novel ini bertemakan cyberpunk dengan genre aksi, sc-fi, sedikit fantasi, dan sedikit romansa. Novel ini juga memiliki sedikit atmosfir politik sebagai konflik utamanya, jadi saya rasa cukup berat untuk kebanyakan orang.


Mungkin itu saja yang ingin saya sampaikan untuk sekarang. Terima kasih atas segala dukungannya dan see you on next chapter***!