Orbis Online

Orbis Online
24. Kakak Beradik yang Berisik



Pertemuan Reus dengan kelima anggota party di dalam gua Lafos membuat kehebohan. Bagaimana tidak? Mirage tiba-tiba saja berteriak ‘kakak’ ketika bertemu Reus membuat Swordman berambut perak ini kebingungan.



“Hm? Apa aku pernah mengenalmu?”



“Ini aku! Mira, Almira Laendra! Masa kakak enggak kenal!?”



Mirage segera meraih kerah Reus dan mengguncangkannya kuat-kuat. Sementara Mirage mengguncangkan dirinya kuat-kuat, Reus menatap pemain bernama Mirage ini baik-baik. Setelah sepuluh detik, akhirnya ia menyadarinya bahwa Mirage memang adikc kandungnya, Almira.



“Bagaimana aku bisa mengenalmu kalau penampilanmu berubah drastis?”



“Masa kakak enggak bisa bedain mana aku mana pemain lain sih!? Mana kekuatan cintanya!? Aku saja langsung mengenali kakak!”



“Aku tidak mengubah penampilanku kecuali mata dan rambutku! Lagian apaan kekuatan cinta, hah!?”



“Kakak adik itu kan seharusnya mempunyai kekuatan ikatan cinta antar keluarga, jadi bisa bedain dong!”



“Diam! Kakakmu sedang berbicara di sini!”



“Aku juga sedang berbicara, memangnya cuma kakak saja yang bisa bicara, hah!?”



Mirage melepas kerah Reus dan memperlihatkan seutas aliran listrik di antara kedua wajah kakak beradik ini. Memang Reus tidak begitu kesal, tapi sekarang ia berada di dunia game ia bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat adiknya ini jera karena telah berlaku tidak sopan terhadap kakaknya sendiri.



Sementara mereka berdua beradu mulut, keempat pemain lainnya hanya bisa tersenyum masam melihat pertengkaran karakter kakak beradik kandung di dunia nyata ini. Jarang sekali mereka menemukan ada kakak beradik bertengkar hingga mengganggu telinga seperti kedua orang ini.



“Sudahlah, itu tidak penting. Yang terpenting, bagaimana kakak bisa main game ini? Ke warnet, ya?”



“Makanya kalau orang mau menjelaskan sesuatu itu jangan langsung di potong seenak jidat, begini kan jadinya.”



Reus menghela nafas sambil mengeluarkan kata-kata yang sanggup membuat Mirage tersinggung. Mirage teringat di suatu kafe di dunia nyata ia memotong pembicaraan kakaknya ketika di tanya oleh Hideo mengenai Orbis Online. Ia hanya bisa menunduk karena tidak bisa membalas ucapan kakaknya sama sekali.



“Lupakan itu, yang jelas aku mempunyai Solid Gear. Sekarang kita beralih ke bisnis.”



Reus mengalihkan topik menuju yang seharusnya di bahas sejak tadi. Berkat Mirage keempat temannya juga bisa mengetahui rahasia Reus yang bisa mendapatkan HP Potion I dalam jumlah mengerikan untuk dijual di Orbis Forum. Lalu, mereka mulai berbicara dan....



“Hah!? Seratus ribu Byl per orang!? Enggak keterlaluan nih!?”



“Mirage sadarlah, ini rahasia yang hanya diketahui kakakmu. Jangan menimbulkan masalah.”



“Tapi 100.000 Byl per orang itu keterlaluan! Kak, turunkan harganya, aku ini adikmu! Masa aku tidak dapat potongan harga!?”



“Tidak bisa. Harga ini sudah tidak bisa di negosiasi dan rahasia ini mungkin cuma aku yang tahu. Kutanya, mau atau tidak?”



Reus memperlihatkan tatapan serius kepada kelima pemain di hadapannya sehingga membuat mereka bergidik untuk sesaat—bahkan Mirage pun juga ikut merasa takut. Yah, Reus takkan mau melepaskan kesempatan mendapat uang sebanyak ini dalam sekali transaksi—meski kemungkinan besar HP Potion I yang akan ia jual akan turun pembelinya.




“H-hanya begitu saja?”



“Ya, aku mendapatkannya secara tak sengaja ketika mengambil Quest yang mengumpulkan Herb Leaf. Saking asiknya mengumpulkan Herb Leaf aku malah memetiknya sampai lebih dari 3000 lembar.”



Penjelasan dari Reus membuat Mirage dan teman-temannya melebarkan matanya tanpa merespon sepatah katapun. Memang belum pernah kabar bahwa ada pemain yang mau mengumpulkan 3000 lembar Herb Leaf tanpa henti, tapi mereka tidak percaya bahwa mendapatkan skill Alchemist ternyata semudah ini.



Yah, waktu itu memang Reus sendiri yang tidak mempunyai pekerjaan lain jadi ia memutuskan untuk memetik Herb Leaf sebanyak-banyaknya agar bisa diubah menjadi uang. Tapi ia tak menyangka bahwa hal yang ia kerjakan hanya untuk mengisi waktu luangnya ternyata membawa keberuntungan besar bagi dirinya.



“Ehm, boleh aku bertanya? Kalian sedang apa di gua level rendah seperti ini? Bukankah kalian berlevel sekitar 80-an?”



“Kami menerima Quest dari seorang NPC untuk membantu seseorang di sini. Mungkinkah itu kak Deus?”



“Edmund, di sini panggil aku Reus. Aku tak mau identitas asliku tersebar secara sengaja atau tak sengaja.”



“Maaf.”



Reus cukup penasaran dengan Quest yang mereka jalani sehingga memutuskan untuk bertanya mengenai detailnya. Setelah dijelaskan dan mendengar bahwa Quest ini berasal dari NPC bernama Nezile, Reus menghela nafas dan menyatakan bahwa orang yang dimaksud dalam Quest ini adalah dirinya.



Kelima pemain tersebut memperlihatkan keterkejutan mereka—terutama Mirage. Tak disangka-sangka ternyata isi Quest yang mereka terima ini membantu orang yang mereka kenal.



“J-jadi kakak juga mengambil Quest dari NPC Nezile, ya?”



“Ya, begitulah. Ia memintaku menyelamatkan anaknya dari tangan bandit-bandit Gnome yang katanya tinggal di sini.”



Mendengar bandit Gnome, Mirage dan teman-temannya menjelaskan apa sebenarnya bandit Gnome ini pada Reus.



Gnome bandit merupakan kelompok yang sering dijumpai di benua Plainfest ini dan wujudnya ialah NPC berkebangsaan Dwarf. Mereka ini merupakan kumpulan kriminal-kriminal yang dibuang dari kerajaan besar Dwarf yang berada di sebelah tenggara benua Plainfest.



Dalam sebagian besar mitologi ataupun legenda, Dwarf sering digambarkan sebagai pengrajin ulet nan berkualitas, Orbis Online juga mengambil konsep dasar ini. Di dunia Orbis Online hampir setiap Dwarf memiliki skill Smithing dan Crafting berlevel sehingga tak heran jika kerajaan besar Dwarf memiliki banyak senjata-senjata hebat. Dulu kebanyakan pemain profesional dan veteran banyak ditemukan di sana demi mencari senjata dan perlengkapan hebat.



Sebenarnya cukup sering pemain-pemain melakukan pembunuhan terhadap NPC beras Dwarf karena menginginkan drop item berwujud Skill Emblem berisikan Smithing yang bisa memberikan skill Smithing pada penggunanya. Namun karena inilah pemain maupun NPC beras manusia hampir tidak bisa menginjakkan kakinya ke dalam kerajaan Dwarf.



Meski pemain yang melakukan pembunuhan terhadap NPC ras Dwarf bukanlah hanya manusia, tapi yang sering ketahuan membunuh NPC Dwarf memanglah manusia. Begitulah cerita bagaimana terbentuknya kesenjangan antara ras Dwarf dan manusia di Orbis Online.



Setelah mendengar kisah perseteruan Dwarf dan manusia di Orbis Online dari Mirage dan kawan-kawan, bukannya kecewa Reus malah terlihat sangat bersemangat. Matanya berbinar-binar menunjukkan semangatnya sedang berada di puncak.



“K-kak, kenapa kau tiba-tiba menjadi bersemangat? Kepala kakak terbentur sesuatu, ya?”



“Bukan begitu adikku yang bodoh. Kalau Gnome Bandit ini berkebangsaan Dwarf, ada kemungkinan kita bisa mendapatkan Smithing Skill Emblem.”



Mirage mengangguk kecil menyetujui ucapan Reus, namun kedua kakak beradik di dunia nyata ini kembali memulai perang kata begitu sang adik menyadari ada selipan ‘adikku yang bodoh’ dari kata-kata Reus. Selain kedua pemain berisik ini keempat lainnya mengambil Item makanan Popcorn dari Inventory dan memakannya sambil menunggu drama kecil ini usai.