
Sebuah ledakan besar terdengar ke seluruh penjuru gunung Horen, bahkan hanya dengan suaranya saja tanah di sekitar gunung Horen pun ikut bergetar seperti gempa bumi kecil. Hampir seluruh makhluk yang ada di sekitarnya berlari menjauhi gunung tersebut dengan kepanikan luar biasa.
Sumber ledakan itu berasal dari dalam gunung Horen, tepatnya di kota tersembunyi di dalam gunung, kota Hroud—sebuah kota yang saat ini tengah menjadi medan peperangan antara monster dengan monster.
"Apa itu berhasil?"
Salah satu pelaku di balik ledakan raksasa tersebut bertanya kepada rekan-rekannya. Itu adalah Ikshan, seorang pemain berkelas Ninja misterius yang mana tubuhnya benar-benar tertutupi seluruhnya.
"Tidak, kupikir hal ini belum cukup untuk mengalahkannya."
Di sebelah kirinya terdapat seorang pemain berambut perak yang menggenggam sebuah pedang pada tangan kanannya, Reus. Ekspresi di wajahnya sama sekali tak terlihat senang meski sudah melancarkan serangan gabungan sedahsyat itu.
Magic Storm : All Out miliknya yang menghabiskan seluruh sihir yang telah dikumpulkan di dalam Blackstar, lalu Moon Scythe Art Series : Third Form – Moon Fall yang merupakan skill terkuat dari Moon Scythe Art Series milik Ikshan, serta Stampede Mega Swing yang digadang-gadang mampu menghancurkan sebuah desa kecil dalam sekali serang.
Meskipun ketiga skill berkekuatan dahsyat seperti itu digabungkan, Reus merasa Ash belum kalah. Ia bisa mengetahuinya dari pengalamannya melawan Ash sebelumnya.
Memang benar pada waktu itu Reus menggunakan Ouroboros Mode yang mampu meningkatkan kekuatannya berkali-kali lipat, namun ia masih bisa mengukur kekuatan lawan dan dirinya sendiri. Kalau saja tidak ada bantuan dari efek tersembunyi Black Predator tersebut, mungkin Reus sudah mati untuk kedua kalinya beberapa waktu lalu.
'Bagaimanapun juga pemain berlevel 45 mustahil bisa menghabisi monster berlevel 250.'
Ekspresi Reus menjadi sangat masam begitu menyadari sesuatu dari gumamannya sendiri. Benar, dirinya baru saja sadar bahwa ia bukan lagi pemain abnormal biasa, tetapi pemain ultra abnormal! Jika tidak, bagaimana bisa ia mengalahkan Ash sebelumnya?
Ketika pikiran Reus sudah mulai ke mana-mana, terlihat sebuah bayangan di balik debu-debu di depannya. Butuh beberapa detik sampai sosok bayangan tersebut terungkap jelas.
"Hmm, serangan kalian lumayan juga sampai mengurangi setengah HP-ku dalam satu kali serang."
Benar, sosok tersebut adalah Ash Greyhold sang Chaos Messenger. Ia terlihat sehat-sehat saja tanpa luka, tetapi parameter HP Ash yang diperlihatkan sistem tidak seperti kondisi fisiknya.
"Oi oi, kau bercanda? Bahkan serangan semengerikan itu bisa menggetarkan gunung Horen, lho."
"Aku tahu rasa keterkejutanmu, Horb."
Ikshan menepuk perut Horb sambil mengucapkan itu menenangkan Snow Troll raksasa tersebut. Awalnya ia ingin menepuk bahu Horb, tapi mengingat ukuran tubuh keduanya jauh berbeda, maka Ikshan hanya bisa menepuk perutnya yang penuh lemak.
"Dia menyerang!"
Bersamaan dengan seruan Reus, Ash melesat secepat kilat yang dalam sekejap telah berada di depan ketiganya. Dikarenakan jaraknya yang begitu dekat dan gerakan Ash yang terlalu cepat, tidak ada dari mereka yang bisa bereaksi.
"Smite!"
Bruaak!!
Pukulan Ash yang melesat beberapa Sentimeter dari Reus itu menghancurkan lantai batu dan menghempaskan lawannya, bahkan Horb yang notabenenya memiliki tubuh paling berat pun ikut terlempar.
Ikshan dan Reus terhempas sekitar sepuluh Meter sampai akhirnya berhenti berkat senjatanya, sementara Horb masih berguling-guling di lantai. Keduanya saling memandang sedikit kebingungan, mengapa serangan Ash bisa meleset padahal jaraknya sangatlah dekat?
"Hmm, akurasiku menurun drastis karena baru saja bangkit, ya? Kekuatanku juga berkurang sekitar setengahnya."
Di sana terlihat Ash sedang memeriksa tubuhnya merasa ada yang tidak wajah. Meskipun dirinya tahu bahwa akan ada sedikit pengurangan status berkat kebangkitan untuk pertama kalinya, ia tak menyangka akurasinya juga bisa menurun seperti ini.
Melihat Ash yang tidak mengambil gerakan lanjutan, Reus memilih untuk mengamatinya untuk sesaat berusaha mencari kelemahannya, namun tidak ada yang begitu berguna. Kekuatan fisik mutlak Ash mampu menutupi semuanya.
"Ikshan, kurasa akurasinya berkurang karena aku memenggal kepalanya sebelumnya."
"Bagaimana bisa?"
"Leher adalah penghubung kepala dan tubuh, bukan? Di sana banyak sekali saraf penting, terutama pada tulang belakang. Meskipun dibangkitkan, bukan berarti lukanya akan sembuh dalam sekejap. Mungkin saja begitu."
Mulut Ikshan sedikit membulat begitu mendengarnya. Walau ucapan Reus tidak sepenuhnya benar, leher merupakan salah satu titik Critical Zone di dunia Orbis Online yang bisa membunuh lawan dalam satu serangan. Bisa jadi penyembuhan pada daerah itu akan lama bahkan jika menggunakan skill penyembuh.
Tentunya hal itu hanya berlaku pada para NPC, seorang pemain yang memiliki regenerasi super terhadap anggota tubuhnya tidak akan mengalami hal tersebut.
"Oh, kelihatan tebakanmu benar, Reus. Coba kau lihat di samping parameter HP-nya."
Mengikuti perkataan Ikshan, Reus memfokuskan pandangannya pada parameter HP Ash. Di sana terdapat lambang tulang yang patah. Itu adalah salah satu status khusus NPC, Fracture.
Ketika terkena status ini kekuatan NPC dapat berkurang hingga setengahnya, tergantung anggota tubuh mana yang mengalami Fracture. Dalam kasus Ash, Fracture disebabkan oleh tebasan Reus yang memisahkan kepalanya dengan tubuhnya. Maka dari itu seluruh statusnya berkurang drastis, bahkan kemampuan di luar status pun juga ikut terpengaruh.
"Kita beruntung, kekuatannya berkurang drastis dari sebelumnya."
"Meski kau bilang drastis, nyatanya dia masih bisa membuat lubang besar di lantai batu dalam sekali pukul."
Ikshan menanggapi ucapan Reus yang sekarang ini tersenyum lebar. Entah karena sifat liciknya yang mulai memberontak keluar atau semangat besarnya yang ingin sekali bertarung melawan Ash.
Setelah selesai berdiskusi sebentar, Reus dan Ikshan bangkit bersama senjatanya masing-masing kemudian melesat maju menendang lantai ke arah Ash.
"Hoo, kalian maju, hah?!"
Menyadari kedua pemain tersebut maju mendekatinya, Ash pun memukul udara sekuat tenaga mengarah kepada Reus dan Ikshan. Pukulan tersebut menciptakan sebuah gelombang pusaran angin besar. Itu adalah Air Smite, salah satu skill kesukaan Ash.
Memang benar Air Smite merupakan versi lebih kuatnya Blow Shoot, namun dalam hal kecepatan serang Blow Shoot masih lebih unggul. Reus dan Ikshan pun bisa menghindarinya dengan mudah.
"Energy Wave!"
Tak ingin lawannya melancarkan serangan lebih banyak lagi, Reus langsung mengayunkan Blackstar yang mengeluarkan gelombang energi menyerang Ash. Namun sayang sekali, serangan selemah itu dapat dengan mudahnya ditahan oleh tangan kosong Ash.
"Hal seperti ini takkan bisa melukaiku!"
"Memang benar, tapi ini mungkin bisa."
Sibuk bersikap mengomentari serangan Reus yang tak ada apa-apanya baginya, Ash terkejut dengan keberadaan Ikshan yang dalam sekejap berada di depannya.
"Moon Scythe Art Series : First Form – Crescent Moon!"
Saking terkejutnya Ash tidak bisa menghindar ataupun menahan serangan horizontal Ikshan dengan sempurna. Serangan tersebut pun sukses memukul mundur Ash, tetapi hanya beberapa langkah saja dan dampak pada HP-nya pun tidak seberapa.
Ash menggeretakkan giginya mendapat serangan mendadak ini dan ingin segera menyerang membabi buta, namun Reus tak membiarkannya.
"Heavy Flash Dragon Smite! Swing!"
Dalam satu kali tarikan nafas Reus sudah berada di depan Ash kemudian mengayunkan Blackstar secara horizontal sekuat tenaga bersama Black Form berniat membelah perut lawannya.
"Tidak semudah itu!"
Jraakk!!"
Menggunakan Hard Skin pada kedua tangannya, Ash menahan tebasan tersebut. Namun berkat daya dorong dari reaksi Sprint dan gaya sentrifugal sebelum melancarkan serangan, Reus berhasil membuat Ash termundur beberapa langkah lagi.
"Ikshan!!"
"Moon Scythe Art Series : Third Form – Moon Fall!"
Ikshan melemparkan sabit kusarigamanya ke udara tepat di atas Ash, lalu memecutnya sekuat tenaga ke bawah bagaikan menjatuhkan bulan ke arah musuh. Namun lagi-lagi, Ash bisa menahannya, kali ini ia menyilangkan kedua lengannya ke atas.
Graak!!
Lantai batu yang merupakan tempat pijakan Ash menjadi retak saking kuatnya skill Series tersebut.
"Reus, sekarang!"
Mendengar seruan Ikshan yang sudah hampir kehabisan Energy, Reus sekali lagi melesat dengan kecepatan penuh bersama Blackstar yang digenggam menggunakan kedua tangannya menuju Ash yang bagian perut ke bawahnya terbuka lebar.
"Heavy Flash Dragon Smite! Swing!"
Sambil berputar beberapa kali sebelum melancarkan serangan, Reus memperkuat Blackstar menggunakan Life Enhancer dengan 150 poin Energy-nya. Dengan memberi banyak Energy sekaligus, Reus berharap serangan ini dapat membelah dua tubuh Ash.
Namun....
"Jangan meremehkanku, kecoa-kecoa sialan!!"
Bersamaan dengan teriakan tersebut udara di sekitar Ash mengamuk dengan hebatnya, membuat kusarigama Ikshan maupun Reus terhempas beberapa langkah ke belakang. Ikshan yang cukup jauh tidak begitu menerima dampaknya, tapi Reus berguling beberapa kali di lantai sebelum berhenti tepat di sebelah Ikshan.
"Kau tak apa-apa, Reus?"
"Y-ya, aku tak apa-apa."
Reus mengembangkan senyum masamnya menjawab Ikshan. Sebenarnya HP-nya berkurang hingga 20% hanya karena berguling-guling barusan, tapi ia tak bisa mengatakan itu, bukan? Ia tak ingin Ikshan mengkhawatirkan dirinya dan memecahkan konsentrasi rekannya itu.
"Hei Reus, apa kita sedang bermimpi?"
"Maksudmu?"
"Coba kau lihat itu."
Ikshan menunjuk ke arah Ash dengan mata terbelalak dan ketakutan. Reus sedikit bingung melihat ekspresi ketakutan Ikshan, kemudian mengalihkan pandangannya pada Ash yang berada sekitar sepuluh meter di depannya.
Di sana terlihat Ash yang tubuhnya membesar hingga tiga kali lipat dari ukuran normalnya, lalu di sekitarnya juga terdapat aura merah kehitaman yang mengeluarkan hawa sangat mencengkam. Matanya pun berubah menjadi merah sepenuhnya.
Melihat penampilan Ash yang berubah drastis, Reus hanya bisa tersenyum kecut merasa memenangkan pertarungan ini adalah hal mustahil.
"Pemain berlevel 100 melawan monster berlevel250 dalam kondisi Berserk, di mana keseimbangan game ini?"
---
Like dan komen untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍