
Pertarungan antar Berserker dan Paladin of Light tersebut cukup untuk membuat Reus merasa lebih tenang, dia bisa melihat Crystina mendominasi pertarungan sejauh ini.
"Pemain semengerikannya tidak termasuk Hundred Best Player? Bagaimana dengan mereka yang dijuluki demikian?"
Reus tersenyum kering memandang serangan terakhir Crystina yang sukses mementalkan Xavier cukup jauh sesudah mencabut satu lagi nyawa lawannya.
"Beraninya memalingkan perhatian dari kami!"
Salah seorang prajurit mengangkat pedangnya tinggi-tinggi berniat membelah lawannya ketika melihat Reus tidak memperhatikan dirinya, sementara pemuda berambut perak itu sendiri menghela nafas sebelum mengayunkan pedangnya dengan santai.
"Apa kalian sungguh pasukan utama Lavore Kingdom? Kenapa kalian selalu berseru keras saat mencoba serangan kejutan?"
Pedang Reus sukses membunuh prajurit tersebut dalam satu ayunan. Jika wajah prajurit itu tidak tertutup oleh pelindung kepala, maka Reus bisa melihat ekspresi penuh keterkejutan dan tak percaya pada wajahnya.
Setelah Reus berhasil membunuh rekan mereka dengan satu serangan, para prajurit menjadi ragu untuk mendekati dan menyerang Reus. Tidak ada satupun dari mereka yang bersedia mati secara sukarelawan seperti itu.
Keraguan mereka justru dimanfaatkan oleh Reus, dia meneguk beberapa HP Potion dan Energy Potion tingkat tinggi.
Gaya pertarung Reus memang lebih menekankan 'serang dan menghindar' tetapi, tidak semua serangan lawan berhasil dia hindari. Dengan status Dex dan gerakan lincah yang dia miliki, setidaknya Reus mampu menghindari serangan-serangan fatal yang memungkinkan dirinya kehilangan HP lebih.
Lagipula dengan adanya Dragon Scale Cloak yang merupakan hasil rombakan ulang Ikshan terhadap Dragon Scale Armor, Reus mampu bergerak lebih bebas disertai pertahanan yang terbilang tinggi.
"Lihat! Dia mengonsumsi HP Potion dan Energy Potion! Jika diserang terus maka dia akan melemah!"
"Benar! Kita bisa mengalahkannya!"
"Kepung dia! Serang bersamaan!"
Moral para prajurit meningkat ketika melihat Reus mengonsumsi Potion dalam waktu jeda. Mereka segera maju dan menyerang bersamaan sambil menghunuskan senjata pada Reus dalam satu waktu.
Di sisi lain Reus tersenyum tipis menanggapi tindakan lawan-lawannya sebelum mengangkat tangan kirinya ke depan.
"Kalian tidak pernah belajar."
Dalam sekejap puluhan prajurit yang hendak menyerang Reus bersamaan terlempar ke langit hingga 20 meter, kemudian jatuh kembali ke tanah. Beberapa jatuh dengan kepala dan leher lebih dulu sehingga tewas seketika, sementara sisanya mengalami patah tulang yang tak sedikit.
Jika bukan karena zirah besi yang mereka kenakan, maka semua prajurit tersebut sudah mati dalam satu gerakan.
Kejadian barusan sukses membuat para prajurit menjadi ragu untuk menyerang. Mereka bahkan sampai menganggap tidak ada cara untuk menaklukkan Reus.
Reus sendiri tidak menyia-nyiakan keraguan lawannya, dia menerjang menuju salah satu kerumunan musuh sambil mengayunkan pedangnya dengan ganas. Tidak ada lawannya yang berhasil bertahan lebih dari empat serangan.
Aksi Reus sekali lagi menimbulkan keputusasaan mendalam bagi pasukan Lavore Kingdom yang terkenal berani, hingga sebuah kejadian tertentu mengejutkan mereka.
"Shield Dash!"
Bersama seruan yang terdengar keras, sesosok bertubuh tinggi besar berlari ke arah Reus dengan tameng berukuran raksasa di depannya.
Reus sedikit terkejut terhadap kemunculan sosok tersebut, tetapi dia mampu menanggapinya. Reus ikut melangkah maju sambil memutarkan badan dan menyatukan ayunan dua pedangnya menjadi satu arah.
"Double Anchor!"
Braak!!
Benturan antar dua pedang dan tameng besar itu menimbulkan gelombang kejut besar yang menyebabkan para prajurit di sekitar mereka terlempar dari tempatnya. Reus dan sosok bertameng tersebut saling beradu tenaga sesudah benturan barusan.
Keduanya saling beradu tenaga selama beberapa detik sebelum Reus mengambil lompatan jauh ke belakang, lebih memilih mengalah dibanding terus beradu dan menurunkan status Dur Dragon Slayer Sword dan Sword of Tartaros lebih banyak.
"Dilihat dari jenis serangan dan tameng raksasamu, kau Shieldmaster, bukan?"
Sosok tersebut mengangkat tamengnya ke samping menunjukkan wujudnya yang begitu besar dan tinggi, mungkin mencapai dua meter lebih sedikit. Tidak hanya tinggi besar, tetapi sosok tersebut juga dilengkapi zirah yang desainnya berbeda dari prajurit lain.
Setelah berkata demikian Rolfgar kembali berlari dengan Shield Dash-nya sekali lagi berniat menerjang Reus tetapi, kali ini sambil berteriak keras.
Reus ingin melangkah dari jalur lari Rolfgar namun tubuhnya tidak merespon, sukses membuat matanya terbelalak hebat.
"Shield Dash!"
Reus yang tak mampu bergerak karena suatu alasan menjadi sasaran empuk tameng Rolfgar. Dia terlempar dan terguling di tanah beberapa meter jauhnya.
"Apa-apaan yang barusan...."
Reus berusaha bangkit dari posisinya sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya namun belum sempat Reus berdiri sepenuhnya, terdengar suara teriakan lagi dari Rolfgar. Tubuh Reus sekali lagi tidak merespon perintah otaknya.
Reus tidak sempat mencerna apa yang terjadi padanya ketika Rolfgar datang dan menghantam badan Reus sekali lagi menggunakan perisai besarnya. Reus kembali terlempar, kali ini lebih jauh dari sebelumnya.
Berkat serangan berat itu parameter HP Reus berada di batas berbahaya.
"Urgh.... Ini menyakitkan."
Reus menelan semua jeritan kesakitannya dan bangkit berdiri secepat mungkin, pandangannya teralih pada sosok Rolfgar yang tengah berlari kencang menuju arahnya.
"Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya tetapi, aku tak akan membiarkan serangan ketigamu berhasil semudah itu! Telekinesis!"
Reus mengangkat tangan kirinya ke depan mengerahkan Telekinesis. Di saat yang bersamaan gerakan Rolfgar terhenti, namun ancaman di sekitar Reus tidak.
"Sekarang! Serang dia!"
Prajurit yang berada tak jauh dari sana berlari mendekati Reus dengan senjata mereka. Reus bisa melihat itu dan segera mengayunkan pedangnya disertai Energy Wave tetapi sebelum dia menebaskan pedangnya, Rolfgar sekali lagi berteriak.
Teriakan tersebut membuat tubuh Reus lagi-lagi tidak merespon, pedangnya terhenti di atas bahunya siap terayun namun tidak ada tanda-tanda gerakan lanjutan.
Para prajurit yang sudah siap menerima serangan tidak merasakan serangan apapun, hal itu membuat mereka terus berlari mendekati Reus dan menyarangkan serangan mereka dalam-dalam pada pemuda tersebut dengan telak. Dia terlempar cukup jauh berkatnya.
'Apa-apaan....'
Reus terbelalak lebar merasa tidak percaya terhadap apa yang terjadi padanya. Saat Reus sudah bisa menguasai tubuhnya kembali, pandangannya semakin menghitam. Dia melihat parameter HP-nya hampir saja menyentuh angka nol.
Dia buru-buru menyerap HP yang telah disimpan dalam HP Stack cukup banyak sampai angka pada parameter HP-nya mencapai 10%.
"Apa yang sebenarnya terjadi sejak tadi?"
Reus bangkit berdiri sambil mengonsumsi HP Potion tingkat tinggi. Pandangannya tidak terlepas dari Rolfgar yang tengah berdiri tegak bersama perisai raksasanya. Para prajurit di belakang Rolfgar yang sejak tadi merasakan teror Reus kini terlihat lebih bersemangat dan hidup berkat kejadian berturut-turut ini.
Rolfgar memakai pelindung kepala yang menutupi wajahnya, Reus tidak bisa melihat ekspresi apa yang terpasang pada wajah Rolfgar saat ini namun satu hal yang Reus ketahui, Rolfgar tidak tertawa atau meremehkannya. Aura di sekitar Rolfgar begitu serius dan tajam.
"Kau sangat tangguh untuk ukuran orang kecil dengan level kecil pula, padahal serangan barusan seharusnya mampu membunuhmu."
Reus tidak menanggapi perkataan Rolfgar, dia sibuk meneguk habis sebotol HP Potion tingkat tinggi lagi mengisi parameter HP-nya. Kini parameter HP Reus sudah hampir menyentuh angka 90%.
Setelah menghabiskan botol Potion tersebut, Reus memandang Roflgar dengan tatapan setajam silet.
"Apa yang kau lakukan padaku?"
---
Author
Update spesial HUT RI ke-76 \= 1/5