
Aura mengerikan keluar dari Ash yang nampaknya telah memasuki status Berserk, itu bisa dilihat dari perubahan pada tubuh dan auranya. Reus dan Ikshan hanya bisa menekuk otot-otot wajahnya menyaksikan hal tersebut terjadi.
"Reus, apa kau pernah melawan monster dalam status Berserk sebelumnya?"
"Kalau monster belum pernah, tapi kalau NPC manusia aku pernah melawannya. Dua sekaligus."
"Lalu, apa kau berhasil menang?"
"Yah, dewi Fortuna sungguh berpihak kepadaku waktu itu."
Ikshan terseyum masam mendengar balasan yang tak terduga dari Reus. Pada dasarnya pergerakan NPC dan monster mob di Orbis Online sangatlah berbeda, karena itulah Ikshan sama sekali tak menduga Reus berhasil memenangkan pertarungan melawan NPC manusia dalam status Berserk.
Berbeda dari monster-monster mob kebanyakan yang hanya bergerak berdasarkan algoritma, NPC menggunakan kecerdasannya sebagai AI untuk mengatur gerakan dan strateginya sendiri. Berkat keberadaan AI inilah yang nantinya membuat mereka berkembang selayaknya manusia nyata.
Yah, Reus sendiri mengalahkan sekelompok preman yang ingin memalaknya pada waktu SMA, jadi ia tidak begitu takut atau khawatir ketika melawan NPC berbasiskan AI tingkat tinggi yang mendekati kecerdasan manusia asli.
"Lalu, apakah dewi Fortuna akan berpihak kepadamu lagi kali ini?"
Ikshan menepuk bahu Reus melontarkan pertanyaan itu, namun entah mengapa ekspresinya saat ini nampak begitu tenang. Malah sebaliknya, terdapat sebuah senyum tipis pada bibirnya menandakan dirinya tidak gentar menyaksikan perubahan Berserk yang terjadi pada Ash musuhnya.
Melihat semangat Ikshan yang tersulut entah dari mana, Reus menghela nafas pendek sebelum bibirnya juga ikut menyunggingkan senyuman.
"Kuharap juga begitu."
Reus mengalihkan pandangannya pada Blackstar yang berada di genggaman tangan kanannya dengan penuh harapan, kemudian memejamkan matanya untuk sesaat berkonsentrasi pada pedang hitam nan kusamnya itu.
'Kumohon pinjamkan kekuatanmu sekali lagi, Blackstar.'
Setelah menggumamkan itu dalam hatinya seakan-akan berbicara pada Blackstar, Reus memantapkan hatinya dan membuka matanya, kemudian memandang Ash yang berada dalam status Berserk beberapa meter di depannya.
Biasanya Reus akan langsung menyerang menggunakan sihir dari Blackstar untuk mengalihkan perhatian lawannya, namun saat ini sudah tidak ada satupun Magic Skill yang tersisa di dalam pedang kesayangannya itu.
Satu-satunya yang dapat ia gunakan saat ini dari Blackstar adalah Black Form yang masih berada dalam cooldown. Butuh waktu setidaknya setengah menit lagi agar Bonus Skill tersebut bisa digunakan, tetapi kelihatannya musuh takkan menunggu lebih lama lagi.
"Graaa!!"
Bersama teriakan melengking tersebut Ash menerjang maju ke arah Reus dan Ikshan. Kedua tangannya pun sudah siap melancarkan beberapa serangan beruntun sekaligus, setidaknya itu yang ingin ia lakukan.
Ikshan dengan sigap langsung meluncurkan sebuah Jamming Ball yang menghentikan gerakannya untuk beberapa saat. Tentu saja, Reus tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang diberikan Ikshan.
Ia segera melesat menggunakan Sprint, kemudian mengayunkan Blackstar disertai Swing biasa. Kali ini ia mengincar lehernya dengan harapan semuanya bisa berakhir seperti sebelumnya. Sayang sekali, serangan tersebut hanya menyebabkan luka goresan kecil di leher Ash.
"Cih, hanya tergores? Kalau begitu terima ini!"
Reus dengan cepat membalikkan badan dan menyarangkan beberapa tebasan biasa, tapi kecepatan ayunan pedangnya sama sekali tak bisa dibandingkan dengan serangannya yang dulu. Mungkin ini efek penambahan status Dex yang senilai 9 poin setiap naik level dari kelas Freelancer.
Meskipun serangan Reus sangat cepat, kecepatan saja tidak cukup untuk melukai Ash yang dilindungi Hard Skin-nya.
"Ke-kecoa sialan!"
Begitu efek Jamming Ball menghilang, Ash langsung mengayunkan lengan kirinya berniat menyerang Reus, tetapi pemain berambut perak itu terlalu gesit baginya sekarang. Reus dapat menghindari serangan Ash dengan mudah, tetapi pijakannya menjadi goyah berkat amukan angin yang disebabkan lengan kiri Ash.
'Apa aku bisa mengalahkannya? Bahkan angin dari ayunan lengannya saja bisa membuatku terhempas.'
Sambil bergumam dalam hati, Reus berusaha memperbaiki posisinya berdiri. Meskipun dirinya sudah bertambah kuat dalam waktu yang singkat, tetap saja ia tidak bisa menang melawan Ash sendirian jika tidak menggunakan Ouroboros Mode dari Black Predator.
Selagi Reus berusaha menyeimbangkan tubuhnya, Ash melesat cepat ke arahnya bersama tangan yang siap melancarkan pukulan disertai Smite. Namun serangan tersebut berhasil digagalkan oleh sisi bandul kusarigama Ikshan yang melesat cepat menghatam tangan Ash.
Ash sempat tertegun mendapati serangan selemah itu berhasil menghentikan tinjuannya, perhatiannya terhadap Reus pun melemah. Tentu saja kesempatan ini tak disia-siakan oleh pemain berambut perak tersebut.
Sambil mengaktifkan Dragon Power bersamaan dengan Dragon Aura, Reus mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
"Energy Wave!"
Tebasan gelombang energi tersebut mengenai tubuh Ash dengan telak, tetapi hampir tidak menimbulkan dampak apapun meski status Str, Vit, dan Dex-nya telah diperkuat sebanyak 30% begitu mengaktifkan skill Dragon Power.
Memang benar saat ini Reus sudah jauh bertambah kuat dibandingkan beberapa saat lalu, namun dengan status Ash yang berada dalam kondisi Berserk kekuatannya sekarang tidak bisa seefektif sebelumnya.
Di saat seperti ini biasanya Reus memikirkan beberapa cara yang efektif untuk mengalahkan lawannya, namun kekuatan Ash bisa menghancurkan semua rencananya.
Setelah menyarangkan sebuah serangan telak, Reus langsung melompat jauh ke belakang mengambil jarak. Ia mengonsumsi beberapa Energy Potion untuk memulihkan jumlah Energy yang hilang. Butuh beberapa botol hingga parmeter Energy-nya penuh kembali.
"Baiklah, kurasa ini sudah cukup."
Reus membuang botol Potion yang telah habis diminumnya, kemudian memanggil Ikshan.
"Ikshan, kemarilah dan serang Ash dengan skill terkuatmu!"
Ikshan yang mendengar seruan Reus itu segera melesat secepat mungkin bersama kusarigamanya yang siap menyerang Ash dari belakang, sementara itu Reus memejamkan matanya berkonsentrasi, kemudian menancapkan Blackstar ke lantai batu.
Ketika Ikshan sudah mencapai jarak yang cukup darinya, Reus mengerahkan satu-satunya Ultimate Skill yang ia miliki.
"Ultimate Skill : Joker Field – Ultimate Buff Work!"
Begitu skill tersebut diaktifkan, imajinasi yang ada di dalam kepala Reus mengalir keluar hingga 50 meter jauhnya dengan dirinya sebagai pusat. Sebuah lingkaran berdiameter 50 meter berwarna putih keemasan muncul di udara memberi kejutan bagi Ash dan Ikshan.
"I-ini?!"
Panel putih semi transparan muncul di depan wajahnya, membuat Ikshan terbelalak hebat.
---
Anda berada di jangkauan Ultimate Buff Work!
Semua status rekan pengguna akan bertambah 2.497,5% selama berada di jangkauan skill! Semua status musuh pengguna akan berkurang 2.497,5% selama berada di jangkauan skill!
---
"Ikshan, cepatlah! Aku hanya bisa mempertahankan skill ini sebentar!"
Mendengar jeritan Reus terdengar benar-benar kesulitan, Ikshan langsung mengaktifkan Thunder Form-nya yang baru saja terbebas dari cooldown dan mengerahkan seluruh kekuatan yang bisa ia kerahkan.
"Moon Scythe Art Series : Third Form – Moon Fall!"
Ia melempar kusarigamanya ke atas setinggi mungkin, lalu menarik dan memecutnya sekuat tenaga mengarah pada Ash yang tidak bisa bergerak dikarenakan seluruh statusnya berubah menjadi minus, termasuk Dex.
"Kali ini, matilah kau!!"
Blaarr!!
Dalam satu serangan mematikan tersebut akhirnya Ash menghembuskan nafas terakhirnya, bersamaan dengan hancurnya kusarigama milik Ikshan hingga berkeping-keping.
---
Author
Hai, lama tak berjumpa di section author ini! Omong-omong, happy Eid Mubarak bagi kalian yg merayakan! Mohon maaf lahir dan batin dari author.
Hei, jangan minta update atau crazy up khusus lebaran yak 😒 yg ada malah crazy author, gak ada up nantinya.
Yak, mari kita bahas apa yg ingin saya sampaikan sebaga author Orbis Online ini.
1.) Cerita ini bukan terinspirasi atau menjiplak anime atau LN Sword Art Online karya Kawahara-sensei. Memang benar saya salah satu penggemar karyanya, baik itu SAO atau AW, tapi Orbis Online tidak sedikitpun terinspirasi dari sana, jadi berhentilah menyamakan ini dengan SAO karena beda jauh soal hidup dan matinya.
2.) Bagi yg minta update, mohon maaf nih ya, saya menulis dan update sesuai mood dan waktu. Jika waktu tidak mendukung meski mood mendukung, tidak akan up, sebaliknya pun berlaku. Jadi bagi kalian yg masih suka nagih up dengan kesan negatif seperti "mana up-nya thor?" atau "lama bener up-nya", silahkan direnungkan sendiri 😊.
3.) Saya bukan author ataupun penulis yg baik, masih banyak typo dan plothole yg bertebaran. Saya bukanlah penulis profesional seperti author-author lainnya yg menghibur atau menginginkan banyak pembaca. Saya menulis atas diri dan keinginan saya sendiri, bukan untuk kalian para pembaca.
Yak, mungkin itu saja curhat saya sebagai author mengenai selama ini di noveltoon, jadi see you on next chapter!
Jangan lupa tinggalkan komentar dan like untuk mendukung author!