Orbis Online

Orbis Online
197. Ruang Bos



Tidak butuh waktu terlalu lama bagi Reus membasmi semua lawan yang menghadang jalannya. Selain statusnya terbilang tinggi pada levelnya sekarang, permainan pedangnya yang jauh berbeda ketimbang beberapa bulan lalu sangat membantu perjalanan ini.


Saat ini Reus sudah sampai di penghujung Ruins of Seven Dragon King berkat kemampuannya sendiri tanpa skill jenis Chant tambahan selain dari berbagai titel yang dia miliki.


   "Tidak ada informasi yang berguna selain ukiran relief di sepanjang lorong."


Reus menghela nafas tidak mendapat informasi lain yang bisa dia pahami meski sudah menelusuri Dungeon sejauh ini.


   "Yah, tempat ini hanya salah satu dari beberapa Dungeon yang disarankan oleh guru Randolf. Kurasa aku saja yang terlalu berharap."


Setelah berkata demikian Reus menyarungkan pedangnya kembali ke punggung sembari menghela nafas kecewa.


Alasan Reus memasuki Ruins of Seven Dragon King ini memang untuk mencari informasi mengenai segel Arshwind yang katanya tersebar ke seluruh penjuru dunia Orbis Online, Dungeon ini adalah salah satu tempat paling memungkinkan menurut Randolf.


Reus sendiri sudah pernah berkonsultasi dengan Randolf mengenai segel Arshwind saat berlatih selama dua bulan di bawah bimbingannya, namun Randolf sendiri tidak begitu mengetahui tentang sihir sejenis penyegelan, terutama sihir yang mampu menyegel ras naga seperti Arshwind.


Awalnya saat mendengar kabar Arshwind tersegel di sebuah Dungeon dari Reus, Randolf tidak langsung percaya karena paham kekuatan Arshwind yang pernah bertarung bersama melawan Order of Chaos di masa lalu, tetapi ketika Reus memberikan Dragon Scale pemberian Arshwind, Randolf langsung percaya meski sulit diterima.


Dia kemudian memberitahu beberapa tempat yang mungkin menyimpan suatu cara untuk mengatasi segel Arshwind kepada Reus, salah satunya adalah Ruins of Seven Dragon King ini.


   "Baiklah, kurasa aku sudah memeriksa seluruh ruangan di tempat ini."


Reus meregangkan badannya sejenak sebelum mengganti seluruh Equip-nya menjadi Equip seri Dragon beserta Balmung dan Blackstar di punggung, dia lalu menoleh ke sebuah pintu raksasa yang sejak tadi mengeluarkan aura mengerikan.


Dia bisa merasakan pancaran energi yang tak biasa seperti jebakan pada Ambora Temple yang mengarah menuju Chaos Lair dari pintu tersebut.


Memang auranya tidak terasa terlalu mengerikan seperti yang dipancarkan oleh Aulcrat ketika masih dirasuki oleh Lucius Maen'ra, tapi aura ini bisa dibilang berbahaya bahkan bagi Reus sekalipun.


Reus menarik serangkaian nafas terlebih dahulu memantapkan hatinya, kemudian setelah merasa yakin dia menyentuh dan mendorong pintu tersebut.


Meski terlihat besar dan nampak bebobot hingga mencapai berton-ton, nyatanya hanya dengan dorongan ringan saja Reus dapat membuka pintu itu.


Begitu pintu terbuka Reus bisa melihat isi ruangan di baliknya, sebuah ruangan besar seperti aula yang sedikit runtuh disertai tujuh singgasana batu dengan berbagai macam ukiran dan batu mulia sejenis permata menghiasinya. Di atas ketujuh singgasana tersebut juga terdapat patung kepala naga raksasa berjumlah sama seperti singgasana.


Reus sedikit gugup ketika melihat isi ruangan itu, tetapi dia memberanikan diri dan memasukinya.


Dia memperhatikan seisi ruangan beberapa kali dengan cermat. Memang tidak terdapat pencahayaan yang cukup, tetapi Reus masih mampu melihat kondisi ruangan yang benar-benar terlihat seperti reruntuhan.


   "Selain batu permata yang terdapat pada tujuh singgasana itu, tidak ada yang menjadi sumber pencahayaan."


Reus bergumam sejenak menganalisis kondisi ruangan tersebut sejauh pengamatannya. Dia sedikit keberatan mengingat dia tidak bisa mencari informasi dengan baik dalam kegelapan.


Reus kemudian menggelengkan kepalanya pelan menepis pikiran tersebut sebelum menarik kedua pedang di punggungnya sambil melangkah lebih jauh mendekati bagian pusat ruangan.


   "Bagaimanapun juga ini adalah ruangan bos, pasti ada sumber penerangan di tempat ini."


Benar saja, baru beberapa langkah Reus memasuki ruangan lebih jauh, pintu raksasa di belakangnya tertutup dengan sendirinya dan pada dinding ruangan tercipta kobaran api yang merambat dari arah pintu menuju singgasana secara bertahap, menyinari ruangan sepenuhnya.


Reus tidak terlalu terkejut terhadap sambutan khas ala ruangan bos seperti ini, dia sudah cukup sering melihat kejadian serupa ketika memainkan game RPG di ponselnya di masa lalu sehingga dia cukup familiar.


   "Nah, dari mana bosnya akan keluar?"


Beberapa waktu telah berlalu setelah Reus siap bertarun, namun tidak ada apapun yang terjadi. Semuanya terlihat normal tanpa tanda-tanda kemunculan Dungeon Boss sedikitpun, bahkan tidak ada suara selain nafas Reus seorang di ruangan tersebut.


Hal itu berhasil membuat dahi Reus mengerut sejenak lalu melepaskan kuda-kuda bertarungnya, merasa heran terhadap kejadian ini.


   "Apa ini bukan ruangan bos?"


Kepala Reus segera dilanda kebingungan, dia tidak mengerti keanehan dalam Dungeon ini. Dia sudah menelusuri setiap ruangan yang bukan ruangan bos dalam Ruins of Seven Dragon King, hanya ruangan ini yang belum dia masuki.


Memang tidak aneh jika terdapat ruang tersembunyi dalam Dungeon berlevel tinggi seperti ini, tapi seharusnya ruangan bos tidak ada hubungannya dengan ruangan tersembunyi jika ruangan tersebut sungguh ada.


Saat Reus sibuk memikirkan keanehan ini, telinganya lalu menangkap suara gesekan dan benturan bebatuan kecil. Reus tidak akan mempedulikannya jika itu hanya sesekali mengingat tempat ini adalah reruntuhan, namun dia mendengar suara tersebut dari berbagai arah ruangan dan dalam jumlah banyak.


Reus segera meningkatkan kewaspadaannya sembari bersiap menghadapi pertarungan.


Beberapa waktu terlewati Reus tidak menemukan satupun keanehan di sekitarnya selain suara bebatuan tersebut, namun ketika dia merasa semua itu hanyalah suara normal di reruntuhan ini, matanya menangkap suatu bergerakan aneh pada batu bekas reruntuhan di lantai ruangan.


Batu-batu tersebut bergetar kemudian menggelinding secara perlahan menuju beberapa tempat berbeda. Memang lambat tapi lama kelamaan bebatuan itu membentuk tujuh sosok humanoid besar.


   "Golem?"


Reus mengangkat sebelah alisnya melihat hal itu, dia langsung mengambil kesimpulan bahwa makhluk tersebut adalah golem batu, tetapi wujudnya berbeda dari Stone Golem yang pernah dia lawan.


Pada akhirnya golem batu tersebut mengambil wujud seperti Lizardmen, tetapi dengan ukuran yang lebih besar, lalu dilengkapi dengan zirah serta senjata yang terbuat dari batu pula. Mereka juga mempunyai sepasang sayap batu tambahan di punggung masing-masing.


   "Mereka bosnya? Golem batu berwujud Lizardmen atau Dragonewt?"


Reus tidak bisa menahan keterkejutannya, dia tidak pernah mengetahui terdapat Dungeon dengan tujuh bos sekaligus dalam Orbis Online. Ini mungkin adalah yang pertama ditemukan oleh pemain.


Saat Reus mengalihkan seluruh kewaspadaannya pada ketujuh bos berbentuk golem batu di hadapannya itu, tiba-tiba sepercik cahaya menarik perhatiannya. Cahaya tersebut berasal dari ketujuh patung kepala naga di atas singgasana, lebih tepatnya pada mata mereka.


Seketika itu juga keringat dingin membasahi punggung Reus.


   "Ini... sungguhan?"


Mata Reus terbelalak hebat mendapati tujuh patung kepala naga tersebut memancarkan cahaya dari matanya, lalu tak lama setelah itu bagian mulut masing-masing dari mereka terbuka secara bertahap disertai suara derakan batu keras.


Reus segera menyipitkan matanya berniat melihat status patung kepala naga itu. Begitu panel berisi informasi mengenai tujuh patung kepala naga tersebut terbuka, Reus menelan ludahnya secara refleks.


   "Kau pasti bercanda...."


---


Wallface of the Seven Dragon Kings


Level : 350


---