
Serangan terakhir Reus yang berisikan tebasan kembar Sunless Sky bersamaan disertai Infinite Maxima yang telah dia kerahkan selama semenit terakhir memang berhasil menghabisi parameter HP sampai memenggal kepala sang sosok bertopeng tetapi terdapat keanehan pada jasad tersebut.
"Hmm? Tubuhnya tidak menghilang? Padahal aku yakin dia seorang pemain."
Reus bergumam pelan mendapati tubuh sosok bertopeng yang dia yakini adalah seorang pemain belum terurai menjadi butiran piksel biru seperti pemain pada umumnya, terlebih lagi biasanya tubuh NPC yang telah mati akan langsung ambruk ke tanah begitu kehilangan nyawa.
"Apakah mungkin ini yang dinamakan pendekar sejati?"
Dia pernah membaca beberapa literasi dan dalam kisah-kisah tersebut disebutkan bahwa pendekar yang mati sambil berdiri adalah seorang pendekar sejati.
Mungkin ini terdengar berlebihan namun Reus yang telah mati-matian menghadapi sosok bertopeng itu bisa sedikit banyak paham, dia telah merasakan kekuatan serta kemampuan NPC yang sempat dikiranya adalah pemain.
"NPC berkekuatan setinggi itu, ya...."
Reus berdecak kagum berpikir kembali saat ini dia menerima peningkatan status tak masuk akal dari Ouroboros Mode dan Blackstar, lalu Dragon Power dan Dragon Spirit secara bersamaan. Belum lagi terdapat bonus dari Special Trait Set perlengkapan seri Dragon-nya, status Reus jauh melampaui level aslinya.
Dengan status seluar biasa itu Reus yakin dia mampu menghadapi pemain berperingkat satuan jika bukan lebih kuat dari pemain terkuat dalam daftar Hundred Best Player tetapi selain wajahnya tertutup, semua teknik yang digunakan sosok bertopeng terasa asing bagi Reus.
Selain tidak bisa dikenali, Reus juga tidak yakin sembarang pemain mampu mengimbangi ataupun mendesaknya sampai seperti ini.
Memang benar sampai saat ini Reus belum menghadapi banyak pemain apalagi pemain berkelas Special-class atau pemain abnormal, namun Reus sedikit banyak bisa mengira-ngira kekuatannya sekarang.
Alasan terkuat Reus merasa yakin sosok bertopeng itu bukanlah seorang pemain adalah tubuhnya yang tak terurai menjadi butiran piksel setelah terbunuh.
"Ya sudahlah, mungkin dia memang NPC yang mungkin dekat dengan pemain sampai tahu istilah-istilah yang dipakai para pemain."
Pada akhirnya Reus menyerah memikirkan hal tersebut. Dia menghela nafas kemudian mengonsumsi potion tingkat tinggi yang dapat dapat memulihkan Energy-nya.
Berkat peningkatan status Int yang tak masuk akal dari Black Predator, total Energy Reus juga amatlah tinggi di kalangan pemain bahkan yang berkelas sejenis Mage sekalipun, yaitu 40.000 Energy.
Namun setelah mengerahkan seluruh skillnya yang mengonsumsi Energy dalam jumlah besar terus-menerus, parameter Energy Reus saat ini menunjukkan tersisa sekitar 60%.
Hal ini kemudian membuat Reus menyadari betapa rakusnya skill-skill yang dia miliki. Padahal dia melepaskan semua skill tersebut dan menggunakannya secara berkelanjutan tidaklah lebih dari lima menit.
"Hmm, mungkin sudah saatnya aku mulai memikirkan cara untuk meningkatkan status Int-ku."
Reus tersenyum kecut mengetahui ternyata dirinya memang belum mampu menggunakan seluruh skillnya dengan optimal. Dia harus memiliki jumlah Energy yang teramat besar untuk memakai kekuatan penuhnya dalam jangka waktu lama.
Saat Reus hendak mengonsumsi potion lain untuk memulihkan HP-nya yang terus berkurang berkat efek Bleeding yang diperpanjang dengan Everlasting Curse, tubuhnya terasa disengat oleh listrik aneh yang tidak asing.
'Tidak, ini bukan efek Debuff Shock yang kuterima....'
Dia sadar selain Bleeding dan Stun, dirinya juga terkena Debuff Shock yang menumpulkan sekaligus membuat tubuhnya mati rasa tetapi sengatan listrik barusan bukan berasal dari Shock. Reus sudah merasakan sengatan tersebut sebanyak tiga kali sejauh ini—empat jika menghitung sengatan yang sekarang.
Reus bisa sedikit banyak menebak maksud sengatan listrik ini dan benar saja, dia menemukan tubuh sosok bertopeng memancarkan aura merah yang sangat dia kenali. Hal itu membuat Reus menjerit keras.
Jeritan Reus disambut oleh serangan sabit dari tubuh tak berkepala sosok bertopeng. Kekuatan serta kecepatannya melebihi saat lawannya masih berkepala tetapi Reus beruntung selain mendapat peringatan dari sengatan listrik, dia juga melihat prediksi tentang apa yang akan terjadi melalui Laplace Forecast sehingga dia dapat menahan serangan tersebut.
Reus terpukul mundur beberapa langkah dalam adu tenaga itu namun dia mampu mempertahankan posisinya menggunakan Psychokinesis. Dia ingin segera membalas serangan tubuh tak berkepala tersebut tapi belum sempat dia bergerak, sosok itu sudah muncul berjarak dua meter di hadapannya siap mengayunkan sabitnya secara diagonal.
'Ini gawat!'
Tubuh Reus saat ini tidak bisa digerakkan dengan leluasa mengingat dia terkena Stun yang normalnya membuat target tak mampu bergerak dan tidak dapat hilang berkat Everlasting Curse, namun dia bisa mengakalinya dengan Psychokinesis meski gerakannya menjadi jauh lebih kaku.
Reus yang tak bisa bergerak semaunya hanya bisa memutar badan menghindari serangan telak pada bagian vital, alhasil sabit tubuh tak berkepala tersebut hanya berhasil memotong lengan kanan sekaligus melukai dada samping Reus meski tidak dalam.
Reus menjerit dalam hati saat menemukan HP-nya hanya tinggal sekian persen sebelum habis total setelah kehilangan lengannya dalam serangan terakhir. Dia ingin mengonsumsi HP Potion tapi seakan tak mengizinkan, tubuh tanpa kepala sosok bertopeng kembali menerjang Reus membawa sabit besarnya.
"Apa boleh NPC bergerak secepat itu setelah mati meski mendapat status Berserk?! Bukankah itu terlalu curang?!"
Tanpa punya pilihan lain Reus mengangkat Blackstar serta bilah hitam semi tembus pandang Hollow Swords untuk menahan serangan berkecepatan tinggi dari lawannya. Dia memang mampu bertahan namun kelima bilah Hollow Swords langsung hancur setelah menerima serangan tersebut.
Reus ingin mengumpat ketika menyaksikan kelima bilah Hollow Swords dapat dihancurkan begitu mudah oleh lawannya. Dia tak mau membayangkan bagaimana jika dia hanya menggunakan Blackstar untuk menahan serangan tersebut mentah-mentah.
"Keras kepala sekali! Kau itu sudah mati jadi berhenti dan matilah dengan wajar, kau makhluk gila!"
Dilanda panik dan kejutan satu per satu, Reus mengeluarkan puluhan senjata yang telah dia dapat dari Drop Item beberapa waktu lalu dari Inventory lalu mengerahkan Psychokinesis untuk mendorong semua senjata tersebut melesat menuju lawannya.
Hampir seluruh senjata-senjata itu menembus tubuh tak berkepala dengan mulus sementara sisanya hanya menancap di tanah tetapi seakan tak menerima apapun, sang tubuh tanpa kepala tersebut sekali lagi maju menerjang Reus.
Reus yang hanya memiliki satu tangan dan satu pedang bersiap bertahan tanpa mampu menghindar namun sesaat sebelum lawannya melayangkan serangan, Reus melepaskan semua sihir yang telah Blackstar lahap sejauh ini.
"Magic Storm : All Out!"
Blackstar memuntahkan puluhan sihir sekaligus dari ujung bilahnya begitu cepat seperti senjata api. Serangan beruntun Reus mengandalkan seluruh sihir pada Blackstar menciptakan ledakan kecil beruntun dan berhasil tubuh tanpa kepala tersebut terpukul mundur.
Setelah sihir terakhir menghantam sang tubuh tak berkepala, Reus menghela nafas berat disertai puluhan bulir keringat mengucur melalui dahi dan pipinya. Dia tentu merasa lelah secara mental meski staminanya bisa dikatakan hampir tak terbatas sesudah merebut 10.000 stamina lawan melalui Black Predator sebelumnya.
Reus ingin mengusap peluh pada wajahnya dan beristirahat sejenak namun seakan belum puas dirinya ditimpa kejutan demi kejutan, sosok tubuh tanpa kepala tersebut muncul dari balik tirai debu akibat ledakan sihir beruntun Reus dan mengayunkan sabitnya.
Beruntungnya, Reus masih cukup waspada merasa tidak yakin semua sihir itu mampu membunuh sosok bertopeng yang telah diperkuat dengan status Berserk sehingga dia dapat menghindari serangan tersebut meski tidak sepenuhnya.
Reus terkena sedikit serangan itu dan menerima sebuah goresan panjang pada bagian dadanya. Dia ingin tersenyum puas melihat dirinya mampu menghindari serangan kejutan seperti itu namun hal yang terjadi selanjutnya membuat Reus kehabisan kata-kata.
Pandangan Reus menjadi gelap dan buram seperti parameter HP-nya mencapai titik nol. Reus sedikit kebingungan tetapi hal tersebut segera terjawab oleh panel semi tembus pandang melayang di depan wajahnya.
"{Kamu terkena Curse of the Dead! Kamu terkena Instant Death! HP telah mencapai nol! Kamu telah mati!}"