Orbis Online

Orbis Online
39. Berpatroli



   "Kynel, bangunlah."



   "Ehmm? Ada apa, Reus?"



   "Giliran kita berpatroli."



Kynel yang masih terlihat mengantuk itu bangkit dari posisi tidurnya dan keluar dari tenda berjalan menuju tempat di mana suara Reus terdengar. Sambil menguap, ia membuka matanya melihat ke depan.



Ketika membuka mata, ia dapat melihat Reus yang sedang melakukan pull-up di atas dahan pohon di depannya. Matanya menjadi terbelalak seketika merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh ketua party-nya.



   "Re-Reus, apa yang kau lakukan?"



   "Seperti yang kau lihat, aku sedang melakukan pull-up."



   "Kalau itu aku juga tahu hanya dengan melihatnya. Tapi, kenapa melakukannya di dalam Orbis Online? Bukankah itu tak ada gunanya di dunia nyata?"



   "Ah, ini sudah kebiasaanku sehabis bangun tidur. Walau tidur di dalam Orbis Online, tetap saja olahraga diperlukan."



Mendapat jawaban yang tidak bisa dimengerti, Kynel menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas pelan. Ia tak menyangka kalau Reus berpikiran seperti itu padahal olahraga di dalam dunia virtual takkan berpengaruh pada tubuh di dunia nyata.



Meski tubuh di dunia nyata tidak bergerak, otak yang menjadi landasan semua aktivitas dan pusat manusia tetap bergerak bahkan di dalam dunia virtual sekalipun seperti Orbis Online. Reus sendiri sudah mengetahui ini dan kebalikan dari ucapan Kynel sebelumnya, ia memanfaatkan hal tersebut.



Tubuh dunia nyata dan tubuh dunia virtual sangat berbeda, tapi pikiran dan jiwa tetaplah sama. Jika Reus berolahraga di dalam dunia virtual, maka otaknya menganggap tubuhnya sudah bugar dan siap beraktivitas. Dengan kata lain pengembangan mental secara psikologis.



Namun sesuai kata Kynel, tetap saja olahraga di dalam dunia virtual tidak bisa mempengaruhi tubuh yang ada di dunia nyata. Ketika Reus log out nanti, ia harus kembali berolahraga untuk menjaga tubuhnya meski mental atau pikirannya lelah.



Seusai menyelesaikan pull-up-nya, Reus turun dari pohon dan melakukan beberapa peregangan pada tubuh bagian atasnya.



   "Apa kita harus berpatroli? Bukankah ini daerah aman?"



   "Belum tentu. Bisa saja pihak monster mengirim mata-mata seperti halnya kita mengutus tim pengintai untuk mengintai kita."



   "Begitukah? Tapi kurasa monster itu bodoh karena kecerdasannya kurang, terutama monster mob seperti Goblin atau jenis hewan buas. Tidak mungkin mereka melakukan itu."



Reus menggaruk kepalanya mendengar pernyataan Kynel yang memang benar. Ia belum pernah bertemu monster dengan kecerdasan tinggi sampai saat ini—kecuali para NPC Dwarf yang ia temui di gua Lafos.



   "Yah, tak ada salahnya berjaga-jaga. Sebelumnya party-nya Joelyn sudah berpatroli, sekarang giliran kita. Bersiaplah dalam waktu lima menit."



   "Baiklah."



Mendapat perintah dari ketua party-nya, Kynel memakai semua Equip yang biasa ia kenakan sebelumnya. Sebuah jubah cokelat bertudung kusam, satu tongkat sihir yang di ujungnya terdapat batu berwarna biru cerah, dan seongok cincin perak kecil di jari manis kanannya.



Reus juga mengenakan Equip yang sebelumnya ia lepas karena tidak nyaman dipakai tidur. Perlu diketahui, selama tidak log out dan mati pemain takkan bisa keluar—kecuali terdapat kesalahan pada jaringan atau game. Jadi, tidur di dalam pun tak masalah.



Tidur yang dimaksud di sini mirip seperti tidur biasa pada umumnya di dunia nyata, namun dalam Orbis Online lebih ditekankan mengistirahatkan pikiran mengingat semua yang terjadi di dalam dunia virtual ini adalah otak yang menggerakkan.



Solid Gear hanya akan melakukan Emergency Log Out ketika tubuh pengguna berada dalam masalah. Contohnya seperti dehidrasi, tekanan darah tinggi, detak jatung yang tak normal, dan lain sebagainya. Itulah mekanisme keselamatan standar Solid Gear yang diumumkan oleh Deraft Corporation sejak pertama kali Solid Gear dirilis lima tahun lalu.




Setelah bersiap-siap, Reus dan Kynel berpencar ke dua arah yang berbeda. Kynel menuju timur dan Reus menuju barat. Mereka sudah mendiskusikannya sebelum berangkat tadi Kynel akan berpatroli ke sebelah timur dan utara, sedangkan Reus ke arah sebaliknya.



Reus sudah menambahkan Kynel ke dalam Friendlist-nya sehingga jika ada sesuatu temannya ini bisa menghubungi dirinya. Selain itu, bagian timur terdapat sungai mengalir di sana sehingga beberapa pemain sering ke sana untuk mengambil air minum atau buang air.



Sekedar informasi, urin dalam Orbis Online akan langsung dinetralisasikan dan pastinya takkan berbahaya ataupun mencemari air sungai, jadi pemain dapat tenang. Lagipula, dunia virtual takkan mempengaruhi tubuh pemain di dunia nyata. Namun tetap saja beberapa pemain merasa jijik mengambil air minum di sungai bekas pembuangan urin.



Karena sendirian, Reus mengganti pedang Ironforge Sword-nya menjadi Blackstar di punggungnya. Ia masih ingin menguji seberapa hebat pedang ini sebenarnya mengingat Goblin tidak begitu memberi perlawanan ketika dirinya bertarung belum lama ini.



   "Hmm? Itu... Wolf, kah?"



Ketika berjalan menikmati indahnya langit malam dari hutan, Reus menemukan sesosok Wolf yang sedang sendirian tak jauh dari tempatnya berdiri. Wolf tak berkelompok? Itu tidak mungkin, bisa jadi ini adalah jebakan dari monster dengan kecerdasan tinggi.



Wolf adalah monster mob yang biasanya hidup berkelompok sama halnya seperti serigala pada umumnya di dunia nyata. Akan sangat jarang terlihat seekor serigala sedang sendirian. Hal inilah yang mendasari kecurigaan Reus.



Dengan pikiran itu, Reus langsung bersembunyi di balik sebuah pohon yang di bawahnya terdapat semak-semak rimbun. Ia bukanlah orang yang langsung menerjang lawan sehingga ia memeriksa area di sekitarnya terlebih dahulu untuk memastikan apakah Wolf itu adalah jebakan atau bukan.



Reus menutup mata mengonsentrasikan seluruh perhatian pada indra pendengaran, mengingat penglihatan pada malam hari seperti ini tidak bisa terlalu diandalkan—kecuali memiliki skill Night Vision yang dapat melihat dengan jelas di kegelapan.



Ketika menutup mata ia dapat mendengar nyanyian serangga malam dalam hutam, tapi ia mendapat sesuatu yang janggal. Di beberapa tempat yang berseberangan dari tempatnya bersembunyi saat ini terdengar beberapa suara langkah berat kecil tapi pasti. Mendengar ini, Reus mengerutkan dahinya.



   'Suara ini... seperti sesuatu yang besar. Apakah itu Golem?'



Menggumamkan itu dalam hatinya, Reus membuka matanya menyudahi sesi pendengarannya. Ia ingin pergi dari tempat ini dan melapor kepada Dalon sang ketua Raid, namun niat tersebut hanya tinggal niat belaka.



Ketika membuka mata, Reus dikejutkan oleh sesosok makhluk berwarna putih semi transparan, tidak berwajah namun terlihat dua lubang mata dan satu lengungan bibir, tak berkaki tapi melayang, memiliki tangan tetapi tidak berjari.



   'Sial, Ghost!'



Seketika itu juga Reus melompat ke samping keluar dari persembunyiannya secara spontan. Bukan berarti dia takut dengan monster mob jenis astral seperti ini, ia hanya refleks menjaga jarak dalam pertarungan.



Ia segera menggapai Blackstar yang terdapat di punggungnya, namun sebelum berhasil menarik senjatanya itu ia mendengar sebuah suara nyaring.



   "Aauuuu!!"



Itu suara lolongan dari Wolf, salah satu skillnya yang bernama Howl. Skill ini hanyalah sekedar lolongan keras semata, namun dapat memanggil kawanan Wolf lainnya yang berada di tempat yang berbeda.



Reus terkejut bukan main begitu menyadari dirinya telah diketahui oleh si Wolf. Ia yang keluar dari persembunyiannya secara refleks itu tak sadar ternyata pandangan Wolf sudah mengarah kepadanya beberapa detik lalu. Parahnya lagi Wolf tersebut berhasil mengaktifkan skill Howl-nya untuk memanggil kelompoknya.



Terfokus oleh si Wolf, Reus tidak menyadari kalau Ghost yang di depannya memuntahkan sesuatu seperti bola dan mendarat tepat di dadanya. Hal ini membuat Reus kembali terkejut sekaligus terpukul mundur beberapa langkah ke belakang.



   'Sial... aku benar-benar sial!'



Mendapat situasi yang tak terduga, ekspresi Reus terlihat kesal dan terkejut secara bersamaan. Ia segera menarik Blackstar dari punggung dan memasang posisi siap bertarung karena kemungkinan besar ia takkan bisa lari dari situasi ini.