
Beberapa jam setelah kedatangan Reus dan Ikshan di gua tempat tinggal Snow Troll dan Yeti, keduanya tengah beristirahat di sebuah ruangan khusus yang disiapkan untuk mereka oleh Horb Bloodborn sang pemimpin persatuan kedua monster penguasa gunung Horen ini.
Meskipun sebenarnya tempat ini dikatakan sebagai gua, penampilan interiornya tidak bisa digambarkan dengan kata tersebut. Mungkin lebih tepatnya seperti sebuah kota kecil yang tersembunyi di dalam gunung. Terdapat banyak rumah-rumah berukuran kecil dan sedang yang terbuat dari tanah liat maupun batu.
Bisa dilihat pula seluruh Snow Troll dan Yeti di sini hidup dalam damai dan harmoni. Semuanya terlihat begitu ramah dan bersahabat, bahkan kepada Reus dan Ikshan yang merupakan dalang dibalik pembantaian kaum mereka baru-baru ini.
"Reus, bagaimana menurutmu?"
"Apanya?"
"Para monster ini. Mereka sama sekali tidak terlihat jahat, mereka hanya hidup seperti halnya kita para manusia dan bangsa lain. Apakah mereka bukan bagian dari Event Monstrous Invasion atau Main Story?"
"Entahlah, aku juga tidak mengerti."
Reus menggigit jarinya memikirkan ucapan Ikshan. Snow Troll dan Yeti memanglah ras yang sama halnya seperti manusia dan lainnya, namun termasuk monster karena tubuh mereka yang buruk rupa dan memiliki kekuatan jauh di atas rata-rata manusia Orbis Online.
Monstrous Invasion sendiri adalah Event yang mempengaruhi keganasan dan jumlah monster untuk menyerang berbagai peradaban, sementara Main Story mengatakan bahwa monster menjadi semakin ganas dan ingin mengacaukan kedamaian semu dunia Orbis Online.
Kedua hal ini sangat berkaitan satu sama lain, tapi tidakkah Snow Troll dan Yeti termasuk di dalamnya padahal tergolong monster? Itu menimbulkan tanda tanya besar di kepala Reus dan Ikshan.
Selagi keduanya berpikir keras, seseorang mengetuk pintu ruangan membuyarkan lamunan mereka masing-masing.
"Ini Horb Bloodborn, bolehkah aku masuk?"
"Tentu."
Reus segera berdiri dan membukakan pintu kamar, lalu masuklah Horb seorang diri dengan pakaian yang terbuat dari potongan kain kusam yang dijahit tanpa senjata apapun. Pemain berambut perak itu mempersilahkan Horb duduk di manapun, tentu sang pemimpin kelompok monster ini menerimanya tanpa sungkan.
"Pertama, aku ingin meminta maaf karena rakyatku sudah menyerang kalian sebelumnya. Tolong jangan salahkan mereka, akulah yang memerintah mereka melakukannya terhadap seluruh penyusup yang datang ke gunung ini."
Sambil mengucapkan itu, Horb menundukkan kepalanya ke arah lawan bicaranya.
Dua pemain yang ada di ruangan tersebut saling bertatapan kebingungan. Mengapa pemimpin ini meminta maaf padahal merekalah yang membunuh begitu banyak rakyatnya?
"Sebelum itu, mengapa anda meminta maaf? Kamilah yang seharusnya meminta maaf karena telah membunuh banyak kaum anda, walau tak bisa dimaafkan sih."
"Aku akan menjelaskan semuanya, mulai dari kaum kami hidup di sini secara berdampingan dan menyerang kalian."
Setelah itu Horb menceritakan semua hal yang ia ketahui di tempat ini yang diceritakan secara turun temurun dari pemimpin persekutuan Snow Troll dan Yeti gunung Horen generasi pertama. Penjelasan tersebut memakan waktu cukup lama, tapi anehnya Reus maupun Ikshan sama sekali tak terlihat jenuh dan nampak antusias mendengarkan kata demi kata.
Dahulu bangsa Snow Troll dan Yeti yang merupakan pendatang baru di gunung ini saling berperang memperebutkan wilayah dan sumber daya, serta hak untuk memperbudak pihak yang kalah. Peperangan itu berlangsung beberapa puluh tahun dan menimbulkan banyak sekali korban dan kerusakan.
Suatu ketika pada saat perang sedang membara, sesosok makhluk datang dari puncak gunung dan menghentikan pertarungan yang tengah berlangsung itu hanya dengan satu hentakan kakinya.
Makhluk tersebut terbangun dari tidurnya berkat pertempuran antara kedua ras pendatang ini, lalu membantai setengah dari masing-masing pasukan sehingga tak ada yang berani melawannya.
Berkat kejadian itu, Snow Troll dan Yeti membuat perjanjian damai di depan makhluk ini dan membuat gua yang sampai sekarang menjadi tempat tinggal mereka agar tak mengganggu makhluk tersebut lagi.
Sang makhluk yang puas karena tidak ada peperangan lagi itu kemudian menjanjikan keselamatan dan keamanan mereka semua dari siapapun yang lebih kuat dari mereka. Namun janji ini hanya akan terlaksana jika 'siapapun' ini menyerang mereka dengan alasan yang kurang bisa diterima olehnya.
Berkat perjanjian ini, terciptalah perdamaian antara Snow Troll dan Yeti—meskipun masih ada beberapa dendam yang tak terselesaikan di antara mereka. Perjanjian ini dikenal sebagai Perjanjian Dewa Horen, mengingat makhluk ini bagaikan dewa penjaga gunung Horen bagi mereka.
Beberapa ratus puluh seusai dibentuknya perjanjian tersebut, seorang manusia berkekuatan besar membuat lubang terowongan menembus gunung dan menggetarkan seisinya. Snow Troll dan Yeti berusaha melawannya, tetapi tidak ada yang bisa menggores manusia itu sedikitpun.
Karena tidak ada yang bisa menandingi kekuatan si manusia, sang Dewa Horen akhirnya datang dan memenuhi janjinya. Si manusia menjelaskan apa yang dilakukannya hanyalah demi melewati gunung ini karena terlalu jauh jika harus memutar atau mendakinya.
Itulah sejarah terowongan gunung Horen ini.
"Alasanku menyuruh rakyatku menyerang kalian sendiri karena kami tidak memiliki makanan dan berbagai macam kebutuhan lain yang cukup untuk menghidupi bangsa kami."
Meskipun gunung Horen menyediakan banyak kebutuhan hidup seperti makanan, pakaian, dan lain sebagainya, kaumnya sudah bertekad untuk sebisa mungkin tidak keluar dari dalam gunung sebagai wujud penyesalan mereka karena sudah membuat Dewa Horen murka. Maka dari itu terdapat cukup banyak ladang dan hewan ternak di tempat ini.
Reus dan Ikshan mengangguk pelan saat Horb menyelesaikan penjelasan panjang mengenai terowongan, gua, keberadaan mereka, serta alasan mereka menyerang keduanya.
Ketika penjelasan Horb selesai pula, muncul sebuah panel putih semi transparan di depan Reus dan Ikshan.
"{Selamat, anda mendapatkan titel Hroud's Tourist!}"
---
Hroud's Tourist
Titel yang didapatkan karena mendengarkan sejarah kota Hroud, kota tersembunyi dalam gunung Horen! Sekarang anda bisa menerima Quest dari penduduk Hroud!
Respect +100, kontribusi di Hroud +300, All Status +1
---
Kedua pemain tersebut membelalakkan matanya begitu membaca panel itu. Bisakah pemain mendapat titel hanya dengan mendengarkan cerita sejarah di suatu tempat pada Avora Online? Tidak, ini fitur asli Orbis Online.
'Tak kusangka hanya mendengarkan cerita bisa mendapatkan titel seperti ini, sungguh tak terduga.'
Reus tersenyum masam sambil menggumamkan hal itu dalam hatinya melihat titel terbarunya, lalu ekspresinya menjadi sangat masam mengingat entah berapa titel yang sudah ia koleksi hingga saat ini.
Horb kemudian menjelaskan duel yang diadakan besok sebenarnya hanyalah formalitas dan untuk membuktikan bahwa Reus dan Ikshan memang berhak diterima di kota ini.
Jika mereka menang, mereka dapat meninggalkan kota ini tanpa luka dan pandangan negatif sedikitpun, serta diperbolehkan tinggal di kota ini selama yang mereka mau sebagai tamu kehormatan dan orang penting. Namun jika kalah, keduanya boleh pergi dan melewati tempat ini, tetapi dengan sebagian barang harus ditinggalkan dan perjalanan mereka tetap akan diganggu oleh Snow Troll dan Yeti.
Setelah semua keperluannya selesai, Horb kembali ke kediamannya dan membiarkan Reus dan Ikshan beristirahat untuk duel besok.
---
Author
Hai para pembaca Orbis Online sekalian yang telah membaca hingga chapter ini, sudah lama kita tak berjumpa di "Catatan Author" ini.
Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas semua dukungan yang anda sekalian berikan untuk Orbis Online sampai bisa berada di titik ini, mau itu dari like, komen, ataupun vote. Saya sungguh berterima kasih.
Malam ini sungguh menjadi malam yang spesial bagi saya. Mengapa? Karena Orbis Online berhasil meraih juara dua kontes You Are A Writer season 2 kategori fantasi/petualangan.
Apakah sikap saya berlebihan? Maaf jika menurut pembaca seperti itu, soalnya ini baru pertama kalinya saya mencapai sesuatu yang dapat dibanggakan melalui tulisan, jadi... yah, beginilah, hehehe.
Baik, kembali ke mode serius.
Meskipun saya berhasil mencapai juara dua kontes You Are A Writer season 2 kategori fantasi/petualangan, tidak ada crazy up ataupun update spesial karena tidak ada waktu, bahan, serta mood. Jika anda mengikuti saya sejak dari lapak sebelah, anda akan tahu seperti apa sikap menulis saya.
Yah, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan sekarang, terima kasih atas perhatiannya dan see you on next chapter!~
Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍