Orbis Online

Orbis Online
241. Pertempuran Naga dan Manusia



Di lokasinya berdiri Reus dapat melihat pasukan Menschrein Kingdom sudah mulai bergerak cepat menandakan beberapa saat lagi kedua pasukan dari dua kerajaan akan berbenturan. Dia juga bisa mendengar para bangsawan pemimpin pasukan mulai memerintahkan prajuritnya.


   "Kalian berdua sudah siap?"


Reus kemudian mengalihkan perhatian pada kedua rekannya yang baru saja menyelesaikan pemanasan ringan. Mereka berdua mendekati Reus.


   "Aku siap kapanpun kau siap, Reus."


   "Ayo beraksi! Tanganku sudah gatal!"


Reus mengangguk pelan sebelum menarik kedua pedang dari punggungnya. Kini Reus telah mengenakan seluruh Equip terbaik yang dia miliki, termasuk Balmung di tangan kanan dan Blackstar di tangan kiri.


   "Hei, bisa kalian sampaikan pesanku kepada Yang Mulia Julius serta bangsawan lain?"


Sebelum melakukan sesuatu lain Reus berbicara kepada para pengawal mereka yang sudah siap bergabung dengan pasukan lain. Mereka sedikit kesal melihat Reus memanfaatkan keberadaan mereka di saat-saat terakhir tetapi mereka tidak keberatan.


   "Katakan kepada semuanya bahwa kami akan langsung menerjang ke depan dan membuat serangan pertama sebesar mungkin. Jika kalian melihat sesuatu yang menggelegar di depan dalam beberapa menit nanti jangan takut dan tetaplah maju. Itu jurusku."


Para pengawal memiringkan kepalanya heran mengapa Reus mengatakan hal tak masuk akal seperti itu, padahal posisi mereka saat ini adalah barisan terbelakang. Mereka tidak ingin membuang banyak waktu untuk berdebat sehingga hanya menerima permintaan Reus.


Mendengar hal tersebut Reus tersenyum kecil lalu menarik nafas dalam-dalam tanpa mempedulikan beberapa pengawal yang masih tinggal mengawasi Reus. Dia sudah menggunakan Black Form yang mana membuat penampilannya sedikit berubah.


   "Body Clone."


Reus kemudian mengaktifkan skillnya dan menciptakan klon hingga sepuluh orang dengan kekuatan 10% setiap orangnya. Seketika itu juga parameter Energy Reus menyentuh titik nol tanpa koma dan di saat yang bersamaan mengejutkan para pengawal yang masih tinggal.


   "Kalian mengerti yang harus kalian lakukan, kan?"


Sepuluh klon Reus mengangguk memahami maksud tubuh asli mereka sebelum mengerahkan Psychokinesis untuk terbang dan melesat menuju berbagai arah. Dua di antaranya membawa Ikshan dan Ibane menggunakan Psychokinesis.


Reus segera meminum sebuah Energy Potion tingkat tinggi yang dapat memulihkan seluruh Energy-nya. Setelah memeriksa parameter Energy-nya penuh Reus menoleh menuju pengawal yang masih membatu tak mempercayai apa yang mereka lihat.


   "Kalau begitu semoga keberuntungan menyertai kalian dalam pertempuran ini!"


Setelah berkata demikian Reus melesat mengikuti klonnya namun dengan arah berbeda. Dia terbang menuju tepat di tengah pasukan lawan.


Tidak butuh waktu lama bagi Reus yang kini lebih ahli dalam mengendalikan arah terbangnya menggunakan Psychokinesis untuk mendarat di tengah pasukan musuh yang bereaksi serupa dengan para pengawal.


   "Hmm, nampaknya area mendaratku cukup bagus."


Reus memperhatikan lingkungan sekitar. Reus sadar dirinya mendarat di tengah pasukan musuh yang berjumlah setidaknya seratus ribu orang namun ekspresinya tidak seperti orang yang berada di kerumunan musuh, dia justru tersenyum dingin.


   "Ka-kau manusia?!"


   "Tentu saja. Bagian mana dariku yang tak terlihat seperti manusia?"


   "Kau manusia tapi membantu Bailendra Kingdom melawan rasmu sendiri?! Apa kau gila?!"


   "Jika ada orang yang menerjang sepasukan lawannya sendirian seperti ini, apakah menurutmu dia masih waras?"


Jawaban Reus mengundang kemarahan dari pihak lawan. Mereka segera maju mengacungkan senjata kepada Reus.


   "Habisi pengkhianat gila ini!"


   "Tebas tubuhnya jadi ratusan bagian!"


   "Jangan sisakan celah! Serang dia bersamaan!"


Reus tersenyum kecil menanggapi seruan lawannya dan mengambil kuda-kuda bersiap mengayunkan Blackstar di tangan kirinya.


   "Telan mereka semua, Black Predator."


Begitu Reus mengaktifkan salah satu Bonus Skill dari Blackstar, bilah pedang hitam tersebut mengeluarkan energi hitam pekat seperti tar hitam berwujud ular sepanjang seratus meter.


Tanpa membuang banyak waktu Reus segera menebaskan pedangnya memerintahkan energi hitam seperti ular tersebut melata di udara dengan cepat dan menyerang setiap musuh yang ada di sekitarnya hingga titik terjauh yang bisa dicapai.


Reus sendiri tidak hanya sekedar menunggu. Dia juga menerjang ke depan sambil menyerang setiap prajurit yang menghalangi jalannya membuat jangkauan Black Predator juga meningkat. Alhasil dalam sekejap belasan nyawa langsung melayang begitu terkena bilah Balmung ataupun Blackstar.


Sepuluh detik setelahnya energi hitam Black Predator menghilang secara perlahan namun memberikan kekuatan baru pada Reus.


---


Nama : Reus (Ouroboros Mode – Black Predator)


Level : 228


Kelas : Freelancer


Respect : 4.081


Str : 3.139 (+6.328), Dex : 3.271 (+6.328), Vit : 2.338 (+6.328), Int : 1.854 (+6.328), Luc : 1.731 (+6.328), Conquer : 234


---


Reus memeriksa statusnya sekilas dan dia bisa merasakan kekuatan mengalir ke seluruh tubuhnya. Senyuman kecil namun dingin tercipta pada bibirnya.


   "Timing yang tepat sekali."


Setelah berkata demikian Reus lalu menancapkan Blackstar ke tanah sebelum mengerahkan skill terkuatnya untuk menyelesaikan rangkaian kombinasi skill paling mematikan sekaligus termahal yang pernah dia ciptakan.


   "Ultimate Skill : Joker Field – Apocalypse Trigger."


***


   "Apa katamu?! Mereka langsung menerjang ke garis depan?!"


Julius menggebrak meja begitu mendengar tindakan kelompok Reus yang sama sekali tidak dia duga.


Salah satu pengawal ketiganya yang melaporkan hal tersebut terperanjat mendengar rajanya berseru sedemikian kerasnya. Padahal Julius selalu terlihat tenang di situasi manapun tetapi tak pernah mereka menyangka raja yang nampak begitu tenang justru menjerit saat mengetahui rombongan Reus mengambil langkah tak masuk akal tersebut.


Julius memang mengizinkan kelompok Reus berbuat sesukanya selama tak merugikan Bailendra Kingdom namun dia tak pernah menyangka mereka justru maju seorang diri ke medan perang sebelum kedua pasukan berbenturan.


Pasukan musuh berjumlah setidaknya seratus ribu dan mungkin masih memiliki personel cadangan di balik jumlah raksasa tersebut dan kelompok yang hanya berjumlah tiga orang itu maju menghadapinya? Itu sama saja bunuh diri!


Dia tidak percaya orang yang dinilai amat tinggi oleh Aulcrat, Raja Lavore Kingdom itu mengambil langkah bodoh.


   "Rajaku.... Ada pesan lain juga dari tuan Reus...."


   "Apa? Cepat katakan!"


Julius yang terbakar oleh emosi karena langkah bodoh kelompok Reus tanpa sadar membentak sang pengawal.


   ".... Tuan Reus berkata jika ada sesuatu yang menggelegar jangan takut dan tetap maju. Itu adalah jurusnya."


Mendengar hal tersebut Julius yang tadinya terbawa emosi kini mengerutkan dahi tidak mengerti maksud pesan tersebut. Kemarahannya berkurang secara signifikan dan digantikan oleh rasa heran.


Julius ingin mencerna maksud di balik kata-kata Reus itu tetapi sebelum dirinya mulai berpikir, suara ledakan keras mengguncang udara sekaligus tanah tempatnya berpijak. Hal itu mengejutkan semua orang yang hadir di sana.


   "Apa itu?! Apa yang baru saja terjadi?!"


Suasana tenda strategi segera berubah menjadi panik. Para bangsawan yang sebelumnya sedang menyusun strategi kini sedang berusaha berdiri setelah terjatuh akibat suara ledakan yang begitu besar.


Julius ingin bertanya kepada bawahan sekaligus para perwakilan ketiga dewan naga mengenai ledakan barusan namun belum sempat dia bersuara, seketika terlintas pesan Reus di benaknya. Dia segera berlari keluar tenda dan memeriksa dengan mata kepalanya sendiri.


Begitu Julius keluar dari tenda dia menemukan kepulan asap raksasa membumbung tinggi di udara seperti tirai menutupi jarak pandang mereka terhadap pasukan lawan. Asap itu bukan hanya satu melainkan terdapat beberapa asap serupa di berbagai titik berbeda tempat pasukan Menschrein Kingdom berada.


Julius jatuh berlutut dengan mata terbuka lebar memandang pemandangan yang tak bisa dipercaya itu.


   "Demi leluhur raja naga pertama.... Itu sungguh jurus tuan Reus?"


Jika tirai asap itu disebabkan oleh puluhan sihir tingkat tinggi dengan wilayah jangkauan lebar mungkin masih bisa Julius pahami tapi, hal sebesar ini diakibatkan oleh jurus satu orang saja? Itu sudah di luar segala imajinasinya.