Orbis Online

Orbis Online
245. Pertempuran Naga dan Manusia V



Kekuatan yang Reus tunjukkan berhasil membuat gentar baik prajurit maupun pemain di pihak Menschrein Kingdom. Setelah serangan beruntun yang tak bisa menorehkan luka pada badan Reus membuat semangat mereka perlahan menghilang dan digantikan oleh perasaan putus asa.


   "Apa yang kalian lakukan?! Jangan hentikan serangan kalian!"


Seruan seseorang berhasil menarik perhatian prajurit serta pemain. Di arah seruan tersebut terlihat sesosok pria gagah membawa pedang besar dua tangan berlari diikuti sekelompok pemain di belakangnya.


Dalam sekali lihat semua pemain dapat mengenali siapa dan dari mana pria serta orang yang mengikutinya dari belakang. Mereka tak ingin mengikuti perintah dari pria tersebut namun perkataannya tidaklah salah.


Salah satu kunci kemenangan saat melawan Dungeon Boss berlevel tinggi adalah serangan koordinasi beruntun yang tak menyisakan celah. Meskipun kekuatan dan kemampuan lawan mereka saat ini belum bisa diketahui pasti tetapi tidak ada salahnya terus menyerang sambil mengumpulkan informasi.


   "Fokuskan Buff kalian padaku! Biar aku melayangkan satu serangan kuat dan kalian lanjutkan momentumnya!"


Walau terdengar egois kata-katanya cukup masuk akal. Kelompok pemain di belakangnya menuruti permintaan sang pria, bahkan sebagian pemain berkelas pendukung di luar kelompok mereka juga ikut memberikan beberapa Buff, sementara sisanya menyiapkan diri untuk melanjutkan momentum pria itu.


Setelah mendapatkan belasan hingga puluhan Buff dan merasa cukup kuat, pria tersebut melesat cepat seakan pedang raksasa yang diangkat melebihi kepalanya tidak memiliki berat. Dia mengayunkan pedang besarnya menuju Reus.


   "Terima ini! Full Swing!"


Ayunan pedang raksasa tersebut hanya ditahan oleh sepasang pedang Reus yang merasakan betapa beratnya kekuatan serangan lawannya ini. Reus bahkan sampai terdorong mundur satu jengkal saking kuatnya serangan yang satu ini.


   "Hmm, cukup lama kita tak bertemu ternyata kau sudah sekuat ini, Rosevince. Lumayan juga."


   "Huh? Suara ini! Topeng tengkorak itu! Jangan-jangan kau—"


Reus menyeringgai sejenak sebelum mendorong kedua pedangnya ke atas menghempaskan pedang raksasa sekaligus memotong perkataan Rosevince, lalu mengaktifkan Hollow Swords dan mengerahkan kelima pedang hitam semu tersebut menghunjam badan Rosevince tanpa ampun.


Serangan Reus tidak berhenti sampai di sana saja. Dia memutar posisi memegang Blackstar dan Balmung kemudian mendorong kedua bilah tersebut menembus tubuh Rosevince menciptakan dua lubang tambahan.


   "Ka-kau—"


   "Sampaikan salamku pada Legionmaster-mu, oke?"


Seakan tak mengenal belas kasih, Reus menarik ketujuh pedangnya yang tadinya menancap kini mengoyak tubuh Rosevince menjadi beberapa bagian. Seketika itu juga Rosevince terurai menjadi ribuan butir piksel biru.


Reus sebenarnya ingin beristirahat sejenak memikirkan betapa konsistennya Gaia's Tree dalam berhadapan dengannya namun hal itu tidak bisa dia lakukan setelah pandangan Reus menangkap tiga pemain berjarak dekat melesat mendekatinya dengan sikap siap menyerang, di belakang mereka bahkan terdapat belasan sihir melesat di udara.


   "Mau melakukan serangan bunuh diri? Maaf, aku tidak ikutan."


Reus mengangkat alisnya sejenak merasa kagum lawannya ini tidak segan-segan mengorbankan nyawa rekan-rekannya hanya demi melayangkan satu serangan telak, tetapi dia tak mempunyai waktu untuk kagum.


Dia mengerahkan Psychokinesis pada ketiga pemain tersebut dan menerbangnya mereka semua menuju sekelompok sihir di udara yang kemudian menyebabkan ledakan berantai di langit.


Aksi Reus menghadapi belasan serangan beruntun yang terarah kepadanya membuat para pemain terdiam tak percaya ada manusia yang mampu bertahan dari semua serangan itu tanpa luka.


   "Tidak ada lagi yang datang mendekat? Kalau begitu kali ini adalah giliranku."


Melihat kesempatan itu Reus mengambil ancang-ancang. Dia menyilangkan kedua pedangnya seakan bersiap melakukan serangan besar tanpa tipuan. Hal itu membuat para pemain menyiapkan barisan pertahanan yang terdiri oleh belasan pemain pengguna perisai besar.


   "Kelompok tahan badan persiapkan diri kalian!"


   "Awas serangan!"


Reus tidak mempedulikan barisan pertahanan para pengguna perisai besar dan berkonsentrasi pada persiapan serangannya.


Dia menggunakan Life Enhancer untuk memperkuat kedua pedangnya selama beberapa waktu dengan mengorbankan 10% HP-nya, kemudian kabut hitam mulai merembes dari Blackstar dan Balmung bersamaan yang segera membentuk bilah hitam tambahan sepanjang sepuluh meter.


Tanpa membuang waktu berlebih Reus melesat menggunakan Sprint dan belum ada satu kedipan mata, Reus telah sampai tepat di depan barisan pertahanan para pemain. Dia mengayunkan kedua pedangnya tanpa ragu disertai Swing, Dragon Smite, serta Energy Wave sekaligus.


   "Black Sky Sword Art Series : Second Form – Sunless Sky!"


Dengan tebasan kembar tersebut Reus berhasil memorak-porandakan barisan pertahanan sekaligus seluruh pemain dalam jangkauan bilah kabut hitamnya tanpa kesulitan. Ditambah gelombang energi dari Energy Wave, skala serangan Reus menjadi lebih jauh dan korbannya pun bertambah cukup banyak.


Berkat serangan Sunless Sky barusan hampir seluruh pemain yang dikerahkan dari garis belakang telah Reus habisi dalam waktu tidak kurang dari lima menit.


   "Ah, kelihatannya aku terlalu berlebihan sampai menggunakan 10% HP-ku untuk memperkuat kedua pedang ini."


Reus tersenyum kering mendapati pemandangan di depannya jika bukan pembunuhan maka pembantaian massal. Entah berapa pemain yang telah Reus habisi tetapi dia yakin setidaknya terdapat lima puluh nyawa pemain yang melayang dalam satu serangan itu.


Sedangkan prajurit Menschrein Kingdom? Puluhan hingga ratusan nyawa mereka telah melayang semenjak kedatangan sekelompok besar pemain.


Melihat tidak ada pergerakan dari pihak lawan Reus memutuskan untuk meminum HP Potion terlebih dahulu untuk memulihkan 10% HP-nya yang hilang. Tak ada serangan sihir ataupun panah mengarah padanya kali ini.


Mungkin karena mereka telah menyaksikan Reus mampu membantai setidaknya lima puluh orang dalam kurang dari lima menit tak ada yang berani maju menyerang hanya untuk mengantar nyawa.


Reus kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk memeriksa durasi Ouroboros Mode-nya yang sesungguhnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.


   "Masih ada waktu 100 menit? Cukup lama juga rupanya."


Dia masih ingat saat pertama kali menggunakan Black Predator di Hroud, kota Snow Troll dan Yeti di dalam gunung Horen, Ouroboros Mode hanya bertahan sekitar 12 menit. Waktu itu Reus hanya berhasil menggapai 750-an lawan tapi sekarang dengan bantuan Body Clone, peningkatan status serta durasi Ouroboros Mode meroket hingga ke tingkat yang tak pernah dia bayangkan.


Reus sebenarnya masih ingin mengagumi kombinasi Body Clone dan Black Predator yang berhasil melampaui ekspetasinya namun dia tidak bisa melakukan itu. Dia dapat merasakan sengatan listrik ketika serangan dari pemain pertama kali mengarah kepadanya, hanya saja kali ini jauh lebih kuat.


Merasa ancaman kali ini jauh berbeda dari sebelumnya Reus menggunakan Laplace Forecast untuk melihat secercah kemungkinan beberapa detik di masa depan dan menemukan dirinya diserang oleh seseorang dari arah kanan.


Benar saja, dua detik kemudian sebuah serangan kuat menghantam kedua pedang Reus yang segera dia siapkan untuk bertahan di sisi kanan tetapi berbeda dari semua serangan sebelumnya, kekuatan yang Reus rasakan kali ini sampai berhasil menghempaskan dirinya cukup jauh.


Beruntung Reus sudah siap akan serangan tersebut sehingga tidak mengalami luka berarti dan dapat mendarat dengan mulus di tanah.


   "Oh? Kau berhasil menahan serangan kejutanku? Hebat juga."


   "Kau juga. Tidak semua orang bisa mendekatiku tanpa bersuara dan melayangkan serangan sekuat itu."


Tanggapan Reus mungkin terdengar ramah tetapi ekspresi di balik topeng tengkoraknya berkata lain. Dahinya mengerut hebat tidak percaya ada orang yang bisa membuatnya terlempar seperti ini selagi Ouroboros Mode aktif.