Orbis Online

Orbis Online
188. Menuju Utara - Arc 3 End



Darah Dragonewt atau yang lebih dikenal sebagai Dragonewt Bloodgist merupakan salah satu Item konsumsi langka yang mampu meningkatkan status satu sampai tiga level penggunanya.


Meski kualitasnya berbeda jauh dari Dragon Bloodgist yang mana dapat meningkatkan status lima sampai sepuluh level jika dikonsumsi satu botol utuh, setidaknya Dragonewt Bloodgist mampu menaikkan status seseorang tanpa banyak usaha.


Ras Dragon sendiri sangatlah jarang menampakkan diri semenjak perilisan perdana ataupun latar sejarah dunia Orbis Online, jadi Dragonewt yang merupakan keturunan Dragon menjadi sasaran orang-orang serakah di seluruh dunia.


Sudah tidak terhitung berapa banyak Dragonewt tak bersalah tewas di tangan orang-orang serakah. Jika bukan karena keberadaan Bailendra Kingdom yang melindungi ras reptilia seperti Dragonewt maka keturunan para Dragon ini mungkin sudah punah sekarang.


   "Dragonewt Bloodgist bukanlah satu-satunya alasan mereka menyerang Bailendra Kingdom."


Aulcrat menjabarkan bahwa selain darahnya, bagian tubuh Dragonewt juga dapat diambil dan diolah menjadi berbagai Equip tingkat tinggi meski kualitasnya tidak sampai 10% dari ras Dragon asli.


Selain tubuh Dragonewt yang bisa dibilang merupakan tumpukan harta hidup, Menschrein Kingdom juga menganut superioritas manusia yang mana hal ini adalah alasan terbesar bagi penduduknya terdorong untuk memusnahkan Bailendra Kingdom dari Benua Plainfest.


Tidak hanya Bailendra Kingdom, semua negara yang dikuasai dan didominasi oleh ras selain manusia juga menjadi target Menschrein Kingdom di masa depan setelah Negeri Naga tersebut.


   "Memang ciri khas manusia sekali."


Kedua tangan Reus terkepal begitu erat mengetahui tidak hanya Bailendra Kingdom yang menjadi sasaran Menschrein Kingdom, ekspresinya pun terlihat begitu kesal.


Aulcrat dan Sylph juga sama kesalnya seperti Reus saat mendengar berita tentang ini, tetapi sebagai negara kecil yang lemah jangankan membantu, bahkan memberikan dukungan suara terhadap Bailendra Kingdom saja Lavore Kingdom tidak berani.


Ikshan sendiri yang sejak tadi hanya menyimak juga ikut mengutuk tindakan Menschrein Kingdom dalam hati. Biarpun dirinya hanyalah pemain dari dunia lain, setelah bertemu dengan Reus dan melalui berbagai macam hal, Ikshan merasa NPC di dunia ini bukanlah sekedar kumpulan algoritma semata.


Reus menarik nafas dalam-dalam sejenak sebelum kembali memandang Aulcrat dan Sylph yang kini sedikit khawatir Reus menolak permintaan mereka setelah mengetahui keadaan Bailendra Kingdom.


   "Tidak masalah, lagipula aku juga punya urusan di sana."


   "Tuan Reus...."


   "Oh, sebagai gantinya bisakah kumiliki ruangan ini sebagai ruangan pribadi?"


   "Boleh saja, tapi boleh kutahu untuk apa?"


Sebenarnya Aulcrat bisa saja langsung menyerahkan ruangan ini secara cuma-cuma, namun dirinya juga harus mengetahui tujuan Reus terhadap ruangan ini.


   "Aku mempunyai skill yang memudahkanku berpindah tempat dalam sekejap, jadi aku ingin menjadikan ruangan ini sebagai lokasi perpindahan tempatku di masa depan jika memungkinkan."


Reus menjelaskan mengenai keberadaan Hyper Switch-nya yang mampu bertukar tempat dengan suatu benda yang pernah dia sentuh tanpa peduli jaraknya tetapi akan gagal jika orang lain menyentuhnya.


Dia berpikir untuk meninggalkan sesuatu yang telah dirinya tandai di ruangan ini agar jika sewaktu-waktu Lavore Kingdom mengalami masalah, dirinya bisa datang membantu dalam sekejap.


   "Kau bukan bagian dari Lavore Kingdom, tapi memikirkan kami hingga segitunya.... Sungguh sosok yang sungguh mulia...."


Saat Aulcrat terharu mendengar apa tujuan Reus, pemuda berambut putih keperakan itu sendiri menggaruk pipinya sambil tersenyum masam.


   'Yah, sebenarnya itu hanya sekedar alasan agar aku bisa berpindah tempat ke mana saja tanpa memerlukan banyak waktu atau biaya.'


Pada akhirnya Aulcrat menyetujui ruangan ini diberikan sebagai ruangan khusus bagi Reus tanpa bertanya lebih jauh kemudian pergi meninggalkan Reus dan Ikshan di ruangan tersebut membiarkan keduanya istirahat.


***


Beberapa hari setelah Reus menerima permintaan Aulcrat dan Sylph, kini sudah waktunya bagi Reus dan Ikshan melanjutkan perjalanan mereka menuju Bailendra Kingdom yang telah cukup lama tertunda.


Di gerbang masuk Alvast dapat terlihat sekelompok besar yang terdiri dari Aulcrat sang raja Lavore Kingdom, Sylph si Warlock of Gale, Crystina yang seorang pemain berjulukan Crimson Surt, Kynel, Ramsey, Dunk, serta belasan Elite Knight dari Lavore Kingdom.


Kelompok ini cukup mencolok hingga menarik perhatian para penduduk sekitarnya, terutama belasan Elite Knight serta sesosok pria paruh baya berpakaian mewah di tengah formasi.


   "Berlebihan sekali kalian! Kita sedang pawai atau apa?!"


Reus langsung mengutarakan protes keras tidak tahan mendapatkan perhatian dari ratusan warga Alvast yang kini tengah bertanya-tanya mengenai identitas Reus serta Ikshan yang berada di tempat terdepan dalam formasi.


Belasan Elite Knight yang mengawal Aulcrat ingin sekali memperingati Reus agar tidak berbicara langcang terhadap Aulcrat, namun pria paruh baya tersebut meminta agar mereka tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat Reus marah atau tersinggung.


Sebenarnya para Elite Knight tidak setuju dengan pendapat Aulcrat yang terdengar terlalu memandang tinggi pemuda yang tak pernah mereka kenal sebelumnya, namun mereka semua tahu bahwa pemuda tersebut adalah sosok yang mampu menghadapi seribu pasukan asli Lavore Kingdom seorang diri.


Tidak ada seorang pun yang mampu mengukir prestasi setinggi Reus sepanjang Lavore Kingdom berdiri, bahkan Xavier Desgnar yang dijuluki orang terkuat se-Lavore Kingdom saja mungkin hanya mampu menghadapi setengah dari jumlah yang dihadapi oleh Reus.


Tidak mungkin ada Elite Knight yang sebodoh itu hingga mencari gara-gara dengan seseorang sekuat Reus.


   "Mau bagaimana lagi, Reus. Raja butuh pengawal di dalam kota."


   "Tapi ini terlalu berlebihan...."


   "Yah, apapun itu sebaiknya kita segera pergi dari sini. Sudah terlalu lama aku menunda perjalanan ini."


Reus mendesah sejenak memandang lautan warga Alvast yang begitu padat dari atas kuda pemberian Aulcrat.


Meskipun kecepatan lari Reus saat ini lebih cepat dari langkah kuda manapun, dirinya tidak memiliki stamina tak terbatas. Untuk itu Aulcrat menghadiahkan sepasang Horse's Whistle jenis khusus kepada Reus dan Ikshan.


Sekilas kuda yang dipanggil tidak terlalu berbeda dari kuda biasa, hanya saja stamina dan kecepatan kuda yang dipanggil ini jauh lebih besar dibanding rata-rata kuda.


   "Dengan ini kita bisa mencapai Bailendra Kingdom lebih cepat dari yang diperkirakan."


Reus membelai leher kuda berwarna hitam legam dengan beberapa corak putih polkadot di beberapa tempat, serta bersurai putih cerah yang ditungganginya dengan lembut, membuat kuda tersebut terlihat menyukai dirinya. Reus tersenyum kecil menanggapi reaksi kuda itu.


   "Mulai sekarang kita akan berpetualang bersama, mungkin ada baiknya jika kau kuberi nama."


Sang kuda mendengus pelan seakan mengerti perkataan Reus.


   "Bagaimana kalau Spirit? Dia adalah tokoh kuda di salah satu film kesukaanku."


Sang kuda kembali mendengus, namun kali ini nampak lebih senang. Itu terlihat dari gerakan badannya. Reus sekali lagi mengusap lembut leher Spirit sambil tersenyum.


   "Baguslah jika kau suka."


Di sisi lain Ikshan yang sejak tadi menyaksikan interaksi Reus dengan kudanya sedikit tertegun.


   "Reus, apa kau sebenarnya menyukai hewan?"


   "Apa maksudmu 'sebenarnya'? Aku memang menyukai hewan sejak kecil."


   "Lalu, kenapa kau begitu benci dengan kucing? Contohnya Gordon di bahu Ramsey."


   "Oh, kau tidak akan percaya dengan apa yang telah kulalui karena kucing...."


Reus sedikit ketakutan saat menceritakan sebuah pengalamannya di masa lalu yang menyebabkan dirinya membenci kucing pada Ikshan.


Ekspresi Ikshan berubah drastis setelah mengetahui alasan dibalik mengapa Reus membenci kucing. Dia merasa sedikit iba.


   "Jadi, dulu kau pernah mengalami kecelakaan yang hampir membuatmu kehilangan nyawa karena sepasang kucing yang berkelahi tiba-tiba muncul dan menghalangi jalanmu?"


   "Benar, sejak saat itu aku dan kucing adalah musuh abadi."


Reus yang tadinya nampak ketakutan kini terlihat dipenuhi amarah saat mengingat kembali pengalaman mengerikan itu.


Jika bukan karena pengemudi mobil di depannya yang bereaksi cepat pada saat itu, mungkin Reus sudah bereinkarnasi menjadi seorang bocah kecil di isekai sekarang.


Setelah puas berbincang-bincang sejenak, Reus dan Ikshan memeriksa perlengkapan dan kebutuhan yang mereka perlukan dalam perjalanan untuk terakhir kalinya. Mereka tidak mau mengalami kejadian tak terduga berkat kurangnya perbekalan di hari keberangkatan.


   "Baik, kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi."


Reus mengangkat suaranya seusai memeriksa kembali isi Inventory-nya. Tidak ada yang kurang dalam persediaan makan ataupun minum, setidaknya dia tak perlu khawatir terkena status Hunger dan Thirst selama perjalanan.


   "Aku juga sama."


Ikshan menanggapi pernyataan Reus selesai mendapati tidak ada yang kurang di dalam Inventory-nya. Reus mengangguk pelan sebelum menoleh ke arah Aulcrat dan lainnya dari atas kuda, Ikshan mengikuti.


   "Kalau begitu kami akan berangkat sekarang."


   "Ya, semoga Dewi Fortuna menyertai kalian semua."


Aulcrat memberikan berkatnya pada kedua pemuda tersebut sebelum pergi sambil tersenyum.


Pandangan Reus kemudian teralih kepada sosok Dunk yang berdiri tepat di samping Kynel.


  "Berlatih dan naikkan levelmu lebih lanjut lagi jika kau ingin menyusul."


   "Tentu, aku akan segera menyusul kalian."


Setelah mengucapkan perpisahan pada Dunk, Kynel, Ramsey, Crystina, bahkan Sylph dan Aulcrat, Reus dan Ikshan lalu memacu kuda masing-masing berangkat menuju utara melanjutkan perjalanan yang telah tertunda cukup lama.


Arc 3 : Negeri Festival Malam - Selesai