
"Apa yang kau lakukan?!"
Rosevince tidak bisa menahan keterkejutannya saat Reus berhasil menghempaskan dirinya hanya dengan mengangkat sebelah tangan, sayangnya Reus menolak menjawab melainkan hanya memberi sebuah senyuman tipis.
Rosevince menggigit bibirnya sejenak merasa Reus memilki skill langka yang jarang didapatkan oleh pemain. Dia lalu mengarahkan beberapa anggotanya berkelas Mage yang datang bersamanya menembakkan sihir pada Reus secara serentak, bahkan anggota kelas Mage lain yang ada di tempat itu juga ikut menyerang.
"Kita lihat apa kau bisa tersenyum lagi setelah ini!"
Puluhan sihir berkekuatan tinggi mengarah menuju Reus, tetapi nyatanya Reus terlihat tenang bahkan tersenyum lebar. Dia menyiapkan pedang di tangannya sebelum mengaktifkan Adrenaline Mode diikuti ayunan pedang yang memotong setiap sihir yang datang kepadanya.
Para anggota Gaia's Tree yang menyaksikan itu melotot tidak percaya apa yang Reus lakukan barusan. Memotong sihir menggunakan pedang atau senjata jarak dekat lain memang bukan hal yang mustahil, tapi tetap saja hal itu tidak bisa ditemui di manapun.
"Terima kasih atas kemurahan hatimu memberiku cukup banyak kekuatan, tapi biar langsung kukembalikan saja agar tidak ada hutang di antara kita."
Seusai berkata demikian, Reus kembali mengayunkan pedangnya dan melepaskan sihir-sihir yang berhasil dia potong sebelumnya menuju beberapa bangunan terdekat pada wilayah kekuasaan Gaia's Tree, tidak peduli ada atau tidaknya anggota mereka di sana.
'Hmm... biarpun tujuanku melenyapkan Gaia's Tree cabang Alvast, bukan berarti terdapat anggota NPC mereka menuruti perintah Legion busuk ini secara sukarela. Sebaiknya aku mengurangi jangkauannya.'
Jika tidak memikirkan nasib anggota NPC pada Gaia's Tree yang terpaksa mengikuti perintah atasan mereka, Reus mungkin berniat meratakan segala sesuatu yang ada di wilayah Legion tersebut.
Rosevince dan anggota Gaia's Tree yang menyaksikan hal itu merasa jantungnya hampir berhenti ketika Reus mengeluarkan sihir yang lebih hebat dari Mage berlevel 150 ke atas sekalipun, padahal jelas-jelas Reus menggenggam pedang bukan tongkat sihir.
"Kau seorang Swordmage berlevel tinggi? Hundred Best Player?"
Rosevince bisa melihat biarpun Reus adalah seorang Swordmage tetap saja kekuatan sihir yang dikeluarkannya terlalu besar bagi rata-rata pemain atau NPC berkelas Swordmage, jika harus menyandingkan maka hanya mereka yang dijuluki Hundred Best Player yang mampu mengeluarkan sihir sebesar itu dan mempunyai kemampuan berpedang hebat pada satu waktu.
"Kau bebas berimajinasi, tetapi itu tidak akan menjamin keselamatan kalian."
Reus hanya tersenyum sinis melihat lawan-lawan di depannya begitu ketakutan ketika mendengar 'Hundred Best Player' dari mulut Rosevince.
Di sisi lain Rosevince merasa ingin mengumpat pada Legion-nya sendiri yang berani mencari masalah dengan salah satu Hundred Best Player yang susah payah dihindari oleh mereka dalam perang melawan Legion lain.
Keberadaan Hundred Best Player memang menjadi patokan serta idola bagi kebanyakan para pemain, serta kemampuan salah satu penyandang gelar ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu dari mereka mungkin mampu menghabisi Legion menengah seorang diri.
"Apa tidak ada jalan lain selain kekerasan untuk menyelesaikan masalah ini?"
Rosevince sedikit menurunkan pedangnya merasa terdapat ruang untuk bernegosiasi dengan Reus, tentu saja hal ini dia lakukan karena menduga Reus adalah salah satu Hundred Best Player yang begitu disegani oleh kalangan pemain.
Reus mengangkat sebelah alisnya sebelum menghunuskan pedangnya kembali pada Rosevince.
"Tidak ada, kesabaranku sudah cukup habis karena tindakan kalian yang begitu semena-mena."
Perkataan Reus disambut oleh helaan nafas Rosevince. Pemain bersenjatakan pedang besar tersebut menghirup nafas dalam-dalam sejenak dan berteriak lantang hingga suaranya didengar oleh seluruh anggota Gaia's Tree yang berada di wilayahnya.
"Semua anggota Gaia's Tree segera menuju ke gerbang masuk dengan perlengkapan penuh!"
Suara Rosevince bukan hanya mengejutkan anak buah di belakangnya, tetapi juga Reus yang menjadi musuhnya sekalipun sedikit terkejut disertai bingung.
"Jika kau sungguh salah satu dari Hundred Best Player, maka kami tidak mempunyai pilihan lain."
Reus mengangguk pelan sembari menghela nafasnya, dia sebenarnya merasa Rosevince lebih bijaksana dari ini mengingat posisi yang dimilikinya adalah kepala cabang Alvast, tetapi ternyata pemain di hadapannya tidak jauh berbeda dari pemain biasa.
Setelah seruan lantang tersebut Rosevince mengarahkan anak buahnya yang ada di tempat itu terus menyerang Reus. Mereka menuruti perintah Rosevince walau sempat ragu, pemain berjarak dekat segera maju menerjang sementara pemain berjarak menengah dan jauh seperti Archer atau Mage diminta menyerang sesekali saat Reus menunjukkan celah.
Reus tidak menunggu dirinya diserang, dia justru maju menghadapi beberapa lawan bersenjatakan jarak dekat menggunakan pedangnya.
Tidak ada satupun dari mereka yang mampu menandingi kelihaian Reus dalam memainkan pedang sehingga satu per satu mereka tergeletak di tanah dalam beberapa detik. Sebagian lawan yang berhasil Reus kalahkan berubah menjadi butiran piksel biru menandakan dia adalah pemain, sementara sebagian lainnya tetap terbaring di tanah tanpa nyawa.
Menyaksikan pemandangan tersebut, anggota Gaia's Tree lain yang berada di belakang Rosevince makin ketakutan. Anggota bersenjatakan jarak dekat saja nasibnya sudah mati mengenaskan dalam beberapa saat, bagaimana jadinya jika Reus berhasil mencapai tempat mereka?
"Tembak! Tembak dia cepat!"
Rosevince sedikit panik ketika melihat Reus dengan mudahnya menghabisi para anak buahnya dalam sekejap, padahal dinilai secara level serta kemampuan mereka termasuk anggota papan atas yang dimilki Gaia's Tree.
Anggota Gaia's Tree menembakkan sihir-sihir mereka menuju Reus menuruti keinginan Rosevince, tidak ingin nasibnya berakhir sama seperti rekan mereka yang gugur terlebih dahulu.
"Kalian tidak belajar dari pengalaman, ya?"
Reus mendenguskan nafas melalui hidung memandangi puluhan sihir yang mengarah padanya. Dia menggunakan Adrenaline Mode untuk menebas sebagian besar sihir tersebut, sisanya hanya dia hindari. Reus tidak ingin menghabiskan begitu banyak tenaga di awal pertempuran yang dapat mengakibatkan kerugian di akhir nantinya.
Lagipula, sebisa mungkin Reus tidak ingin menyerap sihir terlalu banyak karena dapat berpengaruh terhadap status Dur Blackstar, dia tak mau pedang legendaris ini hancur hanya karena terlalu banyak menghisap sihir.
Saat Reus berhasil memotong sihir yang terakhir datang kepadanya, Rosevince telah berada tepat di hadapannya dengan pedang besar yang dia angkat tinggi-tinggi siap membelah Reus sekuat tenaga.
"Full Swing!"
Tanpa membuang waktu Rosevince langsung mengayunkan pedang besarnya menyasar tepat di kepala Reus, tetapi belum sempat pedangnya menyentuh kepala Reus, terlihat beberapa pedang berwarna hitam sedikit transparan muncul dari tubuh Reus dan menangkis pedang besar Rosevince, sekaligus memukul mundur pemain tersebut beberapa langkah ke belakang.
"Hollow Sword, apa kau pikir aku tidak tahu jalan pikiranmu?"
Sebagai pemain bersenjatakan jarak dekat yang unggul dalam pertarungan jarak dekat, Rosevince dapat mengetahui sekeras apapun dia berusaha, dengan level serta kemampuannya yang sekarang dirinya tidak akan bisa mengalahkan Reus dalam pertarungan satu lawan satu, maka dari itu dia memanfaatkan serangan sihir yang digunakan anak buahnya untuk menutupi pandangan Reus dan melancarkan satu serangan mematikan. Sayangnya hal itu tidak berhasil karena Reus sudah membaca rencananya terlebih dahulu.
Reus telah menghabiskan banyak waktunya menghadapi strategi semacam ini di pertempuran hidup dan mati pada Chaos Lair dulu sehingga dia tidak terkejut bahkan mengantisipasi serangan serupa.
Rosevince mendecakkan lidahnya pelan menyadari strateginya tidak berhasil, dia lalu menyerang Reus bertubi-tubi menggunakan pedang besarnya yang dapat dihindari dengan mudah oleh Reus.
Saat Rosevince menunjukkan celah besar sesudah menyerang, barulah Reus mengerahkan Sprint diikuti perubahan pada penampilannya yang sekarang terlihat memakai jubah hitam berbintik ungu di beberapa tempat. Reus muncul tepat di depan Rosevince dalam sekejap.
"Terima kasih telah sedikit menghiburku."
Selesai berucap demikian, Reus memutar tubuhnya dan memberikan enam tebasan beruntun pada tubuh Rosevince dengan telak. Rosevince yang terkena enam serangan mematikan tersebut baru menyadari keberadaan Reus tepat di hadapannya setelah menerima serangan.
Sampai berubah menjadi ribuan butir piksel biru sekalipun Rosevince tidak percaya dirinya dikalahkan oleh seseorang hanya dalam satu serangan.